Friday, October 3, 2025

Test - GIS (Geographical Information Systems) Bagi Perencana Pembangunan

 

πŸ“˜ 30 Soal Latihan Pilihan Ganda 

Bagian A. Konsep Dasar SIG & Perencanaan (1–10)

  1. Apa peran utama SIG dalam tahap identifikasi potensi pembangunan?
    A. Menentukan pagu anggaran pembangunan
    B. Menganalisis hubungan antarinstansi
    C. Memetakan potensi SDA, SDM, dan masalah pembangunan
    D. Mengukur pertumbuhan ekonomi daerah
    Jawaban: C
    πŸ‘‰ SIG digunakan untuk memetakan potensi dan masalah pembangunan secara spasial.
  2. Data spasial dalam SIG ditunjukkan dengan …
    A. Angka pertumbuhan ekonomi
    B. Titik, garis, poligon, dan model elevasi digital
    C. Jumlah penduduk
    D. Laporan RPJMD
    Jawaban: B
    πŸ‘‰ Data spasial adalah data geografis, bukan angka statistik biasa.
  3. Contoh data atribut dalam SIG adalah …
    A. Sungai, jalan, pelabuhan
    B. Jumlah murid di sekolah, jenis jalan, tingkat kemiskinan desa
    C. Luas sawah, panjang sungai, tinggi gunung
    D. Peta jaringan transportasi
    Jawaban: B
    πŸ‘‰ Data atribut adalah informasi non-spasial yang melekat pada objek spasial.
  4. Salah satu manfaat overlay dalam analisis SIG adalah …
    A. Menentukan target SDGs
    B. Mengetahui pola kepemimpinan daerah
    C. Menentukan kesesuaian lahan untuk pembangunan tertentu
    D. Menentukan harga pasar
    Jawaban: C
    πŸ‘‰ Overlay menggabungkan beberapa peta untuk analisis kesesuaian.
  5. Buffering dalam SIG digunakan untuk …
    A. Membuat peta tematik
    B. Menentukan zona pengaruh suatu titik/garis
    C. Mengukur inflasi daerah
    D. Membuat RPJPN
    Jawaban: B
    πŸ‘‰ Buffering menciptakan zona pengaruh (contoh: radius 5 km dari pelabuhan).
  6. Analisis jaringan (network analysis) dalam SIG sangat relevan untuk …
    A. Evaluasi APBN
    B. Penentuan rute transportasi dan aksesibilitas
    C. Monitoring pertumbuhan penduduk
    D. Penyusunan target SDGs
    Jawaban: B
    πŸ‘‰ Analisis jaringan dipakai dalam perencanaan transportasi & logistik.
  7. SIG menjadi penting dalam RPJMN karena …
    A. Menggantikan fungsi Bappenas
    B. Memberi dasar evidence-based planning berbasis lokasi
    C. Menentukan besaran dana transfer daerah
    D. Mengganti dokumen RTRW
    Jawaban: B
    πŸ‘‰ SIG mendukung perencanaan berbasis bukti spasial.
  8. Dalam konteks SPBE dan Satu Data Indonesia, SIG berperan untuk …
    A. Membuat laporan cetak untuk publik
    B. Mengintegrasikan data spasial lintas kementerian/lembaga
    C. Menghapus data non-spasial
    D. Membatasi akses publik terhadap data pembangunan
    Jawaban: B
    πŸ‘‰ SIG membantu integrasi & interoperabilitas data nasional.
  9. Rencana Induk Pelabuhan (RIP) membutuhkan SIG untuk …
    A. Menentukan tarif jasa pelabuhan
    B. Menentukan DLKr, DLKp, alur pelayaran, hinterland
    C. Menentukan kurs rupiah terhadap dolar
    D. Menentukan jenis kapal yang boleh masuk
    Jawaban: B
    πŸ‘‰ SIG membantu perencanaan spasial pelabuhan.
  10. Dalam RPJPN 2025–2045, SIG berperan mendukung …
    A. Pembangunan berbasis keberlanjutan dan bukti spasial
    B. Penghapusan rencana tata ruang
    C. Penyederhanaan peran Pemda
    D. Revisi UU Keuangan Negara
    Jawaban: A
    πŸ‘‰ RPJPN menekankan pembangunan adaptif dan evidence-based.

