1. Mendampingi kelompok miskin agar mereka memiliki kemampuan untuk mengenali permasalahan mereka dan mampu untuk menciptakan solusi bagi permasalahan mereka, merupakan salah satu bentuk dari konsep pembangunan sosial yang berinti...
a.
Top down
b.
Ketergantungan
c.
Pemberdayaan
d.
Sistem komando
e.
Universal
> Jawaban: c
> Penjelasan: Konsep pemberdayaan
(empowerment) intinya adalah memampukan masyarakat, khususnya kelompok rentan,
untuk memiliki kendali atas hidup mereka sendiri, termasuk kemampuan
menganalisis masalah dan merancang solusinya.
2. Pendekatan partisipatif dalam
pembangunan berbasis masyarakat bermakna:
a.
Pelibatan masyarakat dalam analisis masalah
b.
Pelibatan masyarakat dalam formulasi rencana
c.
Pelibatan masyarakat dalam pelaksanaan rencana
d.
Pelibatan masyarakat dalam evaluasi hasil pelaksanaan rencana
e.
Semua jawaban benar
> Jawaban: e
> Penjelasan: Pendekatan partisipatif
yang benar dan utuh melibatkan masyarakat dalam seluruh siklus pembangunan,
mulai dari perencanaan (analisis masalah dan formulasi rencana), pelaksanaan,
hingga monitoring dan evaluasi.
3. Konsep "keberlanjutan"
(sustainability) dalam pembangunan sosial menekankan pada...
a.
Pembiayaan proyek yang berasal dari pinjaman luar negeri
b.
Manfaat pembangunan dapat dinikmati oleh generasi masa kini tanpa mengorbankan
generasi mendatang
c.
Pembangunan yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata
d.
Pelaksanaan proyek dengan waktu yang sesingkat-singkatnya
e.
Pemberian bantuan sosial secara terus-menerus
> Jawaban: b
> Penjelasan: Pembangunan berkelanjutan
memadukan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dari aspek sosial,
keberlanjutan berarti peningkatan kualitas hidup masyarakat harus bisa dipertahankan
untuk generasi sekarang dan mendatang, dengan memperhatikan keadilan
antargenerasi.
4. Indikator pembangunan manusia (Human
Development Index/HDI) tidak hanya melihat pendapatan per kapita, tetapi
juga...
a.
Tingkat konsumsi masyarakat dan kepemilikan kendaraan
b.
Angka partisipasi sekolah dan harapan hidup saat lahir
c.
Jumlah industri besar dan ekspor migas
d.
Nilai tukar petani dan indeks harga konsumen
e.
Luas wilayah dan kepadatan penduduk
> Jawaban: b
> Penjelasan: Indeks Pembangunan Manusia
(IPM) mengukur pencapaian rata-rata suatu negara dalam tiga dimensi dasar:
kesehatan (diukur dengan harapan hidup saat lahir), pengetahuan (diukur dengan
angka harapan sekolah dan rata-rata lama sekolah), dan standar hidup layak
(diukur dengan pendapatan nasional bruto per kapita).
5. Dalam konteks pembangunan inklusif, yang
dimaksud dengan "menjangkau mereka yang terpinggirkan" (leaving no
one behind) adalah...
a.
Membangun infrastruktur hanya di pusat-pusat pertumbuhan
b.
Memprioritaskan pembangunan bagi kelompok berpenghasilan tinggi
c.
Memastikan semua kelompok masyarakat, termasuk yang termarjinalkan, dapat
mengakses dan memperoleh manfaat dari pembangunan
d.
Memindahkan penduduk dari daerah tertinggal ke kota besar
e.
Memberikan bantuan tunai tanpa program pemberdayaan
> Jawaban: c
> Penjelasan: Pembangunan inklusif
bertujuan memastikan tidak ada satu kelompok pun yang tertinggal, termasuk
perempuan, penyandang disabilitas, masyarakat adat, dan kelompok rentan
lainnya. Mereka harus dapat berpartisipasi dalam, berkontribusi kepada, dan
menikmati manfaat dari pembangunan.
