📘 Latihan Soal Latihan Pilihan Ganda (30 Butir)
1.
Dokumen perencanaan
yang memuat visi jangka panjang pembangunan Indonesia selama 20 tahun adalah …
A. RPJMN
B. RPJPN
C. RKP
D. Renstra K/L
✅ Jawaban: B
Penjelasan: RPJPN (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional) berisi
visi pembangunan selama 20 tahun.
2.
RPJMN 2025–2029
menempatkan transportasi laut sebagai …
A. Alat distribusi pangan semata
B. Tulang punggung Sistem Logistik Nasional
C. Infrastruktur tambahan bagi sektor darat
D. Program percontohan lingkungan
✅ Jawaban: B
Penjelasan: RPJMN menekankan transportasi laut sebagai backbone logistik
nasional untuk menekan biaya logistik.
3.
Salah satu tujuan
utama kebijakan transportasi laut dalam RPJMN 2025–2029 adalah …
A. Menurunkan biaya logistik nasional hingga ±15% PDB
B. Meningkatkan jumlah kapal milik BUMN
C. Mengurangi impor kapal barang
D. Menambah dermaga di Jawa
✅ Jawaban: A
Penjelasan: Efisiensi logistik adalah target utama, biaya logistik
nasional diupayakan turun dari ±23% ke 15% PDB.
4.
Program Tol Laut
pertama kali diluncurkan pada …
A. RPJMN 2005–2009
B. RPJMN 2010–2014
C. RPJMN 2015–2019
D. RPJMN 2020–2024
✅ Jawaban: C
Penjelasan: Tol Laut mulai masuk prioritas nasional pada RPJMN
2015–2019.
5.
Kebijakan Green
Port bertujuan untuk …
A. Memperluas terminal kontainer
B. Mengurangi emisi pelabuhan
C. Mengalihkan subsidi BBM ke pelabuhan
D. Meningkatkan jumlah kapal impor
✅ Jawaban: B
Penjelasan: Green Port fokus pada aspek lingkungan, seperti shore power
dan energi terbarukan.
6.
Contoh pelabuhan yang
diarahkan menjadi cruise terminal ramah lingkungan adalah …
A. Tanjung Priok
B. Bitung
C. Benoa
D. Patimban
✅ Jawaban: C
Penjelasan: Pelabuhan Benoa (Bali) dikembangkan sebagai cruise terminal
berkonsep hijau.
7.
Pelabuhan Patimban
diprioritaskan untuk mendukung …
A. Ekspor hasil pertanian
B. Ekspor otomotif
C. Pariwisata Bali
D. Pertambangan nikel
✅ Jawaban: B
Penjelasan: Patimban dirancang sebagai hub ekspor otomotif dari Jawa
Barat.
8.
Masalah utama dalam
implementasi Tol Laut adalah …
A. Keterlambatan kapal impor
B. Ketiadaan dermaga internasional
C. Masalah muatan balik (kapal pulang kosong)
D. Kurangnya kapal cruise
✅ Jawaban: C
Penjelasan: Tantangan utama tol laut adalah kapal sering pulang tanpa
muatan (empty backhaul).
9.
Dokumen perencanaan
yang menjadi dasar penyusunan APBN adalah …
A. RPJPN
B. RPJMN
C. RKP
D. Renstra K/L
✅ Jawaban: C
Penjelasan: RKP (Rencana Kerja Pemerintah) tahunan menjadi dasar
penyusunan APBN.
10.
Konsep smart port
dalam pembangunan pelabuhan diarahkan pada …
A. Penambahan jumlah dermaga
B. Digitalisasi dan otomasi operasional pelabuhan
C. Penggunaan kapal penumpang lebih banyak
D. Menghapus tol laut
✅ Jawaban: B
Penjelasan: Smart port memanfaatkan IoT, big data, dan blockchain untuk
meningkatkan efisiensi.
11.
Ambon New Port
dikembangkan sebagai …
A. Hub pariwisata
B. Hub logistik perikanan
C. Hub pertambangan nikel
D. Hub ekspor otomotif
✅ Jawaban: B
Penjelasan: Ambon diproyeksikan sebagai hub logistik perikanan nasional.
12.
Indikator kinerja
pembangunan pelabuhan yang sering digunakan adalah …
A. Dwelling time
B. Harga tiket kapal
C. Jumlah ABK
D. Panjang dermaga
✅ Jawaban: A
Penjelasan: Dwelling time adalah waktu tunggu kapal di pelabuhan,
indikator efisiensi utama.
