πΉ Latihan Soal Pilihan Ganda (30 butir)
Konsep dasar
- Tahap utama setelah perumusan masalah dalam proses analisis kebijakan
adalah …
A. Evaluasi kebijakan
B. Memilih alternatif kebijakan
C. Monitoring kebijakan
D. Advokasi kebijakan
Jawaban: B
π Setelah masalah dirumuskan, analis kebijakan harus memilih alternatif solusi yang paling tepat untuk direkomendasikan. - Salah satu tantangan
terbesar dalam memilih alternatif kebijakan adalah …
A. Tidak tersedianya regulasi pendukung
B. Tidak adanya alternatif yang siap pakai
C. Adanya konflik antar lembaga
D. Kesulitan menetapkan indikator kinerja
Jawaban: B
π Materi menjelaskan bahwa alternatif jarang tersedia langsung, sehingga perlu kreativitas. - Tiga jalur utama dalam mengembangkan
alternatif kebijakan adalah …
A. Deregulasi, Reformasi, Privatisasi
B. Status quo, Modifikasi, Kebijakan baru
C. Evaluasi, Implementasi, Revisi
D. Analisis, Monitoring, Evaluasi
Jawaban: B
π Alternatif bisa mempertahankan kebijakan lama, memodifikasi, atau menciptakan yang baru.
Teknik analisis
(Grid, PRINCE, AHP)
- Grid Analysis digunakan untuk …
A. Menganalisis kepentingan politik aktor
B. Membandingkan alternatif kebijakan berdasarkan kriteria terukur
C. Menentukan indikator kinerja pembangunan
D. Menyusun hierarki masalah pembangunan
Jawaban: B
π Grid Analysis membandingkan alternatif dengan bobot dan skor. - Kriteria yang biasanya digunakan dalam Grid Analysis antara lain …
A. Dukungan politik, biaya, dampak, lingkungan
B. SWOT, PESTEL, KPI, RPJMN
C. Peraturan, strategi, renstra, evaluasi
D. Semua benar
Jawaban: A
π Grid melihat kriteria yang relevan, seperti biaya dan dampak. - PRINCE Analysis berfokus pada …
A. Biaya dan manfaat proyek
B. Dukungan politik dan kekuatan aktor
C. Indikator kinerja utama
D. Efisiensi program pembangunan
Jawaban: B
π PRINCE menilai posisi, kepentingan, dan kekuatan aktor. - Dalam PRINCE, aktor yang memiliki sikap netral tetapi kekuatan tinggi harus …
A. Diabaikan
B. Dilibatkan secara strategis
C. Diposisikan sebagai lawan
D. Disingkirkan dari proses
Jawaban: B
π Aktor kuat netral sebaiknya diajak berkoalisi agar mendukung. - Analytic Hierarchy Process (AHP) digunakan
untuk …
A. Menyusun hierarki kriteria dan alternatif lalu memberi bobot prioritas
B. Mengevaluasi kinerja pejabat perencana
C. Mengukur keterlibatan masyarakat dalam Musrenbang
D. Membuat indikator pembangunan berkelanjutan
Jawaban: A
π AHP memprioritaskan alternatif dengan membandingkan kriteria secara pairwise.
Kaitan dengan
perencanaan pembangunan nasional
- Proses memilih alternatif
kebijakan harus tercermin
dalam …
A. RPJMN, Renstra K/L, RKP
B. APBN, APBD, DIPA
C. UU No. 17/2003
D. Hanya Musrenbang
Jawaban: A
π Alternatif kebijakan menjadi dasar program dalam dokumen perencanaan. - Dalam RPJMN 2025–2029, faktor penting
dalam pemilihan alternatif kebijakan adalah
…
A. Green economy & digitalisasi
B. Privatisasi penuh sektor publik
C. Status quo pembangunan
D. Deregulasi tanpa evaluasi
Jawaban: A
π RPJMN terbaru fokus pada ekonomi hijau dan transformasi digital. - Pemilihan alternatif harus disertai evaluasi
ex-ante yang menilai …
A. Relevansi, efisiensi, efektivitas, dampak, keberlanjutan
B. Input, output, outcome, impact
C. SWOT, KPI, AHP, PRINCE
D. Semua benar
Jawaban: A
π Evaluasi ex-ante wajib dilakukan sebelum program masuk perencanaan. - Musrenbang berperan penting dalam memilih
alternatif karena …
A. Menyediakan forum politik formal
B. Menjamin partisipasi masyarakat dan daerah
C. Mengurangi biaya pembangunan
D. Menggantikan fungsi evaluasi teknokratis
Jawaban: B
π Musrenbang jadi wadah partisipatif dalam SPPN.
