π Latihan Soal Keuangan Internasional
Bagian A – Konsep Dasar
1. Kurs riil berbeda dengan kurs nominal karena…
a. Kurs riil memperhitungkan inflasi relatif antar negara
b. Kurs riil sama dengan kurs pasar
c. Kurs riil hanya digunakan untuk perdagangan barang primer
d. Kurs riil ditentukan Bank Dunia
✅ Jawaban: a
π Kurs riil menyesuaikan harga barang antar
negara, sehingga lebih mencerminkan daya saing ekspor.
2. Neraca pembayaran terdiri dari:
a. Neraca perdagangan, fiskal, dan moneter
b. Neraca berjalan, neraca modal/finansial, dan cadangan devisa
c. Neraca ekspor, impor, dan utang
d. Neraca fiskal, moneter, dan politik
✅ Jawaban: b
π Itulah struktur standar neraca pembayaran
suatu negara.
3. Yang termasuk transaksi neraca berjalan
adalah…
a. Investasi asing langsung
b. Impor barang konsumsi
c. Pembelian obligasi pemerintah oleh asing
d. Pinjaman luar negeri
✅ Jawaban: b
π Ekspor–impor barang & jasa masuk ke neraca
berjalan.
4. FDI (Foreign Direct Investment) adalah…
a. Penanaman modal portofolio jangka pendek
b. Investasi untuk membangun perusahaan nyata di suatu negara
c. Pinjaman antar bank
d. Subsidi dari lembaga donor
✅ Jawaban: b
π FDI berupa pabrik, tambang, atau perusahaan
dengan kendali manajerial.
5. Portofolio investment biasanya berbentuk…
a. Pabrik dan mesin
b. Saham dan obligasi
c. Cadangan emas
d. Bantuan hibah
✅ Jawaban: b
π Portofolio = aset finansial, bukan aset fisik.
Bagian B –
Indonesia & Konteks Pembangunan
6. Hilirisasi nikel di Morowali terkait erat
dengan aspek keuangan internasional karena…
a. Mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah
b. Meningkatkan impor BBM
c. Menurunkan cadangan devisa
d. Membatasi investasi asing
✅ Jawaban: a
π Hilirisasi memberi nilai tambah dan memperkuat
neraca berjalan.
7. Jika Rupiah melemah terhadap USD, dampak
jangka pendek pada APBN adalah…
a. Subsidi impor energi membengkak
b. Ekspor menurun drastis
c. Pendapatan pajak impor meningkat
d. Utang luar negeri dalam Rupiah mengecil
✅ Jawaban: a
π Melemahnya Rupiah membuat impor (terutama BBM)
lebih mahal → subsidi membengkak.
8. Cadangan devisa digunakan pemerintah terutama
untuk…
a. Membiayai proyek APBN
b. Menjaga stabilitas kurs dan pembayaran impor
c. Mendanai kampanye politik
d. Membayar gaji PNS
✅ Jawaban: b
π Fungsi utama: buffer ekonomi.
9. Pinjaman luar negeri untuk MRT Jakarta fase I
berasal dari…
a. IMF
b. Bank Dunia
c. JICA (Japan International Cooperation Agency)
d. ADB
✅ Jawaban: c
π Fase I MRT Jakarta dibiayai pinjaman JICA.
10. Program Making Indonesia 4.0 terkait
erat dengan…
a. Diversifikasi pangan
b. Hilirisasi industri & FDI teknologi
c. Peningkatan subsidi energi fosil
d. Deregulasi kurs Rupiah
✅ Jawaban: b
π Fokusnya pada penguatan industri manufaktur
modern.
Bagian C – Krisis
& Risiko
11. Krisis Asia 1997–1998 dipicu terutama oleh…
a. Utang luar negeri jangka pendek swasta & spekulasi kurs
b. Krisis pangan
c. Inflasi global
d. Perang dagang
✅ Jawaban: a
π Swasta Indonesia banyak berutang dolar tanpa
lindung nilai.