Bagian B. Implementasi & Monitoring (11–20)

  1. Implementasi proyek PSN dipantau dengan SIG melalui …
    A. Media sosial
    B. Dashboard geospasial berbasis citra satelit
    C. Hanya laporan manual dari kontraktor
    D. Laporan keuangan BUMN
    Jawaban: B
    πŸ‘‰ Dashboard geospasial memungkinkan monitoring progres real-time.
  2. Pada tahap implementasi, SIG membantu menghindari …
    A. Konflik ruang antar-sektor
    B. Inflasi daerah
    C. Penurunan ekspor
    D. Konflik politik antarpartai
    Jawaban: A
    πŸ‘‰ SIG mengurangi konflik penggunaan lahan/ruang.
  3. Monitoring SIG dalam pembangunan IKN Nusantara digunakan untuk …
    A. Melihat harga tanah
    B. Memantau progres infrastruktur & deforestasi
    C. Mengukur inflasi IKN
    D. Menentukan kurs rupiah
    Jawaban: B
    πŸ‘‰ SIG digunakan untuk memantau pembangunan dan dampak ekologis.
  4. Indikator spasial yang bisa ditampilkan di dashboard monitoring pelabuhan adalah …
    A. Harga BBM
    B. Luas mangrove, throughput kontainer, akses jalan
    C. Tingkat inflasi
    D. Kurs rupiah
    Jawaban: B
    πŸ‘‰ Indikator spasial terkait ekologi & logistik bisa divisualkan dengan SIG.
  5. Salah satu manfaat SIG dalam implementasi RIP Batam–Bintan–Karimun adalah …
    A. Menentukan jumlah APBN untuk Pemda
    B. Menentukan zona industri, logistik, dan konservasi laut
    C. Menentukan kurs dolar
    D. Menghapus konflik politik
    Jawaban: B
    πŸ‘‰ Zonasi pelabuhan & industri di BBK berbasis SIG.
  6. Contoh penerapan buffering di pelabuhan adalah …
    A. Membuat zona pengaruh 5 km untuk menilai dampak lingkungan & sosial
    B. Menghitung kapasitas APBD
    C. Membuat laporan inflasi
    D. Menentukan harga kapal
    Jawaban: A
    πŸ‘‰ Buffering dipakai untuk analisis dampak sekitar pelabuhan.
  7. Evaluasi RPJMN berbasis SIG digunakan untuk …
    A. Menilai capaian spasial target pembangunan
    B. Mengukur kurs rupiah
    C. Mengganti UU No. 25/2004
    D. Menentukan harga pangan
    Jawaban: A
    πŸ‘‰ SIG membandingkan target vs realisasi pembangunan secara spasial.
  8. Monitoring SIG dalam Food Estate menunjukkan …
    A. Perubahan luas lahan produktif dan hutan
    B. Kurs rupiah
    C. Inflasi nasional
    D. Harga sawit
    Jawaban: A
    πŸ‘‰ SIG memantau produktivitas dan perubahan tutupan lahan.
  9. Dashboard SIG untuk proyek strategis nasional biasanya berisi …
    A. Data inflasi
    B. Peta progres fisik, dampak lingkungan, dan akses transportasi
    C. Harga BBM
    D. Statistik politik
    Jawaban: B
    πŸ‘‰ Dashboard menampilkan progres pembangunan berbasis lokasi.
  10. Dengan SIG, implementasi pembangunan menjadi …
    A. Lebih efisien, terukur, dan transparan
    B. Lebih sulit dipantau
    C. Tidak berbasis data
    D. Tidak bisa dievaluasi
    Jawaban: A
    πŸ‘‰ SIG meningkatkan akuntabilitas pembangunan.

Bagian C. Feedback & Revisi (21–30)

