📝 30 Soal Latihan Pilihan Ganda
1.
Apa pengertian “ruang”
menurut konsep penataan ruang di Indonesia?
a. Tempat yang hanya mencakup wilayah daratan
b. Wadah yang meliputi darat, laut, udara sebagai kesatuan wilayah
c. Area yang digunakan untuk pembangunan permukiman saja
d. Zona yang hanya terbatas pada kawasan kota
Jawaban: b
Penjelasan: Ruang adalah wadah darat, laut, udara sebagai kesatuan
tempat hidup manusia dan makhluk lainnya.
2.
Mengapa penataan ruang
diperlukan?
a. Karena ruang selalu tersedia tanpa batas
b. Agar pembangunan fokus hanya pada aspek ekonomi
c. Karena ruang terbatas, harus diatur agar optimal dan berkelanjutan
d. Supaya semua wilayah menjadi kota besar
Jawaban: c
Penjelasan: Penataan ruang dibutuhkan karena ruang terbatas,
pemanfaatannya harus optimal dan berkesinambungan.
3.
Apa tujuan utama
penataan ruang wilayah?
a. Mengubah semua ruang lindung menjadi ruang budidaya
b. Memaksimalkan pertumbuhan ekonomi tanpa mempertimbangkan lingkungan
c. Pemanfaatan ruang yang seimbang antara kebutuhan dan daya dukung lingkungan
d. Menjadikan seluruh wilayah sama rata
Jawaban: c
Penjelasan: Tujuan penataan ruang adalah pemanfaatan optimal yang
seimbang antara kebutuhan pertumbuhan dan daya dukung.
4.
Kebijakan pemindahan
Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur adalah contoh dari…
a. Konservasi ruang lindung
b. Pemerataan pembangunan wilayah
c. Urbanisasi cepat di Jawa
d. Alih fungsi lahan sawah
Jawaban: b
Penjelasan: Pemindahan IKN bertujuan pemerataan pembangunan antarwilayah
dan mengurangi beban Jawa.
5.
Konsep “daya dukung
ruang” berarti…
a. Ketersediaan ruang kosong yang belum digunakan
b. Kemampuan ruang untuk mendukung aktivitas sesuai kapasitasnya
c. Luas wilayah administratif
d. Total penduduk di suatu daerah
Jawaban: b
Penjelasan: Daya dukung adalah kemampuan ruang menampung aktivitas
manusia sesuai batas lingkungan.
6.
Program “food estate”
di Kalimantan dan Papua terkait dengan penataan ruang untuk…
a. Permukiman baru
b. Kawasan strategis pariwisata
c. Ketahanan pangan nasional
d. Zona industri maritim
Jawaban: c
Penjelasan: Food estate adalah kebijakan ruang untuk ketahanan pangan
melalui lahan pertanian skala besar.
7.
Urban sprawl yang
terjadi akibat pembangunan tol trans-Jawa adalah contoh…
a. Pemanfaatan ruang tunggal
b. Pemanfaatan ruang tidak terkendali
c. Konservasi ruang hijau
d. Pengendalian tata ruang
Jawaban: b
Penjelasan: Urban sprawl adalah perluasan kota tanpa kontrol tata ruang
yang baik.
8.
Kawasan pesisir
Jakarta mengalami banjir rob dan penurunan tanah. Implikasi kebijakan ruangnya
adalah…
a. Mendorong urbanisasi lebih padat
b. Menetapkan zona rawan bencana sebagai kawasan terbangun
c. Melindungi kawasan sempadan pantai dari permukiman padat
d. Menghentikan pembangunan seluruh kota
Jawaban: c
Penjelasan: Tata ruang harus melindungi kawasan rawan bencana dan
pesisir dari pemukiman.
9.
Rencana Tata Ruang
Wilayah (RTRW) termasuk dalam kategori…
a. Rencana jangka panjang struktural
b. Rencana tindak jangka pendek
c. Kebijakan sektoral teknis
d. Analisis daya dukung lingkungan saja
Jawaban: a
Penjelasan: RTRW adalah rencana jangka panjang struktural untuk
pemanfaatan ruang.
10.
Kebijakan keruangan
(spatial policy) berbeda dari RTRW karena…
a. Hanya berupa peta tata guna lahan
b. Lebih bersifat jangka pendek dan operasional
c. Tidak memperhatikan keseimbangan ruang
d. Tidak terkait pembangunan
Jawaban: b
Penjelasan: Kebijakan keruangan biasanya jangka pendek/operasional, RTRW
lebih panjang dan komprehensif.
11.
Program smart city
dan TOD (Transit Oriented Development) termasuk dalam penataan ruang di
sektor…
a. Desa
b. Kehutanan
c. Perkotaan berkelanjutan
d. Pertanian
Jawaban: c
Penjelasan: Smart city & TOD adalah strategi penataan ruang
perkotaan berkelanjutan.
