📘 Soal Latihan Pilihan Ganda
1.
Tujuan utama
perencanaan pembangunan ekonomi makro adalah…
A. Menjaga stabilitas politik
B. Meningkatkan cadangan devisa
C. Transformasi kesejahteraan masyarakat melalui HDI
D. Meningkatkan ekspor migas
Jawaban: C.
➡️ Fokus pembangunan makro adalah meningkatkan kesejahteraan, diukur
dengan Indeks Pembangunan Manusia (HDI).
2.
Pertanyaan kunci dalam
perencanaan: “Di mana kita sekarang, mau ke mana, dan dengan apa?”
menggambarkan…
A. Analisis SWOT
B. Tahapan perencanaan pembangunan
C. Strategi implementasi proyek
D. Indikator monitoring
Jawaban: B.
➡️ Tahap awal perencanaan selalu memetakan posisi awal, tujuan, dan
instrumen untuk mencapainya.
3.
Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB) mengukur…
A. Nilai produksi di seluruh Indonesia
B. Nilai pasar barang dan jasa dalam suatu wilayah tertentu
C. Kinerja ekspor-impor nasional
D. Total belanja pemerintah pusat
Jawaban: B.
➡️ PDRB adalah nilai pasar barang dan jasa yang diproduksi di
provinsi/kabupaten/kota.
4.
Jika ICOR
Indonesia tinggi, artinya…
A. Investasi sangat produktif
B. Investasi membutuhkan biaya besar untuk pertumbuhan kecil
C. PDB naik lebih cepat daripada investasi
D. Inflasi terkendali
Jawaban: B.
➡️ ICOR tinggi = investasi kurang efisien.
5.
Dalam analisis LQ,
sektor dengan nilai LQ > 1 disebut…
A. Sektor non-basis
B. Sektor basis (unggulan)
C. Sektor netral
D. Sektor tertinggal
Jawaban: B.
➡️ LQ > 1 menunjukkan sektor memiliki keunggulan komparatif di daerah.
6.
Tipologi Klassen
digunakan untuk…
A. Menghitung besaran ICOR
B. Mengukur ketimpangan distribusi pendapatan
C. Mengklasifikasi daerah berdasarkan pertumbuhan & PDRB per kapita
D. Menentukan inflasi daerah
Jawaban: C.
➡️ Tipologi Klassen membagi daerah menjadi maju, berkembang, tertinggal,
dan potensial.
7.
Salah satu kelemahan
negara berkembang menurut Prof. Samsubar adalah…
A. Kelebihan teknologi
B. Ketergantungan pada impor teknologi
C. Pertumbuhan penduduk rendah
D. Migrasi internasional tinggi
Jawaban: B.
➡️ Negara berkembang umumnya masih bergantung pada impor teknologi.
8.
Contoh nyata
implementasi “Indonesia-sentris” adalah…
A. Pembangunan MRT Jakarta
B. Pembangunan IKN Nusantara
C. Ekspor batubara ke Tiongkok
D. Penerapan pajak karbon
Jawaban: B.
➡️ IKN adalah simbol pemerataan pembangunan luar Jawa.
9.
Konsep GDP berbeda
dengan GNP karena…
A. GDP menghitung produksi domestik, GNP menghitung produksi oleh warga negara
B. GNP menghitung konsumsi rumah tangga, GDP tidak
C. GDP memperhitungkan pajak, GNP tidak
D. Tidak ada perbedaan
Jawaban: A.
➡️ GDP = produksi dalam negeri, GNP = produksi oleh warga negara (termasuk
di luar negeri).
10.
Ketimpangan pendapatan
diukur dengan…
A. ICOR
B. LQ
C. Gini Ratio
D. PDRB
Jawaban: C.
➡️ Gini Ratio mengukur ketimpangan distribusi pendapatan.
11.
Jika LQ pertanian <
1 di Kalimantan Timur, artinya…
A. Pertanian adalah sektor basis
B. Pertanian tidak memenuhi kebutuhan lokal
C. Pertanian hanya untuk ekspor
D. Pertanian mengalami surplus produksi
Jawaban: B.