6. Sebuah program pemberdayaan ekonomi
perempuan yang berhasil seharusnya mampu mengubah...
a.
Peran domestik perempuan menjadi tanggung jawab negara
b.
Relasi kuasa (power relation) yang timpang antara laki-laki dan perempuan
c.
Jenis pekerjaan yang dilakukan laki-laki
d.
Kebijakan fiskal pemerintah pusat
e.
Sistem politik nasional
> Jawaban: b
> Penjelasan: Pemberdayaan perempuan
yang esensial bertujuan untuk mentransformasi hubungan kekuasaan yang tidak
setara. Program yang berhasil tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga
meningkatkan posisi tawar, kemampuan pengambilan keputusan, dan kontrol
perempuan atas sumber daya dalam keluarga dan masyarakat.
7. Pendekatan "bottom-up" dalam
perencanaan pembangunan dicirikan oleh...
a.
Inisiatif dan arahan yang datang dari pemerintah pusat
b.
Perencanaan yang bersifat teknokratis dan elitis
c.
Keterlibatan aktif masyarakat dalam mengidentifikasi kebutuhan dan prioritas
d.
Penganggaran yang sentralistis
e.
Pelaksanaan proyek oleh kontraktor besar
> Jawaban: c
> Penjelasan: Pendekatan bottom-up atau
dari bawah menekankan bahwa proses perencanaan dimulai dari masyarakat.
Aspirasi, kebutuhan, dan prioritas yang diidentifikasi oleh masyarakat menjadi
dasar penyusunan rencana pembangunan.
8. Tujuan utama dari program Jaminan Sosial
(seperti BPJS Kesehatan) dalam kerangka pembangunan sosial adalah...
a.
Meningkatkan cadangan devisa negara
b.
Memberikan perlindungan sosial untuk mengurangi kerentanan akibat risiko sosial
dan ekonomi
c.
Menggantikan peran sektor swasta dalam penyediaan layanan kesehatan
d.
Menyalurkan subsidi untuk bahan bakar minyak
e.
Meningkatkan investasi asing langsung
> Jawaban: b
> Penjelasan: Jaminan sosial merupakan
instrumen perlindungan sosial yang bertujuan untuk memastikan bahwa setiap
orang terlindungi dari berbagai guncangan sosial dan ekonomi, seperti sakit,
tua, kecelakaan kerja, dan pengangguran, sehingga dapat hidup secara
bermartabat.
9. Faktor utama yang membedakan
"pertumbuhan ekonomi" dengan "pembangunan" adalah...
a.
Pembangunan hanya terjadi di negara maju
b.
Pertumbuhan ekonomi selalu diikuti oleh pembangunan
c.
Pembangunan mencakup aspek kesejahteraan sosial yang lebih luas, bukan hanya
peningkatan output ekonomi
d.
Pertumbuhan ekonomi lebih penting daripada pembangunan
e.
Pembangunan hanya mengukur pendapatan nasional
> Jawaban: c
> Penjelasan: Pertumbuhan ekonomi
semata-mata mengukur peningkatan produksi barang dan jasa (PDB). Sementara
pembangunan (development) adalah konsep yang lebih luas, mencakup peningkatan
kesejahteraan manusia secara menyeluruh, termasuk kesehatan, pendidikan,
pemerataan, dan kualitas hidup.
10. Dalam konteks Otonomi Daerah,
perencanaan pembangunan sosial seharusnya...
a. Sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah pusat
b. Mengacu pada kebijakan internasional tanpa pertimbangan lokal
c. Memperhatikan karakteristik, potensi, dan kebutuhan spesifik daerah
tersebut
d. Hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik
e. Menghilangkan peran masyarakat sipil
> Jawaban: c
> Penjelasan: Otonomi daerah memberikan
kewenangan kepada daerah untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Oleh karena
itu, perencanaan pembangunan sosial harus kontekstual, responsif terhadap
kondisi, budaya, dan kebutuhan unik setiap daerah untuk lebih efektif dan tepat
sasaran.
