๐ 30 Soal Latihan Pilihan Ganda
Konsep Dasar &
Regulasi
- RTRW Nasional wajib diselaraskan dengan
dokumen perencanaan pembangunan jangka panjang. Dokumen yang dimaksud
adalah…
a. RPJMN
b. RPJPN
c. KLHS
d. RDTR
Jawaban: b. RPJPN
Penjelasan: RTRW Nasional → sinkron dengan RPJPN 20 tahun sebagai arah pembangunan jangka panjang. - Produk RTRW memiliki kekuatan hukum karena
diatur dalam undang-undang…
a. UU No. 32/2009
b. UU No. 25/2004
c. UU No. 26/2007
d. UU Cipta Kerja
Jawaban: c. UU No. 26/2007
Penjelasan: UU Penataan Ruang No. 26/2007 menjadi dasar hukum RTRW. - RDTR menjadi instrumen utama untuk…
a. Menentukan visi pembangunan nasional
b. Menetapkan alokasi APBN
c. Memberi dasar penerbitan izin OSS
d. Menentukan prioritas RPJMN
Jawaban: c.
Penjelasan: RDTR berbasis OSS menjadi syarat izin usaha sesuai Perpres No. 23/2021. - Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)
diperlukan dalam penyusunan…
a. RPJMN
b. RDTR
c. RPJPN
d. Musrenbang
Jawaban: b.
Penjelasan: KLHS wajib terintegrasi dalam RDTR agar bisa menggantikan AMDAL. - RTRW berlaku untuk jangka waktu…
a. 5 tahun
b. 10 tahun
c. 15 tahun
d. 20 tahun
Jawaban: d.
Penjelasan: RTRW berlaku 20 tahun, namun direview tiap 5 tahun.
Hierarki &
Skala Peta
- Skala minimum RTRW Provinsi adalah…
a. 1:1.000.000
b. 1:250.000
c. 1:50.000
d. 1:25.000
Jawaban: b.
Penjelasan: RTRW Provinsi disusun dengan skala 1:250.000. - Skala RDTR Kota biasanya…
a. 1:1.000.000
b. 1:250.000
c. 1:25.000
d. 1:5.000
Jawaban: d.
Penjelasan: RDTR detail → skala 1:5.000, bahkan lebih rinci di wilayah perkotaan. - RTRW Kabupaten berlaku untuk periode…
a. 10 tahun
b. 15 tahun
c. 20 tahun
d. 25 tahun
Jawaban: c.
Penjelasan: RTRW kabupaten sama dengan RTRW provinsi → berlaku 20 tahun.
Pengendalian &
Zonasi
- Instrumen utama pengendalian pemanfaatan
ruang adalah…
a. APBN
b. Peraturan Zonasi
c. Musrenbang
d. KLHS
Jawaban: b.
Penjelasan: Peraturan Zonasi adalah instrumen legal dalam UU 26/2007. - Kegiatan yang boleh dilakukan sesuai
fungsi utama zona disebut…
a. Terbatas
b. Bersyarat
c. Dilarang
d. Diijinkan
Jawaban: d.
Penjelasan: "I" dalam matriks ITBX = kegiatan permitted (diijinkan). - Jika suatu kegiatan memiliki syarat
tambahan dalam pelaksanaannya, masuk kategori…
a. Diijinkan
b. Terbatas
c. Bersyarat
d. Dilarang
Jawaban: c.
Penjelasan: "B" = Bersyarat.
Konflik & Isu
Tata Ruang
- Konflik ruang yang terjadi di kawasan
Bogor (Bopuncur) menjadi contoh…
a. Konsistensi RTRW
b. Penyalahgunaan kewenangan tata ruang
c. Sinkronisasi RPJPN
d. Penguatan KLHS
Jawaban: b.
Penjelasan: kasus Bupati Bogor → penyalahgunaan tata ruang. - Salah satu masalah utama tata ruang di
kota besar adalah…
a. Kekurangan APBN
b. Kompetisi ruang
c. Kurangnya ASN
d. Inflasi daerah
Jawaban: b.
Penjelasan: kota besar menghadapi kompetisi ruang antar fungsi. - Tekanan urbanisasi biasanya menghasilkan…
a. Berkurangnya ruang hijau
b. Menurunnya produktivitas pertanian
c. Meningkatnya permukiman informal
d. Semua benar
Jawaban: d.
Penjelasan: dampak urbanisasi mencakup semua opsi di atas.
Integrasi
Pembangunan
- RTRW merupakan instrumen untuk mencapai…
a. Pertumbuhan ekonomi saja
b. Investasi swasta
c. Koordinasi pembangunan pusat-daerah
d. Peningkatan belanja pemerintah
Jawaban: c.
Penjelasan: RTRW = instrumen koordinasi integrasi sinkronisasi sinergi (KISS). - Dalam konteks tol laut, RTRW provinsi
harus…
a. Menetapkan jalur pelayaran nasional
b. Menyiapkan kawasan logistik & akses pelabuhan
c. Mengatur distribusi BBM
d. Menentukan subsidi kapal
Jawaban: b.
