Wednesday, October 8, 2025

Test - Analisis Input-Output (I-O)

 📘 Latihan Soal Pilihan Ganda

1.

Analisis Input-Output pertama kali dikembangkan oleh siapa?
A. Keynes
B. Leontief
C. Samuelson
D. Friedman

Jawaban: B
Leontief mengembangkan model I-O dan mendapat Nobel Ekonomi 1973.


2.

Tujuan utama analisis I-O adalah…
A. Menentukan target inflasi
B. Melacak arus barang/jasa antar sektor
C. Menghitung cadangan devisa
D. Menentukan kurs mata uang

Jawaban: B
I-O memetakan keterkaitan antar sektor dalam perekonomian.


3.

Dalam analisis I-O, keterkaitan ke belakang (backward linkage) menunjukkan…
A. Seberapa besar output sektor digunakan oleh sektor lain
B. Ketergantungan sektor pada input dari sektor lain
C. Besarnya ekspor bersih suatu sektor
D. Besarnya nilai tambah tenaga kerja

Jawaban: B
Backward linkage = ketergantungan input.


4.

Keterkaitan ke depan (forward linkage) artinya…
A. Output sektor dipakai oleh sektor lain sebagai input
B. Input sektor diimpor dari luar negeri
C. Pengeluaran rumah tangga meningkat
D. Perdagangan internasional sektor tersebut naik

Jawaban: A
Forward linkage = output sektor dimanfaatkan sektor lain.


5.

Matriks kebalikan Leontief ditulis sebagai…
A. (A – I)⁻¹
B. (I – A)⁻¹
C. (I + A)⁻¹
D. (A × I)⁻¹

Jawaban: B
Formula inti: X = (I – A)⁻¹ Y.


6.

Jika sektor pertanian diberi subsidi pupuk, dampaknya menurut I-O akan…
A. Hanya menaikkan output pertanian
B. Naik di pertanian, industri, dan jasa
C. Tidak memengaruhi sektor lain
D. Hanya memengaruhi konsumsi rumah tangga

Jawaban: B
Efek pengganda menjalar ke industri dan jasa.


7.

Angka pengganda output menunjukkan…
A. Kenaikan output total akibat kenaikan satu unit permintaan akhir
B. Jumlah tenaga kerja yang terserap akibat investasi
C. Selisih ekspor-impor suatu sektor
D. Pertumbuhan PDB secara agregat

Jawaban: A


8.

SNSE (Social Accounting Matrix) berbeda dari I-O karena…
A. Hanya fokus pada industri
B. Memasukkan rumah tangga, pemerintah, dan distribusi pendapatan
C. Tidak menggunakan matriks
D. Tidak bisa dipakai untuk analisis pembangunan

Jawaban: B


9.

Dalam konteks hilirisasi nikel, keterkaitan ke depan penting karena…
A. Menunjukkan impor bahan baku
B. Menunjukkan produk turunan nikel digunakan sektor lain
C. Mengukur efisiensi fiskal
D. Menghitung PDRB daerah

Jawaban: B


10.

Efek pengganda tinggi dari sektor pertanian mendukung kebijakan…
A. Swasembada pangan
B. Deregulasi pasar modal
C. Privatisasi BUMN
D. Perdagangan bebas minyak

Jawaban: A


11.

Model I-O membantu perencana memilih…
A. Inflasi target BI
B. Sektor prioritas pembangunan
C. Kurs rupiah terhadap dolar
D. Tarif bea cukai

Jawaban: B


12.

Dalam perhitungan I-O, “permintaan akhir” mencakup…
A. Konsumsi, investasi, ekspor, belanja pemerintah
B. Hanya konsumsi rumah tangga
C. Hanya ekspor dan impor
D. Hanya belanja pemerintah

Jawaban: A


13.

Jika multiplier output > 2, artinya…
A. Setiap kenaikan 1 unit permintaan akhir menghasilkan > 2 unit output total
B. Sektor tidak efisien
C. Impor lebih besar dari ekspor
D. Ada defisit fiskal

Jawaban: A


14.

Contoh kebijakan dengan backward linkage kuat adalah…
A. Subsidi pupuk
B. Kenaikan tarif pajak
C. Penurunan suku bunga
D. Program bantuan sosial

Jawaban: A
Karena mendorong sektor pertanian yang banyak memakai input sektor lain.


15.

IKN Nusantara diperkirakan punya multiplier besar di sektor…
A. Konstruksi dan jasa
B. Pertanian subsisten
C. Ekspor minyak mentah
D. Pajak daerah

Jawaban: A


16.

Leontief memperkenalkan analisis I-O pada dekade…
A. 1920-an
B. 1930-an
C. 1940-an
D. 1950-an

Jawaban: B


17.

Dalam I-O, nilai tambah suatu sektor adalah…
A. Output – input antara
B. Ekspor – impor
C. Konsumsi + investasi
D. PDB per kapita

Jawaban: A


18.

