๐ 30 Soal Latihan Pilihan Ganda (CBA)
Konsep Dasar CBA
- Analisis Biaya Manfaat (CBA) digunakan
untuk…
A. Menentukan efisiensi administratif birokrasi
B. Membandingkan biaya dan manfaat suatu proyek/kebijakan
C. Menentukan target politik pembangunan
D. Mengukur kepuasan masyarakat semata
Jawaban: B
๐ CBA adalah metode ekonomi untuk membandingkan total biaya dengan total manfaat. - Siapa tokoh yang pertama kali
memperkenalkan ide CBA pada abad ke-19?
A. Adam Smith
B. Jules Dupuit
C. Alfred Marshall
D. John Maynard Keynes
Jawaban: B
๐ Jules Dupuit (1848) memperkenalkan ide dasar CBA dalam analisis infrastruktur publik. - Menurut OECD (2014), salah satu hal penting
dalam melakukan CBA adalah…
A. Mengutamakan aspek politik
B. Memahami konteks sosial, ekonomi, dan kelembagaan
C. Mengabaikan faktor eksternalitas
D. Menghindari partisipasi publik
Jawaban: B
๐ Konteks sosial-ekonomi harus dipahami agar hasil CBA relevan. - Dalam konteks pembangunan nasional, CBA
bermanfaat terutama untuk…
A. Membantu pengambilan keputusan proyek publik
B. Menentukan standar gaji ASN
C. Mengatur politik luar negeri
D. Menentukan sistem kepartaian
Jawaban: A
๐ Fungsi utama CBA adalah mendukung keputusan pembangunan. - Salah satu keterbatasan utama CBA adalah…
A. Menghasilkan data yang terlalu sederhana
B. Tidak membutuhkan biaya
C. Mengabaikan dimensi efisiensi
D. Membutuhkan data kompleks dan mahal
Jawaban: D
๐ Proses CBA memerlukan data detail, biaya besar, dan waktu lama.
Dampak Pembangunan
- Menurut World Bank (2009), dampak
pembangunan adalah…
A. Perubahan indikator antara dengan dan tanpa intervensi
B. Peningkatan jumlah investasi asing
C. Perubahan politik antarwilayah
D. Perubahan budaya lokal semata
Jawaban: A
๐ Dampak diukur sebagai perbedaan hasil antara ada dan tanpa program (counterfactual). - Dampak pembangunan bisa bersifat…
