๐ Soal Latihan (Etika & Kepemimpinan dalam Pembangunan)
A. Konsep Etika
dalam Pembangunan (1–10)
1. Mengapa etika dianggap penting dalam
perencanaan pembangunan nasional?
A. Karena menentukan kecepatan pembangunan infrastruktur
B. Karena menjadi dasar keberlangsungan peradaban manusia
C. Karena hanya berlaku di negara maju
D. Karena mempermudah pencairan anggaran
✅ Jawaban: B → Etika adalah prinsip universal yang menopang
peradaban dan kemajuan bangsa.
2. Negara Jepang bisa maju meskipun miskin sumber
daya alam karena…
A. Bantuan luar negeri yang besar
B. Kepemimpinan otoriter
C. Etos kerja dan etika masyarakatnya
D. Kebijakan proteksi industri
✅ Jawaban: C → Etos kerja dan disiplin menjadi “rahasia” Jepang.
3. Jenis akuntabilitas yang menekankan kesesuaian
penggunaan dana dengan anggaran adalah…
A. Policy accountability
B. Program accountability
C. Performance accountability
D. Probity and legal accountability
✅ Jawaban: D → Probity & legal accountability memastikan dana
sesuai hukum.
4. Jika seorang perencana hanya mengejar target
fisik pembangunan tanpa memperhatikan prosedur yang benar, ia melanggar…
A. Process accountability
B. Policy accountability
C. Program accountability
D. Probity accountability
✅ Jawaban: A → Karena proses/prosedurnya yang dilanggar.
5. Salah satu akar masalah pembangunan di
Indonesia adalah…
A. Rendahnya sumber daya manusia
B. Korupsi dan rendahnya kepercayaan publik
C. Tidak adanya rencana pembangunan nasional
D. Lokasi geografis Indonesia yang sulit
✅ Jawaban: B → Korupsi adalah root of all evil.
6. Norma yang bersumber dari kebiasaan masyarakat
adalah…
A. Agama
B. Susila
C. Sopan santun
D. Etika
✅ Jawaban: C → Norma sopan santun lahir dari adat/kebiasaan.
7. Dalam pembangunan transportasi laut, etika
berperan terutama untuk…
A. Menentukan jumlah kapal yang beroperasi
B. Menjamin transparansi perencanaan dan mencegah konflik kepentingan
C. Mengatur tarif logistik secara otomatis
D. Mengurangi biaya operasional BUMN
✅ Jawaban: B → Etika menjaga fairness & transparansi dalam
perencanaan.
8. Akuntabilitas atas pilihan kebijakan
pembangunan disebut…
A. Program accountability
B. Policy accountability
C. Performance accountability
D. Process accountability
✅ Jawaban: B.
9. Dalam konteks Musrenbang, nilai etika yang
paling relevan adalah…
A. Transparansi dan partisipasi publik
B. Otoritas tunggal pemerintah pusat
C. Efisiensi anggaran
D. Kewenangan kepala daerah
✅ Jawaban: A → Karena Musrenbang bertujuan partisipatif.
10. Contoh pelanggaran etika dalam perencanaan
pelabuhan adalah…
A. Konsultasi publik dengan masyarakat
B. Penentuan lokasi pelabuhan demi keuntungan pribadi
C. Studi kelayakan berbasis data
D. Koordinasi antar instansi
✅ Jawaban: B → Konflik kepentingan melanggar etika.
B. Kepemimpinan
Strategis (11–20)
11. Salah satu ciri pemimpin strategis menurut
Hitt & Ireland (1999) adalah…
A. Berorientasi hanya pada jangka pendek
B. Fokus pada prosedur administratif
C. Mampu mengantisipasi dan berkolaborasi untuk perubahan
D. Menolak risiko untuk stabilitas organisasi
✅ Jawaban: C.