12.
Pembangunan jalan tol,
kereta cepat, dan pelabuhan hub internasional akan memengaruhi ruang melalui…
a. Penurunan nilai ruang
b. Urban decay
c. Peningkatan aksesibilitas dan nilai ruang
d. Pengurangan konektivitas
Jawaban: c
Penjelasan: Infrastruktur meningkatkan aksesibilitas dan nilai ruang.
13.
Kawasan Strategis
Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo memerlukan penataan ruang yang seimbang
antara…
a. Konservasi lingkungan dan pariwisata
b. Industri tambang dan pariwisata
c. Permukiman liar dan perhotelan
d. Hutan produksi dan sawit
Jawaban: a
Penjelasan: Penataan ruang KSPN menekankan keseimbangan antara ekowisata
dan konservasi.
14.
Alih fungsi sawah
produktif di Jawa menjadi perumahan adalah contoh masalah ruang yang berdampak
pada…
a. Ketahanan pangan nasional
b. Konektivitas transportasi
c. Pemerataan pendidikan
d. Perluasan kawasan industri
Jawaban: a
Penjelasan: Hilangnya sawah produktif melemahkan ketahanan pangan.
15.
Konsep pemanfaatan
ruang majemuk berarti…
a. Satu ruang hanya untuk satu fungsi
b. Banyak ruang hanya untuk satu fungsi
c. Satu ruang bisa memiliki banyak fungsi terkait
d. Semua ruang dijadikan industri
Jawaban: c
Penjelasan: Pemanfaatan ruang majemuk = satu ruang dimanfaatkan untuk
banyak fungsi.
16.
Faktor utama yang
membedakan kebijakan ruang di kawasan perkotaan dibanding pedesaan adalah…
a. Nilai ekonomi ruang dan kepadatan aktivitas
b. Keterisolasian wilayah
c. Orientasi pada pertanian subsisten
d. Pengaruh adat istiadat
Jawaban: a
Penjelasan: Di perkotaan, ruang dipengaruhi nilai ekonomi tinggi,
sedangkan desa dipengaruhi jarak dan aksesibilitas.
17.
Analisis keruangan
dilakukan untuk…
a. Mengukur jumlah penduduk
b. Mengenali kesesuaian dan kemampuan pemanfaatan ruang
c. Menentukan harga tanah
d. Membagi administrasi pemerintahan
Jawaban: b
Penjelasan: Analisis keruangan mengevaluasi daya dukung, kesesuaian
lahan, dan kebutuhan ruang.
18.
Jika suatu wilayah
memiliki potensi sumber daya alam tinggi tetapi akses terbatas, strategi
kebijakan ruang yang tepat adalah…
a. Mengabaikan potensi wilayah tersebut
b. Membuka akses infrastruktur dan konektivitas
c. Menetapkan sebagai kawasan lindung
d. Mendorong urbanisasi ke wilayah tersebut
Jawaban: b
Penjelasan: Infrastruktur membuka akses, sehingga nilai ruang meningkat
dan pemanfaatan optimal.
19.
Kebijakan tol laut
yang menghubungkan Indonesia bagian barat dan timur adalah contoh kebijakan
ruang di sektor…
a. Pertanian
b. Kelautan & konektivitas logistik
c. Energi
d. Pariwisata
Jawaban: b
Penjelasan: Tol laut meningkatkan konektivitas logistik antarpulau dan
pemerataan pembangunan.
20.
Prinsip sustainable
development dalam penataan ruang berarti…
a. Pertumbuhan ekonomi tanpa batas
b. Pemanfaatan ruang dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan
c. Mengutamakan sektor industri dibanding pertanian
d. Penggunaan ruang hanya untuk masa kini
Jawaban: b
Penjelasan: Pembangunan berkelanjutan menyeimbangkan pertumbuhan
ekonomi, sosial, dan ekologi.
21.
Alih fungsi mangrove
menjadi kawasan industri di pesisir menimbulkan risiko…
a. Urban sprawl
b. Rob dan abrasi pantai
c. Penurunan harga tanah
d. Peningkatan kualitas lingkungan
Jawaban: b
Penjelasan: Mangrove berfungsi sebagai pelindung alami pesisir, jika
hilang terjadi abrasi & rob.
22.
Rencana Tata Ruang
Wilayah Nasional (RTRWN) berfungsi sebagai…
a. Panduan teknis pembangunan desa
b. Peta jalan pembangunan ekonomi mikro
c. Pedoman pemanfaatan ruang skala nasional
d. Rencana detail kawasan kota
Jawaban: c
Penjelasan: RTRWN adalah pedoman nasional penataan ruang, dasar RTRW
provinsi/kabupaten.