A. Hanya positif
B. Positif dan negatif
C. Netral
D. Sementara
Jawaban: B
๐ Dampak bisa positif atau negatif, langsung maupun tidak langsung. - Contoh dampak intangible dari
pembangunan pelabuhan adalah…
A. Peningkatan jumlah kapal yang sandar
B. Pendapatan dari biaya bongkar muat
C. Peningkatan rasa aman dan aksesibilitas masyarakat
D. Tarif logistik per TEU
Jawaban: C
๐ Intangible adalah manfaat non-keuangan seperti rasa aman dan aksesibilitas. - Contoh dampak boundless use dalam
CBA adalah…
A. Dampak hanya pada nilai rupiah proyek
B. Dampak luas, baik primer, sekunder, langsung, tidak langsung
C. Dampak khusus pada sektor fiskal
D. Dampak politik semata
Jawaban: B
๐ Boundless use menekankan dampak luas (ekonomi, sosial, lingkungan). - Dalam konteks pembangunan berkelanjutan,
dampak harus dikaitkan dengan…
A. Green economy
B. Pajak ekspor
C. Subsidi BBM
D. Kuota impor
Jawaban: A
๐ CBA modern menilai dampak dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Teknik Perhitungan
CBA
- Jika B/C Ratio > 1, maka proyek…
A. Tidak layak
B. Layak untuk dilanjutkan
C. Harus dihentikan
D. Netral
Jawaban: B
๐ Nilai >1 berarti manfaat lebih besar dari biaya. - Net Present Value (NPV) positif
menunjukkan…
A. Proyek rugi
B. Proyek layak secara ekonomi
C. Biaya lebih besar dari manfaat
D. Tidak perlu dihitung
Jawaban: B
๐ NPV > 0 = proyek layak. - IRR adalah…
A. Tingkat pengembalian investasi
B. Total biaya operasional
C. Perbandingan manfaat sosial
D. Indikator politik pembangunan
Jawaban: A
๐ IRR = tingkat pengembalian dari proyek. - Payback Period menunjukkan…
A. Lama waktu pengembalian investasi
B. Jumlah utang negara
C. Besarnya pajak yang terkumpul
D. Tingkat inflasi
Jawaban: A
๐ Payback = waktu sampai modal kembali. - Dalam analisis sensitivitas, tujuan
utamanya adalah…
A. Menentukan target politik
B. Mengukur ketahanan hasil proyek terhadap perubahan asumsi
C. Mengurangi jumlah stakeholder
D. Mempercepat tender proyek
Jawaban: B
๐ Analisis sensitivitas = uji resiko.
CBA dalam Kebijakan
Pembangunan Indonesia
- Program Tol Laut lebih menekankan
manfaat…
A. Finansial jangka pendek
B. Sosial untuk pemerataan harga antarwilayah
C. Pajak impor lebih tinggi
D. Mengurangi urbanisasi
Jawaban: B
๐ Tol Laut menurunkan disparitas harga antarwilayah. - Pembangunan IKN dilihat melalui CBA
terutama untuk…
A. Menentukan jumlah kementerian baru
B. Menimbang biaya besar vs manfaat jangka panjang (pemerataan, smart city)
C. Meningkatkan pajak kendaraan bermotor
D. Mengurangi ekspor migas
Jawaban: B
๐ IKN adalah proyek dengan biaya besar yang harus dilihat manfaat jangka panjangnya. - Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung
sering dikritik karena…
A. Tidak menggunakan APBN sama sekali
B. B/C ratio rendah secara finansial
C. Tidak ada manfaat sosial
D. Menurunkan daya saing nasional
Jawaban: B
๐ Secara finansial, proyek ini kurang layak, tapi dipertahankan karena manfaat lain. - CBA pada energi baru terbarukan
penting karena…
A. Biaya awal tinggi, manfaat jangka panjang lebih besar
B. Tidak membutuhkan investasi
C. Hanya menguntungkan investor asing
D. Tidak relevan dengan SDGs
Jawaban: A
๐ Renewable energy butuh analisis manfaat jangka panjang (lingkungan & kesehatan). - Salah satu manfaat intangible dari proyek
transportasi publik (MRT) adalah…
A. Jumlah tiket terjual
B. Pengurangan polusi udara
C. Pemasukan iklan
D. Tarif tiket
Jawaban: B
๐ Manfaat non-moneter: lingkungan yang lebih sehat.
Prinsip-Prinsip CBA
dan Pembangunan
- Prinsip willingness to pay
digunakan untuk…
A. Menghitung nilai manfaat yang bersedia dibayar masyarakat
B. Menentukan jumlah utang negara
C. Mengukur defisit fiskal
D. Menentukan kuota impor
Jawaban: A - CBA juga harus memperhitungkan…
A. Eksternalitas positif dan negatif
B. Hanya pendapatan negara
C. Hanya biaya perusahaan
D. Hanya konsumsi masyarakat
Jawaban: A - Menurut UNDP (2016), salah satu langkah
pengukuran dampak adalah…