Penerapan dalam
kasus aktual
- Dalam program Food
Estate, alternatif pembangunan dianalisis menggunakan …
A. SWOT dan Grid Analysis
B. PRINCE dan Monitoring
C. Evaluasi ex-post
D. RPJMD daerah
Jawaban: A
π SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal/eksternal, Grid untuk membandingkan pilihan. - Jika pemerintah harus memilih antara
membangun pelabuhan baru atau optimalisasi pelabuhan eksisting untuk
logistik pangan, metode yang tepat adalah …
A. PRINCE
B. Grid Analysis
C. KPI
D. SWOT
Jawaban: B
π Grid cocok untuk membandingkan alternatif berdasarkan biaya, dampak, lingkungan. - Jika ada resistensi masyarakat dalam
pembangunan infrastruktur, metode analisis yang tepat adalah …
A. AHP
B. SWOT
C. PRINCE
D. Grid Analysis
Jawaban: C
π PRINCE dipakai untuk menganalisis aktor dan kepentingannya. - Pemilihan alternatif kebijakan energi baru terbarukan (EBT) di
Indonesia memerlukan …
A. Grid Analysis dan AHP
B. SWOT dan Musrenbang
C. KPI dan evaluasi ex-post
D. PRINCE dan RPJMD
Jawaban: A
π Grid dan AHP dapat membandingkan biaya, dampak, kecepatan, keberlanjutan. - Target pembangunan rendah karbon (LCCP)
dalam RPJMN memerlukan pemilihan alternatif yang mempertimbangkan …
A. Lingkungan dan green economy
B. Biaya dan politik semata
C. Hanya kecepatan implementasi
D. Deregulasi sektor swasta
Jawaban: A
π LCCP harus memasukkan keberlanjutan lingkungan sebagai kriteria utama. - Kebijakan IKN Nusantara merupakan contoh …
A. Status quo
B. Modifikasi kebijakan lama
C. Kebijakan baru sama sekali
D. Evaluasi ex-post
Jawaban: C
π IKN adalah kebijakan baru, bukan sekadar modifikasi.
Indikator & KPI
- KPI dalam pemilihan alternatif digunakan
untuk …
A. Mengukur keberhasilan implementasi pilihan
B. Menentukan kekuatan aktor
C. Menetapkan prioritas anggaran politik
D. Menggantikan RPJMN
Jawaban: A
π KPI adalah instrumen untuk menilai pencapaian program. - Indikator kinerja ketahanan
pangan yang relevan adalah …
A. Persentase food loss berkurang
B. Jumlah rapat koordinasi
C. Banyaknya aktor terlibat
D. Jumlah regulasi baru
Jawaban: A
π KPI harus terukur, misalnya penurunan food loss. - Dalam konteks green economy, indikator
kinerja yang tepat adalah …
A. Penurunan emisi CO₂ sektor transportasi
B. Jumlah rapat koordinasi
C. Luas area reklamasi
D. Jumlah izin diterbitkan
Jawaban: A
π Indikator harus mencerminkan dampak nyata, bukan proses administratif.
Proses dan evaluasi
- Evaluasi ex-post dilakukan setelah …
A. Kebijakan dirancang
B. Kebijakan diimplementasikan
C. Alternatif dipilih
D. RPJMN disahkan
Jawaban: B
π Ex-post mengevaluasi hasil setelah implementasi. - Evaluasi ex-ante digunakan pada tahap …
A. Perumusan masalah
B. Pemilihan alternatif
C. Implementasi
D. Monitoring
Jawaban: B
π Ex-ante mengevaluasi kelayakan alternatif sebelum dijalankan. - Faktor subjektif yang sering
memengaruhi pemilihan alternatif adalah …
A. Data statistik
B. Preferensi politik
C. Evaluasi ex-ante
D. Indikator kinerja
Jawaban: B
π Politik sering menggeser pilihan teknis. - Dalam konteks SPPN, tujuan akhir pemilihan
alternatif adalah …
A. Menghasilkan kebijakan yang realistis, efektif, dan berkelanjutan
B. Memperkuat posisi politik K/L
C. Menambah jumlah proyek pembangunan
D. Mengurangi jumlah regulasi
Jawaban: A
π Tujuannya kebijakan yang feasible dan memberi hasil nyata.