11. Sebuah program disebut "responsive
gender" apabila...
a. Hanya ditujukan untuk peserta perempuan
b. Mengalokasikan anggaran yang sama besar untuk laki-laki dan perempuan
c. Mengakui dan merespons perbedaan kebutuhan, peran, dan hambatan yang
dialami laki-laki dan perempuan
d. Menghapuskan semua perbedaan peran gender
e. Menyebabkan konflik antara laki-laki dan perempuan
> Jawaban: c
> Penjelasan: Pendekatan responsive
gender memahami bahwa laki-laki dan perempuan memiliki pengalaman, kebutuhan,
dan kendala yang berbeda. Program dirancang secara spesifik untuk merespons
perbedaan tersebut agar manfaat pembangunan dapat dinikmati secara adil dan
setara.
12. Keterlibatan organisasi masyarakat
sipil (CSO) dalam perencanaan pembangunan penting karena...
a.
Dapat menggantikan peran pemerintah sepenuhnya
b. Membawa perspektif akar rumput dan melakukan kontrol sosial
c. Memperlambat proses birokrasi
d. Hanya fokus pada isu-isu internasional
e. Selalu sejalan dengan kepentingan pemerintah
> Jawaban: b
> Penjelasan: CSO seringkali lebih dekat
dengan masyarakat dan memahami persoalan di akar rumput. Keterlibatan mereka
dapat memastikan bahwa rencana pembangunan lebih aspiratif, serta mereka dapat
berfungsi sebagai mitra kritis untuk pengawasan (social control).
13. Konsep "ketahanan sosial"
(social resilience) dalam pembangunan mengacu pada...
a. Kemampuan masyarakat untuk bertahan dari guncangan dan tekanan, serta
bangkit kembali
b. Kekuatan militer suatu negara
c. Stabilitas harga bahan pokok
d. Jumlah cadangan energi fosil
e. Tingkat urbanisasi yang tinggi
> Jawaban: a
> Penjelasan: Ketahanan sosial adalah
kapasitas kelompok atau komunitas untuk mengatasi, beradaptasi, dan pulih dari
berbagai guncangan (seperti bencana, krisis ekonomi, konflik) dengan
menggunakan sumber daya sosial dan kelembagaan yang mereka miliki.
14. Pendekatan "pembangunan berbasis
hak" (rights-based approach) menekankan bahwa...
a. Pembangunan adalah hak prerogatif pemerintah
b. Setiap warga negara adalah pemegang hak (rights-holders) dan
pemerintah adalah pemangku kewajiban (duty-bearers)
c. Hak asasi manusia hanya relevan di tingkat global
d. Partisipasi masyarakat adalah sebuah kewajiban, bukan hak
e. Pembangunan harus mengutamakan hak investor asing
> Jawaban: b
> Penjelasan: Pendekatan berbasis hak
menempatkan pemenuhan Hak Asasi Manusia sebagai tujuan dan prinsip pembangunan.
Masyarakat (rights-holders) berhak menuntut pemenuhan haknya, sementara negara
(duty-bearers) berkewajiban untuk menghormati, melindungi, dan memenuhinya
melalui kebijakan dan program pembangunan.
15. Program "Keluarga Harapan"
(PKH) yang memberikan bantuan tunai bersyarat merupakan contoh dari...
a. Perlindungan sosial non-kontributory (bantuan sosial)
b. Subsidi energi
c. Jaminan pensiun untuk PNS
d. Investasi infrastruktur
e. Program pemberdayaan industri besar
> Jawaban: a
> Penjelasan: PKH adalah program bantuan
sosial (perlindungan sosial non-kontributory) karena dananya berasal dari APBN
dan diberikan kepada keluarga sangat miskin dengan syarat tertentu (seperti
memeriksakan ibu hamil dan menyekolahkan anak), tanpa memerlukan iuran dari
peserta.