A. Menentukan indikator dan rencana pengumpulan data
B. Menentukan partai politik
C. Mengurangi stakeholder
D. Menetapkan tarif pajak
Jawaban: A - CBA tidak boleh hanya berfokus pada
efisiensi, tapi juga pada…
A. Keadilan sosial
B. Inflasi tahunan
C. Jumlah kursi DPR
D. Tingkat suku bunga BI
Jawaban: A - Salah satu contoh counterfactual use
adalah…
A. Membandingkan kondisi dengan proyek vs tanpa proyek
B. Mengukur nilai pajak kendaraan
C. Mengurangi jumlah ASN
D. Menghitung luas lahan
Jawaban: A
Studi Kasus
Pembangunan Indonesia
- Analisis CBA dalam pembangunan jalan
tol di Papua harus menimbang…
A. Hanya biaya konstruksi
B. Manfaat sosial berupa aksesibilitas wilayah terpencil
C. Tarif logistik di Jawa
D. Jumlah impor beras
Jawaban: B - Dalam kebijakan pembangunan rendah
karbon, manfaat utama yang dihitung adalah…
A. Peningkatan polusi
B. Penurunan emisi dan perbaikan kesehatan
C. Biaya subsidi energi fosil
D. Pertumbuhan konsumsi BBM
Jawaban: B - Kebijakan subsidi BBM jika
dianalisis dengan CBA sering dianggap…
A. Memberi manfaat sosial jangka pendek, tapi biaya fiskal tinggi jangka panjang
B. Selalu menguntungkan
C. Tidak berpengaruh pada ekonomi
D. Hanya menguntungkan swasta
Jawaban: A - Dalam pembangunan pelabuhan baru di
daerah terpencil, salah satu manfaat intangible adalah…
A. Penurunan tarif PNBP
B. Meningkatkan konektivitas & rasa inklusi masyarakat
C. Kenaikan biaya logistik
D. Peningkatan biaya subsidi
Jawaban: B - Bappenas mendorong penggunaan CBA karena…
A. Membantu memilih proyek prioritas sesuai RPJMN
B. Hanya untuk proyek swasta
C. Hanya menghitung biaya APBN
D. Tidak relevan dengan SDGs
Jawaban: A
Soal Pilihan Ganda
(30 Butir)
1.
CBA digunakan dalam
perencanaan pembangunan nasional untuk…
A. Menentukan besar anggaran yang dialokasikan oleh Bappenas
B. Mengukur kesesuaian proyek dengan RPJMN
C. Membandingkan biaya dan manfaat proyek publik secara sistematis
D. Mempercepat proses tender proyek infrastruktur
Jawaban: C
Penjelasan: CBA adalah alat untuk membandingkan biaya dan manfaat proyek
publik, baik fisik maupun non-fisik.
2.
Konsep CBA pertama
kali diperkenalkan oleh…
A. Adam Smith
B. Jules Dupuit
C. Alfred Marshall
D. John Maynard Keynes
Jawaban: B
Penjelasan: Jules Dupuit (1848) adalah yang pertama mengemukakan ide
awal CBA, kemudian diformulasikan oleh Alfred Marshall.
3.
Dalam konteks
pembangunan Indonesia, salah satu contoh proyek fisik yang dapat dinilai
dengan CBA adalah…
A. Program Kartu Prakerja
B. Pelatihan vokasi
C. Pembangunan MRT Jakarta
D. Program subsidi pangan
Jawaban: C
Penjelasan: MRT Jakarta adalah proyek fisik transportasi. Program
pelatihan dan subsidi termasuk non-fisik.
4.
Biaya dalam CBA dapat
berupa…
A. Hanya biaya finansial proyek
B. Semua bentuk pengeluaran dan pengorbanan stakeholder
C. Hanya biaya yang dikeluarkan pemerintah pusat
D. Biaya material dan tenaga kerja saja
Jawaban: B
Penjelasan: Biaya mencakup seluruh pengorbanan stakeholder, baik
finansial maupun non-finansial.
5.
Manfaat dalam CBA
dapat berupa:
A. Hanya manfaat ekonomi langsung
B. Manfaat yang tangible saja
C. Manfaat tangible dan intangible, jangka pendek maupun panjang
D. Manfaat yang dirasakan hanya oleh pemerintah
Jawaban: C
Penjelasan: Manfaat bisa tangible/intangible, langsung/tidak langsung,
jangka pendek/panjang.
6.
Metode willingness
to pay (WTP) dalam CBA digunakan untuk…
A. Menghitung kompensasi akibat kehilangan sumber daya
B. Menilai berapa banyak masyarakat bersedia membayar untuk suatu manfaat
C. Menentukan harga pasar suatu produk
D. Mengukur tingkat inflasi nasional
Jawaban: B
Penjelasan: WTP digunakan untuk menilai nilai manfaat non-pasar
berdasarkan kesediaan masyarakat membayar.
7.
Indikator kuantitatif
yang menunjukkan jumlah keuntungan bersih suatu proyek dalam nilai sekarang
adalah…
A. IRR
B. NPV
C. BCR
D. Payback Period
Jawaban: B
Penjelasan: NPV (Net Present Value) menunjukkan jumlah keuntungan bersih
dengan memperhitungkan nilai sekarang.