  1. Fungsi SIG dalam feedback perencanaan adalah …
    A. Menilai realisasi spasial dan memberi masukan revisi RPJMN/RPJMD
    B. Mengganti Bappenas
    C. Menghapus RTRW
    D. Menentukan kurs dolar
    Jawaban: A
    πŸ‘‰ Feedback SIG memperbaiki dokumen perencanaan ke depan.
  2. Deviasi tata ruang bisa dideteksi SIG, contohnya …
    A. Industri tumbuh di zona pertanian
    B. Harga minyak naik
    C. Inflasi meningkat
    D. APBN defisit
    Jawaban: A
    πŸ‘‰ SIG memperlihatkan ketidaksesuaian tata ruang.
  3. Jika SIG menunjukkan kenaikan muka laut lebih cepat, maka revisi RPJMN perlu …
    A. Fokus adaptasi pesisir dan pelabuhan
    B. Menghapus pembangunan industri
    C. Mengurangi inflasi
    D. Mengubah kurs rupiah
    Jawaban: A
    πŸ‘‰ Data spasial memaksa perencanaan adaptif terhadap iklim.
  4. Feedback SIG pada RIP Tanjung Priok mengarah pada …
    A. Integrasi transportasi darat (kereta barang, dry port)
    B. Penghapusan pelabuhan
    C. Inflasi nasional
    D. Kurs rupiah
    Jawaban: A
    πŸ‘‰ Revisi RIP diarahkan ke konektivitas hinterland.
  5. Revisi RTRW DKI Jakarta akibat SIG monitoring banjir menekankan …
    A. Infrastruktur hijau (sumur resapan, RTH, naturalisasi)
    B. Inflasi moneter
    C. Harga tanah
    D. Penghapusan RPJMD
    Jawaban: A
    πŸ‘‰ SIG menunjukkan banjir → revisi ke arah solusi hijau.
  6. SIG mendukung RPJMN adaptif karena …
    A. Bisa memodelkan skenario perubahan lingkungan & sosial-ekonomi
    B. Menentukan kurs rupiah
    C. Menghapus target SDGs
    D. Mengurangi belanja pegawai
    Jawaban: A
    πŸ‘‰ SIG mendukung skenario what-if analysis.
  7. Contoh feedback Food Estate Kalimantan Tengah adalah …
    A. Penyesuaian target luas dan fokus modernisasi irigasi
    B. Penghapusan pertanian nasional
    C. Inflasi meningkat
    D. Menghapus APBN
    Jawaban: A
    πŸ‘‰ Hasil monitoring SIG → target luas diturunkan.
  8. Mekanisme revisi RPJMN menurut UU No. 25/2004 harus berbasis …
    A. Evaluasi data, termasuk SIG
    B. Inflasi nasional
    C. Kurs rupiah
    D. Politik praktis
    Jawaban: A
    πŸ‘‰ UU menuntut evaluasi berbasis bukti.
  9. SIG membantu mencegah konflik kebijakan antar sektor dengan cara …
    A. Menyajikan data spasial lintas sektor untuk sinkronisasi
    B. Menghapus APBN
    C. Mengubah kurs rupiah
    D. Mengurangi belanja pegawai
    Jawaban: A
    πŸ‘‰ SIG = integrasi data spasial → sinkronisasi kebijakan.
  10. Inti penggunaan SIG dalam siklus perencanaan nasional adalah …
    A. Perencanaan berbasis data, adaptif, berkelanjutan, transparan
    B. Perencanaan berbasis intuisi politik
    C. Menghapus RPJMN
    D. Menentukan kurs dolar
    Jawaban: A
    πŸ‘‰ SIG menjamin perencanaan lebih ilmiah, efisien, dan akuntabel.

πŸ“˜ 10 Soal Latihan Esai – Kasus Aktual

1. Food Estate Kalimantan Tengah

Pertanyaan:
Program Food Estate di Kalimantan Tengah dinilai belum optimal karena masalah lahan gambut dan irigasi. Jelaskan bagaimana SIG dapat digunakan untuk evaluasi dan perbaikan program ini, serta rekomendasi revisi kebijakan di RPJMN berikutnya!

Jawaban:

  • SIG memantau perubahan lahan sawah vs gambut (citra satelit, overlay kesesuaian lahan).
  • Analisis spasial → identifikasi lokasi lahan produktif vs tidak produktif.
  • Feedback: fokuskan food estate di lokasi dengan tanah mineral + akses air.
  • RPJMN revisi target luas, tambahkan investasi di infrastruktur irigasi.

2. Rencana Induk Pelabuhan Tanjung Priok

Pertanyaan:
Throughput kontainer Tanjung Priok tidak mencapai target RIP. Bagaimana SIG dapat dipakai untuk evaluasi kinerja pelabuhan dan rekomendasi revisi kebijakan logistik nasional?

Jawaban:

  • SIG analisis arus barang (truck GPS, jalur distribusi, network analysis).
  • Identifikasi bottleneck → akses jalan/kereta.
  • Solusi: integrasi dry port & jalur kereta barang.
  • Revisi RIP + kebijakan logistik RPJMN → fokus intermodal connectivity.

3. Ibu Kota Nusantara (IKN)

Pertanyaan:
Pembangunan IKN menghadapi kritik terkait risiko deforestasi. Bagaimana SIG bisa digunakan untuk monitoring & feedback dalam menjaga visi smart & green city?

Jawaban:

  • SIG: citra satelit untuk memantau deforestasi, overlay dengan masterplan.
  • Evaluasi: lahan terbangun vs target RTH (65%).
  • Feedback: revisi tata ruang IKN → tambah kawasan hijau, zona resapan air.
  • Kebijakan: pemantauan berkelanjutan dengan dashboard geospasial IKN.