12. Cara mengurangi risiko fluktuasi kurs dalam
proyek pembangunan adalah…
a. Membatasi FDI
b. Melakukan hedging
c. Meningkatkan subsidi impor
d. Mengurangi ekspor
✅ Jawaban: b
π Hedging melindungi nilai tukar.
13. Contoh kebijakan Indonesia yang memperbaiki
neraca berjalan:
a. Mengurangi ekspor batubara
b. Melarang ekspor nikel mentah
c. Meningkatkan impor pangan
d. Mencetak uang untuk subsidi
✅ Jawaban: b
π Larangan ekspor mentah = dorongan hilirisasi.
14. Dampak positif Rupiah menguat terhadap pembangunan
adalah…
a. Impor barang modal lebih murah
b. Ekspor makin kompetitif
c. Subsidi energi meningkat
d. Devisa cepat habis
✅ Jawaban: a
π Mesin, alat berat, dan bahan baku impor jadi
lebih terjangkau.
15. Cadangan devisa Indonesia per 2024 berada di
atas…
a. USD 50 miliar
b. USD 100 miliar
c. USD 130 miliar
d. USD 200 miliar
✅ Jawaban: c
π Data BI menunjukkan di atas USD 130 miliar.
Bagian D –
Kebijakan Pembangunan
16. Transisi energi mendukung stabilitas keuangan
internasional karena…
a. Mengurangi impor BBM
b. Meningkatkan defisit neraca berjalan
c. Membatasi FDI
d. Mengurangi cadangan devisa
✅ Jawaban: a
π EBT mengurangi ketergantungan pada energi
impor.
17. Infrastruktur digital penting bagi keuangan
internasional karena…
a. Menarik FDI di sektor teknologi
b. Mengurangi neraca perdagangan
c. Mengurangi ekspor jasa
d. Membatasi akses pasar
✅ Jawaban: a
π Infrastruktur digital membuka peluang
investasi asing.
18. Contoh penggunaan utang luar negeri untuk
proyek produktif adalah…
a. Subsidi konsumsi
b. MRT Jakarta
c. Pembayaran bunga utang lama
d. Gaji PNS
✅ Jawaban: b
π MRT adalah proyek infrastruktur produktif.
19. Lembaga keuangan internasional yang memberi
pinjaman untuk infrastruktur Asia adalah…
a. IMF
b. WTO
c. AIIB (Asian Infrastructure Investment Bank)
d. ILO
✅ Jawaban: c
π AIIB berfokus pada pembiayaan infrastruktur.
20. Peran Bank Indonesia dalam konteks keuangan
internasional adalah…
a. Menetapkan RAPBN
b. Mengatur stabilitas moneter & kurs
c. Menarik investasi asing langsung
d. Membuat regulasi industri
✅ Jawaban: b
π BI fokus pada moneter, kurs, inflasi.
Bagian E – Aplikasi
& Analisis
21. Jika defisit neraca berjalan melebar, salah
satu kebijakan perencana adalah…
a. Mendorong ekspor manufaktur
b. Membatasi cadangan devisa
c. Menambah impor barang konsumsi
d. Menurunkan investasi asing
✅ Jawaban: a
π Ekspor manufaktur memperbaiki neraca berjalan.
22. Investasi asing di PLTS Cirata mendukung
pembangunan karena…
a. Menambah impor minyak
b. Menambah utang konsumtif
c. Meningkatkan energi bersih dan neraca berjalan
d. Membatasi FDI teknologi
✅ Jawaban: c
π Energi bersih → kurangi impor BBM.
23. Utang luar negeri akan sehat bila…
a. Digunakan untuk belanja konsumtif
b. Berorientasi pada proyek produktif
c. Dipakai membayar gaji pegawai
d. Semua jawaban salah
✅ Jawaban: b
π Utang harus menghasilkan manfaat ekonomi
jangka panjang.
24. Fluktuasi kurs berpengaruh besar terhadap
proyek…
a. Infrastruktur lokal
b. Proyek yang impor barang modal
c. UMKM berbasis lokal
d. Perdagangan domestik
✅ Jawaban: b
π Proyek dengan impor tinggi paling sensitif.
