📘 Kumpulan Soal Latihan Pilihan Ganda (30 soal)
Bagian A. Konsep
Dasar (1–10)
- Phillips Curve pada dasarnya menjelaskan
hubungan antara…
A. Inflasi dan pertumbuhan ekonomi
B. Inflasi dan pengangguran
C. Pengangguran dan suku bunga
D. Suku bunga dan kurs
✅ Jawaban: B
Penjelasan: Phillips Curve menggambarkan trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran. - Menurut model Sticky-Wage, jika harga
aktual lebih tinggi dari harga yang diharapkan, maka…
A. Real wage meningkat, pengangguran naik
B. Real wage turun, output naik
C. Real wage tetap, pengangguran tetap
D. Real wage turun, output turun
✅ Jawaban: B
Karena upah nominal sudah terikat kontrak, kenaikan harga membuat upah riil turun → perusahaan mau mempekerjakan lebih banyak pekerja. - Dalam jangka panjang, Phillips Curve
berbentuk…
A. Negatif miring
B. Vertikal
C. Horizontal
D. Positif miring
✅ Jawaban: B
Dalam jangka panjang, tidak ada trade-off; pengangguran kembali ke tingkat alamiah. - Istilah natural rate of unemployment
merujuk pada…
A. Tingkat pengangguran nol
B. Tingkat pengangguran akibat siklus
C. Tingkat pengangguran struktural + friksional
D. Tingkat pengangguran akibat inflasi
✅ Jawaban: C
Natural rate terdiri dari pengangguran struktural & friksional, bukan siklus. - Supply shock negatif biasanya menyebabkan…
A. Inflasi turun dan output naik
B. Inflasi naik dan output turun
C. Inflasi turun dan output turun
D. Inflasi naik dan output tetap
✅ Jawaban: B
Contoh: kenaikan harga minyak menyebabkan biaya produksi naik → stagflasi. - Model imperfect information menekankan
pada…
A. Kekakuan upah
B. Kekakuan harga
C. Produsen salah menafsirkan harga relatif
D. Subsidi pemerintah
✅ Jawaban: C
Produsen sering salah mengira kenaikan harga umum sebagai kenaikan harga relatif. - Dalam sticky-price model, semakin besar
proporsi perusahaan dengan harga fleksibel, maka…
A. Output makin sensitif terhadap perubahan harga
B. Output makin tidak responsif terhadap perubahan harga
C. Inflasi makin stabil
D. Pengangguran makin stabil
✅ Jawaban: A
Jika banyak perusahaan fleksibel, output lebih cepat merespons permintaan. - Fenomena inflation inertia
menunjukkan bahwa…
A. Inflasi selalu turun dengan sendirinya
B. Inflasi cenderung bertahan kecuali ada guncangan besar
C. Inflasi selalu meningkat tiap tahun
D. Inflasi tidak berhubungan dengan ekspektasi
✅ Jawaban: B
Inflasi punya inersia karena ekspektasi menyesuaikan dengan inflasi masa lalu. - Jika pemerintah ingin menurunkan inflasi
cepat, berdasarkan sacrifice ratio…
A. Pengangguran harus turun
B. Output harus naik
C. Ada kehilangan output jangka pendek
D. Tidak ada biaya sama sekali
✅ Jawaban: C
Sacrifice ratio mengukur berapa persen GDP yang hilang untuk turunkan inflasi. - Konsep painless disinflation
berdasarkan…
A. Sticky-wage model
B. Rational expectations
C. Imperfect information model
D. Okun’s law
✅ Jawaban: B
Jika masyarakat percaya kebijakan anti-inflasi kredibel, inflasi bisa turun tanpa pengangguran naik.