SNSE bermanfaat untuk melihat…
A. Neraca pembayaran internasional
B. Distribusi pendapatan antar rumah tangga
C. Jumlah cadangan minyak
D. Nilai tukar rupiah

Jawaban: B


19.

Jika sektor industri punya forward linkage rendah, artinya…
A. Outputnya sedikit dimanfaatkan sektor lain
B. Inputnya tidak tergantung impor
C. Pertumbuhannya paling tinggi
D. Paling banyak menyerap tenaga kerja

Jawaban: A


20.

Penggunaan I-O oleh Bappenas penting untuk…
A. Menentukan kurs rupiah
B. Menyusun RPJMN dan RPJMD
C. Mengendalikan moneter
D. Mengatur devisa hasil ekspor

Jawaban: B


21.

Transisi energi (net zero emission) dapat dianalisis dengan I-O untuk melihat…
A. Dampak pengurangan batubara pada sektor lain
B. Perubahan kurs dolar
C. Tingkat bunga bank
D. Harga emas internasional

Jawaban: A


22.

Dalam simulasi, kenaikan permintaan 10 di Pertanian menghasilkan tambahan output 21,25. Artinya multiplier output =…
A. 1,25
B. 2,125
C. 10
D. 0,5

Jawaban: B


23.

Keunggulan analisis I-O dibanding metode lain adalah…
A. Lebih kualitatif
B. Lebih sederhana
C. Lebih rinci antar sektor
D. Tidak memerlukan data besar

Jawaban: C


24.

Analisis keterkaitan (linkage) berguna untuk…
A. Identifikasi sektor unggulan
B. Menentukan kurs rupiah
C. Menilai inflasi bulanan
D. Mengukur utang pemerintah

Jawaban: A


25.

Contoh sektor dengan backward linkage tinggi di Indonesia adalah…
A. Industri makanan dan minuman
B. Perdagangan online
C. Perhotelan
D. Jasa keuangan

Jawaban: A


26.

Jika suatu sektor hanya sedikit memakai input dari sektor lain, maka…
A. Backward linkage rendah
B. Forward linkage tinggi
C. Multiplier besar
D. Nilai tambah rendah

Jawaban: A


27.

Kebijakan food estate berhubungan dengan analisis I-O karena…
A. Meningkatkan keterkaitan pertanian dengan sektor lain
B. Mengurangi ketergantungan fiskal
C. Mengendalikan kurs rupiah
D. Membatasi impor BBM

Jawaban: A


28.

Matriks I-O pada level regional membantu…
A. Menilai dampak kebijakan di daerah tertentu
B. Menentukan cadangan devisa nasional
C. Mengukur surplus perdagangan global
D. Mengendalikan inflasi inti

Jawaban: A


29.

Dalam pembangunan IKN, I-O bisa menunjukkan…
A. Efek pengganda sektor konstruksi terhadap jasa dan industri
B. Jumlah ekspor migas
C. Harga minyak dunia
D. Inflasi global

Jawaban: A


30.

Perbedaan mendasar I-O dan SNSE adalah…
A. I-O hanya mencatat arus antar sektor produksi, SNSE juga mencatat arus pendapatan antar institusi
B. I-O lebih detail, SNSE lebih sederhana
C. I-O untuk jangka panjang, SNSE untuk jangka pendek
D. I-O dipakai di daerah, SNSE di pusat

Jawaban: A


📘 Soal Latihan Esai Analisis Kasus 


1.

Kasus: Pemerintah Indonesia mendorong hilirisasi nikel untuk mendukung industri baterai kendaraan listrik.
Soal: Jelaskan bagaimana analisis Input-Output dapat digunakan untuk menilai dampak hilirisasi nikel terhadap perekonomian nasional!

Jawaban:
Analisis I-O menghitung forward linkage (output nikel olahan masuk ke industri baterai, otomotif) dan backward linkage (smelter butuh listrik, transportasi, bahan kimia). Dengan matriks (I – A)⁻¹, perencana bisa mengukur multiplier output, pendapatan, dan tenaga kerja.

Penjelasan:
Hilirisasi bukan hanya tambang → smelter, tapi juga menggerakkan sektor energi, logistik, dan manufaktur. Ini membantu pemerintah menunjukkan manfaat jangka panjang dan justifikasi kebijakan larangan ekspor bijih.


2.

Kasus: Program food estate di Kalimantan Tengah dijalankan untuk memperkuat ketahanan pangan.
Soal: Bagaimana analisis I-O dapat menunjukkan efek pengganda dari kebijakan food estate?

Jawaban:
Dengan I-O, tambahan output pertanian → meningkatkan permintaan pupuk, mesin, logistik, jasa distribusi. Multiplier effect dapat dihitung: setiap 1 unit permintaan akhir pertanian → lebih dari 1 unit output total.

