📘 Latihan Soal Pilihan Ganda
1.
Analisis Input-Output
pertama kali dikembangkan oleh siapa?
A. Keynes
B. Leontief
C. Samuelson
D. Friedman
Jawaban: B
Leontief mengembangkan model I-O dan mendapat Nobel Ekonomi 1973.
2.
Tujuan utama analisis
I-O adalah…
A. Menentukan target inflasi
B. Melacak arus barang/jasa antar sektor
C. Menghitung cadangan devisa
D. Menentukan kurs mata uang
Jawaban: B
I-O memetakan keterkaitan antar sektor dalam perekonomian.
3.
Dalam analisis I-O,
keterkaitan ke belakang (backward linkage) menunjukkan…
A. Seberapa besar output sektor digunakan oleh sektor lain
B. Ketergantungan sektor pada input dari sektor lain
C. Besarnya ekspor bersih suatu sektor
D. Besarnya nilai tambah tenaga kerja
Jawaban: B
Backward linkage = ketergantungan input.
4.
Keterkaitan ke depan
(forward linkage) artinya…
A. Output sektor dipakai oleh sektor lain sebagai input
B. Input sektor diimpor dari luar negeri
C. Pengeluaran rumah tangga meningkat
D. Perdagangan internasional sektor tersebut naik
Jawaban: A
Forward linkage = output sektor dimanfaatkan sektor lain.
5.
Matriks kebalikan
Leontief ditulis sebagai…
A. (A – I)⁻¹
B. (I – A)⁻¹
C. (I + A)⁻¹
D. (A × I)⁻¹
Jawaban: B
Formula inti: X = (I – A)⁻¹ Y.
6.
Jika sektor pertanian
diberi subsidi pupuk, dampaknya menurut I-O akan…
A. Hanya menaikkan output pertanian
B. Naik di pertanian, industri, dan jasa
C. Tidak memengaruhi sektor lain
D. Hanya memengaruhi konsumsi rumah tangga
Jawaban: B
Efek pengganda menjalar ke industri dan jasa.
7.
Angka pengganda output
menunjukkan…
A. Kenaikan output total akibat kenaikan satu unit permintaan akhir
B. Jumlah tenaga kerja yang terserap akibat investasi
C. Selisih ekspor-impor suatu sektor
D. Pertumbuhan PDB secara agregat
Jawaban: A
8.
SNSE (Social Accounting
Matrix) berbeda dari I-O karena…
A. Hanya fokus pada industri
B. Memasukkan rumah tangga, pemerintah, dan distribusi pendapatan
C. Tidak menggunakan matriks
D. Tidak bisa dipakai untuk analisis pembangunan
Jawaban: B
9.
Dalam konteks
hilirisasi nikel, keterkaitan ke depan penting karena…
A. Menunjukkan impor bahan baku
B. Menunjukkan produk turunan nikel digunakan sektor lain
C. Mengukur efisiensi fiskal
D. Menghitung PDRB daerah
Jawaban: B
10.
Efek pengganda tinggi
dari sektor pertanian mendukung kebijakan…
A. Swasembada pangan
B. Deregulasi pasar modal
C. Privatisasi BUMN
D. Perdagangan bebas minyak
Jawaban: A
11.
Model I-O membantu
perencana memilih…
A. Inflasi target BI
B. Sektor prioritas pembangunan
C. Kurs rupiah terhadap dolar
D. Tarif bea cukai
Jawaban: B
12.
Dalam perhitungan I-O,
“permintaan akhir” mencakup…
A. Konsumsi, investasi, ekspor, belanja pemerintah
B. Hanya konsumsi rumah tangga
C. Hanya ekspor dan impor
D. Hanya belanja pemerintah
Jawaban: A
13.
Jika multiplier output
> 2, artinya…
A. Setiap kenaikan 1 unit permintaan akhir menghasilkan > 2 unit output
total
B. Sektor tidak efisien
C. Impor lebih besar dari ekspor
D. Ada defisit fiskal
Jawaban: A
14.
Contoh kebijakan
dengan backward linkage kuat adalah…
A. Subsidi pupuk
B. Kenaikan tarif pajak
C. Penurunan suku bunga
D. Program bantuan sosial
Jawaban: A
Karena mendorong sektor pertanian yang banyak memakai input sektor lain.
15.
IKN Nusantara
diperkirakan punya multiplier besar di sektor…
A. Konstruksi dan jasa
B. Pertanian subsisten
C. Ekspor minyak mentah
D. Pajak daerah
Jawaban: A
16.
Leontief
memperkenalkan analisis I-O pada dekade…
A. 1920-an
B. 1930-an
C. 1940-an
D. 1950-an
Jawaban: B
17.
Dalam I-O, nilai
tambah suatu sektor adalah…
A. Output – input antara
B. Ekspor – impor
C. Konsumsi + investasi
D. PDB per kapita
Jawaban: A
18.
