๐ 30 Soal Latihan Pilihan Ganda
1.
Pendekatan Participatory
Rural Appraisal (PRA) yang diperkenalkan Robert Chambers menekankan pada…
A. Analisis statistik berbasis data sekunder
B. Partisipasi masyarakat dalam mengidentifikasi masalah dan potensi
C. Evaluasi proyek pembangunan oleh auditor independen
D. Monitoring pembangunan oleh pemerintah pusat
✅ Jawaban: B
Penjelasan: PRA menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam
mengidentifikasi masalah, potensi, dan solusi pembangunan.
2.
Paulo Freire
memperkenalkan konsep pembelajaran masyarakat dengan prinsip…
A. Banking education
B. Pendidikan gaya otoriter
C. Problem posing education
D. Education for discipline
✅ Jawaban: C
Penjelasan: Problem posing education menekankan
aksi-refleksi-aksi, masyarakat belajar dari pengalaman nyata.
3.
Prinsip “no one left
behind” sejalan dengan…
A. RPJMN 2020–2024
B. RPJPN 2005–2025
C. SDGs 2030
D. UU 25/2004
✅ Jawaban: C
Penjelasan: SDGs menegaskan pembangunan inklusif untuk semua tanpa
terkecuali.
4.
Prinsip belajar orang
dewasa (andragogi) menekankan bahwa fasilitator harus…
A. Menjadi sumber utama ilmu
B. Menggurui masyarakat
C. Belajar bersama dengan masyarakat
D. Menghindari masukan dari masyarakat
✅ Jawaban: C
Penjelasan: Orang dewasa punya pengalaman → fasilitator mengajak belajar
bersama, bukan menggurui.
5.
UU 25/2004 tentang
SPPN menegaskan perencanaan pembangunan dilakukan secara…
A. Top-down
B. Partisipatif
C. Otoriter
D. Sentralistis
✅ Jawaban: B
Penjelasan: UU SPPN mengamanatkan partisipasi masyarakat dalam proses
perencanaan.
6.
Musyawarah Perencanaan
Pembangunan (Musrenbang) adalah contoh penerapan…
A. Monitoring pembangunan oleh pusat
B. Evaluasi proyek oleh swasta
C. Fasilitasi masyarakat dalam perencanaan
D. Audit keuangan pembangunan
✅ Jawaban: C
Penjelasan: Musrenbang adalah forum resmi partisipasi pembangunan.
7.
Tujuan utama
fasilitasi masyarakat adalah…
A. Mengendalikan masyarakat
B. Mempercepat pencairan anggaran
C. Memberdayakan masyarakat agar memiliki posisi tawar
D. Mengurangi jumlah aparat
✅ Jawaban: C
Penjelasan: Fasilitasi bertujuan pemberdayaan, bukan kontrol.
8.
Skema aksi–refleksi–aksi
disebut juga…
A. Pendidikan gaya bank
B. Pendidikan hadap masalah
C. Pendidikan formal
D. Pendidikan teknokratis
✅ Jawaban: B
Penjelasan: Konsep Paulo Freire → problem posing atau pendidikan
hadap masalah.
9.
RPJPN 2025–2045
menekankan transformasi tata kelola dengan ciri…
A. Sentralisasi kewenangan
B. Inklusif dan partisipatif
C. Otoritas tunggal pemerintah pusat
D. Privatisasi penuh sektor publik
✅ Jawaban: B
Penjelasan: RPJPN mendorong tata kelola inklusif-partisipatif.
10.
Dalam Participatory
Development Communication, masyarakat ditempatkan sebagai…
A. Objek pasif
B. Penerima informasi sepihak
C. Aktor sejajar dengan stakeholder lain
D. Hambatan pembangunan
✅ Jawaban: C
Penjelasan: Konsep ini memandang masyarakat sebagai mitra sejajar.
11.
Andragogi berbeda dari
pedagogi karena…
A. Andragogi fokus pada anak, pedagogi pada orang dewasa
B. Andragogi fokus pada input, pedagogi pada aksi-refleksi
C. Andragogi menekankan pengalaman masyarakat, pedagogi menekankan guru sebagai
sumber ilmu
D. Andragogi menekankan hafalan, pedagogi menekankan diskusi
✅ Jawaban: C
Penjelasan: Bedanya ada pada peran pengalaman & kesetaraan.
12.
Fasilitasi masyarakat
dalam perencanaan nasional merupakan amanat…
A. UU 25/2004
B. RPJMN
C. SDGs
D. Semua benar
✅ Jawaban: D
Penjelasan: Partisipasi dijamin UU SPPN, RPJMN, dan SDGs.
