Saturday, October 11, 2025

Test - Indikator Penataan Ruang

 📘 30 Soal Latihan Pilihan Ganda: Indikator Penataan Ruang

1.

Salah satu akar masalah penataan ruang di Indonesia adalah …
A. Tingginya partisipasi masyarakat
B. Sinkronisasi antar-RTRW berjalan baik
C. Sentralisasi kekuasaan dan minimnya pelibatan lokal
D. Pembangunan daerah selalu sesuai karakteristik wilayah
Jawaban: C
👉 Sentralisasi kekuasaan di masa lalu membuat budaya lokal terabaikan, sehingga ruang tidak sesuai kebutuhan.


2.

Target minimal Ruang Terbuka Hijau (RTH) di perkotaan menurut UU 26/2007 adalah …
A. 10%
B. 20%
C. 30%
D. 50%
Jawaban: C
👉 UU Penataan Ruang menetapkan 30% RTH di wilayah perkotaan.


3.

Kebijakan RTRWN 2023–2045 menekankan …
A. Pembangunan Jawa-sentris
B. Perlindungan kawasan strategis nasional
C. Sentralisasi tata ruang di pusat
D. Penghapusan RTRW daerah
Jawaban: B
👉 RTRWN baru menekankan keterpaduan pusat-daerah dan perlindungan KSN.


4.

Contoh kota yang menerapkan konsep forest city dalam pembangunan adalah …
A. Jakarta
B. Surabaya
C. IKN Nusantara
D. Bandung
Jawaban: C
👉 IKN Nusantara dirancang sebagai forest city dengan 60% kawasan hijau.


5.

Yang termasuk indikator keberhasilan penataan ruang berbasis lingkungan adalah …
A. Jumlah mal yang dibangun
B. Persentase RTH kota
C. Jumlah gedung tinggi
D. Tingkat urbanisasi
Jawaban: B
👉 RTH adalah indikator langsung kualitas tata ruang perkotaan.


6.

Konsep pembangunan berkelanjutan dalam penataan ruang mengintegrasikan aspek …
A. Ekonomi, sosial, lingkungan
B. Politik, hukum, militer
C. Budaya, pariwisata, hiburan
D. Infrastruktur, transportasi, pendidikan
Jawaban: A
👉 Pembangunan berkelanjutan menyeimbangkan ekonomi, sosial, lingkungan.


7.

Penyebab utama banjir pesisir di Semarang adalah …
A. Urban sprawl
B. Rob dan abrasi pantai
C. Kekurangan waduk
D. Polusi udara
Jawaban: B
👉 Rob akibat kenaikan permukaan laut dan abrasi pantai.


8.

Indikator spasial untuk mengukur pemerataan pembangunan antarwilayah adalah …
A. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
B. Persentase investasi di luar Jawa
C. Angka inflasi nasional
D. Tingkat partisipasi pemilu
Jawaban: B
👉 Pemerataan dilihat dari distribusi investasi/infrastruktur antarwilayah.


9.

Instrumen hukum utama penataan ruang di Indonesia adalah …
A. UU No. 26 Tahun 2007
B. UU No. 17 Tahun 2003
C. UU No. 25 Tahun 2004
D. UU No. 11 Tahun 2020
Jawaban: A
👉 UU 26/2007 adalah payung hukum penataan ruang nasional.


10.

Kawasan mangrove memiliki peran penting karena …
A. Tempat wisata
B. Sumber pasir laut
C. Penahan abrasi dan penyerap karbon
D. Tempat parkir perahu
Jawaban: C
👉 Mangrove penting untuk mitigasi abrasi & perubahan iklim.


11.

Salah satu masalah penataan ruang kota besar adalah …
A. Urban decay & permukiman kumuh
B. RTH terlalu luas
C. Transportasi publik berlebih
D. Polusi udara rendah
Jawaban: A
👉 Masalah nyata di kota besar: slum, squatter, polusi, kemacetan.


12.

