Sunday, October 5, 2025

Test - Analisis Lingkungan Makro

 📘 Soal Latihan Pilihan Ganda 

1.

Tujuan utama perencanaan pembangunan ekonomi makro adalah…
A. Menjaga stabilitas politik
B. Meningkatkan cadangan devisa
C. Transformasi kesejahteraan masyarakat melalui HDI
D. Meningkatkan ekspor migas
Jawaban: C.
️ Fokus pembangunan makro adalah meningkatkan kesejahteraan, diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (HDI).


2.

Pertanyaan kunci dalam perencanaan: “Di mana kita sekarang, mau ke mana, dan dengan apa?” menggambarkan…
A. Analisis SWOT
B. Tahapan perencanaan pembangunan
C. Strategi implementasi proyek
D. Indikator monitoring
Jawaban: B.
️ Tahap awal perencanaan selalu memetakan posisi awal, tujuan, dan instrumen untuk mencapainya.


3.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mengukur…
A. Nilai produksi di seluruh Indonesia
B. Nilai pasar barang dan jasa dalam suatu wilayah tertentu
C. Kinerja ekspor-impor nasional
D. Total belanja pemerintah pusat
Jawaban: B.
️ PDRB adalah nilai pasar barang dan jasa yang diproduksi di provinsi/kabupaten/kota.


4.

Jika ICOR Indonesia tinggi, artinya…
A. Investasi sangat produktif
B. Investasi membutuhkan biaya besar untuk pertumbuhan kecil
C. PDB naik lebih cepat daripada investasi
D. Inflasi terkendali
Jawaban: B.
️ ICOR tinggi = investasi kurang efisien.


5.

Dalam analisis LQ, sektor dengan nilai LQ > 1 disebut…
A. Sektor non-basis
B. Sektor basis (unggulan)
C. Sektor netral
D. Sektor tertinggal
Jawaban: B.
️ LQ > 1 menunjukkan sektor memiliki keunggulan komparatif di daerah.


6.

Tipologi Klassen digunakan untuk…
A. Menghitung besaran ICOR
B. Mengukur ketimpangan distribusi pendapatan
C. Mengklasifikasi daerah berdasarkan pertumbuhan & PDRB per kapita
D. Menentukan inflasi daerah
Jawaban: C.
️ Tipologi Klassen membagi daerah menjadi maju, berkembang, tertinggal, dan potensial.


7.

Salah satu kelemahan negara berkembang menurut Prof. Samsubar adalah…
A. Kelebihan teknologi
B. Ketergantungan pada impor teknologi
C. Pertumbuhan penduduk rendah
D. Migrasi internasional tinggi
Jawaban: B.
️ Negara berkembang umumnya masih bergantung pada impor teknologi.


8.

Contoh nyata implementasi “Indonesia-sentris” adalah…
A. Pembangunan MRT Jakarta
B. Pembangunan IKN Nusantara
C. Ekspor batubara ke Tiongkok
D. Penerapan pajak karbon
Jawaban: B.
️ IKN adalah simbol pemerataan pembangunan luar Jawa.


9.

Konsep GDP berbeda dengan GNP karena…
A. GDP menghitung produksi domestik, GNP menghitung produksi oleh warga negara
B. GNP menghitung konsumsi rumah tangga, GDP tidak
C. GDP memperhitungkan pajak, GNP tidak
D. Tidak ada perbedaan
Jawaban: A.
️ GDP = produksi dalam negeri, GNP = produksi oleh warga negara (termasuk di luar negeri).


10.

Ketimpangan pendapatan diukur dengan…
A. ICOR
B. LQ
C. Gini Ratio
D. PDRB
Jawaban: C.
️ Gini Ratio mengukur ketimpangan distribusi pendapatan.


11.

Jika LQ pertanian < 1 di Kalimantan Timur, artinya…
A. Pertanian adalah sektor basis
B. Pertanian tidak memenuhi kebutuhan lokal
C. Pertanian hanya untuk ekspor
D. Pertanian mengalami surplus produksi
Jawaban: B.
️ LQ < 1 menunjukkan sektor kurang unggul dan cenderung non-basis.