16. Dalam perencanaan pembangunan, data
indeks kedalaman kemiskinan (poverty gap index) berguna untuk...
a. Menghitung jumlah penduduk suatu negara
b. Mengukur seberapa jauh rata-rata penduduk miskin dari garis
kemiskinan
c. Mengetahui tingkat pendidikan penduduk kaya
d. Menilai kualitas lingkungan hidup
e. Mengukur pertumbuhan ekonomi tahunan
> Jawaban: b
> Penjelasan: Poverty Gap Index mengukur
rata-rata kesenjangan pendapatan penduduk miskin terhadap garis kemiskinan.
Indeks ini menunjukkan "kedalaman" kemiskinan, bukan hanya jumlah
orang miskin. Semakin tinggi nilainya, semakin jauh rata-rata penduduk miskin
dari garis kemiskinan.
17. Sebuah program pemberdayaan masyarakat
yang menerapkan prinsip "help people to help themselves" bertujuan
untuk...
a. Membuat masyarakat sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah
b. Memberikan bantuan sebesar-besarnya tanpa pelatihan
c. Memampukan masyarakat agar mandiri dan tidak bergantung pada bantuan
jangka panjang
d. Menggantikan peran swasta dalam perekonomian
e. Menciptakan lapangan kerja untuk pegawai pemerintah
> Jawaban: c
> Penjelasan: Prinsip ini adalah inti
dari pemberdayaan. Bantuan bukan untuk menciptakan ketergantungan, tetapi untuk
membangun kapasitas, kepercayaan diri, dan kemandirian masyarakat sehingga
mereka mampu mengatasi masalahnya sendiri di masa depan.
18. Tujuan integrasi dimensasi sosial dalam
perencanaan pembangunan infrastruktur adalah untuk...
a. Mempercepat penyelesaian proyek tanpa mempertimbangkan dampaknya
b. Memastikan manfaat infrastruktur dapat diakses oleh semua kelompok
masyarakat, termasuk yang termarjinalkan
c. Mengurangi biaya material konstruksi
d. Hanya mempekerjakan tenaga kerja asing yang ahli
e. Menghilangkan proses AMDAL
> Jawaban: b
> Penjelasan: Infrastruktur bukan hanya
soal fisik, tetapi juga dampak sosialnya. Integrasi dimensi sosial memastikan
bahwa pembangunan infrastruktur tidak menimbulkan dampak buruk (seperti
penggusuran) dan manfaatnya inklusif, dapat dijangkau oleh kelompok rentan
seperti penyandang disabilitas, orang miskin, dan masyarakat adat.
19. Aspek "kultural" dalam
perencanaan pembangunan sosial penting untuk diperhatikan karena...
a. Nilai-nilai dan norma lokal dapat memengaruhi keberterimaan dan
keberhasilan suatu program
b. Seluruh budaya tradisional harus dihilangkan
c. Hanya budaya internasional yang relevan untuk pembangunan
d. Program pembangunan harus seragam di seluruh daerah
e. Aspek kultural tidak mempengaruhi partisipasi masyarakat
> Jawaban: a
> Penjelasan: Keberhasilan program
pembangunan sangat dipengaruhi oleh faktor sosial-budaya setempat. Program yang
tidak sensitif terhadap nilai, kepercayaan, dan struktur sosial komunitas
justru bisa ditolak atau tidak efektif. Perencanaan harus kontekstual dan
menghormati kearifan lokal.
20. Dalam konteks Sustainable Development
Goals (SDGs), prinsip "no one left behind" sangat terkait erat
dengan...
a. Peningkatan ekspor produk primer
b. Pembangunan yang inklusif dan berkeadilan
c. Penggunaan energi fosil secara besar-besaran
d. Penghapusan semua bentuk pajak
e. Sentralisasi kekuasaan pemerintah
> Jawaban: b
> Penjelasan: Prinsip "no one left
behind" (tidak meninggalkan siapa pun) adalah janji inti SDGs yang
menekankan pada inklusivitas dan keadilan. Ini berarti pembangunan harus
menjangkau mereka yang paling tertinggal terlebih dahulu, dan memastikan semua
orang, terlepas dari statusnya, dapat menikmati manfaat pembangunan.