Integrasi &
praktik lapangan
- Big Data digunakan dalam pemilihan alternatif untuk
…
A. Mendukung evidence-based policy
B. Mengurangi jumlah alternatif
C. Menggantikan evaluasi partisipatif
D. Menentukan indikator politik
Jawaban: A
π Big Data membantu membuat kebijakan berbasis bukti . - Analisis berbasis ruang penting dalam
pemilihan alternatif karena …
A. Menunjukkan distribusi spasial dampak kebijakan
B. Hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi
C. Menggantikan evaluasi ekonomi
D. Tidak terkait dengan RPJMN
Jawaban: A
π Analisis ruang menunjukkan segregasi, distribusi lahan, dan implikasi spasial . - Dalam pendekatan POSDCORB (Yeremias
Keban), memilih alternatif kebijakan termasuk fungsi …
A. Organizing
B. Planning
C. Coordinating
D. Reporting
Jawaban: B
π Pemilihan alternatif ada dalam tahap perencanaan . - Jika perencana ingin mengaitkan alternatif
dengan tujuan pembangunan nasional, langkah terbaik adalah …
A. Mapping masalah ke sasaran RPJMN
B. Membuat survei kepuasan publik
C. Menyusun KPI jangka panjang
D. Mengurangi jumlah alternatif
Jawaban: A
π Harus ada peta hubungan masalah–sasaran pembangunan . - Prinsip utama dalam memilih alternatif
kebijakan menurut pendekatan pembangunan berkelanjutan adalah …
A. Efektivitas jangka pendek dan kepentingan politik
B. Efisiensi biaya dan percepatan implementasi
C. Keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan
D. Mengutamakan pertumbuhan ekonomi saja
Jawaban: C
π Prinsip pembangunan berkelanjutan menekankan triple bottom line.
πΉ Latihan Soal Esai (10 butir) – Materi: Teknik Memilih
Alternatif Kebijakan dalam Perencanaan Pembangunan Nasional
1.
Soal:
Jelaskan bagaimana Grid Analysis dapat digunakan untuk membandingkan
alternatif kebijakan dalam pembangunan Food Estate di Indonesia, dan
sebutkan kriteria utama yang relevan!
Jawaban:
Grid Analysis digunakan dengan menetapkan kriteria (biaya, kecepatan dampak, keberlanjutan
lingkungan, dukungan politik, dan ketahanan pangan jangka panjang). Alternatif
kebijakan misalnya (a) membuka lahan baru di Kalimantan Tengah, (b)
optimalisasi lahan pertanian eksisting di Jawa, (c) integrasi distribusi pangan
melalui pelabuhan dan cold chain. Hasil Grid menunjukkan bahwa optimalisasi
lahan eksisting + logistik pangan lebih unggul karena lebih cepat, berbiaya
lebih rendah, dan lebih berkelanjutan dibanding pembukaan lahan baru.
Penjelasan:
Perencana dituntut mampu memilih metode analisis yang tepat
serta menghubungkannya langsung dengan kebijakan nasional (RPJMN 2020–2024 dan
2025–2029 yang menekankan ketahanan pangan dan green economy).
2.
Soal:
Analisislah peran PRINCE Analysis dalam pemilihan alternatif kebijakan
pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya terkait aktor politik, swasta,
dan masyarakat lokal.
Jawaban:
PRINCE mengidentifikasi aktor: Pemerintah Pusat (sangat mendukung), DPR
(mendukung dengan syarat politik), investor swasta (mendukung bila ada
kepastian regulasi dan insentif), serta masyarakat adat/lokal (ada resistensi
terkait lahan dan lingkungan). Kekuatan terbesar ada pada pemerintah pusat dan
investor, sementara resistensi masyarakat lokal harus diatasi dengan strategi
partisipatif dan kompensasi adil.
Penjelasan:
Jawaban menekankan kemampuan perencana untuk memetakan aktor, kekuatan, dan
strategi mitigasi konflik dalam proyek pembangunan strategis nasional.
3.
Soal:
Gunakan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menjelaskan bagaimana
alternatif kebijakan energi baru terbarukan (EBT) diprioritaskan di Indonesia.
Jawaban:
AHP digunakan dengan kriteria: biaya investasi, kecepatan implementasi, dampak
lingkungan, kontribusi pada target bauran energi 23% (RUEN), dan dukungan politik.
Alternatif: (a) PLTS skala besar, (b) PLTB, (c) bioenergi, (d) panas bumi.
Setelah pairwise comparison, PLTS diprioritaskan (biaya turun cepat,
implementasi cepat), disusul panas bumi (sustainable tetapi lambat realisasi).
Penjelasan:
Perencana harus mampu menghubungkan metode kuantitatif (AHP) dengan target
kebijakan formal (RUEN, RPJMN 2025–2029).
4.
Soal:
Evaluasi pemilihan alternatif kebijakan pembangunan tol laut: apakah lebih baik
menambah rute baru atau memperkuat pelabuhan eksisting dengan sistem
digitalisasi logistik?
Jawaban:
Alternatif “menambah rute” menambah akses tapi berbiaya tinggi dan sering
underutilized. Alternatif “memperkuat pelabuhan eksisting + digitalisasi
logistik” lebih efisien, memperkecil biaya logistik nasional (dari 23% PDB →
target 17% PDB). Maka, alternatif kedua lebih tepat untuk jangka menengah.
Penjelasan:
Menunjukkan kemampuan analitis perencana dalam mengaitkan opsi kebijakan dengan
indikator makro (biaya logistik nasional).