8.
Jika nilai Benefit-Cost
Ratio (BCR) < 1, maka proyek…
A. Layak dilanjutkan
B. Tidak layak dilanjutkan
C. Harus dihentikan sementara
D. Layak hanya jika ada subsidi
Jawaban: B
Penjelasan: Jika BCR < 1 → manfaat lebih kecil daripada biaya →
proyek tidak layak.
9.
IRR (Internal Rate of
Return) suatu proyek harus dibandingkan dengan…
A. Biaya operasional proyek
B. Tingkat inflasi nasional
C. Tingkat suku bunga (cost of capital)
D. Pendapatan rata-rata masyarakat
Jawaban: C
Penjelasan: IRR harus ≥ suku bunga (cost of capital) agar proyek
dianggap layak.
10.
Dalam RPJMN 2020–2024,
salah satu prioritas pembangunan yang relevan untuk analisis CBA adalah…
A. Transformasi digital dan ekonomi kreatif
B. Reformasi birokrasi dan otonomi daerah
C. Peningkatan jumlah partai politik
D. Desentralisasi fiskal penuh
Jawaban: A
Penjelasan: Transformasi digital dan ekonomi kreatif adalah prioritas
RPJMN yang dapat dianalisis dengan CBA.
11.
Manfaat jangka panjang
dari proyek MRT Jakarta adalah…
A. Peningkatan PAD dari pajak kendaraan
B. Efisiensi waktu, berkurangnya polusi, peningkatan produktivitas
C. Kenaikan harga BBM
D. Pengurangan jumlah jalan tol
Jawaban: B
Penjelasan: Manfaat MRT adalah efisiensi perjalanan, penurunan polusi,
produktivitas meningkat.
12.
Dalam pembangunan PLTS
Terapung Cirata, biaya yang perlu diperhitungkan dalam CBA adalah…
A. Biaya investasi awal, operasi, dan perawatan
B. Hanya biaya tenaga kerja
C. Hanya biaya lahan
D. Biaya transportasi karyawan
Jawaban: A
Penjelasan: Semua biaya investasi, operasi, dan perawatan harus masuk
analisis.
13.
Contoh manfaat intangible
dari pembangunan pelabuhan adalah…
A. Peningkatan PNBP
B. Peningkatan kapasitas bongkar muat
C. Rasa aman transportasi laut
D. Penurunan biaya logistik
Jawaban: C
Penjelasan: Rasa aman adalah manfaat intangible (tidak berwujud
langsung).
14.
Keterbatasan utama CBA
dalam pembangunan nasional adalah…
A. Tidak bisa dipakai untuk proyek sosial
B. Membutuhkan pengetahuan kompleks dan data lengkap
C. Hanya berlaku untuk proyek infrastruktur
D. Tidak bisa menghitung BCR
Jawaban: B
Penjelasan: CBA membutuhkan data kompleks dan kadang sulit menghitung
manfaat non-finansial.
15.
UU Cipta Kerja
menekankan pada investasi, namun dalam CBA perencana juga harus memperhatikan…
A. Kecepatan proyek selesai
B. Biaya sosial dan lingkungan
C. Penyerapan tenaga kerja asing
D. Kenaikan harga BBM
Jawaban: B
Penjelasan: Analisis biaya sosial dan lingkungan penting agar
pembangunan berkelanjutan.
16.
Dalam analisis CBA
proyek Tol Laut, salah satu manfaat utamanya adalah…
A. Penurunan harga BBM di Jawa
B. Stabilitas harga barang di wilayah timur
C. Pengurangan jumlah kapal asing
D. Peningkatan jumlah wisatawan
Jawaban: B
Penjelasan: Tol Laut menurunkan disparitas harga antara barat dan timur
Indonesia.
17.
Konsep counterfactual
dalam dampak pembangunan berarti…
A. Membandingkan antara proyek yang sukses dan gagal
B. Membandingkan kondisi dengan proyek dan tanpa proyek
C. Membandingkan antara proyek pemerintah pusat dan daerah
D. Membandingkan anggaran sebelum dan sesudah proyek
Jawaban: B
Penjelasan: Counterfactual adalah perbandingan kondisi “dengan” dan
“tanpa” proyek.