13.
Biaya logistik
Indonesia dibandingkan negara ASEAN lain tergolong …
A. Paling rendah
B. Paling tinggi
C. Sama rata
D. Tidak terukur
✅ Jawaban: B
Penjelasan: Biaya logistik Indonesia ±23% PDB, jauh lebih tinggi
dibanding Malaysia/Thailand (±13–15%).
14.
Renstra
Kementerian/Lembaga disusun untuk jangka waktu …
A. 1 tahun
B. 3 tahun
C. 5 tahun
D. 10 tahun
✅ Jawaban: C
Penjelasan: Renstra mengikuti periode RPJMN, yaitu 5 tahun.
15.
Dokumen yang merinci
program kerja K/L tahunan adalah …
A. RPJPN
B. Renja K/L
C. RPJMN
D. RKP
✅ Jawaban: B
Penjelasan: Renja K/L menjabarkan kegiatan tahunan sesuai dengan RKP.
16.
Program subsidi kapal
perintis terutama ditujukan untuk …
A. Menambah pendapatan BUMN pelayaran
B. Menurunkan disparitas harga barang di daerah 3T
C. Mengurangi impor kapal tanker
D. Memperluas ekspor otomotif
✅ Jawaban: B
Penjelasan: Subsidi kapal perintis fokus pada aksesibilitas &
stabilisasi harga di wilayah 3T.
17.
Bitung (Sulawesi
Utara) ditetapkan sebagai …
A. Hub otomotif internasional
B. Hub pariwisata Asia Tenggara
C. Hub internasional kawasan Pasifik
D. Hub pertambangan nikel
✅ Jawaban: C
Penjelasan: Bitung dikembangkan sebagai hub internasional menuju
Pasifik.
18.
Konsep pembangunan
berkelanjutan dalam sektor maritim selaras dengan …
A. SDG 1 dan SDG 2
B. SDG 7 dan SDG 13
C. SDG 9, 11, dan 13
D. SDG 14 dan SDG 15
✅ Jawaban: C
Penjelasan: Transportasi laut terkait SDG 9 (Infrastruktur), SDG 11
(Kota Berkelanjutan), dan SDG 13 (Iklim).
19.
Fungsi utama
Musrenbang dalam SPPN adalah …
A. Menyusun APBN
B. Menentukan tarif kapal
C. Menyerap aspirasi masyarakat dalam perencanaan
D. Mengatur ekspor impor
✅ Jawaban: C
Penjelasan: Musrenbang adalah forum partisipatif untuk menyerap aspirasi
masyarakat.
20.
Penerapan Inaportnet
bertujuan …
A. Menambah jumlah kapal asing
B. Digitalisasi layanan kapal di pelabuhan
C. Meningkatkan tarif logistik
D. Menghapus dokumen perencanaan
✅ Jawaban: B
Penjelasan: Inaportnet adalah sistem digital untuk layanan perizinan
kapal dan barang di pelabuhan.
21.
Dokumen perencanaan
yang berfungsi sebagai penjabaran visi Presiden terpilih adalah …
A. RPJPN
B. RPJMN
C. RKP
D. Renstra
✅ Jawaban: B
Penjelasan: RPJMN menjabarkan visi Presiden untuk masa jabatan 5 tahun.
22.
Salah satu kelemahan
perencanaan berbasis proyek di sektor maritim adalah …
A. Tidak jelas indikator output
B. Tidak bisa dibiayai APBN
C. Terlalu banyak dermaga
D. Tidak ada operator kapal
✅ Jawaban: A
Penjelasan: Perencanaan berbasis proyek sering tidak fokus pada outcome
yang terukur.
23.
Pelabuhan Belawan
diarahkan untuk pengembangan …
A. Green Port
B. Ekspor otomotif
C. Pariwisata cruise
D. Tol laut
✅ Jawaban: A
Penjelasan: Belawan (Sumatera Utara) jadi percontohan pelabuhan ramah
lingkungan.
24.
Konsep muatan balik
(backhaul) penting dalam tol laut karena …
A. Menentukan harga tiket penumpang
B. Menekan biaya operasi kapal
C. Menambah APBN
D. Mengurangi ekspor
✅ Jawaban: B
Penjelasan: Tanpa muatan balik, biaya operasi kapal tinggi dan subsidi
jadi membengkak.