13.
Proses refleksi dalam
fasilitasi bertujuan untuk…
A. Menyalahkan aktor tertentu
B. Mengulang materi
C. Menemukan makna dari pengalaman
D. Membatasi partisipasi
✅ Jawaban: C
Penjelasan: Refleksi adalah tahap merenungi pengalaman untuk memunculkan
kesadaran.
14.
Kegiatan Musrenbang
desa yang menghasilkan prioritas pembangunan adalah contoh…
A. Evaluasi
B. Monitoring
C. Perumusan kebijakan partisipatif
D. Audit sosial
✅ Jawaban: C
Penjelasan: Musrenbang adalah forum perumusan prioritas secara
partisipatif.
15.
Fasilitator berbeda
dari guru karena…
A. Guru mengajak belajar bersama, fasilitator menggurui
B. Fasilitator bersifat hierarkis, guru dialogis
C. Fasilitator memfokuskan pada partisipasi, guru pada transfer ilmu
D. Tidak ada perbedaan
✅ Jawaban: C
Penjelasan: Guru → transfer ilmu; fasilitator → partisipasi &
pemberdayaan.
16.
Dalam konteks Tol
Laut, fasilitasi masyarakat penting agar…
A. Rute kapal sesuai kebutuhan lokal
B. Barang impor lebih lancar
C. Distribusi hanya dari pusat
D. Semua jalur dikelola swasta
✅ Jawaban: A
Penjelasan: Fasilitasi memastikan rute sesuai kebutuhan riil masyarakat.
17.
Partisipasi masyarakat
dalam penyusunan UKL-UPL adalah contoh…
A. Partisipasi simbolis
B. Partisipasi substantif
C. Partisipasi formalitas
D. Tidak relevan
✅ Jawaban: B
Penjelasan: UKL-UPL wajib mengakomodasi aspirasi masyarakat terdampak.
18.
Fasilitasi masyarakat
dalam program Dana Desa bertujuan agar…
A. Kepala desa lebih dominan
B. Masyarakat menentukan prioritas
C. Dana Desa cepat dicairkan
D. Pembangunan fokus infrastruktur saja
✅ Jawaban: B
Penjelasan: Dana Desa direncanakan melalui musyawarah desa →
partisipatif.
19.
Monitoring
partisipatif penting karena…
A. Mengurangi beban pemerintah
B. Masyarakat bisa mengawasi agar pembangunan sesuai rencana
C. Membatasi peran swasta
D. Mengurangi partisipasi
✅ Jawaban: B
Penjelasan: Monitoring partisipatif memastikan transparansi &
akuntabilitas.
20.
Fasilitasi masyarakat
adalah bagian dari strategi pembangunan yang…
A. Top-down
B. Inklusif dan berkelanjutan
C. Sentralistis
D. Otoriter
✅ Jawaban: B
Penjelasan: Fasilitasi memastikan pembangunan inklusif &
berkelanjutan.
21.
Konsep Johari
Window dalam fasilitasi menekankan…
A. Semua pihak menyumbang pengalaman
B. Fasilitator dominan
C. Guru sebagai pusat ilmu
D. Tidak ada interaksi
✅ Jawaban: A
Penjelasan: Johari Window dipakai untuk menggambarkan keterbukaan
& saling berbagi.
22.
Dalam kebijakan
pembangunan nasional, fasilitasi masyarakat mendukung pencapaian…
A. SDGs
B. RPJMN
C. RPJPN
D. Semua benar
✅ Jawaban: D
Penjelasan: Fasilitasi mendukung semua dokumen perencanaan &
komitmen global.
23.
Fasilitasi masyarakat
membantu mencegah konflik pembangunan karena…
A. Masyarakat dilibatkan sejak awal
B. Semua keputusan diputuskan pemerintah
C. Investor memegang kendali penuh
D. Hanya teknokrat yang memutuskan
✅ Jawaban: A
Penjelasan: Partisipasi sejak awal mengurangi resistensi.
24.
Pemberdayaan
masyarakat identik dengan…
A. Meningkatkan posisi tawar dan kemampuan mengambil keputusan
B. Menambah beban kerja masyarakat
C. Membatasi peran masyarakat
D. Menguatkan kontrol pusat
✅ Jawaban: A
Penjelasan: Pemberdayaan = peningkatan power & kapasitas.
25.