Bagian B. Konteks
Indonesia (11–20)
- Inflasi Indonesia 1998 yang mencapai lebih
dari 70% merupakan contoh…
A. Demand-pull inflation
B. Cost-push inflation
C. Hyperinflation
D. Disinflasi
✅ Jawaban: C
Krisis 1998 memicu hiperinflasi karena depresiasi rupiah ekstrem. - Saat pandemi COVID-19 (2020), inflasi
Indonesia rendah karena…
A. Permintaan masyarakat lemah
B. Harga minyak dunia naik
C. Stimulus fiskal terlalu besar
D. Suku bunga BI terlalu tinggi
✅ Jawaban: A
Daya beli turun → permintaan lemah → inflasi rendah, meski pengangguran naik. - Target inflasi Bank Indonesia 2,5% ±1%
mencerminkan…
A. Supply-side policy
B. Inflation targeting framework
C. Kebijakan fiskal ekspansif
D. Phillips Curve jangka panjang
✅ Jawaban: B
BI memakai kerangka inflation targeting. - Program subsidi energi (BBM, listrik)
utamanya bertujuan…
A. Menurunkan pengangguran
B. Menekan inflasi jangka pendek
C. Meningkatkan ekspor
D. Mengurangi beban APBN
✅ Jawaban: B
Subsidi energi menjaga daya beli & menekan inflasi. - Kenaikan harga beras 2023 di Indonesia
adalah contoh…
A. Demand-pull inflation
B. Cost-push inflation
C. Hyperinflation
D. Disinflasi
✅ Jawaban: B
Karena biaya produksi & distribusi naik (pupuk, cuaca buruk). - Jika pemerintah menggenjot proyek IKN,
risiko jangka pendeknya adalah…
A. Inflasi bahan bangunan naik
B. Pengangguran naik
C. Pertumbuhan ekonomi turun
D. Inflasi turun
✅ Jawaban: A
Permintaan semen, baja, tenaga kerja konstruksi meningkat. - Inflasi pangan yang seringkali lebih
tinggi dari inflasi inti di Indonesia menandakan…
A. Sektor pangan sangat elastis
B. Sektor pangan rawan guncangan supply
C. Pangan tidak mempengaruhi inflasi umum
D. Pengangguran tidak terkait dengan pangan
✅ Jawaban: B
Inflasi pangan sangat rentan pada supply shock (cuaca, distribusi). - Jika BI menaikkan suku bunga, maka…
A. Inflasi turun, pengangguran bisa naik
B. Inflasi naik, pengangguran turun
C. Inflasi stabil tanpa efek pengangguran
D. Inflasi tidak berubah, pengangguran turun
✅ Jawaban: A
Kebijakan moneter kontraktif menurunkan permintaan, tapi risiko pengangguran naik. - Strategi jangka panjang untuk menurunkan
natural rate of unemployment di Indonesia adalah…
A. Menurunkan suku bunga BI
B. Menambah subsidi BBM
C. Reformasi pendidikan & peningkatan skill
D. Mencetak uang baru
✅ Jawaban: C
Supply-side reform menurunkan pengangguran struktural. - Ketahanan pangan dan hilirisasi industri
ditujukan agar…
A. Inflasi lebih terkendali jangka panjang
B. Suku bunga lebih tinggi
C. Subsidi makin besar
D. Inflasi tidak ada sama sekali
✅ Jawaban: A
Jika supply kuat, inflasi terkendali meskipun permintaan naik.