18.
Dalam pembangunan
pelabuhan baru, contoh biaya eksternalitas negatif adalah…
A. Peningkatan nilai tanah sekitar
B. Penurunan waktu tunggu kapal
C. Kerusakan ekosistem pesisir
D. Peningkatan ekspor komoditas
Jawaban: C
Penjelasan: Eksternalitas negatif: dampak lingkungan yang tidak langsung
masuk hitungan biaya.
19.
Payback Period
digunakan untuk mengetahui…
A. Waktu pengembalian modal investasi
B. Besarnya biaya operasional proyek
C. Tingkat kepuasan stakeholder
D. Jumlah subsidi pemerintah
Jawaban: A
Penjelasan: Payback Period = waktu yang dibutuhkan agar investasi balik
modal.
20.
Dalam analisis CBA
pembangunan bandara baru di Papua, manfaat sosial yang harus
diperhitungkan adalah…
A. Tingkat pengembalian modal investor
B. Akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan pendidikan
C. Harga tiket pesawat
D. Peningkatan jumlah maskapai asing
Jawaban: B
Penjelasan: Akses layanan publik adalah manfaat sosial jangka panjang.
21.
Salah satu alasan
Bappenas mendorong penggunaan CBA adalah…
A. Untuk mempercepat penyerapan anggaran
B. Untuk memastikan efisiensi dan efektivitas belanja pembangunan
C. Untuk mengurangi jumlah proyek pemerintah
D. Agar proyek lebih cepat selesai
Jawaban: B
Penjelasan: CBA digunakan agar proyek yang dipilih benar-benar efisien
dan efektif.
22.
Dalam konteks
pembangunan hijau, CBA harus memasukkan komponen…
A. Green Economy dan keberlanjutan lingkungan
B. Hanya aspek keuangan proyek
C. Biaya transportasi bahan bangunan
D. Tingkat konsumsi energi fosil saja
Jawaban: A
Penjelasan: Green Economy harus diperhitungkan agar proyek
berkelanjutan.
23.
Stakeholder primer
dalam proyek MRT Jakarta adalah…
A. Pemerintah pusat dan daerah
B. Pekerja konstruksi
C. Penumpang MRT (masyarakat pengguna)
D. Investor asing
Jawaban: C
Penjelasan: Stakeholder primer = pihak yang langsung merasakan
manfaat/biaya proyek.
24.
Analisis sensitivitas
dalam CBA digunakan untuk…
A. Menguji ketahanan hasil analisis terhadap perubahan asumsi
B. Menghitung jumlah stakeholder
C. Menentukan skala proyek
D. Menilai manfaat intangible
Jawaban: A
Penjelasan: Analisis sensitivitas = menguji bagaimana perubahan asumsi
(diskonto, biaya, manfaat) memengaruhi hasil.
25.
Salah satu contoh
proyek non-fisik yang memerlukan CBA adalah…
A. Pembangunan Bendungan Jatigede
B. Program pelatihan vokasi tenaga kerja
C. Pembangunan Tol Trans Sumatera
D. MRT Fase II Jakarta
Jawaban: B
Penjelasan: Pelatihan vokasi adalah proyek non-fisik (pengembangan SDM).
26.
Dalam RPJMN, penurunan
biaya logistik nasional ditargetkan dari 23% PDB menjadi sekitar…
A. 10%
B. 15–16%
C. 17–18%
D. 20%
Jawaban: C
Penjelasan: Target biaya logistik nasional adalah 17–18% dari PDB.
27.
CBA dikatakan ex-ante
jika dilakukan…
A. Setelah proyek selesai
B. Saat proyek berjalan
C. Sebelum proyek dilaksanakan
D. Setelah audit keuangan
Jawaban: C
Penjelasan: Ex-ante = dilakukan sebelum proyek dimulai.
28.
Kebijakan pembangunan
pelabuhan Patimban dinilai strategis karena…
A. Mendukung ekspor otomotif dan mengurangi beban Tanjung Priok
B. Mengurangi jumlah pelabuhan di Jawa Barat
C. Menurunkan biaya pembangunan tol
D. Menggantikan pelabuhan Benoa
Jawaban: A
Penjelasan: Patimban mendukung ekspor otomotif dan mengurangi beban
Tanjung Priok.