12. Perbedaan pemimpin visioner dan manajerial
adalah…
A. Visioner reaktif, manajerial proaktif
B. Visioner berani risiko, manajerial menjaga stabilitas
C. Visioner fokus jangka pendek, manajerial jangka panjang
D. Visioner administratif, manajerial inovatif
✅ Jawaban: B.
13. Strategic acting berarti…
A. Semua tindakan pemimpin adalah strategis
B. Tindakan pemimpin selalu berorientasi jangka pendek
C. Tindakan tegas sesuai arah strategis meski dalam ketidakpastian
D. Tidak perlu keseimbangan antara jangka pendek dan panjang
✅ Jawaban: C.
14. Kompetensi strategic influencing meliputi…
A. Membangun trust dan momentum
B. Menyusun laporan keuangan
C. Membuat dokumen hukum
D. Menghindari keterlibatan stakeholder
✅ Jawaban: A.
15. Menurut Schoemaker dkk., salah satu
keterampilan pemimpin strategis adalah…
A. Berhati-hati dan pasif
B. Anticipate dan interpret
C. Fokus pada rutinitas administratif
D. Menghindari keputusan sulit
✅ Jawaban: B.
16. Pemimpin autentik dicirikan oleh…
A. Artificial dan manipulatif
B. Ketulusan, kejujuran, kerendahan hati
C. Fokus pada stabilitas semata
D. Mengutamakan kepentingan diri sendiri
✅ Jawaban: B.
17. Dalam konteks pembangunan nasional,
kepemimpinan strategis penting untuk…
A. Menjaga status quo kebijakan
B. Mengantisipasi perubahan global seperti krisis energi
C. Mengurangi partisipasi masyarakat
D. Memfokuskan hanya pada aspek teknis
✅ Jawaban: B.
18. Contoh penerapan kepemimpinan strategis di
sektor pelabuhan adalah…
A. Menunda proyek saat pandemi tanpa solusi
B. Mendorong digitalisasi dan green port untuk jangka panjang
C. Membatasi keterlibatan swasta
D. Menolak perubahan kebijakan
✅ Jawaban: B.
19. Pemimpin yang hanya reaktif dan berpikir
linear disebut…
A. Visionary leader
B. Strategic leader
C. Managerial leader
D. Authentic leader
✅ Jawaban: C.
20. Prinsip penting dalam pengembangan
kepemimpinan adalah…
A. Hanya mengandalkan sifat bawaan
B. Belajar dari pengalaman hidup lintas bidang
C. Menghindari tantangan
D. Tidak perlu refleksi diri
✅ Jawaban: B.
C. Aplikasi pada
Kebijakan Indonesia (21–30)
21. Program Tol Laut membutuhkan etika perencanaan
agar…
A. Subsidi tidak disalahgunakan
B. Semua kapal dimiliki BUMN
C. Tarif sama di seluruh wilayah
D. Hanya melayani rute barat Indonesia
✅ Jawaban: A.
22. Rencana pengembangan Pelabuhan Patimban harus
didasarkan pada kepemimpinan strategis agar…
A. Hanya fokus pada pembangunan fisik
B. Dapat bersaing di perdagangan global otomotif
C. Menutup peran swasta dalam logistik
D. Mengurangi transparansi tender
✅ Jawaban: B.
23. Dalam reformasi birokrasi “BerAKHLAK ASN”,
etika dan kepemimpinan strategis tercermin dalam nilai…
A. Adaptif dan Akuntabel
B. Pasif dan Otoriter
C. Reaktif dan Individualis
D. Linear dan Tertutup
✅ Jawaban: A.
24. Ketika menyusun RIP (Rencana Induk Pelabuhan),
perencana yang strategis harus…
A. Hanya menyalin rencana lama
B. Memasukkan tren global seperti green port dan digitalisasi
C. Mengabaikan isu perubahan iklim
D. Menghindari partisipasi publik
✅ Jawaban: B.