Kebijakan Blue Economy
di Indonesia hanya bisa berhasil jika…
A. Investor asing dominan
B. Masyarakat pesisir difasilitasi untuk ikut mengelola
C. Pemerintah pusat memonopoli
D. Semua dilakukan top-down
✅ Jawaban: B
Penjelasan: Tanpa partisipasi masyarakat pesisir, blue economy
tidak berkelanjutan.
26.
Fasilitasi masyarakat
di Ibu Kota Nusantara (IKN) penting karena…
A. Hanya untuk memenuhi syarat formal
B. Agar masyarakat adat terdampak bisa terakomodasi
C. Supaya investor bebas beroperasi
D. Untuk mempercepat migrasi penduduk
✅ Jawaban: B
Penjelasan: Fasilitasi di IKN penting agar aspirasi masyarakat lokal
(Paser, Dayak) terakomodasi.
27.
Prinsip utama Participatory
Development Communication adalah…
A. Komunikasi satu arah
B. Komunikasi dialogis multi-arah
C. Komunikasi instruktif
D. Komunikasi otoriter
✅ Jawaban: B
Penjelasan: Prinsipnya adalah komunikasi multi-arah & dialogis.
28.
Fasilitasi masyarakat
membantu perencana nasional menghasilkan dokumen yang…
A. Formalitas belaka
B. Evidence-based dan relevan
C. Hanya meniru kebijakan luar negeri
D. Tidak konsisten dengan lapangan
✅ Jawaban: B
Penjelasan: Fasilitasi menjadikan dokumen berbasis bukti lapangan.
29.
Monitoring &
evaluasi partisipatif sesuai dengan agenda…
A. Reformasi birokrasi RPJMN
B. SDGs Goal 16 (Institusi kuat)
C. Transparansi UU SPPN
D. Semua benar
✅ Jawaban: D
Penjelasan: Monev partisipatif mendukung tata kelola transparan, sesuai
semua agenda di atas.
30.
Ringkasan dari
fasilitasi masyarakat dalam konteks pembangunan nasional adalah…
A. Instrumen tambahan semata
B. Mandat strategis untuk menjembatani kebijakan nasional dengan realitas lokal
C. Hambatan teknis dalam perencanaan
D. Cara memperlambat pembangunan
✅ Jawaban: B
Penjelasan: Fasilitasi = mandat strategis → penghubung antara kebijakan
& realitas lokal.
๐ 10 Soal Latihan Esai Analisis Kasus
1.
Kasus: Pemerintah sedang menyusun Rencana Induk
Pelabuhan (RIP) di Maluku. Masyarakat lokal menolak karena merasa tidak
dilibatkan dalam proses perencanaan.
Pertanyaan: Analisislah peran fasilitasi masyarakat dalam kasus ini dan
berikan rekomendasi kebijakan agar RIP tetap berjalan namun aspirasi masyarakat
terakomodasi.
✅ Jawaban:
Fasilitasi penting untuk menjembatani pemerintah dan masyarakat. Penolakan
muncul karena proses partisipasi diabaikan. Rekomendasi: lakukan FGD dengan
masyarakat terdampak, gunakan PRA untuk menggali kebutuhan nelayan dan pedagang
lokal, kemudian integrasikan hasilnya ke RIP.
Penjelasan: Dokumen perencanaan harus berlandaskan evidence-based dan
partisipatif, sesuai amanat UU SPPN dan RPJMN.
2.
Kasus: Program Tol Laut sudah berjalan, tetapi
kapal sering tidak dimanfaatkan penuh karena barang ekspor lokal sedikit.
Pertanyaan: Bagaimana fasilitasi masyarakat bisa menjadi solusi dalam
kasus ini?
✅ Jawaban:
Fasilitasi dapat membantu menemukan akar masalah (misalnya rantai pasok ikan
tidak siap, UMKM belum punya akses logistik). Fasilitator bisa menghubungkan
nelayan, koperasi, dan operator kapal agar kargo balik terisi.
Penjelasan: Fasilitasi memastikan Tol Laut sesuai kebutuhan lokal,
sejalan dengan RPJMN agenda pemerataan pembangunan wilayah.
3.
Kasus: Dalam Musrenbang Kabupaten, usulan masyarakat
desa sering “hilang” di tingkat provinsi/nasional.
Pertanyaan: Apa yang harus dilakukan seorang perencana nasional agar
aspirasi lokal tetap terintegrasi ke kebijakan makro?
✅ Jawaban:
Perencana harus memastikan bottom-up planning melalui mekanisme
sinkronisasi (Musrenbangnas) dan advokasi hasil fasilitasi masyarakat. Gunakan
data partisipatif (misalnya peta masalah desa) sebagai bukti untuk memperkuat
usulan.