12.

ICOR dihitung dengan formula…
A. ΔPDRB / Investasi
B. Investasi / ΔPDRB
C. PDRB / Investasi
D. Investasi × PDRB
Jawaban: B.
️ ICOR = Investasi ÷ tambahan output.


13.

RPJPN 2025–2045 menargetkan Indonesia menjadi…
A. Negara berkembang terbesar di Asia
B. Negara berpendapatan tinggi (high income country)
C. Eksportir migas utama
D. Negara agraris dominan
Jawaban: B.
️ Visi Indonesia Emas 2045 → negara maju berpendapatan tinggi.


14.

IKN Nusantara dirancang sebagai kota…
A. Industri migas
B. Smart city dan green city
C. Kota pertanian
D. Kawasan perdagangan bebas
Jawaban: B.
️ IKN diproyeksikan sebagai kota hijau dan pintar.


15.

Konsep SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) mendukung faktor analisis makro dalam hal…
A. Endowment SDA
B. Stabilitas dan kelembagaan
C. Perdagangan internasional
D. Iklim tropis
Jawaban: B.
️ SPBE memperkuat kelembagaan dan stabilitas tata kelola.


16.

Salah satu instrumen untuk melihat struktur ekonomi daerah adalah…
A. Tabel Input-Output
B. Inflasi bulanan
C. Neraca perdagangan
D. Kurs mata uang
Jawaban: A.
️ Tabel Input-Output memetakan keterkaitan antar sektor.


17.

Jika PDRB suatu daerah tumbuh cepat tapi pendapatan per kapita rendah, menurut Tipologi Klassen daerah itu masuk kategori…
A. Maju dan tumbuh cepat
B. Berkembang cepat
C. Maju tapi tertekan
D. Relatif tertinggal
Jawaban: B.
️ Berkembang cepat = pertumbuhan tinggi, pendapatan rendah.


18.

Program hilirisasi nikel termasuk strategi…
A. Peningkatan kualitas SDM
B. Pemanfaatan endowment SDA
C. Stabilitas politik
D. Reformasi birokrasi
Jawaban: B.
️ Hilirisasi adalah pemanfaatan kekayaan SDA.


19.

IPM (HDI) terdiri dari tiga dimensi utama:
A. Ekonomi, politik, sosial
B. Pendidikan, kesehatan, pendapatan
C. Infrastruktur, teknologi, lingkungan
D. Penduduk, migrasi, perdagangan
Jawaban: B.
️ HDI mengukur pendidikan, kesehatan, dan pendapatan.


20.

Pembangunan “Indonesia-sentris” dimaksudkan untuk…
A. Memperkuat Jawa sebagai pusat pertumbuhan
B. Mengurangi ketimpangan antarwilayah
C. Meningkatkan ekspor migas
D. Menurunkan inflasi
Jawaban: B.
️ Tujuannya pemerataan antarwilayah.


21.

Reformasi birokrasi dan OSS (Online Single Submission) bertujuan menurunkan…
A. Gini ratio
B. ICOR
C. PDRB
D. Inflasi
Jawaban: B.
️ Efisiensi investasi akan menurunkan ICOR.


22.

Jika pertumbuhan ekonomi suatu daerah negatif, kemungkinan Tipologi Klassen akan menempatkannya di kategori…
A. Maju dan tumbuh cepat
B. Relatif tertinggal
C. Maju tapi tertekan
D. Berkembang cepat
Jawaban: B.
️ Relatif tertinggal = pertumbuhan rendah + pendapatan rendah.


23.

Ekonomi Biru” adalah kebijakan pembangunan yang menekankan…
A. Pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan
B. Diversifikasi pangan berbasis laut
C. Ekspor ikan dan udang
D. Industri galangan kapal
Jawaban: A.
️ Blue economy = pemanfaatan laut berkelanjutan.


24.