SNSE bermanfaat untuk
melihat…
A. Neraca pembayaran internasional
B. Distribusi pendapatan antar rumah tangga
C. Jumlah cadangan minyak
D. Nilai tukar rupiah
Jawaban: B
19.
Jika sektor industri
punya forward linkage rendah, artinya…
A. Outputnya sedikit dimanfaatkan sektor lain
B. Inputnya tidak tergantung impor
C. Pertumbuhannya paling tinggi
D. Paling banyak menyerap tenaga kerja
Jawaban: A
20.
Penggunaan I-O oleh
Bappenas penting untuk…
A. Menentukan kurs rupiah
B. Menyusun RPJMN dan RPJMD
C. Mengendalikan moneter
D. Mengatur devisa hasil ekspor
Jawaban: B
21.
Transisi energi (net
zero emission) dapat dianalisis dengan I-O untuk melihat…
A. Dampak pengurangan batubara pada sektor lain
B. Perubahan kurs dolar
C. Tingkat bunga bank
D. Harga emas internasional
Jawaban: A
22.
Dalam simulasi,
kenaikan permintaan 10 di Pertanian menghasilkan tambahan output 21,25. Artinya
multiplier output =…
A. 1,25
B. 2,125
C. 10
D. 0,5
Jawaban: B
23.
Keunggulan analisis
I-O dibanding metode lain adalah…
A. Lebih kualitatif
B. Lebih sederhana
C. Lebih rinci antar sektor
D. Tidak memerlukan data besar
Jawaban: C
24.
Analisis keterkaitan
(linkage) berguna untuk…
A. Identifikasi sektor unggulan
B. Menentukan kurs rupiah
C. Menilai inflasi bulanan
D. Mengukur utang pemerintah
Jawaban: A
25.
Contoh sektor dengan
backward linkage tinggi di Indonesia adalah…
A. Industri makanan dan minuman
B. Perdagangan online
C. Perhotelan
D. Jasa keuangan
Jawaban: A
26.
Jika suatu sektor
hanya sedikit memakai input dari sektor lain, maka…
A. Backward linkage rendah
B. Forward linkage tinggi
C. Multiplier besar
D. Nilai tambah rendah
Jawaban: A
27.
Kebijakan food estate
berhubungan dengan analisis I-O karena…
A. Meningkatkan keterkaitan pertanian dengan sektor lain
B. Mengurangi ketergantungan fiskal
C. Mengendalikan kurs rupiah
D. Membatasi impor BBM
Jawaban: A
28.
Matriks I-O pada level
regional membantu…
A. Menilai dampak kebijakan di daerah tertentu
B. Menentukan cadangan devisa nasional
C. Mengukur surplus perdagangan global
D. Mengendalikan inflasi inti
Jawaban: A
29.
Dalam pembangunan IKN,
I-O bisa menunjukkan…
A. Efek pengganda sektor konstruksi terhadap jasa dan industri
B. Jumlah ekspor migas
C. Harga minyak dunia
D. Inflasi global
Jawaban: A
30.
Perbedaan mendasar I-O
dan SNSE adalah…
A. I-O hanya mencatat arus antar sektor produksi, SNSE juga mencatat arus
pendapatan antar institusi
B. I-O lebih detail, SNSE lebih sederhana
C. I-O untuk jangka panjang, SNSE untuk jangka pendek
D. I-O dipakai di daerah, SNSE di pusat
Jawaban: A
📘 Soal Latihan Esai Analisis Kasus
1.
Kasus: Pemerintah Indonesia mendorong hilirisasi
nikel untuk mendukung industri baterai kendaraan listrik.
Soal: Jelaskan bagaimana analisis Input-Output dapat digunakan untuk
menilai dampak hilirisasi nikel terhadap perekonomian nasional!
Jawaban:
Analisis I-O menghitung forward linkage (output nikel olahan masuk ke
industri baterai, otomotif) dan backward linkage (smelter butuh listrik,
transportasi, bahan kimia). Dengan matriks (I – A)⁻¹, perencana bisa mengukur
multiplier output, pendapatan, dan tenaga kerja.
Penjelasan:
Hilirisasi bukan hanya tambang → smelter, tapi juga menggerakkan sektor energi,
logistik, dan manufaktur. Ini membantu pemerintah menunjukkan manfaat jangka
panjang dan justifikasi kebijakan larangan ekspor bijih.
2.
Kasus: Program food estate di Kalimantan
Tengah dijalankan untuk memperkuat ketahanan pangan.
Soal: Bagaimana analisis I-O dapat menunjukkan efek pengganda dari
kebijakan food estate?
Jawaban:
Dengan I-O, tambahan output pertanian → meningkatkan permintaan pupuk, mesin,
logistik, jasa distribusi. Multiplier effect dapat dihitung: setiap 1 unit
permintaan akhir pertanian → lebih dari 1 unit output total.
Penjelasan:
Efeknya bukan hanya panen beras meningkat, tapi juga penciptaan lapangan kerja
di industri pupuk dan jasa angkutan. Data ini memperkuat argumen pentingnya
kebijakan pertanian sebagai sektor basis.