“Vicious circle” dalam penataan ruang merujuk pada …
A. Lingkaran pembangunan ekonomi tinggi
B. Rantai masalah kemiskinan, gizi buruk, pendidikan rendah
C. Pertumbuhan kota modern berkelanjutan
D. Infrastruktur yang terkoneksi baik
Jawaban: B
👉 Vicious circle menggambarkan siklus kemiskinan & kerentanan.


13.

Kebijakan pemindahan IKN Nusantara bertujuan salah satunya …
A. Memusatkan pembangunan di Jawa
B. Mengurangi beban Jakarta dan pemerataan pembangunan
C. Menambah polusi di Kalimantan
D. Meningkatkan urbanisasi di Jawa
Jawaban: B
👉 IKN adalah strategi pemerataan pembangunan dan tata ruang nasional.


14.

Konsep “daya dukung lingkungan” berarti …
A. Jumlah orang yang bisa tinggal di kota
B. Kemampuan lingkungan menopang kehidupan manusia & ekosistem
C. Kapasitas transportasi publik
D. Kemampuan ekonomi menyediakan pangan
Jawaban: B
👉 Daya dukung adalah kemampuan lingkungan menopang perikehidupan.


15.

Indikator pengendalian alih fungsi lahan pertanian adalah …
A. Laju deforestasi
B. Luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B)
C. Jumlah pabrik baru
D. Luas area perkotaan
Jawaban: B
👉 LP2B diatur agar sawah tidak beralih fungsi ke non-pertanian.


16.

Salah satu dampak lemahnya tata ruang adalah …
A. Transaction cost tinggi karena penolakan masyarakat
B. Turunnya tingkat urbanisasi
C. Naiknya partisipasi publik
D. Menurunnya polusi udara
Jawaban: A
👉 Penolakan masyarakat meningkatkan biaya sosial & ekonomi.


17.

RTRWN 2023–2045 diharapkan selaras dengan …
A. RPJMN & RPJPN
B. APBN & APBD
C. RKP & RKA
D. LKPP & BPK
Jawaban: A
👉 RTRWN harus sinkron dengan dokumen pembangunan nasional.


18.

Indikator transportasi rendah emisi dalam tata ruang adalah …
A. Jumlah jalan tol baru
B. Jumlah kendaraan listrik & transportasi publik
C. Panjang jalur sepeda
D. Banyaknya SPBU BBM
Jawaban: B
👉 Transportasi rendah emisi jadi indikator kota berkelanjutan.


19.

Partisipasi masyarakat dalam tata ruang mencakup …
A. Penyusunan, pemanfaatan, pengendalian ruang
B. Hanya saat revisi RTRW
C. Hanya saat pemilu
D. Hanya pada proyek pemerintah pusat
Jawaban: A
👉 UU 26/2007 mengatur pelibatan masyarakat di semua tahap.


20.

Program rehabilitasi mangrove nasional 2020–2024 menargetkan …
A. 100 ribu ha
B. 300 ribu ha
C. 600 ribu ha
D. 1 juta ha
Jawaban: C
👉 Target nasional adalah 600 ribu hektar.


21.

Indikator keterpaduan tata ruang dapat diukur melalui …
A. Tingkat harmonisasi RTRW pusat & daerah
B. Jumlah mal yang dibangun
C. Jumlah hotel berbintang
D. Jumlah kendaraan pribadi
Jawaban: A
👉 Sinkronisasi RTRW antar level adalah indikator kunci.


22.

Salah satu masalah tata ruang Jabodetabek adalah …
A. Kelebihan RTH
B. Pengurangan ruang terbuka hijau & waduk
C. Kurangnya perumahan kumuh
D. Tidak ada polusi udara
Jawaban: B
👉 Jabodetabek mengalami penurunan RTH & penyusutan waduk.


23.

Kebijakan geoportal tata ruang bertujuan …
A. Membatasi akses publik
B. Transparansi & keterbukaan data tata ruang
C. Meningkatkan pajak daerah
D. Mengurangi transportasi publik
Jawaban: B
👉 Geoportal membuka akses publik ke data tata ruang.


24.