➡️ LQ < 1 menunjukkan sektor kurang unggul dan cenderung non-basis.
12.
ICOR dihitung dengan
formula…
A. ΔPDRB / Investasi
B. Investasi / ΔPDRB
C. PDRB / Investasi
D. Investasi × PDRB
Jawaban: B.
➡️ ICOR = Investasi ÷ tambahan output.
13.
RPJPN 2025–2045
menargetkan Indonesia menjadi…
A. Negara berkembang terbesar di Asia
B. Negara berpendapatan tinggi (high income country)
C. Eksportir migas utama
D. Negara agraris dominan
Jawaban: B.
➡️ Visi Indonesia Emas 2045 → negara maju berpendapatan tinggi.
14.
IKN Nusantara
dirancang sebagai kota…
A. Industri migas
B. Smart city dan green city
C. Kota pertanian
D. Kawasan perdagangan bebas
Jawaban: B.
➡️ IKN diproyeksikan sebagai kota hijau dan pintar.
15.
Konsep SPBE (Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik) mendukung faktor analisis makro dalam hal…
A. Endowment SDA
B. Stabilitas dan kelembagaan
C. Perdagangan internasional
D. Iklim tropis
Jawaban: B.
➡️ SPBE memperkuat kelembagaan dan stabilitas tata kelola.
16.
Salah satu instrumen
untuk melihat struktur ekonomi daerah adalah…
A. Tabel Input-Output
B. Inflasi bulanan
C. Neraca perdagangan
D. Kurs mata uang
Jawaban: A.
➡️ Tabel Input-Output memetakan keterkaitan antar sektor.
17.
Jika PDRB suatu daerah
tumbuh cepat tapi pendapatan per kapita rendah, menurut Tipologi Klassen daerah
itu masuk kategori…
A. Maju dan tumbuh cepat
B. Berkembang cepat
C. Maju tapi tertekan
D. Relatif tertinggal
Jawaban: B.
➡️ Berkembang cepat = pertumbuhan tinggi, pendapatan rendah.
18.
Program hilirisasi
nikel termasuk strategi…
A. Peningkatan kualitas SDM
B. Pemanfaatan endowment SDA
C. Stabilitas politik
D. Reformasi birokrasi
Jawaban: B.
➡️ Hilirisasi adalah pemanfaatan kekayaan SDA.
19.
IPM (HDI) terdiri dari
tiga dimensi utama:
A. Ekonomi, politik, sosial
B. Pendidikan, kesehatan, pendapatan
C. Infrastruktur, teknologi, lingkungan
D. Penduduk, migrasi, perdagangan
Jawaban: B.
➡️ HDI mengukur pendidikan, kesehatan, dan pendapatan.
20.
Pembangunan
“Indonesia-sentris” dimaksudkan untuk…
A. Memperkuat Jawa sebagai pusat pertumbuhan
B. Mengurangi ketimpangan antarwilayah
C. Meningkatkan ekspor migas
D. Menurunkan inflasi
Jawaban: B.
➡️ Tujuannya pemerataan antarwilayah.
21.
Reformasi birokrasi
dan OSS (Online Single Submission) bertujuan menurunkan…
A. Gini ratio
B. ICOR
C. PDRB
D. Inflasi
Jawaban: B.
➡️ Efisiensi investasi akan menurunkan ICOR.
22.
Jika pertumbuhan
ekonomi suatu daerah negatif, kemungkinan Tipologi Klassen akan menempatkannya
di kategori…
A. Maju dan tumbuh cepat
B. Relatif tertinggal
C. Maju tapi tertekan
D. Berkembang cepat
Jawaban: B.
➡️ Relatif tertinggal = pertumbuhan rendah + pendapatan rendah.
23.
“Ekonomi Biru” adalah
kebijakan pembangunan yang menekankan…
A. Pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan
B. Diversifikasi pangan berbasis laut
C. Ekspor ikan dan udang
D. Industri galangan kapal
Jawaban: A.
➡️ Blue economy = pemanfaatan laut berkelanjutan.
24.