25. Salah satu alasan Indonesia menahan larangan
ekspor bauksit adalah…
a. Untuk memperbesar defisit
b. Agar ada hilirisasi dan nilai tambah
c. Supaya impor makin banyak
d. Untuk melemahkan cadangan devisa
✅ Jawaban: b
π Tujuan hilirisasi = nilai tambah.
26. Perencana harus mempertimbangkan kurs dalam
studi kelayakan karena…
a. Kurs tidak memengaruhi biaya
b. Kurs memengaruhi biaya impor proyek
c. Kurs hanya urusan BI
d. Kurs tidak relevan untuk pembangunan
✅ Jawaban: b
π Biaya proyek bisa melonjak akibat kurs.
27. Yang dimaksud debt sustainability adalah…
a. Jumlah utang tidak terbatas
b. Utang bisa terus ditambah
c. Kemampuan membayar utang tanpa mengganggu pembangunan
d. Utang hanya untuk konsumsi
✅ Jawaban: c
π Utang harus dikelola berkelanjutan.
28. Salah satu manfaat FDI adalah…
a. Membatasi transfer teknologi
b. Menciptakan lapangan kerja
c. Mengurangi cadangan devisa
d. Membebani APBN
✅ Jawaban: b
π FDI membuka lapangan kerja.
29. Jika kurs USD/IDR naik tajam, proyek
pembangunan yang paling terdampak adalah…
a. Proyek dengan pembiayaan Rupiah murni
b. Proyek berbasis impor barang modal
c. Program pemberdayaan masyarakat
d. Program subsidi pangan lokal
✅ Jawaban: b
π Karena biaya impor naik.
30. Perencana nasional harus mengaitkan proyek
dengan keuangan internasional karena…
a. Semua proyek bebas kurs
b. Pembangunan selalu butuh APBN murni
c. Banyak proyek dibiayai utang/FDI, sehingga dipengaruhi kurs & neraca
pembayaran
d. Perencanaan hanya urusan lokal
✅ Jawaban: c
π Keterkaitan makro sangat penting.
π Soal Latihan Esai Keuangan Internasional
1.
Indonesia melarang ekspor nikel mentah sejak 2020 untuk mendorong hilirisasi.
Analisislah bagaimana kebijakan ini memengaruhi neraca pembayaran Indonesia
dan kaitannya dengan strategi pembangunan nasional!
✅ Jawaban & Penjelasan:
Larangan ekspor nikel mentah menurunkan ekspor jangka pendek, tapi mendorong
FDI di sektor hilirisasi (smelter, baterai EV). Dalam jangka panjang, ini
meningkatkan nilai tambah ekspor, memperbaiki current account, serta mendukung
RPJMN (hilirisasi & industrialisasi).
2.
Pada 2022–2023 Rupiah melemah terhadap USD akibat kenaikan suku bunga The Fed.
Sebutkan dampak utama pelemahan Rupiah terhadap proyek pembangunan
infrastruktur dan apa yang harus dilakukan perencana untuk mitigasi risiko
tersebut.
✅ Jawaban & Penjelasan:
Melemahnya Rupiah membuat biaya impor barang modal (mesin, baja, teknologi)
meningkat. Perencana perlu:
- memasukkan analisis sensitivitas kurs
dalam studi kelayakan,
- mempertimbangkan sumber pembiayaan dalam
Rupiah,
- mendorong hedging kurs bagi proyek besar.
3.
Cadangan devisa Indonesia per 2024 mencapai lebih dari USD 130 miliar. Jelaskan
peran cadangan devisa tersebut dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional,
khususnya dalam konteks pembiayaan impor energi dan pangan.
✅ Jawaban & Penjelasan:
Cadangan devisa digunakan BI untuk stabilisasi kurs dan membiayai impor
strategis (BBM, pangan, obat). Dengan cadangan kuat, Indonesia lebih tahan
terhadap guncangan eksternal, sehingga pembangunan domestik tidak terganggu
oleh inflasi impor.
4.
Program transisi energi (EBT) dan pembangunan PLTS Terapung Cirata melibatkan
investasi asing. Bagaimana perencana harus menilai kontribusi FDI dalam
proyek energi terbarukan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan Indonesia?
