Soal Latihan (30 Soal Pilihan Ganda)
A. Konsep Dasar
Perencanaan (1–10)
1. Sistem kota-kota dalam perencanaan berbasis
ruang bertujuan utama untuk…
a. Memusatkan pertumbuhan pada kota besar
b. Menyeimbangkan pertumbuhan antarwilayah
c. Mengurangi jumlah kota kecil
d. Menghapus ketimpangan sosial
✅ Jawaban: b
Penjelasan: Sistem kota-kota mendorong pemerataan pertumbuhan antara
kota besar, menengah, kecil, dan desa.
2. Hirarki kota dalam RTRWN Indonesia terdiri
dari…
a. PKN, PKW, PKSN
b. PKL, PKN, PKS
c. PKW, PKK, PKM
d. Pusat Kabupaten, Pusat Kecamatan, Pusat Desa
✅ Jawaban: a
Penjelasan: RTRWN menetapkan PKN (Nasional), PKW (Wilayah), PKSN
(Strategis Nasional).
3. Urban sprawl pada metropolitan seperti
Jabodetabek dapat dikendalikan dengan pendekatan…
a. Urban bias
b. Compact city & TOD
c. Suburbanisasi bebas
d. Deregulasi ruang
✅ Jawaban: b
Penjelasan: TOD (Transit Oriented Development) dan compact city menekan
pelebaran kota tak terkendali.
4. Konsep “tata ruang berbasis daya dukung
lingkungan” selaras dengan prinsip…
a. Pembangunan eksploitatif
b. Pembangunan hijau (green economy)
c. Pembangunan sentralistik
d. Pembangunan top-down
✅ Jawaban: b
Penjelasan: Green economy mengutamakan keseimbangan ekologi dalam
pembangunan.
5. Analisis Lingkungan Makro biasanya meliputi…
a. Hanya aspek ekonomi
b. Aspek demografi, iklim, ekonomi, sosial
c. Hanya aspek tata ruang
d. Hanya aspek transportasi
✅ Jawaban: b
Penjelasan: Analisis makro memandang pembangunan dalam konteks
multidimensi.
6. Analisis Potensi Wilayah (Anpotwil) digunakan
untuk…
a. Menentukan potensi SDA, SDM, dan infrastruktur
b. Mengukur APBN
c. Menilai politik nasional
d. Membatasi ekspor
✅ Jawaban: a
Penjelasan: Anpotwil fokus pada potensi dan kebutuhan daerah sebagai basis
perencanaan.
7. Keterhubungan antara transportasi, kota, dan
wilayah disebut…
a. Intervensi sosial
b. Sistem transportasi nasional
c. Tata kelola pemerintahan
d. Urbanisasi spontan
✅ Jawaban: b
Penjelasan: Transportasi adalah urat nadi sistem kota-kota, diatur dalam
Sistranas.
8. Peran utama Bappenas dalam pembangunan
nasional adalah…
a. Mengelola APBN
b. Menyusun rencana pembangunan jangka panjang & menengah
c. Mengatur tarif transportasi
d. Mengelola investasi asing
✅ Jawaban: b
Penjelasan: Bappenas menyusun RPJPN, RPJMN, dan melakukan sinkronisasi
pusat–daerah.
9. Pendekatan “pembangunan inklusif” menekankan
pada…
a. Pertumbuhan ekonomi kota besar
b. Partisipasi masyarakat dan pengurangan ketimpangan
c. Pembangunan top-down oleh pusat
d. Urbanisasi tak terkendali
✅ Jawaban: b
Penjelasan: Inklusif artinya semua kelompok masyarakat terlibat dan
mendapat manfaat.
10. Etika pendampingan pembangunan menurut Bambang
Hudayana menekankan pada…
a. Efisiensi birokrasi
b. Keadilan sosial & keberpihakan pada masyarakat lemah
c. Otonomi daerah absolut
d. Pembangunan berbasis investor
✅ Jawaban: b
Penjelasan: Prinsip utamanya adalah advokasi bagi kelompok marginal.
B. Kebijakan
Nasional (11–20)
11. RPJPN 2025–2045 menargetkan Indonesia menjadi…
a. Negara agraris
b. Negara industri maju
c. Negara maju berpendapatan tinggi 2045
d. Negara berkembang permanen
✅ Jawaban: c
Penjelasan: Visi Indonesia Emas 2045.