23.
Fenomena urban
decay di kota besar biasanya ditandai dengan…
a. Perluasan ruang terbuka hijau
b. Munculnya kawasan kumuh dan penurunan kualitas lingkungan
c. Peningkatan nilai properti
d. Tumbuhnya smart city
Jawaban: b
Penjelasan: Urban decay = degradasi kota → kawasan kumuh, sanitasi
buruk, penurunan fungsi ruang.
24.
Dalam konteks
Indonesia, kebijakan pembangunan “Indonesia Sentris” dalam RPJMN 2020–2024
terkait erat dengan…
a. Desentralisasi fiskal
b. Penataan ruang untuk pemerataan wilayah
c. Privatisasi ruang publik
d. Urbanisasi ke kota besar
Jawaban: b
Penjelasan: Indonesia Sentris menekankan pemerataan pembangunan melalui
kebijakan ruang di luar Jawa.
25.
Rencana pemindahan
pelabuhan Tanjung Priok ke Patimban bertujuan untuk…
a. Mengurangi beban logistik di Jakarta dan mendorong pengembangan kawasan baru
b. Menghapus kegiatan ekspor-impor di Jawa Barat
c. Menutup pelabuhan utama Indonesia
d. Mengurangi pembangunan infrastruktur pelabuhan
Jawaban: a
Penjelasan: Patimban dibangun untuk mendukung otomotif dan mengurangi
beban Tanjung Priok.
26.
Program rehabilitasi
DAS (Daerah Aliran Sungai) dalam penataan ruang bertujuan untuk…
a. Meningkatkan urbanisasi
b. Mengurangi banjir dan menjaga keseimbangan ekosistem
c. Mendorong alih fungsi hutan
d. Mengembangkan industri pariwisata
Jawaban: b
Penjelasan: Rehabilitasi DAS menjaga tata air, mencegah banjir, dan
menjaga keseimbangan ruang.
27.
Dalam penataan ruang,
kawasan lindung memiliki fungsi utama…
a. Menghasilkan devisa negara
b. Menjadi cadangan ruang untuk industri
c. Melindungi ekosistem dan daya dukung lingkungan
d. Menjadi ruang untuk pemukiman terjangkau
Jawaban: c
Penjelasan: Kawasan lindung menjaga kelestarian lingkungan &
mencegah kerusakan ruang.
28.
Pengembangan TOD
(Transit Oriented Development) bertujuan untuk…
a. Meningkatkan ketergantungan pada kendaraan pribadi
b. Memusatkan pembangunan di sekitar simpul transportasi publik
c. Menghilangkan ruang terbuka hijau
d. Mengurangi peran transportasi publik
Jawaban: b
Penjelasan: TOD = pembangunan terintegrasi dengan transportasi publik,
mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi.
29.
Kebijakan pembangunan
kawasan industri Morowali terkait dengan penataan ruang untuk…
a. Hilirisasi mineral dan integrasi kawasan industri-pelabuhan
b. Urbanisasi Jakarta
c. Konservasi hutan lindung
d. Pengembangan pertanian lokal
Jawaban: a
Penjelasan: Morowali dikembangkan sebagai kawasan hilirisasi nikel
terintegrasi dengan pelabuhan.
30.
Jika perencana
menemukan konflik antara kebutuhan pembangunan dan daya dukung ruang, langkah
pertama yang harus dilakukan adalah…
a. Mengutamakan pembangunan ekonomi tanpa syarat
b. Melakukan analisis kesesuaian dan daya dukung ruang secara mendalam
c. Mengabaikan kajian lingkungan
d. Menunda semua pembangunan
Jawaban: b
Penjelasan: Analisis kesesuaian dan daya dukung ruang wajib dilakukan
untuk menyeimbangkan pembangunan & lingkungan.
📝 10 Soal Latihan Esai Analisis Kasus
1.
Kasus: Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur
(IKN Nusantara).
Pertanyaan: Analisislah bagaimana kebijakan ruang terkait IKN dapat
mendukung pemerataan pembangunan nasional dan mengurangi ketimpangan wilayah.
Jawaban Panduan:
- IKN mengalihkan pusat pertumbuhan dari
Jawa ke Kalimantan → distribusi pembangunan lebih merata.
- Meningkatkan akses infrastruktur ke
wilayah timur Indonesia.
- Tantangan: menjaga kelestarian hutan,
mencegah urban sprawl, memastikan inklusivitas masyarakat lokal.
Intinya: IKN adalah instrumen kebijakan ruang untuk equity of development antarwilayah.
2.
Kasus: Alih fungsi lahan sawah produktif di Jawa
menjadi permukiman & industri.