Kebijakan hilirisasi
bauksit di Indonesia bertujuan untuk…
A. Mengurangi ekspor bahan mentah
B. Meningkatkan ICOR
C. Menurunkan pendapatan per kapita
D. Membatasi pembangunan luar Jawa
Jawaban: A.
➡️ Hilirisasi mengurangi ekspor bahan mentah, meningkatkan nilai tambah.
25.
Pendekatan pengeluaran
dalam PDB ditulis dengan rumus…
A. Y = C + I + G + (X – M)
B. Y = P – C – I – G
C. Y = GDP + ICOR
D. Y = HDI + LQ
Jawaban: A.
➡️ Formula Keynesian untuk PDB.
26.
Jika ICOR Kaltim = 1,1
pasca-IKN, maka…
A. Investasi tidak efisien
B. Investasi sangat produktif
C. PDRB stagnan
D. Inflasi tinggi
Jawaban: B.
➡️ ICOR rendah = investasi efisien.
27.
Ketimpangan
antarprovinsi di Indonesia tercermin dari…
A. Perbedaan IPM dan PDRB per kapita
B. Jumlah menteri per provinsi
C. Kurs rupiah antarwilayah
D. Inflasi Jakarta
Jawaban: A.
➡️ Indikator ketimpangan: IPM & PDRB per kapita.
28.
Jika LQ jasa
pemerintah di Kaltim pasca-IKN = 1,7, artinya…
A. Jasa pemerintah non-basis
B. Jasa pemerintah tumbuh dan menjadi sektor basis
C. Jasa pemerintah tidak berkembang
D. Jasa pemerintah hanya untuk lokal
Jawaban: B.
➡️ LQ > 1 → sektor basis.
29.
RPJMN 2025–2029 akan
menjadi…
A. Rencana jangka panjang pertama
B. Tahapan pertama RPJPN 2025–2045
C. Dokumen politik presiden saja
D. Instrumen fiskal tahunan
Jawaban: B.
➡️ RPJMN adalah tahapan implementasi RPJPN.
30.
A. Ekonomi biru
B. Reformasi birokrasi & efisiensi logistik
C. Ekspor bahan mentah
D. Inflasi rendah
Jawaban: B.
➡️ SPBE dan smart port mempercepat birokrasi dan efisiensi logistik.
📘 Soal Latihan Esai
1. Soal
Jelaskan mengapa ICOR
Indonesia relatif tinggi dibanding negara maju, dan bagaimana strategi
pemerintah menurunkannya melalui kebijakan reformasi struktural!
Jawaban:
ICOR Indonesia tinggi (sekitar 6–7) karena produktivitas investasi rendah,
banyak proyek infrastruktur tidak efisien, birokrasi lambat, dan kualitas SDM
terbatas. Strategi menurunkan ICOR adalah melalui Omnibus Law Cipta Kerja,
OSS (Online Single Submission), digitalisasi perizinan, dan pembangunan
SDM unggul.
Penjelasan:
ICOR tinggi berarti investasi besar tapi pertumbuhan kecil → menunjukkan
masalah efisiensi. Perencana harus mendorong perbaikan tata kelola investasi.
2. Soal
Bagaimana konsep Tipologi
Klassen bisa digunakan untuk menilai dampak pembangunan IKN Nusantara
terhadap wilayah Kalimantan Timur?
Jawaban:
Tipologi Klassen membagi daerah berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan PDRB per
kapita. Sebelum IKN, Kaltim “maju tapi tertekan” (PDRB tinggi karena migas,
pertumbuhan tidak inklusif). Dengan IKN, sektor jasa dan konstruksi meningkat
sehingga Kaltim berpotensi menjadi “maju dan tumbuh cepat”.
Penjelasan:
Perencana harus melihat apakah IKN benar-benar menggeser struktur ekonomi
Kaltim atau hanya menambah ketimpangan.
3. Soal
Analisislah bagaimana
hilirisasi nikel berkontribusi pada transformasi ekonomi Indonesia, serta
tantangan yang harus diantisipasi.