21. Sebuah program peningkatan gizi balita
akan lebih berkelanjutan jika...
a. Hanya memberikan bantuan makanan tambahan tanpa edukasi
b. Melibatkan dan mendidik para ibu tentang gizi dan pola asuh
c. Dilakukan sekali saja pada saat terjadi wabah
d. Hanya mengandalkan tenaga kesehatan dari luar negeri
e. Mengabaikan faktor kemiskinan keluarga
> Jawaban: b
> Penjelasan: Keberlanjutan dicapai
ketika masyarakat, dalam hal ini para ibu sebagai ujung tombak, memiliki
pengetahuan dan kemauan untuk menerapkan perilaku hidup sehat dan bergizi
secara mandiri, bukan hanya bergantung pada bantuan eksternal.
22. Konsep "desa membangun" atau
"build back better" pasca bencana menekankan pada...
a. Membangun kembali desa persis seperti kondisi sebelum bencana
b. Memindahkan seluruh penduduk desa ke lokasi baru
c. Membangun kembali dengan standar yang lebih baik dan lebih tangguh
terhadap bencana di masa depan
d. Hanya membangun infrastruktur fisik tanpa memperkuat kelembagaan
sosial
e. Mengandalkan bantuan internasional secara permanen
> Jawaban: c
> Penjelasan: "Build Back
Better" bukan hanya memulihkan, tetapi menggunakan momentum pasca-bencana
untuk membangun sistem (fisik, sosial, ekonomi) yang lebih tangguh, lebih aman,
dan lebih maju daripada sebelum bencana terjadi.
23. Partisipasi anak dan remaja dalam
perencanaan pembangunan penting karena...
a. Mereka adalah penerima manfaat pasif
b. Mereka adalah pemegang hak yang suaranya perlu didengar untuk
memastikan pembangunan relevan dengan masa depan mereka
c. Mereka tidak memiliki pandangan tentang pembangunan
d. Hanya untuk memenuhi syarat administrasi proyek
e. Mereka akan menggantikan peran pemerintah
> Jawaban: b
> Penjelasan: Anak dan remaja adalah
kelompok strategis yang akan mewarisi hasil pembangunan. Perspektif unik mereka
sangat berharga untuk menciptakan kebijakan dan program yang relevan dengan
kebutuhan mereka saat ini dan masa depan.
24. Pendekatan "livelihood" (mata
pencaharian) berkelanjutan dalam pembangunan pedesaan memandang masyarakat
sebagai...
a. Penerima bantuan yang pasif
b. Pelaku utama yang mengelola kombinasi aset (modal) untuk bertahan
hidup
c. Tenaga kerja murah untuk perkebunan besar
d. Pesaing bagi sektor industri
e. Penyebab utama kerusakan lingkungan
> Jawaban: b
> Penjelasan: Pendekatan livelihood
melihat rumah tangga sebagai aktif yang mengelola portofolio aset (alam,
manusia, sosial, fisik, finansial) untuk menjalankan strategi mata pencaharian.
Program pembangunan bertujuan memperkuat aset-aset ini dan meningkatkan
kapasitas pengelolaannya.
25. Dalam mengatasi masalah
ketenagakerjaan, pendekatan "link and match" antara dunia pendidikan
dan industri bertujuan untuk...
a. Meningkatkan jumlah lulusan sarjana tanpa mempertimbangkan kebutuhan
pasar
b. Menciptakan keselarasan antara keterampilan lulusan dengan kebutuhan
dunia kerja
c. Menghapuskan semua sekolah vokasi
d. Memindahkan lokasi industri ke pusat kota
e. Mengurangi upah minimum pekerja
> Jawaban: b
> Penjelasan: Pendekatan link and match
memprioritaskan penyelarasan kurikulum pendidikan dan pelatihan dengan
kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh industri. Tujuannya adalah
mengurangi kesenjangan keterampilan (skill mismatch) dan mengatasi pengangguran
terdidik.