Penjelasan: RTRW daerah mendukung kebijakan pusat dengan menyiapkan aksesibilitas.
Lingkungan &
Bencana
- Tata ruang berfungsi sebagai instrumen
pengendalian…
a. Inflasi
b. Lingkungan
c. Ekspor
d. Investasi asing
Jawaban: b.
Penjelasan: tata ruang → instrumen kendali kerusakan lingkungan. - Kawasan sempadan sungai termasuk kategori…
a. Kawasan budidaya
b. Kawasan lindung setempat
c. Kawasan industri
d. Kawasan pariwisata
Jawaban: b.
Penjelasan: sempadan sungai = kawasan lindung setempat. - Mitigasi bencana banjir di perkotaan dapat
diperkuat dengan…
a. Mengurangi RDTR
b. Menambah RTH (Ruang Terbuka Hijau)
c. Menambah pabrik
d. Memperbanyak parkir
Jawaban: b.
Penjelasan: RTH kota = instrumen tata ruang untuk mitigasi banjir.
Isu Strategis
Pembangunan Nasional
- Target Net Zero Emission 2060
terkait erat dengan…
a. RDTR OSS
b. Green Industrial Park
c. Musrenbang
d. Dana Desa
Jawaban: b.
Penjelasan: Green Industrial Park → contoh implementasi pembangunan hijau. - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)
menuntut RTRW yang…
a. Mengurangi partisipasi publik
b. Menghapus kawasan lindung
c. Mengintegrasikan kawasan hutan & pusat pertumbuhan baru
d. Menghapus RTRW provinsi
Jawaban: c.
Penjelasan: IKN harus integrasikan pembangunan & kelestarian hutan. - GISTARU adalah platform untuk…
a. Analisis ekonomi
b. Data tata ruang terbuka
c. Perhitungan PDB
d. Monitoring inflasi
Jawaban: b.
Penjelasan: GISTARU = sistem geospasial tata ruang Indonesia.
Teknis-Operasional
- RTRW direview setiap…
a. 2 tahun
b. 3 tahun
c. 5 tahun
d. 10 tahun
Jawaban: c.
Penjelasan: review RTRW wajib tiap 5 tahun. - Hierarki rencana umum → rencana rinci
artinya…
a. RTRW lebih detail dari RDTR
b. RDTR menjabarkan RTRW
c. RPJPN menggantikan RTRW
d. Musrenbang lebih kuat dari RTRW
Jawaban: b.
Penjelasan: RDTR = turunan lebih detail dari RTRW. - Instrumen pengendalian ruang yang memberi
manfaat ekonomi (misalnya keringanan pajak) disebut…
a. Insentif
b. Disinsentif
c. Perizinan
d. Sanksi
Jawaban: a.
Penjelasan: insentif diberikan untuk arahkan pemanfaatan ruang.
Partisipasi &
Good Governance
- Partisipasi masyarakat dalam penyusunan
RTRW penting untuk…
a. Efisiensi APBN
b. Transparansi & legitimasi
c. Mengurangi jumlah ASN
d. Menghapus regulasi
Jawaban: b.
Penjelasan: partisipasi masyarakat → legitimasi tata ruang. - RTRW yang hanya jadi dokumen formal tanpa
implementasi akan…
a. Meningkatkan investasi
b. Memicu konflik ruang
c. Mengurangi migrasi
d. Mendorong inovasi
Jawaban: b.
Penjelasan: RTRW tanpa implementasi nyata → konflik. - Kasus tata ruang yang tidak transparan
sering berujung pada…
a. Korupsi & penyalahgunaan wewenang
b. Inflasi
c. Resesi global
d. Bonus demografi
Jawaban: a.
Penjelasan: tata ruang rawan jadi alat rente politik/ekonomi.
Aplikasi Kasus
- Jika pelabuhan baru direncanakan di
kawasan mangrove, langkah terbaik perencana nasional adalah…
a. Mengabaikan KLHS
b. Memastikan integrasi RTRW dengan konservasi lingkungan
c. Menghapus RDTR
d. Mengalihkan ke sektor non-maritm
Jawaban: b.
Penjelasan: perencana harus memastikan pembangunan tetap sejalan dengan perlindungan lingkungan. - Pembangunan kawasan industri di daerah
rawan gempa sebaiknya diarahkan dengan…
a. Zonasi aman dalam RDTR
b. Menghapus RTRW
c. Mengurangi partisipasi masyarakat
d. Menunda RPJMN
Jawaban: a.
Penjelasan: RDTR harus mengatur zonasi yang aman bencana.
๐ 10 Soal Latihan Esai Analisis Kasus
1. IKN Nusantara
dan Kawasan Hutan
Soal:
Bagaimana strategi perencana nasional dalam memastikan pembangunan Ibu Kota
Nusantara (IKN) tidak merusak kawasan hutan Kalimantan, sekaligus mendorong
pertumbuhan ekonomi baru?