29.
Salah satu manfaat
jangka panjang pembangunan Tol Trans Sumatera adalah…
A. Mempercepat urbanisasi di Jakarta
B. Menurunkan biaya logistik antar-provinsi
C. Meningkatkan ekspor minyak sawit
D. Menurunkan biaya listrik
Jawaban: B
Penjelasan: Tol Trans Sumatera menurunkan biaya logistik antar-provinsi
dan mendukung konektivitas.
30.
Mengapa CBA penting
bagi Indonesia dalam konteks SDGs 2030?
A. Untuk mempercepat pembangunan tanpa memperhatikan lingkungan
B. Agar proyek pembangunan sesuai prinsip keberlanjutan ekonomi, sosial, dan
lingkungan
C. Supaya proyek diselesaikan lebih cepat
D. Untuk mempermudah audit BPK
Jawaban: B
Penjelasan: CBA memastikan pembangunan sesuai prinsip keberlanjutan
(ekonomi, sosial, lingkungan) sesuai SDGs.
๐ 10 Soal Latihan Esai Analisis Kasus – CBA
1. Pembangunan Ibu
Kota Nusantara (IKN) melibatkan biaya investasi yang sangat besar. Bagaimana
Anda melakukan analisis biaya manfaat untuk memastikan bahwa proyek ini
memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia?
Jawaban: Identifikasi biaya (investasi awal, relokasi,
lingkungan) dan manfaat (pemerataan ekonomi, smart city, simbol politik,
investasi swasta). Gunakan indikator NPV, IRR, dan B/C ratio serta analisis
intangible seperti tata kelola modern.
Penjelasan: IKN bukan hanya proyek ekonomi, tetapi juga sosial-politik.
CBA harus melihat manfaat jangka panjang terhadap pemerataan pembangunan.
2. Program Tol Laut
bertujuan mengurangi disparitas harga antarwilayah Indonesia Timur dan Barat.
Bagaimana Anda mengukur manfaat intangible dari program ini?
Jawaban: Manfaat intangible: peningkatan integrasi
nasional, rasa keadilan sosial, aksesibilitas masyarakat terpencil, penguatan
kedaulatan negara kepulauan.
Penjelasan: Walau B/C ratio finansial rendah, manfaat sosial-politik Tol
Laut sangat besar untuk pemerataan pembangunan.
3. Proyek Kereta
Cepat Jakarta–Bandung sering dikritik karena dinilai tidak layak secara
finansial. Bagaimana seharusnya perencana menjelaskan manfaat proyek ini?
Jawaban: Selain analisis finansial, harus dihitung
manfaat eksternal: transfer teknologi, pengurangan emisi, modernisasi
transportasi, peningkatan daya saing logistik, integrasi ke sistem transportasi
massal.
Penjelasan: Perencana harus menyeimbangkan kritik finansial dengan
penilaian manfaat strategis jangka panjang.
4. Dalam konteks
pembangunan energi baru terbarukan (EBT), bagaimana Anda menilai biaya dan
manfaat proyek PLTS atau PLTA jika dibandingkan dengan PLTU batu bara?
Jawaban: Biaya: investasi awal tinggi, teknologi impor.
Manfaat: penurunan emisi, kesehatan masyarakat, keberlanjutan energi, mendukung
target Net Zero 2060.
Penjelasan: CBA untuk EBT harus memasukkan faktor eksternalitas
lingkungan dan kesehatan, yang sering tidak muncul pada analisis finansial
konvensional.
5. Pemerintah masih
memberi subsidi BBM, padahal beban APBN sangat besar. Bagaimana analisis biaya
manfaat dapat membantu menentukan kebijakan subsidi energi yang lebih tepat
sasaran?
Jawaban: Hitung biaya fiskal subsidi, dibandingkan
dengan manfaat sosial (daya beli masyarakat, stabilitas politik). Pertimbangkan
alternatif: alihkan subsidi ke transportasi publik/EBT.