26. Indikator "Gini Ratio"
digunakan untuk mengukur...
a. Tingkat pertumbuhan ekonomi
b. Tingkat kemiskinan absolut
c. Tingkat ketimpangan pendapatan
d. Angka harapan hidup
e. Tingkat inflasi
> Jawaban: c
> Penjelasan: Koefisien Gini adalah
ukuran ketimpangan distribusi pendapatan atau kekayaan dalam suatu populasi.
Nilainya antara 0 (pemerataan sempurna) hingga 1 (ketimpangan sempurna).
27. Program "kampung tematik"
yang dikembangkan berdasarkan keunikan lokal (seperti kampung wisata batik,
kampung hijau) merupakan penerapan dari konsep pembangunan...
a. Sentralistik
b. Berbasis keunggulan lokal (local resource based development)
c. Eksploitatif
d. Ketergantungan
e. Top-down
> Jawaban: b
> Penjelasan: Pembangunan berbasis
keunggulan lokal memanfaatkan potensi dan kekhasan yang dimiliki suatu daerah
(sumber daya alam, budaya, kearifan lokal) sebagai motor penggerak ekonomi dan
sosial masyarakat setempat, sehingga lebih berkelanjutan dan menciptakan nilai
tambah.
28. Konflik sosial dalam pembangunan
seringkali muncul akibat...
a. Proses partisipasi yang inklusif dan transparan
b. Distribusi manfaat pembangunan yang tidak merata atau adanya kelompok
yang dirugikan
c. Kesepakatan yang dicapai secara musyawarah
d. Adanya analisis dampak sosial yang komprehensif sebelum proyek
dimulai
e. Komunikasi yang intensif dengan masyarakat
> Jawaban: b
> Penjelasan: Konflik sosial sering
dipicu oleh ketidakadilan, seperti ketimpangan dalam pembagian manfaat atau
beban proyek pembangunan, pengabaian hak-hak masyarakat, dan kurangnya
kompensasi bagi kelompok yang terdampak.
29. Peran fasilitator dalam pemberdayaan
masyarakat adalah...
a. Memerintah dan mengarahkan masyarakat sesuai keinginan pemerintah
b. Membiarkan masyarakat berjuang sendiri tanpa pendampingan
c. Memicu dan memandu proses pembelajaran serta pengambilan keputusan
oleh masyarakat sendiri
d. Menyediakan semua dana tanpa pertanggungjawaban
e. Menggantikan peran masyarakat dalam pelaksanaan program
> Jawaban: c
> Penjelasan: Fasilitator berperan
sebagai katalisator yang memandu proses, mendorong partisipasi, dan memperkuat
kapasitas masyarakat. Bukan sebagai pengambil keputusan, tetapi sebagai
pendamping yang memampukan masyarakat untuk mengambil alih proses
pembangunannya sendiri.
30. Tujuan dari "Social Impact
Assessment" (Analisis Dampak Sosial) dalam perencanaan proyek adalah...
a. Mempercepat pembebasan lahan tanpa kompensasi
b. Mengidentifikasi dan memitigasi dampak negatif proyek terhadap
kondisi sosial masyarakat
c. Meningkatkan biaya proyek secara signifikan
d. Menghilangkan kewajiban perusahaan terhadap lingkungan
e. Hanya sebagai formalitas administrasi
> Jawaban: b
> Penjelasan: Andal Sosial (Social
Impact Assessment) adalah proses untuk menganalisis, memantau, dan mengelola
konsekuensi sosial dari suatu kebijakan atau proyek. Tujuannya adalah untuk
meminimalkan dampak buruk dan memaksimalkan dampak positif terhadap kehidupan
masyarakat.
SOAL LATIHAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN
ASPEK SOSIAL (BAGIAN 2)
31. Konsep "modal sosial" (social
capital) dalam pembangunan merujuk pada...
a. Jumlah uang yang beredar di masyarakat
b. Nilai saham yang dimiliki pemerintah
c. Jaringan, kepercayaan, dan norma-norma yang memfasilitasi tindakan
kolektif
d. Cadangan devisa negara
e. Kekayaan alam yang dapat dieksploitasi
> Jawaban: c
> Penjelasan: Modal sosial adalah aset
intangible yang berupa hubungan sosial, nilai-nilai saling percaya, dan
jaringan kerjasama dalam masyarakat yang dapat meningkatkan efisiensi
masyarakat dalam mencapai tujuan bersama.