Pertanyaan: Jelaskan dampaknya terhadap ketahanan pangan dan bagaimana
perencanaan ruang bisa menjadi solusinya.
Jawaban Panduan:
- Dampak: berkurangnya lahan pangan
strategis → ancaman terhadap ketahanan pangan nasional.
- Solusi: menetapkan Lahan Pertanian
Pangan Berkelanjutan (LP2B) dalam RTRW, insentif bagi petani,
pembatasan izin alih fungsi lahan.
3.
Kasus: Banjir rob dan penurunan muka tanah di
Jakarta.
Pertanyaan: Analisis kebijakan ruang apa yang perlu dilakukan untuk
adaptasi terhadap perubahan iklim.
Jawaban Panduan:
- Relokasi kawasan permukiman dari sempadan
pantai.
- Pembangunan tanggul laut, namun
dikombinasikan dengan rehabilitasi ekosistem mangrove.
- Pengendalian eksploitasi air tanah.
- Diversifikasi pusat kegiatan (mengurangi
beban Jakarta → IKN Nusantara).
4.
Kasus: Pembangunan kawasan industri Morowali
(Sulawesi Tengah) untuk hilirisasi nikel.
Pertanyaan: Jelaskan keterkaitan kebijakan ruang kawasan industri dengan
pembangunan berkelanjutan.
Jawaban Panduan:
- Positif: mendorong hilirisasi SDA,
penciptaan lapangan kerja, nilai tambah ekspor.
- Risiko: degradasi lingkungan, pencemaran
laut, konflik sosial.
- Kebijakan ruang: zona industri → dekat
pelabuhan untuk efisiensi logistik, pemukiman pekerja harus terintegrasi,
kawasan lindung tetap dijaga.
5.
Kasus: Program food estate di Kalimantan
Tengah.
Pertanyaan: Bagaimana analisis kesesuaian ruang perlu dilakukan agar
program ini tidak menimbulkan masalah lingkungan?
Jawaban Panduan:
- Food estate harus ditempatkan di lahan
yang memiliki kesesuaian tanah, air, dan daya dukung.
- Tidak boleh di lahan gambut dalam (rawan
kebakaran & subsiden).
- Perlu integrasi dengan RTRW dan RPJMN
bidang pangan.
6.
Kasus: Urban sprawl akibat pembangunan Tol
Trans-Jawa.
Pertanyaan: Bagaimana perencanaan ruang dapat mengendalikan pertumbuhan
kawasan agar tetap efisien dan berkelanjutan?
Jawaban Panduan:
- Terapkan konsep TOD di simpul
transportasi → mencegah sprawl.
- Penetapan kawasan hijau dan batas kota
(urban growth boundary).
- Zonasi lahan agar tidak semua area di
sepanjang tol jadi permukiman/industri.
7.
Kasus: Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)
Mandalika di NTB.
Pertanyaan: Analisis bagaimana kebijakan ruang dapat menyeimbangkan
antara pertumbuhan pariwisata dan konservasi lingkungan.
Jawaban Panduan:
- Zona pariwisata → diarahkan ke wilayah
yang tidak rawan abrasi.
- Konservasi → terumbu karang, pesisir, dan
budaya lokal harus dilindungi.
- Infrastruktur → berbasis green tourism
(energi terbarukan, pengelolaan sampah).
8.
Kasus: Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di
Pulau Jawa.
Pertanyaan: Mengapa penting dimasukkan ke dalam kebijakan ruang dan
bagaimana dampaknya bagi pembangunan?
Jawaban Panduan:
- Rehabilitasi DAS menjaga tata air,
mengurangi banjir, meningkatkan produktivitas pertanian.
- Tanpa rehabilitasi → infrastruktur dan
permukiman rawan bencana.
- Dampak: keberlanjutan pembangunan dan
kualitas hidup masyarakat meningkat.
9.
Kasus: Smart city program di kota-kota besar
Indonesia.
Pertanyaan: Bagaimana kebijakan ruang mendukung transformasi kota menuju
smart & sustainable city?
Jawaban Panduan:
- Integrasi tata ruang dengan infrastruktur
digital (IoT, big data).
- TOD untuk mengurangi kemacetan &
emisi.
- Penyediaan ruang terbuka hijau ≥30% untuk
ekologi.
- Zoning untuk mixed-use development.
10.
Kasus: Target penurunan emisi 31,89% (NDC Indonesia
2030).
Pertanyaan: Analisis kontribusi kebijakan ruang dalam mendukung
pencapaian target NDC.
Jawaban Panduan:
- Menetapkan kawasan lindung & mangrove.
- Zonasi energi terbarukan (PLTS, PLTB,
PLTA).
- Penataan kota hijau & transportasi
rendah emisi.
- Pencegahan deforestasi melalui RTRW.
No comments:
Post a Comment