3.
Kasus: Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Soal: Sektor apa yang paling diuntungkan menurut analisis I-O, dan
bagaimana dampaknya ke sektor lain?
Jawaban:
Sektor konstruksi → backward linkage tinggi (butuh baja, semen, listrik) dan
forward linkage (hasil pembangunan mendorong sektor jasa, pariwisata, keuangan).
Penjelasan:
IKN menjadi growth pole baru: dari konstruksi ke logistik, hingga jasa
publik. Analisis I-O membantu menunjukkan multiplier output dan tenaga kerja,
menjadi dasar justifikasi investasi besar.
4.
Kasus: Pemerintah berkomitmen mencapai Net Zero
Emission 2060.
Soal: Bagaimana I-O dapat dipakai untuk menganalisis transisi dari
batubara ke energi terbarukan?
Jawaban:
Model I-O bisa menghitung dampak pengurangan sektor batubara (output turun →
berdampak ke transportasi, listrik) dan tambahan investasi energi terbarukan
(panel surya, logistik, jasa maintenance).
Penjelasan:
Hasil analisis menunjukkan trade-off: kerugian di batubara bisa diimbangi
pertumbuhan energi bersih. Memberikan bukti kuantitatif untuk kebijakan
transisi energi.
5.
Kasus: Subsidi pupuk sering dikritik karena beban
fiskal tinggi.
Soal: Bagaimana SNSE dapat membantu menilai dampak subsidi pupuk
terhadap distribusi pendapatan rumah tangga?
Jawaban:
SNSE melacak aliran pendapatan → subsidi pupuk meningkatkan pendapatan petani,
menurunkan harga pangan untuk konsumen, tapi menambah beban fiskal pemerintah.
Penjelasan:
Tidak hanya output pertanian naik, tapi juga distribusi kesejahteraan ke rumah
tangga miskin. SNSE membantu memastikan subsidi tepat sasaran.
6.
Kasus: Pandemi COVID-19 menekan sektor pariwisata
Indonesia.
Soal: Bagaimana analisis I-O bisa dipakai untuk mengukur dampak
penurunan pariwisata terhadap sektor lain?
Jawaban:
Turunnya permintaan akhir pariwisata (jasa) → menurunkan permintaan makanan
& minuman, transportasi, perdagangan. Dengan I-O, total dampak ke output
nasional bisa dihitung.
Penjelasan:
I-O menunjukkan keterkaitan luas sektor pariwisata. Ini jadi dasar argumen
mengapa pemulihan pariwisata (misalnya lewat insentif) penting.
7.
Kasus: Pemerintah daerah ingin tahu sektor unggulan
untuk PDRB.
Soal: Bagaimana analisis keterkaitan (forward & backward linkage)
dalam I-O membantu menentukan sektor unggulan daerah?
Jawaban:
Sektor unggulan ditentukan oleh linkage tinggi (baik forward maupun backward).
Misalnya, industri makanan dan minuman punya backward linkage tinggi
(pertanian) dan forward linkage tinggi (perdagangan, jasa).
Penjelasan:
Dengan mengidentifikasi sektor unggulan, daerah bisa memfokuskan investasi
untuk memaksimalkan multiplier ekonomi.
8.
Kasus: Kebijakan larangan ekspor beras diterapkan
untuk jaga stok nasional.
Soal: Bagaimana I-O membantu menilai dampak kebijakan ini?
Jawaban:
I-O bisa mensimulasikan penurunan ekspor (final demand turun) → output
pertanian turun → berdampak ke industri makanan, jasa logistik.
Penjelasan:
Hasil analisis membantu perencana menimbang trade-off: keamanan pangan vs
kehilangan potensi pendapatan ekspor.
9.
Kasus: Indonesia mendorong ekonomi digital dan
e-commerce.
Soal: Bagaimana I-O dan SNSE bisa digunakan untuk mengukur dampaknya?
Jawaban:
I-O: kenaikan sektor jasa digital → multiplier ke logistik, transportasi,
perbankan.
SNSE: distribusi pendapatan rumah tangga → kelas menengah lebih diuntungkan.
Penjelasan:
Analisis gabungan I-O & SNSE membantu melihat manfaat ekonomi digital
sekaligus tantangan kesenjangan akses.
10.
Kasus: Pemerintah ingin meningkatkan ekspor produk
UMKM.
Soal: Bagaimana analisis I-O dapat mendukung kebijakan ini?
Jawaban:
I-O menunjukkan bahwa sektor UMKM (misalnya makanan, tekstil) punya backward
linkage tinggi dengan pertanian dan forward linkage dengan perdagangan.
Meningkatkan ekspor UMKM berarti meningkatkan output lintas sektor.
Penjelasan:
Dengan data I-O, pemerintah bisa menunjukkan multiplier UMKM dan menjadikannya
argumen untuk kebijakan insentif ekspor.
No comments:
Post a Comment