Penjelasan: CBA membantu menunjukkan trade-off antara beban APBN dan
manfaat sosial jangka pendek.
6. Bagaimana
penerapan CBA dapat mendukung kebijakan pembangunan rendah karbon (low carbon
development) di Indonesia?
Jawaban: Menggunakan CBA untuk mengukur manfaat jangka
panjang pembangunan rendah karbon: kesehatan publik, efisiensi energi,
pengurangan bencana, daya saing ekonomi hijau.
Penjelasan: CBA menjustifikasi bahwa meskipun ada biaya awal tinggi,
manfaat jangka panjang lebih besar.
7. Sebuah pelabuhan
baru direncanakan di daerah terpencil. Bagaimana Anda mengidentifikasi manfaat
intangible dari proyek tersebut?
Jawaban: Konektivitas masyarakat, peningkatan integrasi
wilayah, akses logistik untuk kebutuhan pokok, potensi pariwisata, keamanan
maritim.
Penjelasan: Manfaat intangible sering menjadi faktor utama kelayakan
proyek di daerah terpencil.
8. Dalam
pembangunan jalan tol di luar Jawa, beberapa ruas dinilai tidak layak secara
finansial. Bagaimana perencana dapat menjelaskan tetapnya pembangunan jalan tol
tersebut?
Jawaban: Pertimbangan manfaat sosial-politik:
pemerataan pembangunan, percepatan ekonomi daerah, integrasi wilayah,
pengurangan biaya logistik nasional.
Penjelasan: Perencana harus menunjukkan bahwa manfaat nasional lebih
besar daripada hanya hitungan finansial proyek.
9. UU Cipta Kerja
mempermudah investasi, termasuk dalam pengelolaan lingkungan. Bagaimana CBA
dapat digunakan untuk mengevaluasi pasal-pasal yang berkaitan dengan pembuangan
limbah industri?
Jawaban: Biaya: potensi pencemaran, kesehatan,
kerusakan ekosistem. Manfaat: kemudahan investasi, pertumbuhan industri.
Penjelasan: Perencana harus mengukur keseimbangan antara manfaat ekonomi
dan biaya lingkungan jangka panjang.
10. Bagaimana
seorang perencana ahli madya dapat memastikan bahwa keputusan pembangunan
nasional tidak hanya berdasarkan CBA finansial, tetapi juga mempertimbangkan
keadilan sosial?
Jawaban: Mengintegrasikan indikator distribusi manfaat
(equity), analisis dampak sosial, partisipasi masyarakat, serta memperluas
ruang lingkup CBA untuk memasukkan faktor keadilan antarwilayah dan kelompok
sosial.
Penjelasan: CBA harus dilengkapi dengan analisis keadilan agar
pembangunan tidak hanya efisien, tapi juga inklusif.
Pendalaman
Soal Esai (10
Butir) – Analisis Kasus Aktual
1.
Jelaskan bagaimana CBA
dapat digunakan untuk menilai kelayakan pembangunan Pelabuhan Patimban
dalam mendukung ekspor otomotif Indonesia!
Jawaban:
CBA menilai total biaya pembangunan (investasi, operasi, dampak lingkungan)
dibandingkan dengan manfaat (efisiensi logistik, peningkatan ekspor otomotif,
pengurangan beban Tanjung Priok). Dengan BCR > 1 dan NPV positif, proyek
dinilai layak.
Penjelasan: Proyek Patimban strategis karena meningkatkan daya saing
ekspor otomotif nasional dan mendukung RPJMN 2020–2024 dalam efisiensi
logistik.
2.
Analisislah manfaat
dan biaya pembangunan MRT Jakarta dari perspektif sosial, ekonomi, dan
lingkungan.
Jawaban:
- Biaya: investasi besar, pembebasan lahan, subsidi operasional.
- Manfaat: efisiensi waktu tempuh, penurunan polusi, peningkatan
produktivitas pekerja, nilai properti meningkat.
Penjelasan: CBA MRT menunjukkan manfaat jangka panjang lebih besar dari biaya, meski subsidi awal tinggi.
3.
Bagaimana CBA dapat
membantu pemerintah mengevaluasi kebijakan Tol Laut?