Bagian C. Analisis Lanjutan
(21–30)
- Menurut Okun’s Law, kenaikan pengangguran
1% akan menurunkan output sekitar…
A. 1%
B. 2%
C. 3%
D. 5%
✅ Jawaban: B
Aturan Okun: 1% pengangguran ≈ 2% kehilangan output. - Jika sacrifice ratio = 5, maka menurunkan
inflasi 2% butuh kehilangan output…
A. 2%
B. 5%
C. 10%
D. 15%
✅ Jawaban: C
2 × 5 = 10% GDP hilang. - Fenomena “stagflasi” muncul ketika…
A. Inflasi tinggi, pengangguran rendah
B. Inflasi tinggi, pengangguran tinggi
C. Inflasi rendah, pengangguran rendah
D. Inflasi rendah, pengangguran tinggi
✅ Jawaban: B
Stagflasi = inflasi tinggi + output rendah → pengangguran naik. - Jika masyarakat percaya penuh pada
komitmen pemerintah menurunkan inflasi, maka…
A. Sacrifice ratio besar
B. Sacrifice ratio kecil
C. Phillips Curve jangka pendek stabil
D. Inflasi tidak dapat dikendalikan
✅ Jawaban: B
Dengan ekspektasi rasional, disinflasi bisa painless. - Dalam jangka pendek, trade-off
inflasi–pengangguran dapat dimanfaatkan melalui…
A. Kebijakan moneter & fiskal
B. Kebijakan demografi
C. Kebijakan pendidikan
D. Kebijakan perdagangan luar negeri saja
✅ Jawaban: A
Instrumen moneter-fiskal memengaruhi permintaan agregat. - Penyebab utama inflasi di Indonesia dalam
10 tahun terakhir lebih banyak berasal dari…
A. Demand-pull
B. Cost-push (pangan & energi)
C. Hyperinflasi
D. Inflasi struktural
✅ Jawaban: B
Inflasi Indonesia sering didorong harga pangan & energi. - Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia naik di
atas 6% secara berkelanjutan tanpa reformasi supply, risiko utamanya…
A. Deflasi
B. Inflasi melonjak
C. Pengangguran stagnan
D. Inflasi tetap stabil
✅ Jawaban: B
Overheating economy memicu inflasi tinggi. - Salah satu strategi pemerintah agar
pertumbuhan tinggi tidak memicu inflasi adalah…
A. Memperkuat produktivitas & efisiensi logistik
B. Menambah uang beredar
C. Menaikkan tarif impor pangan
D. Mengurangi investasi
✅ Jawaban: A
Supply-side strengthening mengurangi tekanan inflasi. - Jika inflasi Indonesia stabil di 3% tapi
pengangguran tetap 6%, artinya…
A. Ekonomi ada di natural rate
B. Ada pengangguran struktural tinggi
C. Phillips Curve tidak berlaku
D. BI terlalu longgar
✅ Jawaban: B
Inflasi stabil, tapi pengangguran tinggi → masalah struktural, bukan siklus. - Keselarasan kebijakan fiskal (Bappenas)
dan moneter (BI) diperlukan agar…
A. Inflasi tidak naik tanpa sebab
B. Pertumbuhan ekonomi & stabilitas harga berjalan seimbang
C. Defisit APBN selalu nol
D. Pengangguran bisa dihapus total
✅ Jawaban: B
Koordinasi kebijakan menjaga keseimbangan antara stabilitas harga & pertumbuhan.
📘 Soal Latihan Esai Analisis Kasus (10 soal)
1. Inflasi pangan
2023 di Indonesia
Soal: Inflasi beras mencapai 11% pada 2023,
sementara inflasi inti tetap rendah (3%). Analisislah fenomena ini dengan
menggunakan konsep cost-push inflation dan implikasinya bagi perencanaan
pembangunan nasional.
Jawaban: Inflasi beras berasal dari faktor supply (cuaca, distribusi,
impor lambat). Ini adalah cost-push inflation. Bagi perencana nasional,
fokus kebijakan bukan hanya stabilisasi moneter, tapi penguatan supply pangan (irigasi,
logistik, diversifikasi pangan).
Penjelasan: Perencana harus melihat bahwa inflasi Indonesia sering
bersifat supply-side, sehingga intervensi harus struktural, bukan hanya
jangka pendek.
2. Subsidi BBM dan
inflasi
Soal: Pada 2022, pemerintah menambah subsidi BBM
untuk menahan inflasi energi. Analisislah kebijakan ini dalam kerangka Phillips
Curve dan biaya fiskal jangka panjang.
Jawaban: Subsidi menekan inflasi jangka pendek (menggeser Phillips Curve
ke bawah), menjaga daya beli, tapi beban APBN besar. Dalam jangka panjang,
tanpa reformasi energi, subsidi menciptakan ketergantungan dan mengurangi ruang
pembangunan.
Penjelasan: Perencana perlu menimbang trade-off: stabilitas harga vs
keberlanjutan fiskal.
3. Inflasi rendah
pasca-COVID (2020–2021)
Soal: Pada masa pandemi, inflasi Indonesia turun
hingga di bawah 2%, tetapi pengangguran naik. Jelaskan dengan model AS-AD.
Jawaban: AD bergeser ke kiri (konsumsi & investasi lemah). Inflasi
rendah tapi output turun → pengangguran naik.