Kebijakan hilirisasi bauksit di Indonesia bertujuan untuk…
A. Mengurangi ekspor bahan mentah
B. Meningkatkan ICOR
C. Menurunkan pendapatan per kapita
D. Membatasi pembangunan luar Jawa
Jawaban: A.
️ Hilirisasi mengurangi ekspor bahan mentah, meningkatkan nilai tambah.


25.

Pendekatan pengeluaran dalam PDB ditulis dengan rumus…
A. Y = C + I + G + (X – M)
B. Y = P – C – I – G
C. Y = GDP + ICOR
D. Y = HDI + LQ
Jawaban: A.
Formula Keynesian untuk PDB.


26.

Jika ICOR Kaltim = 1,1 pasca-IKN, maka…
A. Investasi tidak efisien
B. Investasi sangat produktif
C. PDRB stagnan
D. Inflasi tinggi
Jawaban: B.
️ ICOR rendah = investasi efisien.


27.

Ketimpangan antarprovinsi di Indonesia tercermin dari…
A. Perbedaan IPM dan PDRB per kapita
B. Jumlah menteri per provinsi
C. Kurs rupiah antarwilayah
D. Inflasi Jakarta
Jawaban: A.
️ Indikator ketimpangan: IPM & PDRB per kapita.


28.

Jika LQ jasa pemerintah di Kaltim pasca-IKN = 1,7, artinya…
A. Jasa pemerintah non-basis
B. Jasa pemerintah tumbuh dan menjadi sektor basis
C. Jasa pemerintah tidak berkembang
D. Jasa pemerintah hanya untuk lokal
Jawaban: B.
️ LQ > 1 → sektor basis.


29.

RPJMN 2025–2029 akan menjadi…
A. Rencana jangka panjang pertama
B. Tahapan pertama RPJPN 2025–2045
C. Dokumen politik presiden saja
D. Instrumen fiskal tahunan
Jawaban: B.
️ RPJMN adalah tahapan implementasi RPJPN.


30.

Kebijakan SPBE dan digitalisasi logistik pelabuhan mendukung…
A. Ekonomi biru
B. Reformasi birokrasi & efisiensi logistik
C. Ekspor bahan mentah
D. Inflasi rendah
Jawaban: B.
️ SPBE dan smart port mempercepat birokrasi dan efisiensi logistik.


📘 Soal Latihan Esai 

1. Soal

Jelaskan mengapa ICOR Indonesia relatif tinggi dibanding negara maju, dan bagaimana strategi pemerintah menurunkannya melalui kebijakan reformasi struktural!

Jawaban:
ICOR Indonesia tinggi (sekitar 6–7) karena produktivitas investasi rendah, banyak proyek infrastruktur tidak efisien, birokrasi lambat, dan kualitas SDM terbatas. Strategi menurunkan ICOR adalah melalui Omnibus Law Cipta Kerja, OSS (Online Single Submission), digitalisasi perizinan, dan pembangunan SDM unggul.

Penjelasan:
ICOR tinggi berarti investasi besar tapi pertumbuhan kecil → menunjukkan masalah efisiensi. Perencana harus mendorong perbaikan tata kelola investasi.


2. Soal

Bagaimana konsep Tipologi Klassen bisa digunakan untuk menilai dampak pembangunan IKN Nusantara terhadap wilayah Kalimantan Timur?

Jawaban:
Tipologi Klassen membagi daerah berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita. Sebelum IKN, Kaltim “maju tapi tertekan” (PDRB tinggi karena migas, pertumbuhan tidak inklusif). Dengan IKN, sektor jasa dan konstruksi meningkat sehingga Kaltim berpotensi menjadi “maju dan tumbuh cepat”.

Penjelasan:
Perencana harus melihat apakah IKN benar-benar menggeser struktur ekonomi Kaltim atau hanya menambah ketimpangan.


3. Soal

Analisislah bagaimana hilirisasi nikel berkontribusi pada transformasi ekonomi Indonesia, serta tantangan yang harus diantisipasi.