12. RPJMN 2020–2024 salah satunya fokus pada…
a. Desentralisasi fiskal
b. Penguatan konektivitas dan logistik
c. Pengetatan urbanisasi
d. Peningkatan PDB semata
✅ Jawaban: b
Penjelasan: Konektivitas nasional jadi agenda utama, termasuk Tol Laut.
13. Perpres No. 1 Tahun 2024 tentang
Batam–Bintan–Karimun mengarahkan kawasan itu sebagai…
a. Lumbung pangan
b. Hub logistik internasional & industri digital
c. Pusat pertanian nasional
d. Daerah konservasi
✅ Jawaban: b
Penjelasan: BBK diarahkan jadi hub logistik, industri, pariwisata.
14. IKN Nusantara didesain sebagai…
a. Kota administratif biasa
b. Forest city & smart city
c. Kota industri berat
d. Kota tanpa ruang hijau
✅ Jawaban: b
Penjelasan: 65% wilayah IKN adalah ruang hijau, konsep smart & green
city.
15. Urbanisasi Indonesia diperkirakan mencapai…
pada 2045.
a. 40%
b. 50%
c. 70%
d. 90%
✅ Jawaban: c
Penjelasan: Tren urbanisasi menuju 70% penduduk tinggal di kota.
16. Program Tol Laut bertujuan…
a. Menghubungkan pusat produksi & konsumsi antarwilayah
b. Mengurangi jumlah kapal asing
c. Menghapus transportasi darat
d. Menekan ekspor
✅ Jawaban: a
Penjelasan: Tol Laut untuk efisiensi logistik dan pemerataan.
17. Transit Oriented Development (TOD) bertujuan…
a. Memperluas kota tanpa kendali
b. Mengintegrasikan transportasi & tata ruang perkotaan
c. Membatasi transportasi umum
d. Mengurangi partisipasi masyarakat
✅ Jawaban: b
Penjelasan: TOD mengarahkan pembangunan kota di sekitar simpul
transportasi publik.
18. RUU Sistranas 2025 menekankan pentingnya…
a. Subsidi impor
b. Integrasi moda & simpul terpadu
c. Liberalisasi transportasi
d. Transportasi eksklusif kota besar
✅ Jawaban: b
Penjelasan: Konsep simpul terpadu, multimoda, keberlanjutan.
19. RPJPN 2025–2045 mendorong transformasi
pembangunan berbasis…
a. SDA tidak terbarukan
b. Green economy & inovasi
c. Konsumsi berlebih
d. Sentralisasi Jawa
✅ Jawaban: b
Penjelasan: Transformasi ekonomi hijau & inovasi teknologi.
20. Program Satu Data Indonesia bertujuan
untuk…
a. Mengurangi data statistik
b. Menyatukan data perencanaan pembangunan lintas kementerian/daerah
c. Meningkatkan biaya perencanaan
d. Membatasi data publik
✅ Jawaban: b
Penjelasan: Agar perencanaan lebih terukur, evidence-based.
C. Studi Kasus
(21–30)
21. Masalah utama Jabodetabek saat ini adalah…
a. Kekurangan kota satelit
b. Urban sprawl, banjir, kemacetan
c. Minimnya industri
d. Kelebihan hutan kota
✅ Jawaban: b
Penjelasan: Sprawl, banjir, kemacetan, polusi adalah masalah utama.
22. Solusi pengendalian banjir di Jabodetabek
salah satunya adalah…
a. Membuat lebih banyak tol
b. Normalisasi dan naturalisasi sungai
c. Meningkatkan ekspor
d. Menutup transportasi umum
✅ Jawaban: b
Penjelasan: Normalisasi/naturalisasi sungai untuk pengendalian banjir.
23. TOD KCJB (Kereta Cepat Jakarta–Bandung)
dikembangkan di stasiun…
a. Karawang, Padalarang, Tegalluar
b. Tegal, Semarang, Pekalongan
c. Bogor, Depok, Tangerang
d. Palembang, Jambi, Bengkulu
✅ Jawaban: a
Penjelasan: Stasiun KCJB diarahkan jadi TOD area.