Penjelasan: Ini wujud implementasi UU 25/2004 → perencanaan harus
partisipatif & konsisten.
4.
Kasus: Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)
berpotensi menimbulkan konflik dengan masyarakat adat Paser dan Dayak.
Pertanyaan: Bagaimana teknik fasilitasi masyarakat dapat diterapkan
untuk mengurangi konflik ini?
✅ Jawaban:
Lakukan konsultasi publik intensif, pemetaan sosial (social mapping), dan forum
dialog dengan tokoh adat. Hasilnya dipakai untuk merancang kompensasi dan pemberdayaan
(pelatihan, akses usaha).
Penjelasan: Sesuai prinsip SDGs “no one left behind” → pembangunan besar
harus inklusif.
5.
Kasus: Program Dana Desa kerap dipakai hanya untuk
pembangunan fisik, sementara kebutuhan pemberdayaan ekonomi terbengkalai.
Pertanyaan: Bagaimana fasilitasi masyarakat bisa mengubah pola ini?
✅ Jawaban:
Fasilitator perlu menggali aspirasi masyarakat melalui musyawarah → memunculkan
kebutuhan non-fisik (pelatihan UMKM, koperasi desa). Kemudian fasilitasi
konsensus agar Dana Desa tidak hanya untuk infrastruktur.
Penjelasan: Sesuai RPJMN, Dana Desa ditujukan untuk pembangunan desa
yang holistik, bukan sekadar infrastruktur.
6.
Kasus: Proyek Blue Economy di Sulawesi
menghadapi resistensi nelayan yang khawatir akses mereka terbatas.
Pertanyaan: Apa langkah fasilitasi yang sebaiknya dilakukan?
✅ Jawaban:
Lakukan PRA untuk menggali kekhawatiran nelayan, kemudian buat skema
co-management antara pemerintah, swasta, dan nelayan. Berikan ruang bagi
nelayan tradisional untuk tetap mengakses area tangkap.
Penjelasan: Blue Economy hanya berkelanjutan bila masyarakat pesisir
dilibatkan sejak perencanaan.
7.
Kasus: Dalam pembangunan pelabuhan baru di Papua,
kontraktor ingin percepatan konstruksi, tapi masyarakat lokal menuntut ritual adat
sebelum pembangunan.
Pertanyaan: Bagaimana fasilitasi bisa menyelesaikan dilema ini?
✅ Jawaban:
Fasilitator dapat memediasi kontraktor dan masyarakat adat untuk menemukan
solusi win-win, misalnya menjadwalkan ritual adat sebelum konstruksi dimulai.
Penjelasan: Menghargai budaya lokal adalah bagian dari pembangunan
inklusif dan prinsip RPJMN mengenai pembangunan sosial.
8.
Kasus: Program energi baru terbarukan (PLTS desa)
gagal berfungsi karena masyarakat tidak terlatih mengelola peralatan.
Pertanyaan: Bagaimana fasilitasi dapat meningkatkan keberlanjutan
program ini?
✅ Jawaban:
Fasilitasi bisa dilakukan dengan pelatihan teknis berbasis andragogi,
melibatkan warga dalam perawatan, dan membentuk kelompok pengelola energi desa.
Penjelasan: Fasilitasi memastikan transfer teknologi benar-benar
diterima masyarakat → mendukung transisi energi nasional.
9.
Kasus: Dalam evaluasi pembangunan jalan desa, warga
mengeluh kualitas buruk karena kontraktor tidak transparan.
Pertanyaan: Apa bentuk fasilitasi masyarakat yang relevan di tahap
monitoring dan evaluasi?
✅ Jawaban:
Lakukan community monitoring → warga dilibatkan langsung dalam
pengawasan proyek (misalnya melalui forum warga atau aplikasi pelaporan
partisipatif).
Penjelasan: Monev partisipatif memperkuat transparansi dan sesuai dengan
agenda reformasi birokrasi RPJMN.
10.
Kasus: Sebuah kabupaten ingin membuat Rencana Aksi
Daerah SDGs, namun mengalami kesulitan menghubungkan target global dengan
kebutuhan lokal.
Pertanyaan: Bagaimana fasilitasi masyarakat dapat membantu sinkronisasi
ini?
✅ Jawaban:
Fasilitator dapat melakukan lokakarya partisipatif → masyarakat
mengidentifikasi masalah lokal (kemiskinan, sanitasi, pendidikan) yang kemudian
dipetakan ke target SDGs.
No comments:
Post a Comment