Jawaban:
Hilirisasi nikel meningkatkan nilai tambah, mendorong investasi smelter, dan memperkuat industri baterai EV. Namun tantangannya: risiko ketergantungan pada pasar Tiongkok, isu lingkungan (limbah smelter), dan potensi ketimpangan wilayah jika hilirisasi hanya terpusat di beberapa daerah.

Penjelasan:
Hilirisasi adalah contoh nyata pemanfaatan endowment SDA. Tapi harus seimbang dengan keberlanjutan.


4. Soal

Mengapa HDI digunakan sebagai tolok ukur pembangunan, bukan hanya PDB per kapita?

Jawaban:
PDB per kapita hanya mengukur output ekonomi, tidak memperhatikan distribusi dan kualitas hidup. HDI lebih komprehensif karena mencakup pendidikan, kesehatan, dan pendapatan.

Penjelasan:
Perencana harus sadar pembangunan itu multi-dimensi, bukan sekadar angka ekonomi.


5. Soal

Jelaskan hubungan antara pembangunan “Indonesia-sentris” dengan teori growth pole (kutub pertumbuhan).

Jawaban:
Teori growth pole menyatakan pertumbuhan bisa dipacu dengan membangun pusat ekonomi baru. Indonesia-sentris diwujudkan melalui pembangunan IKN, KEK, dan tol laut untuk menciptakan pusat pertumbuhan di luar Jawa.

Penjelasan:
Dengan pendekatan ini, ketimpangan Jawa-luar Jawa bisa berkurang.


6. Soal

Bagaimana LQ (Location Quotient) dapat membantu perencana menentukan sektor prioritas di Kalimantan Timur pasca-IKN?

Jawaban:
Dengan menghitung LQ, perencana dapat melihat sektor basis (LQ > 1). Pasca-IKN, sektor konstruksi, jasa pemerintah, dan ICT akan menjadi basis, sementara pertanian LQ < 1 perlu diperkuat untuk ketahanan pangan.

Penjelasan:
LQ membantu memastikan strategi pembangunan tidak hanya bertumpu pada migas.


7. Soal

Analisislah bagaimana kebijakan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) dapat meningkatkan efektivitas perencanaan pembangunan nasional.

Jawaban:
SPBE mempercepat birokrasi, meningkatkan transparansi, mempermudah koordinasi lintas kementerian/daerah, dan memperkuat basis data pembangunan. Hal ini mendukung integrasi RPJPN, RPJMN, dan RKPD.

Penjelasan:
Perencana membutuhkan data dan koordinasi yang kuat; SPBE menjawab kebutuhan itu.


8. Soal

Jelaskan mengapa pertumbuhan ekonomi tinggi tidak selalu diikuti oleh pemerataan kesejahteraan, dan beri contoh di Indonesia.

Jawaban:
Pertumbuhan tinggi bisa dinikmati kelompok tertentu (elit/daerah kaya SDA). Misalnya, PDRB per kapita Kaltim tinggi karena migas, tapi kemiskinan tetap ada di pedalaman.

Penjelasan:
Inilah yang disebut “bias elit” dalam pembangunan → alasan mengapa redistribusi dan inklusi penting.


9. Soal

Bagaimana peran ICOR dalam menyusun target investasi pemerintah daerah?

Jawaban:
ICOR memberi gambaran berapa investasi yang dibutuhkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tertentu. Misalnya, jika target pertumbuhan 6% dan ICOR = 5, maka butuh investasi sebesar 30% dari PDRB.

Penjelasan:
Perencana bisa gunakan ICOR untuk menghitung kebutuhan investasi realistis.


10. Soal

Analisislah hubungan antara ekonomi biru (blue economy) dan kebijakan pembangunan maritim Indonesia.

Jawaban:
Ekonomi biru menekankan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan. Di Indonesia, hal ini diimplementasikan melalui tol laut, konservasi laut, pengembangan perikanan berkelanjutan, dan digitalisasi pelabuhan (smart port).

Penjelasan:
Ekonomi biru relevan untuk Indonesia sebagai negara maritim agar pembangunan tidak merusak lingkungan.


No comments:

Post a Comment