24. Karawang dalam TOD KCJB diarahkan menjadi…
a. Pusat pertanian
b. Kota industri modern
c. Kawasan konservasi
d. Pusat administrasi pemerintahan
✅ Jawaban: b
Penjelasan: Karawang diarahkan jadi kota industri modern.
25. Padalarang dalam TOD KCJB diarahkan menjadi…
a. Pusat pariwisata & hunian
b. Kawasan hutan lindung
c. Kota tambang
d. Pelabuhan utama
✅ Jawaban: a
Penjelasan: Padalarang → hub pariwisata dan hunian.
26. IKN dirancang dengan 65% wilayahnya
berupa…
a. Ruang industri
b. Ruang hijau & hutan
c. Jalan tol
d. Permukiman
✅ Jawaban: b
Penjelasan: IKN konsep forest city, 65% ruang hijau.
27. BBK (Batam–Bintan–Karimun) diarahkan untuk
bersaing dengan…
a. Port Klang & Singapura
b. Pelabuhan di Papua
c. Kota agraris Jawa Tengah
d. Kota tambang Kalimantan
✅ Jawaban: a
Penjelasan: BBK diposisikan sebagai hub logistik internasional melawan
Singapura–Port Klang.
28. Analisis lingkungan dalam studi pelabuhan
(contoh Kobisadar) bertujuan…
a. Menentukan tarif pelabuhan
b. Menilai dampak proyek terhadap ekosistem & sosial
c. Mengurangi pajak
d. Membatasi ekspor ikan
✅ Jawaban: b
Penjelasan: UKL-UPL/DPLH menilai dampak lingkungan & sosial.
29. Pembangunan daerah berbasis potensi lokal
bertujuan…
a. Menyamakan semua daerah
b. Mengembangkan keunggulan khas daerah
c. Memusatkan investasi di Jawa
d. Menutup akses investasi asing
✅ Jawaban: b
Penjelasan: Basis pembangunan daerah adalah potensi lokal (perikanan
Maluku, nikel Sultra).
30. Tujuan utama Sistranas adalah…
a. Meningkatkan PNBP
b. Mewujudkan sistem transportasi nasional yang terintegrasi, inklusif,
efektif, efisien, dan berkelanjutan
c. Membatasi peran pemerintah daerah
d. Memusatkan transportasi di Jawa
✅ Jawaban: b
Penjelasan: Sistranas mengedepankan integrasi, inklusi, efisiensi,
keberlanjutan.
10 Soal Latihan Esai
Analisis Kasus
1.
Soal: Jelaskan bagaimana konsep sistem kota-kota
dapat membantu mengurangi ketimpangan pembangunan antara Jawa dan luar Jawa!
Jawaban &
Penjelasan:
Sistem kota-kota menekankan keterhubungan kota besar, menengah, kecil, dan desa
melalui jaringan transportasi dan fungsi ekonomi. Dengan memperkuat kota
menengah di luar Jawa (misalnya Makassar, Manado, Ambon) sebagai pusat
pertumbuhan regional, maka investasi dan layanan publik tidak hanya
terkonsentrasi di Jawa. Contoh: pengembangan Kawasan Industri di Bitung yang
terhubung ke Pelabuhan Bitung sebagai PKW.
2.
Soal: Analisis peran IKN Nusantara dalam
konteks pemerataan pembangunan nasional dan transformasi ekonomi hijau!
Jawaban &
Penjelasan:
IKN berfungsi sebagai pusat pemerintahan baru yang memicu pertumbuhan ekonomi
Kalimantan dan KTI. Desainnya sebagai forest city (65% ruang hijau)
mendukung transformasi ke arah green economy. IKN juga menjadi simpul
transportasi baru (pelabuhan logistik, bandara VVIP, jalan tol) yang memperkuat
integrasi Sistranas.
3.
Soal: Urban sprawl adalah tantangan utama
Jabodetabek. Apa strategi perencanaan ruang dan transportasi yang dapat
mengatasinya?
Jawaban &
Penjelasan:
Strateginya adalah pengendalian tata ruang dengan pendekatan compact city
dan Transit Oriented Development (TOD). TOD di MRT Jakarta (Dukuh Atas,
Fatmawati) dan LRT Jabodebek memungkinkan pertumbuhan kota lebih terkendali.
Normalisasi/naturalisasi sungai juga menjadi bagian dari pengendalian banjir
yang terkait langsung dengan urban sprawl.