4. Banjir Jakarta

Pertanyaan:
SIG menunjukkan banjir Jakarta semakin meluas. Jelaskan bagaimana SIG dipakai dalam evaluasi RPJMD DKI dan rekomendasi revisinya.

Jawaban:

  • SIG analisis peta banjir tahunan, overlay dengan tata ruang & permukiman.
  • Hasil: infrastruktur abu-abu tidak cukup.
  • Feedback: revisi RPJMD → fokus naturalisasi sungai, sumur resapan, ruang hijau.
  • Kebijakan: shifting dari grey infrastructuregreen infrastructure.

5. Kawasan Industri Batam–Bintan–Karimun (BBK)

Pertanyaan:
Dalam implementasi Perpres No. 1/2024 tentang RIP KPBPB Batam, Bintan, Karimun, muncul potensi konflik zonasi industri dengan kawasan konservasi laut. Bagaimana SIG digunakan untuk mengatasi hal ini?

Jawaban:

  • SIG: overlay zonasi industri vs kawasan konservasi (RZWP3K).
  • Identifikasi konflik → zona yang tumpang tindih.
  • Solusi: revisi zonasi berbasis analisis spasial → industri dialihkan ke zona minim dampak.
  • Feedback: revisi RIP & RZWP3K Kepulauan Riau.

6. Tol Laut

Pertanyaan:
Tol Laut di beberapa trayek dianggap belum efisien karena muatan balik kosong. Bagaimana SIG dapat digunakan untuk evaluasi dan revisi kebijakan trayek Tol Laut?

Jawaban:

  • SIG memetakan arus barang dari hinterland → pelabuhan.
  • Identifikasi trayek dengan muatan balik rendah.
  • Solusi: revisi trayek → arahkan ke daerah dengan potensi produksi tinggi.
  • Feedback: integrasi RPJMN sektor perhubungan dengan data spasial perdagangan.

7. Program PSN Jalan Tol

Pertanyaan:
Sebagian proyek jalan tol PSN belum meningkatkan ekonomi lokal. Bagaimana SIG digunakan untuk mengevaluasi hal ini dan memberi masukan revisi RPJMN?

Jawaban:

  • SIG analisis aksesibilitas desa/industri sebelum & sesudah tol (network analysis).
  • Identifikasi: daerah sekitar tol masih belum terhubung ke interchange.
  • Feedback: RPJMN tambahkan program feeder road.
  • Revisi kebijakan: pembangunan tol harus disertai jaringan pendukung lokal.

8. Pariwisata Bali & Tanah Ampo

Pertanyaan:
RIP Tanah Ampo di Bali direncanakan untuk kapal pesiar, namun utilisasi rendah. Bagaimana SIG dapat membantu evaluasi dan rekomendasi kebijakan pembangunan pelabuhan wisata berkelanjutan?

Jawaban:

  • SIG analisis arus wisatawan, akses transportasi, daya dukung lingkungan.
  • Hasil: pelabuhan jauh dari pusat wisata.
  • Feedback: RPJMN → fokus integrasi transportasi darat & promosi wisata cruise.
  • Revisi kebijakan: Tanah Ampo dijadikan multi-purpose port bukan hanya cruise.

9. Perubahan Iklim & Pesisir Utara Jawa

Pertanyaan:
Kenaikan muka laut mengancam pesisir utara Jawa. Bagaimana SIG bisa mendukung revisi kebijakan pembangunan pesisir dan pelabuhan?

Jawaban:

  • SIG: pemodelan SLR (sea level rise) + data DEM.
  • Identifikasi: pelabuhan & permukiman terdampak banjir rob.
  • Feedback: revisi RPJMN → tambah anggaran tanggul laut, adaptasi pelabuhan.
  • Kebijakan: relokasi sebagian permukiman pesisir.

10. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika

Pertanyaan:
Meskipun ada KEK Mandalika, dampak ekonomi lokal masih terbatas. Bagaimana SIG dapat membantu evaluasi dan rekomendasi kebijakan pembangunan KEK?

Jawaban:

  • SIG analisis konektivitas Mandalika dengan desa sekitar (aksesibilitas & dampak sosial-ekonomi).
  • Identifikasi: distribusi manfaat belum merata.
  • Feedback: revisi RPJMN → program integrasi UMKM lokal dalam rantai pasok pariwisata.
  • Kebijakan: KEK harus dilengkapi dengan perencanaan inklusif berbasis spasial.

No comments:

Post a Comment