25. Contoh pelanggaran process accountability
dalam pembangunan pelabuhan adalah…
A. Konsultasi publik yang transparan
B. Studi AMDAL fiktif untuk mempercepat izin
C. Laporan keuangan sesuai anggaran
D. Partisipasi pemda dalam perencanaan
✅ Jawaban: B.
26. Mengaitkan etika dengan Stranas PK (Strategi
Nasional Pencegahan Korupsi) berarti…
A. Perencanaan harus bebas konflik kepentingan
B. Perencanaan bisa diubah demi kepentingan pribadi
C. Partisipasi publik tidak diperlukan
D. Hanya fokus pada penghematan biaya
✅ Jawaban: A.
27. Visi Indonesia Emas 2045 menuntut perencana
pembangunan memiliki kepemimpinan strategis agar…
A. Hanya fokus pada pembangunan jangka pendek
B. Bisa mengantisipasi tantangan global seperti krisis pangan dan energi
C. Mengurangi keterlibatan generasi muda
D. Menghindari inovasi dalam kebijakan
✅ Jawaban: B.
28. Green Port sebagai kebijakan transportasi laut
terkait langsung dengan…
A. Probity accountability
B. Strategic leadership yang visioner
C. Norma sopan santun
D. Akuntabilitas politis
✅ Jawaban: B.
29. Dalam penyusunan Musrenbang, kepemimpinan
autentik ditunjukkan dengan…
A. Menutup akses publik terhadap rencana
B. Mendengarkan aspirasi masyarakat dan mengintegrasikannya
C. Menolak partisipasi swasta
D. Mengutamakan kepentingan pribadi
✅ Jawaban: B.
30. Seorang perencana ahli madya di Ditjen Hubla
yang memimpin kajian RIP Sinjai sebaiknya menerapkan…
A. Etika (transparansi, akuntabilitas) + kepemimpinan strategis (visioner,
adaptif)
B. Fokus hanya pada kecepatan dokumen
C. Mengabaikan prinsip good governance
D. Hanya mengikuti instruksi atasan tanpa inovasi
✅ Jawaban: A.
๐ Soal Latihan Esai
1. Tol Laut dan
Etika Perencanaan
Soal: Program Tol Laut telah berjalan hampir 10
tahun, tetapi disparitas harga di Indonesia Timur masih tinggi. Analisislah
masalah ini dari perspektif etika perencanaan!
Jawaban: Masalah utama adalah lemahnya process
accountability dan program accountability. Subsidi kapal tidak
selalu tepat sasaran, rute tidak efisien, dan ada potensi konflik kepentingan.
Etika perencanaan menuntut transparansi, pengawasan ketat, serta integritas
dalam penentuan trayek.
Penjelasan: Tanpa etika, tujuan pemerataan harga gagal tercapai meskipun
anggaran besar sudah dikucurkan.
2. Green Port dan
Kepemimpinan Strategis
Soal: Bagaimana peran kepemimpinan strategis dalam
mendorong implementasi green port di Indonesia?
Jawaban: Pemimpin strategis harus mampu anticipate
tantangan perubahan iklim, envision pelabuhan rendah emisi, dan influence
stakeholder (swasta, pemerintah daerah, masyarakat). Misalnya, Pelabuhan
Tanjung Priok diarahkan memakai shore power untuk kapal agar mengurangi polusi.
Penjelasan: Tanpa visi strategis, green port hanya jadi jargon, bukan
kebijakan nyata.
3. Reformasi
Birokrasi dan Akuntabilitas
Soal: Bagaimana hubungan antara etika perencanaan
dengan reformasi birokrasi “BerAKHLAK ASN”?
Jawaban: Nilai Akuntabel dan Transparan
dalam BerAKHLAK sejalan dengan process accountability dan probity
accountability. Perencana harus jujur dalam data, adil dalam alokasi
anggaran, dan terbuka pada pengawasan publik.
Penjelasan: Reformasi birokrasi tanpa etika hanya menghasilkan prosedur
baru, bukan perubahan budaya kerja.