Indikator tata ruang yang terkait SDGs Tujuan 11 adalah …
A. Pertumbuhan ekonomi tinggi
B. Kota dan permukiman inklusif, aman, berkelanjutan
C. Ekspor barang meningkat
D. Anggaran negara surplus
Jawaban: B
👉 SDGs 11 fokus pada tata kota & ruang yang berkelanjutan.


25.

Salah satu strategi mengatasi kemacetan kota adalah …
A. Do nothing
B. Investasi jalan + transportasi publik + kebijakan harga jalan
C. Menambah kendaraan pribadi
D. Membatasi transportasi publik
Jawaban: B
👉 Strategi tata ruang kota: kombinasi manajemen lalu lintas & transportasi publik.


26.

Dalam paradigma baru, pemerintah berperan sebagai …
A. Pengendali penuh tata ruang
B. Fasilitator bagi masyarakat
C. Pemilik tunggal ruang
D. Operator swasta
Jawaban: B
👉 Pemerintah sebagai fasilitator, masyarakat sebagai aktor.


27.

Indikator keberlanjutan pembangunan wilayah pesisir adalah …
A. Luas reklamasi pantai
B. Luas mangrove & terumbu karang terlindungi
C. Jumlah kapal besar
D. Panjang jalan tol pesisir
Jawaban: B
👉 Mangrove & terumbu karang jadi indikator ekologi penting.


28.

Alasan utama relokasi IKN adalah …
A. Jakarta terlalu luas
B. Jakarta rawan banjir, penurunan tanah, beban penduduk berlebih
C. Kalimantan kosong penduduk
D. Untuk membangun lebih banyak gedung tinggi
Jawaban: B
👉 Jakarta menghadapi krisis ekologis & kepadatan.


29.

Salah satu indikator tata ruang berbasis mitigasi bencana adalah …
A. Peta risiko bencana masuk dalam RTRW
B. Jumlah apartemen baru
C. Panjang jalan tol
D. Jumlah kawasan industri
Jawaban: A
👉 Mitigasi bencana diintegrasikan dalam RTRW.


30.

Indikator tata ruang yang mendukung pembangunan rendah karbon adalah …
A. Penggunaan energi terbarukan dalam RTRW
B. Banyaknya pabrik batubara
C. Ekspansi perkebunan tanpa batas
D. Pertumbuhan kendaraan pribadi
Jawaban: A
👉 Tata ruang harus mendukung energi terbarukan & emisi rendah.


📘 10 Soal Latiham Esai Analisis Kasus: Indikator Penataan Ruang

1.

Kasus: Jakarta mengalami penurunan tanah rata-rata 7–10 cm/tahun, sementara permukaan laut naik akibat perubahan iklim. Apa strategi penataan ruang yang bisa diterapkan untuk mengatasi risiko banjir besar di Jakarta?

Jawaban & Penjelasan:

  • Relokasi fungsi ibu kota ke IKN Nusantara untuk mengurangi beban Jakarta.
  • Pembangunan giant sea wall (tanggul laut raksasa) dan revitalisasi waduk.
  • Pengendalian ekstraksi air tanah melalui penyediaan SPAM (sistem penyediaan air minum).
    👉 Penataan ruang harus berbasis mitigasi bencana dan daya dukung lingkungan.

2.

Kasus: Pemerintah menargetkan rehabilitasi 600 ribu hektar mangrove sampai 2024. Bagaimana indikator penataan ruang dapat digunakan untuk memonitor keberhasilan target ini?

Jawaban & Penjelasan:

  • Indikator luas kawasan lindung (ha).
  • Indeks perubahan tutupan lahan (remote sensing).
  • Indeks penyerapan karbon dari mangrove.
    👉 Monitoring dapat dilakukan dengan citra satelit + geoportal tata ruang.

3.

Kasus: Pembangunan jalan tol Trans-Sumatera mempercepat konektivitas. Namun, terjadi alih fungsi lahan pertanian pangan produktif. Bagaimana seharusnya RTRW mengatur hal ini?