5.
Soal:
Bagaimana kaitan antara pemilihan alternatif kebijakan dengan evaluasi
ex-ante dalam Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN)? Berikan
contoh kasus!
Jawaban:
Evaluasi ex-ante menilai efektivitas, efisiensi, dampak, dan keberlanjutan
sebelum kebijakan diimplementasikan. Contoh: sebelum menjalankan program Food
Estate, dilakukan ex-ante untuk menilai apakah pembukaan lahan baru akan
lebih efektif dibanding intensifikasi pertanian eksisting. Hasil evaluasi menunjukkan risiko lingkungan besar, sehingga
alternatif intensifikasi lebih dipilih.
Penjelasan:
Perencana harus memahami keterkaitan metode analisis dengan siklus SPPN (UU
No. 25/2004).
6.
Soal:
Analisislah kelebihan dan kelemahan metode SWOT dibanding Grid
Analysis dalam memilih alternatif kebijakan pembangunan transportasi
perkotaan (MRT, BRT, LRT).
Jawaban:
SWOT menekankan faktor internal-eksternal (misalnya: kekuatan → dukungan
politik untuk MRT, kelemahan → biaya besar, peluang → urbanisasi tinggi,
ancaman → utang luar negeri). Grid Analysis membandingkan alternatif dengan
kriteria terukur (biaya, dampak lingkungan, kapasitas penumpang). SWOT lebih
strategis kualitatif, sedangkan Grid lebih kuantitatif untuk justifikasi
pilihan.
Penjelasan:
Menuntut kemampuan membedakan instrumen analisis dan aplikasinya pada transportasi
perkotaan.
7.
Soal:
Jelaskan bagaimana KPI (Key Performance Indicators) digunakan untuk
memastikan alternatif kebijakan yang dipilih selaras dengan RPJMN 2025–2029.
Jawaban:
KPI diturunkan dari sasaran RPJMN, misalnya: ketahanan pangan → indikator food
loss ≤ 10%; energi → bauran EBT 23%; logistik → biaya logistik ≤ 17% PDB.
Alternatif kebijakan dipilih jika dapat menunjukkan kontribusi signifikan
terhadap KPI tersebut.
Penjelasan:
Jawaban menunjukkan integrasi antara metode analisis dan pengukuran kinerja
pembangunan.
8.
Soal:
Gunakan contoh pembangunan green port di Indonesia untuk menjelaskan
bagaimana alternatif kebijakan dipilih dengan mempertimbangkan triple bottom
line (ekonomi, sosial, lingkungan).
Jawaban:
Alternatif: (a) membangun pelabuhan baru ramah lingkungan, (b) retrofit
pelabuhan lama dengan green technology, (c) digitalisasi operasional. Dengan
triple bottom line: ekonomi (biaya investasi), sosial (dukungan masyarakat
& pekerja), lingkungan (emisi CO₂). Hasilnya, retrofit pelabuhan lama lebih
feasible karena lebih murah, cepat, dan mendukung pengurangan emisi.
Penjelasan:
Perencana dituntut mampu mengaitkan alternatif dengan prinsip pembangunan
berkelanjutan.
9.
Soal:
Bagaimana Big Data dapat digunakan dalam pemilihan alternatif kebijakan untuk
mengatasi kemacetan logistik di Jakarta–Tanjung Priok?
Jawaban:
Big Data dari GPS truk, CCTV, aplikasi logistik, dan sensor pelabuhan digunakan
untuk menganalisis pola kemacetan. Alternatif kebijakan: (a) pelebaran jalan,
(b) manajemen lalu lintas berbasis AI, (c) relokasi gudang ke hinterland.
Analisis menunjukkan bahwa manajemen berbasis AI lebih efektif karena
mengurangi bottleneck tanpa investasi besar.
Penjelasan:
Perencana perlu menunjukkan kemampuan mengintegrasikan teknologi baru (Big
Data) ke dalam kebijakan pembangunan .
10.
Soal:
Berikan analisis bagaimana pemilihan alternatif kebijakan dalam pembangunan
rendah karbon (LCCP) harus mempertimbangkan aspek politik dan ekonomi
Indonesia.
Jawaban:
Alternatif: (a) energi terbarukan penuh, (b) transisi bertahap (EBT + gas), (c)
mempertahankan energi fosil. Dari aspek politik: EBT penuh belum realistis
karena ada resistensi industri batubara. Dari aspek ekonomi: transisi bertahap
(EBT + gas) lebih feasible karena mendukung bauran energi sekaligus menjaga
pertumbuhan. Jadi, alternatif (b) lebih tepat.
Penjelasan:
Jawaban menunjukkan pemahaman tentang trade-off antara ambisi lingkungan,
realitas politik, dan kebutuhan ekonomi Indonesia.
No comments:
Post a Comment