4.
Soal: Bagaimana keterkaitan antara Analisis
Lingkungan Makro dengan pembangunan berkelanjutan di Indonesia?
Jawaban &
Penjelasan:
Analisis makro (demografi, iklim, ekonomi, sosial) penting untuk melihat daya
dukung lingkungan dan potensi risiko. Misalnya, Indonesia rawan bencana
hidrometeorologi → pembangunan infrastruktur harus tahan bencana. Hal ini
sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap Net Zero Emission 2060 dan SDGs.
5.
Soal: Jelaskan hubungan antara Tol Laut
dengan kebijakan Sistem Transportasi Nasional (Sistranas)!
Jawaban &
Penjelasan:
Tol Laut adalah implementasi integrasi moda laut dalam jaringan logistik
nasional. RUU Sistranas 2025 mengatur simpul terpadu dan multimoda → Tol Laut
harus terkoneksi dengan pelabuhan, jalan, dan kereta. Contoh: rute
Surabaya–Papua tidak hanya kapal, tapi juga terhubung ke hinterland lewat
jalan/kereta agar distribusi barang efisien.
6.
Soal: Apa relevansi prinsip dan etika
pendampingan pembangunan dalam konteks pembangunan pelabuhan Kobisadar
(Maluku Tengah)?
Jawaban &
Penjelasan:
Pendampingan memastikan pembangunan pelabuhan tidak merugikan masyarakat lokal
(nelayan, UMKM). Melalui UKL-UPL, masyarakat harus dilibatkan sejak awal dalam
konsultasi publik. Hal ini mendukung pembangunan inklusif, sesuai arahan RPJMN
2020–2024 terkait pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
7.
Soal: Bandingkan strategi pembangunan kawasan
strategis Batam–Bintan–Karimun (BBK) dengan kawasan metropolitan Jabodetabek!
Jawaban &
Penjelasan:
- BBK diarahkan sebagai hub logistik
internasional untuk bersaing dengan Singapura & Port Klang, dengan
fokus industri digital, MRO, pariwisata.
- Jabodetabek fokus pada penataan
metropolitan jenuh: transportasi massal, TOD, dan pengendalian ruang.
Keduanya sama-sama menggunakan pendekatan integrasi transportasi dan tata ruang, tetapi konteksnya berbeda: BBK untuk pertumbuhan baru, Jabodetabek untuk restrukturisasi kota jenuh.
8.
Soal: Bagaimana konsep Satu Data Indonesia
dapat meningkatkan efektivitas perencanaan pembangunan daerah?
Jawaban &
Penjelasan:
Satu Data Indonesia menyatukan data statistik, geospasial, dan sektoral lintas
instansi. Dengan data terintegrasi, perencana daerah dapat menyusun RPJMD yang
evidence-based, sinkron dengan RPJMN. Contoh: Jawa Tengah memakai data
kemiskinan ekstrem terintegrasi untuk program Satu OPD Satu Desa Dampingan.
9.
Soal: Analisis dampak pembangunan TOD KCJB
(Kereta Cepat Jakarta–Bandung) terhadap perkembangan wilayah di Karawang
dan Padalarang!
Jawaban &
Penjelasan:
- Karawang diarahkan sebagai kota industri modern, memanfaatkan akses cepat
ke Jakarta & Bandung.
- Padalarang diarahkan sebagai hub pariwisata &
hunian, mendukung Bandung Raya.
TOD KCJB bukan hanya transportasi, tapi strategi distribusi pertumbuhan ekonomi & pembentukan koridor megapolitan Jakarta–Bandung.
10.
Soal: Dalam konteks RPJPN 2025–2045, bagaimana
seorang perencana nasional harus merespons tantangan urbanisasi 70% pada 2045?
Jawaban &
Penjelasan:
Perencana harus mengantisipasi dengan strategi:
- Pengembangan kota menengah di luar Jawa →
mengurangi tekanan metropolitan.
- Penerapan compact city dan TOD
untuk kota besar.
- Investasi pada transportasi massal &
infrastruktur hijau.
- Perlindungan kawasan lindung & resapan
air.
Hal ini sejalan dengan misi RPJPN 2025–2045: kota berkelanjutan, inklusif, dan resilien.
No comments:
Post a Comment