Jawaban:
Strateginya adalah mengintegrasikan pembangunan IKN dalam RTRW Nasional dan
Provinsi Kaltim, menetapkan zona lindung permanen, mengalokasikan ruang hijau
minimal 65%, serta mendorong investasi energi terbarukan.
Penjelasan:
IKN harus jadi green city model sesuai RPJPN 2025–2045. Perencana wajib
menyeimbangkan fungsi ekologis dan fungsi ekonomi.
2. RDTR Berbasis
OSS
Soal:
Bagaimana peran RDTR digital berbasis OSS dalam mempercepat investasi, dan apa
risiko jika kualitas RDTR tidak memadai?
Jawaban:
RDTR digital mempercepat perizinan karena investor bisa langsung mengakses
kesesuaian ruang. Namun, jika RDTR tidak memuat data akurat (misalnya rawan
bencana), bisa memicu konflik dan kerugian investasi.
Penjelasan:
Kualitas RDTR menentukan legitimasi izin usaha. Perencana harus menjamin
akurasi data geospasial.
3. Konflik Ruang
Tambang vs Pariwisata
Soal:
Analisis konflik ruang di daerah yang memiliki potensi tambang dan pariwisata
sekaligus. Bagaimana penyelesaiannya?
Jawaban:
Konflik diselesaikan melalui KLHS, zonasi dalam RTRW/RDTR, serta prioritas
pembangunan berkelanjutan. Pariwisata yang berbasis konservasi lebih
diprioritaskan jika tambang berisiko merusak lingkungan permanen.
Penjelasan:
Pendekatan trade-off analysis harus digunakan, sesuai prinsip
keberlanjutan dalam UU 26/2007 dan UU 32/2009.
4. Urbanisasi Cepat
dan Ruang Hijau
Soal:
Apa langkah perencana nasional menghadapi berkurangnya ruang hijau akibat
urbanisasi di kota besar seperti Jabodetabek?
Jawaban:
Menetapkan RTH minimal 30% di RTRW/RDTR, mengintegrasikan jalur hijau kota, dan
memberikan insentif bagi swasta untuk membangun ruang terbuka.
Penjelasan:
Urbanisasi tanpa kontrol → banjir & polusi. Perencana harus gunakan tata
ruang sebagai instrumen mitigasi.
5. Tol Laut dan
RTRW
Soal:
Bagaimana RTRW daerah harus mendukung kebijakan tol laut nasional?
Jawaban:
RTRW harus mengalokasikan zona pelabuhan, kawasan logistik, serta akses
transportasi darat di sekitar pelabuhan tol laut.
Penjelasan:
Kebijakan pusat (tol laut) hanya efektif jika ruang di daerah mendukung (KISS →
koordinasi integrasi sinkronisasi sinergi).
6. Perubahan Iklim
dan Tata Ruang Pesisir
Soal:
Bagaimana RTRW dapat menjadi instrumen mitigasi rob dan kenaikan muka laut di
pesisir Jawa?
Jawaban:
Dengan menetapkan sempadan pantai, melarang pembangunan di zona rawan, menambah
kawasan konservasi mangrove, dan memasukkan adaptasi iklim dalam RDTR.
Penjelasan:
RTRW wajib responsif terhadap perubahan iklim sesuai RPJMN 2020–2024.
7. Digitalisasi
Tata Ruang (GISTARU)
Soal:
Apa manfaat dan tantangan implementasi GISTARU bagi perencanaan nasional?
Jawaban:
Manfaat: transparansi, partisipasi publik, efisiensi izin. Tantangan:
keterbatasan data geospasial daerah, kapasitas SDM, dan integrasi dengan OSS.
Penjelasan:
Digitalisasi tata ruang mendukung good governance, tapi butuh SDM dan
data akurat.
8. Net Zero
Emission 2060
Soal:
Bagaimana RTRW mendukung target Indonesia Net Zero Emission 2060?
Jawaban:
Dengan mengarahkan ruang untuk energi terbarukan (PLTS, hidro, angin),
membatasi zona PLTU baru, serta mengintegrasikan kawasan industri hijau.
Penjelasan:
Tata ruang menjadi instrumen spasial pencapaian target iklim.
9. Kasus Korupsi
Tata Ruang
Soal:
Kasus Bupati Bogor (Bopuncur) menunjukkan penyalahgunaan tata ruang. Bagaimana
peran perencana nasional mencegah hal ini?
Jawaban:
Dengan memperkuat transparansi, partisipasi masyarakat, digitalisasi RTRW, dan
pengawasan lintas kementerian/lembaga.
Penjelasan:
Korupsi tata ruang bisa dicegah dengan checks and balances serta
keterlibatan publik.
10. Investasi di
Daerah Rawan Bencana
Soal:
Jika ada rencana investasi industri di daerah rawan gempa, apa langkah
perencana nasional?
Jawaban:
Mengatur zonasi aman dalam RDTR, menetapkan standar bangunan tahan gempa, dan
melarang kegiatan di zona patahan aktif.
Penjelasan:
RTRW harus berbasis mitigasi bencana, sejalan dengan UU No. 24/2007 tentang
Penanggulangan Bencana.
No comments:
Post a Comment