Penjelasan:
Efeknya bukan hanya panen beras meningkat, tapi juga penciptaan lapangan kerja di industri pupuk dan jasa angkutan. Data ini memperkuat argumen pentingnya kebijakan pertanian sebagai sektor basis.


3.

Kasus: Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Soal: Sektor apa yang paling diuntungkan menurut analisis I-O, dan bagaimana dampaknya ke sektor lain?

Jawaban:
Sektor konstruksi → backward linkage tinggi (butuh baja, semen, listrik) dan forward linkage (hasil pembangunan mendorong sektor jasa, pariwisata, keuangan).

Penjelasan:
IKN menjadi growth pole baru: dari konstruksi ke logistik, hingga jasa publik. Analisis I-O membantu menunjukkan multiplier output dan tenaga kerja, menjadi dasar justifikasi investasi besar.


4.

Kasus: Pemerintah berkomitmen mencapai Net Zero Emission 2060.
Soal: Bagaimana I-O dapat dipakai untuk menganalisis transisi dari batubara ke energi terbarukan?

Jawaban:
Model I-O bisa menghitung dampak pengurangan sektor batubara (output turun → berdampak ke transportasi, listrik) dan tambahan investasi energi terbarukan (panel surya, logistik, jasa maintenance).

Penjelasan:
Hasil analisis menunjukkan trade-off: kerugian di batubara bisa diimbangi pertumbuhan energi bersih. Memberikan bukti kuantitatif untuk kebijakan transisi energi.


5.

Kasus: Subsidi pupuk sering dikritik karena beban fiskal tinggi.
Soal: Bagaimana SNSE dapat membantu menilai dampak subsidi pupuk terhadap distribusi pendapatan rumah tangga?

Jawaban:
SNSE melacak aliran pendapatan → subsidi pupuk meningkatkan pendapatan petani, menurunkan harga pangan untuk konsumen, tapi menambah beban fiskal pemerintah.

Penjelasan:
Tidak hanya output pertanian naik, tapi juga distribusi kesejahteraan ke rumah tangga miskin. SNSE membantu memastikan subsidi tepat sasaran.


6.

Kasus: Pandemi COVID-19 menekan sektor pariwisata Indonesia.
Soal: Bagaimana analisis I-O bisa dipakai untuk mengukur dampak penurunan pariwisata terhadap sektor lain?

Jawaban:
Turunnya permintaan akhir pariwisata (jasa) → menurunkan permintaan makanan & minuman, transportasi, perdagangan. Dengan I-O, total dampak ke output nasional bisa dihitung.

Penjelasan:
I-O menunjukkan keterkaitan luas sektor pariwisata. Ini jadi dasar argumen mengapa pemulihan pariwisata (misalnya lewat insentif) penting.


7.

Kasus: Pemerintah daerah ingin tahu sektor unggulan untuk PDRB.
Soal: Bagaimana analisis keterkaitan (forward & backward linkage) dalam I-O membantu menentukan sektor unggulan daerah?

Jawaban:
Sektor unggulan ditentukan oleh linkage tinggi (baik forward maupun backward). Misalnya, industri makanan dan minuman punya backward linkage tinggi (pertanian) dan forward linkage tinggi (perdagangan, jasa).

Penjelasan:
Dengan mengidentifikasi sektor unggulan, daerah bisa memfokuskan investasi untuk memaksimalkan multiplier ekonomi.


8.

Kasus: Kebijakan larangan ekspor beras diterapkan untuk jaga stok nasional.
Soal: Bagaimana I-O membantu menilai dampak kebijakan ini?

Jawaban:
I-O bisa mensimulasikan penurunan ekspor (final demand turun) → output pertanian turun → berdampak ke industri makanan, jasa logistik.

Penjelasan:
Hasil analisis membantu perencana menimbang trade-off: keamanan pangan vs kehilangan potensi pendapatan ekspor.


9.

Kasus: Indonesia mendorong ekonomi digital dan e-commerce.
Soal: Bagaimana I-O dan SNSE bisa digunakan untuk mengukur dampaknya?

Jawaban:
I-O: kenaikan sektor jasa digital → multiplier ke logistik, transportasi, perbankan.
SNSE: distribusi pendapatan rumah tangga → kelas menengah lebih diuntungkan.

Penjelasan:
Analisis gabungan I-O & SNSE membantu melihat manfaat ekonomi digital sekaligus tantangan kesenjangan akses.


10.

Kasus: Pemerintah ingin meningkatkan ekspor produk UMKM.
Soal: Bagaimana analisis I-O dapat mendukung kebijakan ini?

Jawaban:
I-O menunjukkan bahwa sektor UMKM (misalnya makanan, tekstil) punya backward linkage tinggi dengan pertanian dan forward linkage dengan perdagangan. Meningkatkan ekspor UMKM berarti meningkatkan output lintas sektor.

Penjelasan:
Dengan data I-O, pemerintah bisa menunjukkan multiplier UMKM dan menjadikannya argumen untuk kebijakan insentif ekspor.

No comments:

Post a Comment