25.
Salah satu peran perencana
pembangunan nasional adalah …
A. Menyusun Rencana Kerja Tahunan K/L
B. Menentukan tarif logistik
C. Mengawasi kapal asing
D. Mengimpor kontainer
✅ Jawaban: A
Penjelasan: Perencana berperan dalam penyusunan dokumen perencanaan K/L
sesuai SPPN.
26.
RPJMN 2025–2029
menekankan transformasi ekonomi hijau dan digital. Dalam sektor laut,
ini diwujudkan dengan …
A. Menambah subsidi BBM kapal
B. Membangun pelabuhan green & smart port
C. Mengurangi dermaga di Jawa
D. Menambah tarif pelabuhan
✅ Jawaban: B
Penjelasan: Transformasi diwujudkan lewat pembangunan pelabuhan hijau
dan digital.
27.
Dokumen perencanaan
jangka menengah daerah disebut …
A. RPJPN
B. RPJMD
C. RKP
D. Renja
✅ Jawaban: B
Penjelasan: RPJMD adalah dokumen jangka menengah daerah (5 tahun).
28.
Kebijakan transportasi
laut yang langsung mendukung ketahanan pangan adalah …
A. Green Port
B. Tol Laut
C. Smart Port
D. Hub Otomotif
✅ Jawaban: B
Penjelasan: Tol laut menyalurkan kebutuhan pokok ke wilayah 3T untuk
menjaga harga pangan.
29.
Penggunaan big data
dan GIS dalam perencanaan transportasi laut terutama untuk …
A. Mempercepat bongkar muat
B. Memetakan trayek kapal & permintaan logistik
C. Mengurangi jumlah dermaga
D. Menambah kapal cruise
✅ Jawaban: B
Penjelasan: Big data & GIS membantu analisis trayek dan prediksi
permintaan barang.
30.
Salah satu kendala
dalam pendanaan pembangunan pelabuhan adalah …
A. Tidak bisa dibiayai KPBU
B. Keterbatasan APBN
C. Hanya didukung swasta
D. Harus impor seluruh peralatan
✅ Jawaban: B
Penjelasan: Keterbatasan APBN jadi kendala utama, sehingga diperlukan
skema KPBU.
📘 Latihan Soal Latihan Esai Analisis Kasus
1. Kasus:
Biaya logistik
Indonesia masih tinggi (±23% PDB), jauh di atas Malaysia (13%) dan Thailand
(15%).
Pertanyaan: Bagaimana peran transportasi laut dalam menurunkan biaya
logistik nasional, dan strategi apa yang harus ditempuh menurut RPJMN
2025–2029?
✅ Jawaban & Penjelasan:
Transportasi laut sebagai backbone logistik nasional mampu menekan biaya
distribusi antar pulau. Strateginya: (1) digitalisasi pelabuhan (smart port),
(2) optimalisasi tol laut, (3) pengembangan hub logistik di luar Jawa, (4)
integrasi moda darat-laut. Semua selaras dengan RPJMN 2025–2029 yang
menargetkan biaya logistik ±15% PDB.
2. Kasus:
Tol Laut sudah
berjalan hampir 10 tahun, tetapi kapal sering kembali kosong.
Pertanyaan: Apa masalah kebijakan utama dalam tol laut, dan bagaimana
perencanaan dapat memperbaikinya?
✅ Jawaban & Penjelasan:
Masalah utama: muatan balik lemah (empty backhaul). Solusi: (1) integrasi tol
laut dengan pusat produksi daerah (UMKM, perikanan, pertanian), (2) insentif
logistik daerah, (3) sinergi pemerintah daerah dengan BUMN/ swasta. Perencana
harus menekankan supply chain approach bukan sekadar trayek kapal.
3. Kasus:
Pemerintah
mengembangkan Pelabuhan Patimban untuk ekspor otomotif.
Pertanyaan: Bagaimana kebijakan ini berkontribusi terhadap transformasi
ekonomi nasional?
✅ Jawaban & Penjelasan:
Patimban memperkuat daya saing industri otomotif (basis di Jawa Barat),
mengurangi beban Tanjung Priok, dan mendukung diversifikasi ekspor. Ini
mendukung transformasi ekonomi nasional menuju industri bernilai tambah, sesuai
arah RPJPN 2025–2045.