✅ Jawaban & Penjelasan:
Perencana harus menilai:
- Efek FDI pada transfer teknologi hijau,
- Dampak mengurangi impor BBM (perbaikan
neraca berjalan),
- Kontribusi terhadap SDGs (energi bersih,
iklim),
- Kemandirian energi nasional.
5.
Pandemi COVID-19 menekan perekonomian, namun defisit neraca berjalan Indonesia
sempat menurun karena impor berkurang drastis. Analisislah fenomena ini dan
kaitkan dengan implikasinya bagi perencana pembangunan.
✅ Jawaban & Penjelasan:
Defisit neraca berjalan turun bukan karena ekspor naik, tetapi impor menurun
akibat kontraksi ekonomi. Ini menunjukkan “perbaikan semu.” Perencana harus
berhati-hati agar tidak salah membaca data, serta menekankan pemulihan ekonomi
berkelanjutan, bukan hanya perbaikan neraca sementara.
6.
Pembangunan MRT Jakarta dibiayai oleh pinjaman JICA. Diskusikan keuntungan dan
risiko pembiayaan proyek infrastruktur dengan utang luar negeri serta
bagaimana perencana harus memastikan proyek tetap berkelanjutan.
✅ Jawaban & Penjelasan:
Keuntungan: suku bunga rendah, teknologi Jepang, jangka panjang.
Risiko: beban pembayaran utang, fluktuasi kurs.
Perencana perlu melakukan Cost-Benefit Analysis (CBA), menghitung dampak
ekonomi kota, serta memastikan pendapatan tiket & multiplier ekonomi bisa
menutup beban fiskal.
7.
Krisis finansial Asia 1997–1998 membuat Rupiah anjlok drastis dan utang luar
negeri swasta melonjak. Apa pelajaran utama dari krisis ini yang harus dipegang
perencana dalam merancang kebijakan pembangunan yang melibatkan keuangan
internasional?
✅ Jawaban & Penjelasan:
Pelajaran utama:
- Hindari ketergantungan utang jangka pendek
dalam valuta asing,
- Perkuat cadangan devisa,
- Masukkan faktor risiko global dalam
perencanaan,
- Utang harus digunakan untuk proyek
produktif, bukan konsumtif.
8.
Indonesia bergabung dengan AIIB (Asian Infrastructure Investment Bank).
Analisis peluang dan tantangan bagi Indonesia dalam memanfaatkan AIIB untuk
pembiayaan proyek pembangunan.
✅ Jawaban & Penjelasan:
Peluang: akses pendanaan besar untuk infrastruktur, biaya bunga relatif rendah,
memperkuat hubungan regional.
Tantangan: risiko utang, persaingan proyek antar negara, serta ketergantungan
pada pembiayaan eksternal. Perencana harus memprioritaskan proyek strategis dan
produktif.
9.
Program Making Indonesia 4.0 mendorong FDI di sektor teknologi dan
manufaktur. Apa kriteria yang harus digunakan perencana dalam menilai apakah
FDI benar-benar memberi manfaat bagi pembangunan nasional?
✅ Jawaban & Penjelasan:
Kriteria:
- Adanya transfer teknologi,
- Penciptaan lapangan kerja berkualitas,
- Keterlibatan industri lokal (local
content),
- Dampak positif pada neraca pembayaran,
- Kontribusi pada keberlanjutan (ramah lingkungan).
10.
Saat ini banyak proyek infrastruktur strategis menggunakan skema Kerjasama
Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU/PPP). Bagaimana perencana harus mengaitkan
pembiayaan KPBU dengan stabilitas keuangan internasional dan risiko global?
✅ Jawaban & Penjelasan:
Perencana harus memastikan:
- Risiko kurs jika investor asing terlibat,
- Struktur pembiayaan tidak menimbulkan
beban fiskal tersembunyi,
- Kejelasan risk sharing antara
pemerintah & swasta,
- Proyek tetap selaras dengan RPJMN dan
mampu bertahan terhadap krisis global.
No comments:
Post a Comment