4. Patimban sebagai
Global Hub
Soal: Apa bentuk kepemimpinan strategis yang
diperlukan agar Pelabuhan Patimban berhasil menjadi hub ekspor otomotif dunia?
Jawaban: Dibutuhkan pemimpin visioner yang mampu
mengantisipasi tren perdagangan global, bekerja sama dengan swasta, dan
mendorong digitalisasi logistik. Juga diperlukan strategic acting untuk
tetap melanjutkan proyek meski ada hambatan pandemi.
Penjelasan: Keberhasilan Patimban bukan hanya soal fisik, tapi
kepemimpinan dalam menghubungkan ekosistem industri otomotif.
5. Korupsi dalam
Perencanaan Infrastruktur
Soal: Mengapa korupsi dalam perencanaan
infrastruktur disebut sebagai “root of all evil”?
Jawaban: Karena merusak semua aspek: biaya membengkak,
mutu infrastruktur buruk, kepercayaan publik turun, dan tujuan pembangunan
tidak tercapai. Misalnya, proyek jalan atau pelabuhan mangkrak karena mark-up
anggaran.
Penjelasan: Etika adalah benteng pertama untuk mencegah korupsi dalam
pembangunan nasional.
6. Musrenbang dan
Authentic Leadership
Soal: Bagaimana konsep kepemimpinan autentik
diterapkan dalam Musrenbang?
Jawaban: Pemimpin autentik terbuka terhadap aspirasi
masyarakat, rendah hati dalam menerima kritik, dan tulus memperjuangkan
kebutuhan daerah. Contoh: perencana pelabuhan mendengarkan nelayan sebelum
menentukan lokasi dermaga.
Penjelasan: Autentisitas menciptakan trust, sehingga hasil Musrenbang
lebih legitimate.
7. Krisis Global
dan Ketahanan Pangan
Soal: Bagaimana peran perencana dengan kepemimpinan
strategis menghadapi ancaman krisis pangan global?
Jawaban: Perencana harus anticipate potensi
disrupsi logistik, align kebijakan pelabuhan dengan distribusi pangan,
dan mendorong investasi cold storage di pelabuhan. Ini bentuk strategic
acting untuk menjamin kelancaran distribusi beras/ikan.
Penjelasan: Kepemimpinan strategis bukan hanya jangka panjang, tapi juga
adaptif pada krisis global.
8. Digitalisasi
Pelabuhan
Soal: Apa tantangan etis dalam penerapan smart
port berbasis IoT dan blockchain di Indonesia?
Jawaban: Tantangan etis meliputi perlindungan data,
keadilan akses teknologi, dan transparansi penggunaan informasi. Jika tidak
diatur, bisa menimbulkan monopoli data oleh pihak tertentu.
Penjelasan: Etika digital governance sama pentingnya dengan aspek teknis
digitalisasi.
9. Studi Kelayakan
Pelabuhan
Soal: Mengapa self-awareness penting bagi perencana
dalam menyusun studi kelayakan pelabuhan?
Jawaban: Karena dengan memahami bias dan
keterbatasannya, perencana bisa lebih objektif, terbuka terhadap masukan, dan
menghindari konflik kepentingan.
Penjelasan: Kepemimpinan lahir dari pengalaman hidup (life story),
salah satunya refleksi diri dalam proses perencanaan.
10. Indonesia Emas
2045
Soal: Bagaimana kombinasi etika dan kepemimpinan
strategis mendukung pencapaian Visi Indonesia Emas 2045?
Jawaban: Etika menjamin perencanaan bebas korupsi dan
berkeadilan, sementara kepemimpinan strategis memastikan perencanaan visioner,
adaptif, dan inovatif. Kombinasi keduanya menjadikan pembangunan berkelanjutan,
merata, dan kompetitif secara global.
Penjelasan: Tanpa etika, pembangunan kehilangan trust. Tanpa
kepemimpinan strategis, pembangunan kehilangan arah.
No comments:
Post a Comment