4. Kasus:
Indonesia sedang mengembangkan
green port initiative di Benoa dan Belawan.
Pertanyaan: Jelaskan keterkaitannya dengan agenda pembangunan
berkelanjutan (SDGs) dan RPJMN 2025–2029!
✅ Jawaban & Penjelasan:
Green port mendukung SDG 9 (infrastruktur berkelanjutan), SDG 11 (kota &
komunitas berkelanjutan), dan SDG 13 (aksi iklim). Dalam RPJMN 2025–2029,
pelabuhan diarahkan mengurangi emisi melalui shore power, energi terbarukan,
dan efisiensi energi.
5. Kasus:
Ambon New Port
direncanakan sebagai hub logistik perikanan nasional.
Pertanyaan: Bagaimana strategi perencana untuk memastikan keberhasilan
fungsi pelabuhan ini?
✅ Jawaban & Penjelasan:
Strategi: (1) integrasi dengan kawasan industri perikanan, (2) konektivitas ke
hinterland (jalan, cold storage), (3) dukungan regulasi ekspor hasil laut, (4)
kemitraan dengan swasta. Perencana harus memastikan pelabuhan tidak sekadar
infrastruktur fisik, tapi ekosistem logistik perikanan.
6. Kasus:
Konektivitas wilayah
timur Indonesia masih tertinggal dibanding barat.
Pertanyaan: Bagaimana peran SPPN dalam menyelaraskan kebijakan
pusat-daerah untuk mengatasi ketimpangan wilayah ini?
✅ Jawaban & Penjelasan:
SPPN menjamin integrasi RPJMN dengan RPJMD. Perencana harus memastikan proyek
nasional (tol laut, pelabuhan hub Bitung, Ambon, Sorong) masuk RPJMD
provinsi/kabupaten. Musrenbang dan Renja K/L menjadi instrumen koordinasi agar
kebijakan pusat-daerah selaras.
7. Kasus:
Digitalisasi pelabuhan
(Inaportnet, IoT, blockchain) masih terbatas di pelabuhan besar.
Pertanyaan: Apa tantangan perencanaan dalam perluasan smart port, dan
bagaimana solusinya?
✅ Jawaban & Penjelasan:
Tantangan: (1) keterbatasan SDM digital, (2) biaya investasi tinggi, (3)
ketidaksiapan regulasi. Solusi: (1) program peningkatan kapasitas SDM pelabuhan,
(2) skema KPBU untuk investasi IT, (3) harmonisasi regulasi digitalisasi
logistik.
8. Kasus:
Subsidi kapal perintis
sering dikritik tidak efisien.
Pertanyaan: Bagaimana pendekatan kebijakan berbasis outcome dapat
diterapkan pada subsidi kapal perintis?
✅ Jawaban & Penjelasan:
Subsidi harus diukur dengan indikator outcome, seperti: (1) penurunan
disparitas harga, (2) peningkatan frekuensi distribusi, (3) pertumbuhan ekonomi
daerah 3T. Perencana harus memfokuskan anggaran subsidi pada wilayah dengan dampak
sosial-ekonomi terbesar.
9. Kasus:
Indonesia berambisi
menjadi poros maritim dunia.
Pertanyaan: Bagaimana perencanaan transportasi laut dapat mendukung visi
ini dalam RPJPN 2025–2045?
✅ Jawaban & Penjelasan:
Strategi: (1) membangun pelabuhan hub internasional, (2) memperkuat armada
niaga nasional, (3) mengembangkan industri maritim (galangan kapal, logistik),
(4) membangun SDM maritim kelas dunia. Semua harus terintegrasi dalam RPJPN
agar Indonesia jadi pusat perdagangan dan logistik maritim global.
10. Kasus:
Ketahanan pangan
nasional sangat bergantung pada distribusi logistik antar pulau.
Pertanyaan: Bagaimana kebijakan transportasi laut berperan dalam
mendukung ketahanan pangan?
✅ Jawaban & Penjelasan:
Transportasi laut mendistribusikan pangan ke wilayah 3T dengan harga stabil.
Tol laut, kapal perintis, dan cold chain logistik sangat krusial. Perencana
harus memasukkan integrasi tol laut dengan sentra produksi pangan (Sulawesi,
Kalimantan, Maluku) agar distribusi lebih efisien.
No comments:
Post a Comment