Jawaban:
CBA menghitung biaya subsidi operasional kapal dan infrastruktur dibanding
manfaat berupa stabilisasi harga barang, peningkatan konektivitas wilayah
timur, dan pemerataan pembangunan.
Penjelasan: Meski subsidi tinggi, manfaat sosial-ekonomi luas membuat
program layak sebagai kebijakan afirmatif.
4.
Gunakan kerangka CBA
untuk menilai pembangunan PLTS Terapung Cirata dalam konteks transisi
energi.
Jawaban:
- Biaya: investasi awal besar, biaya teknologi, perawatan.
- Manfaat: energi bersih, pengurangan emisi karbon, pengurangan impor BBM,
kontribusi Net Zero Emission 2060.
Penjelasan: CBA menunjukkan manfaat lingkungan & sosial jangka panjang melampaui biaya awal → proyek layak.
5.
Bagaimana peran CBA
dalam menilai kebijakan pembangunan Tol Trans Sumatera?
Jawaban:
CBA digunakan untuk menilai apakah biaya konstruksi dan pembebasan lahan
sebanding dengan manfaat berupa penurunan biaya logistik antar-provinsi,
peningkatan investasi, dan pertumbuhan ekonomi regional.
Penjelasan: Walaupun biaya tinggi, manfaat jangka panjang di sektor
logistik dan integrasi wilayah menjadikan proyek layak.
6.
Analisislah pro dan
kontra dari kebijakan UU Cipta Kerja menggunakan pendekatan CBA,
khususnya terkait pasal lingkungan.
Jawaban:
- Biaya: potensi kerusakan lingkungan, konflik sosial, pengawasan ketat
yang mahal.
- Manfaat: peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, percepatan
perizinan.
Penjelasan: Dengan CBA, perencana dapat menilai bahwa meskipun manfaat ekonomi signifikan, biaya sosial dan lingkungan harus ditangani agar pembangunan tetap berkelanjutan.
7.
Jelaskan penerapan
analisis sensitivitas dalam proyek pembangunan Bandara Baru di Papua.
Jawaban:
Analisis sensitivitas digunakan untuk menguji apakah proyek tetap layak jika
ada perubahan asumsi, seperti kenaikan biaya konstruksi, perubahan tarif
penerbangan, atau perubahan jumlah penumpang.
Penjelasan: Hasil sensitivitas memastikan bahwa manfaat sosial (akses
layanan dasar) tetap lebih besar dari biaya, meskipun asumsi berubah.
8.
Bagaimana CBA dapat
membantu pemerintah memilih antara pembangunan jalan tol dan rel
kereta api cepat pada koridor strategis?
Jawaban:
CBA membandingkan biaya (investasi, lahan, dampak lingkungan) dan manfaat
(efisiensi waktu, daya angkut, dampak ekonomi). Jika NPV rel lebih tinggi dari
jalan tol, rel lebih diprioritaskan.
Penjelasan: CBA membantu pengambilan keputusan berbasis bukti, bukan
kepentingan politik.
9.
Evaluasi dengan CBA
kebijakan subsidi BBM dibandingkan dengan alokasi dana untuk energi
terbarukan.
Jawaban:
- Subsidi BBM: biaya tinggi, manfaat jangka pendek
(daya beli masyarakat).
- Energi terbarukan: biaya awal tinggi, manfaat jangka
panjang (ketahanan energi, pengurangan emisi).
Penjelasan: CBA menunjukkan bahwa energi terbarukan memberikan manfaat sosial-ekonomi-lingkungan lebih besar jangka panjang dibanding subsidi BBM.
10.
Bagaimana penerapan
CBA dapat meningkatkan akuntabilitas dalam pembangunan Pelabuhan di Kawasan
Timur Indonesia?
Jawaban:
CBA memastikan setiap pembangunan pelabuhan tidak hanya dihitung dari biaya
konstruksi, tetapi juga manfaat sosial (akses barang kebutuhan pokok,
stabilisasi harga) dan lingkungan (keberlanjutan pesisir).
Penjelasan: Dengan CBA, masyarakat dapat menilai bahwa pelabuhan
dibangun bukan karena kepentingan politik, tetapi karena manfaat publik yang
lebih besar.
No comments:
Post a Comment