Penjelasan: Contoh nyata trade-off: pengangguran meningkat walau inflasi
terkendali, menunjukkan resesi.
4. Sacrifice Ratio
dalam konteks Indonesia
Soal: Jika pemerintah ingin menurunkan inflasi dari
5% ke 3%, dan sacrifice ratio = 5, berapa output hilang? Apa artinya bagi
kebijakan pembangunan?
Jawaban: Penurunan inflasi 2% × 5 = 10% GDP hilang (dalam setahun atau
dibagi ke beberapa tahun). Artinya, kebijakan anti-inflasi harus hati-hati agar
tidak mengorbankan pertumbuhan dan penciptaan kerja.
Penjelasan: Perencana harus menilai biaya sosial disinflasi.
5. Hilirisasi
industri dan pengangguran struktural
Soal: Program hilirisasi nikel bertujuan menyerap
tenaga kerja lokal. Jelaskan bagaimana kebijakan ini bisa menurunkan natural
rate of unemployment.
Jawaban: Hilirisasi meningkatkan skill, teknologi, dan lapangan kerja
formal → mengurangi pengangguran struktural. Dengan supply-side reform, ekonomi
bisa tumbuh tanpa inflasi tinggi.
Penjelasan: Natural rate bisa turun jika kebijakan mengatasi mismatch
tenaga kerja.
6. Stagflasi
potensial akibat krisis global
Soal: Bagaimana jika Indonesia menghadapi kenaikan
harga minyak dunia sekaligus pelemahan permintaan ekspor? Analisislah dengan
konsep stagflasi.
Jawaban: Supply shock energi → inflasi naik; pelemahan permintaan →
output turun. Kombinasi ini = stagflasi. Kebijakan harus kombinasi: stabilisasi
harga + perlindungan daya beli + diversifikasi energi.
Penjelasan: Perencana harus siap menghadapi kondisi inflasi tinggi +
pengangguran tinggi.
7. Inflasi pangan
vs inflasi inti
Soal: Mengapa inflasi pangan lebih sulit dikendalikan
dibanding inflasi inti di Indonesia, dan bagaimana perencana harus merespons?
Jawaban: Inflasi pangan dipengaruhi cuaca, distribusi, impor, bukan
hanya kebijakan moneter. Respon: investasi irigasi, logistik pangan,
digitalisasi distribusi, diversifikasi pangan.
Penjelasan: Perencana harus mengutamakan supply-side intervention.
8. Kenaikan suku
bunga BI (2022–2023)
Soal: BI menaikkan suku bunga untuk menjaga
stabilitas rupiah & inflasi. Analisis trade-off kebijakan ini terhadap
pengangguran & investasi.
Jawaban: Kenaikan bunga → inflasi terkendali, rupiah stabil, tapi
investasi & konsumsi melambat → risiko pengangguran naik.
Penjelasan: Perencana harus memastikan stimulus fiskal tetap berjalan
untuk menjaga penciptaan kerja.
9. IKN Nusantara
dan risiko inflasi lokal
Soal: Proyek besar IKN dapat menyerap tenaga kerja,
tetapi juga menimbulkan kenaikan harga bahan bangunan. Bagaimana perencana
harus mengantisipasi?
Jawaban: Dalam jangka pendek, terjadi demand-pull inflation di sektor
konstruksi. Perencana perlu rencana pengadaan material, logistik, dan
distribusi agar tidak menimbulkan inflasi berlebihan.
Penjelasan: Kebijakan pembangunan harus memperhitungkan inflasi
sektoral.
10. Ketahanan
pangan sebagai strategi anti-inflasi jangka panjang
Soal: Mengapa ketahanan pangan merupakan instrumen
penting dalam mengendalikan trade-off inflasi–pengangguran di Indonesia?
Jawaban: Karena pangan menyumbang >40% inflasi. Jika supply pangan
stabil, inflasi lebih terkendali meski pengangguran turun. Ini menurunkan
risiko trade-off ala Phillips Curve.
Penjelasan: Perencana harus memandang ketahanan pangan sebagai kebijakan
makro, bukan hanya sektor pertanian.
No comments:
Post a Comment