Jawaban & Penjelasan:

  • RTRW harus mengintegrasikan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan).
  • Analisis dampak ruang sebelum alih fungsi lahan.
  • Kompensasi atau konversi lahan pertanian setara di lokasi lain.
    👉 Penataan ruang memastikan pembangunan infrastruktur tidak mengorbankan ketahanan pangan.

4.

Kasus: Semarang dan Demak rutin dilanda banjir rob. Sebagai perencana nasional, strategi apa yang bisa diusulkan dalam dokumen RTRW/RPJMN?

Jawaban & Penjelasan:

  • Restorasi ekosistem pesisir (mangrove, sabuk pantai hijau).
  • Pembangunan tanggul laut terpadu.
  • Relokasi bertahap permukiman di zona rawan.
    👉 Indikator tata ruang: luas kawasan lindung pesisir, indeks risiko bencana.

5.

Kasus: Di Jabodetabek, ruang terbuka hijau (RTH) hanya sekitar 12–15%. Apa kebijakan tata ruang yang bisa diambil untuk mencapai target 30% RTH?

Jawaban & Penjelasan:

  • Rehabilitasi waduk & bantaran sungai sebagai RTH publik.
  • Insentif bagi swasta untuk menyediakan green building.
  • Integrasi program kota hijau (green city).
    👉 Indikator capaian: persentase RTH kota, kualitas udara (PM10, Pb).

6.

Kasus: Urban sprawl di Bandung Raya menyebabkan kemacetan, polusi, dan permukiman liar. Bagaimana penataan ruang dapat mengendalikan urban sprawl ini?

Jawaban & Penjelasan:

  • Penetapan urban growth boundary (batas pertumbuhan kota).
  • Penerapan transit oriented development (TOD).
  • Pengendalian izin alih fungsi lahan.
    👉 Indikator: kepadatan penduduk per km², jarak rata-rata komuter, persentase penggunaan transportasi publik.

7.

Kasus: Sebuah provinsi memiliki RTRW yang tidak sinkron dengan RTRWN 2023–2045. Apa langkah kebijakan yang harus dilakukan pemerintah pusat?

Jawaban & Penjelasan:

  • Review dan revisi RTRW provinsi agar selaras dengan RTRWN.
  • Memperkuat peran Kementerian ATR/BPN dalam verifikasi RTRW.
  • Mendorong digitalisasi RTRW melalui geoportal tata ruang.
    👉 Indikator: persentase RTRW daerah yang harmonis dengan RTRWN.

8.

Kasus: Sebuah kawasan industri di Sulawesi menimbulkan pencemaran sungai dan konflik dengan masyarakat adat. Bagaimana indikator penataan ruang dapat digunakan untuk mengevaluasi kasus ini?

Jawaban & Penjelasan:

  • Indikator daya dukung & daya tampung lingkungan.
  • Indeks konflik sosial (jumlah kasus penolakan masyarakat).
  • Tingkat kepatuhan AMDAL.
    👉 Tata ruang harus berbasis kearifan lokal & partisipasi masyarakat.

9.

Kasus: Pemerintah menargetkan 10 kota besar menjadi smart & low-carbon city pada 2024. Apa indikator yang bisa dipakai untuk menilai keberhasilan program ini?

Jawaban & Penjelasan:

  • Jumlah transportasi publik rendah emisi (EV, BRT listrik).
  • Persentase energi terbarukan dalam kota.
  • Indeks kualitas udara (PM2.5, CO2).
    👉 Indikator modern tata ruang menggabungkan aspek ekologi & teknologi.

10.

Kasus: Penataan ruang di daerah rawan gempa (contoh: Lombok, Aceh) sering tidak mempertimbangkan mitigasi bencana. Bagaimana hal ini seharusnya diintegrasikan dalam RTRW?

Jawaban & Penjelasan:

  • Peta risiko bencana harus masuk dalam RTRW.
  • Penetapan zona rawan (no-build zone).
  • Relokasi penduduk di kawasan berisiko tinggi.
    👉 Indikator: IRB (Indeks Risiko Bencana) spasial dalam tata ruang.

No comments:

Post a Comment