Jawaban:
Hilirisasi nikel meningkatkan nilai tambah, mendorong investasi smelter, dan
memperkuat industri baterai EV. Namun tantangannya: risiko ketergantungan pada
pasar Tiongkok, isu lingkungan (limbah smelter), dan potensi ketimpangan
wilayah jika hilirisasi hanya terpusat di beberapa daerah.
Penjelasan:
Hilirisasi adalah contoh nyata pemanfaatan endowment SDA. Tapi harus
seimbang dengan keberlanjutan.
4. Soal
Mengapa HDI digunakan
sebagai tolok ukur pembangunan, bukan hanya PDB per kapita?
Jawaban:
PDB per kapita hanya mengukur output ekonomi, tidak memperhatikan distribusi
dan kualitas hidup. HDI lebih komprehensif karena mencakup pendidikan,
kesehatan, dan pendapatan.
Penjelasan:
Perencana harus sadar pembangunan itu multi-dimensi, bukan sekadar angka
ekonomi.
5. Soal
Jelaskan hubungan
antara pembangunan “Indonesia-sentris” dengan teori growth pole (kutub
pertumbuhan).
Jawaban:
Teori growth pole menyatakan pertumbuhan bisa dipacu dengan membangun
pusat ekonomi baru. Indonesia-sentris diwujudkan melalui pembangunan IKN, KEK,
dan tol laut untuk menciptakan pusat pertumbuhan di luar Jawa.
Penjelasan:
Dengan pendekatan ini, ketimpangan Jawa-luar Jawa bisa berkurang.
6. Soal
Bagaimana LQ (Location
Quotient) dapat membantu perencana menentukan sektor prioritas di Kalimantan
Timur pasca-IKN?
Jawaban:
Dengan menghitung LQ, perencana dapat melihat sektor basis (LQ > 1).
Pasca-IKN, sektor konstruksi, jasa pemerintah, dan ICT akan menjadi basis,
sementara pertanian LQ < 1 perlu diperkuat untuk ketahanan pangan.
Penjelasan:
LQ membantu memastikan strategi pembangunan tidak hanya bertumpu pada migas.
7. Soal
Analisislah bagaimana
kebijakan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) dapat
meningkatkan efektivitas perencanaan pembangunan nasional.
Jawaban:
SPBE mempercepat birokrasi, meningkatkan transparansi, mempermudah koordinasi
lintas kementerian/daerah, dan memperkuat basis data pembangunan. Hal ini
mendukung integrasi RPJPN, RPJMN, dan RKPD.
Penjelasan:
Perencana membutuhkan data dan koordinasi yang kuat; SPBE menjawab kebutuhan
itu.
8. Soal
Jelaskan mengapa
pertumbuhan ekonomi tinggi tidak selalu diikuti oleh pemerataan kesejahteraan,
dan beri contoh di Indonesia.
Jawaban:
Pertumbuhan tinggi bisa dinikmati kelompok tertentu (elit/daerah kaya SDA).
Misalnya, PDRB per kapita Kaltim tinggi karena migas, tapi kemiskinan tetap ada
di pedalaman.
Penjelasan:
Inilah yang disebut “bias elit” dalam pembangunan → alasan mengapa redistribusi
dan inklusi penting.
9. Soal
Bagaimana peran ICOR
dalam menyusun target investasi pemerintah daerah?
Jawaban:
ICOR memberi gambaran berapa investasi yang dibutuhkan untuk mencapai
pertumbuhan ekonomi tertentu. Misalnya, jika target pertumbuhan 6% dan ICOR =
5, maka butuh investasi sebesar 30% dari PDRB.
Penjelasan:
Perencana bisa gunakan ICOR untuk menghitung kebutuhan investasi realistis.
10. Soal
Analisislah hubungan
antara ekonomi biru (blue economy) dan kebijakan pembangunan maritim
Indonesia.
Jawaban:
Ekonomi biru menekankan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan. Di
Indonesia, hal ini diimplementasikan melalui tol laut, konservasi laut,
pengembangan perikanan berkelanjutan, dan digitalisasi pelabuhan (smart port).
Penjelasan:
Ekonomi biru relevan untuk Indonesia sebagai negara maritim agar pembangunan
tidak merusak lingkungan.
No comments:
Post a Comment