32. Strategi "gender
mainstreaming" (pengarusutamaan gender) dalam perencanaan pembangunan
berarti...
a. Membuat program terpisah khusus untuk perempuan
b. Melupakan isu gender karena dianggap tidak penting
c. Mengintegrasikan perspektif gender ke dalam semua kebijakan, program,
dan anggaran
d. Hanya merekrut pegawai perempuan di instansi pemerintah
e. Menaikkan pajak untuk laki-laki
> Jawaban: c
> Penjelasan: Pengarusutamaan gender
adalah strategi untuk membuat keprihatinan dan pengalaman laki-laki maupun
perempuan menjadi bagian integral dalam perancangan, implementasi, pemantauan,
dan evaluasi kebijakan dan program di semua bidang politik, ekonomi, dan
masyarakat.
33. Tujuan utama dari "analisis
pemangku kepentingan" (stakeholder analysis) dalam perencanaan pembangunan
adalah...
a. Mengidentifikasi dan memahami kepentingan serta pengaruh berbagai
pihak yang terdampak oleh suatu kebijakan atau program
b. Menghitung jumlah penduduk di suatu wilayah
c. Menentukan harga tanah untuk proyek pembangunan
d. Memilih kontraktor proyek berdasarkan hubungan keluarga
e. Mengabaikan suara masyarakat yang tidak setuju
> Jawaban: a
> Penjelasan: Analisis pemangku
kepentingan membantu perencana untuk memahami siapa saja yang akan terdampak,
baik positif maupun negatif, serta kekuatan dan kepentingan relatif
masing-masing, sehingga dapat dirancang strategi keterlibatan dan mitigasi
konflik yang efektif.
34. Sebuah program peningkatan kesehatan
masyarakat di daerah terpencil akan lebih efektif jika...
a. Hanya membangun rumah sakit besar di ibu kota provinsi
b. Melibatkan kader kesehatan dari masyarakat setempat dan memanfaatkan
tenaga kesehatan lokal
c. Mengimpor semua obat-obatan dari luar negeri
d. Melarang praktik pengobatan tradisional
e. Hanya berfokus pada pengobatan kuratif, bukan preventif
> Jawaban: b
> Penjelasan: Keterlibatan kader dan
tenaga kesehatan lokal meningkatkan keberterimaan program, memanfaatkan
kepercayaan masyarakat, dan memastikan keberlanjutan karena pelaku utamanya
berasal dari dalam komunitas itu sendiri.
35. Dalam konteks pembangunan pedesaan,
"revitalisasi kelembagaan adat" penting untuk...
a. Menghilangkan semua aturan adat yang ada
b. Memperkuat kapasitas kelembagaan lokal dalam mengelola sumber daya
dan menyelesaikan konflik sesuai kearifan lokal
c. Memusatkan semua keputusan pada pemerintah desa
d. Melarang masyarakat mengikuti perkembangan zaman
e. Menciptakan ketergantungan pada bantuan pusat
> Jawaban: b
> Penjelasan: Kelembagaan adat yang
telah hidup turun-temurun seringkali memiliki legitimasi dan efektivitas tinggi
dalam mengatur kehidupan masyarakat. Merevitalisasinya berarti memperkuat
kapasitasnya agar dapat berperan positif dalam pembangunan yang modern.
36. Indikator "daya beli
masyarakat" penting untuk diukur dalam perencanaan pembangunan sosial
karena...
a. Menunjukkan kemampuan riil masyarakat untuk memenuhi kebutuhan
dasarnya
b. Hanya relevan untuk masyarakat perkotaan
c. Sama dengan pendapatan nominal per kapita
d. Tidak dipengaruhi oleh tingkat inflasi
e. Hanya mengukur konsumsi barang mewah
> Jawaban: a
> Penjelasan: Daya beli mencerminkan
pendapatan riil setelah disesuaikan dengan tingkat harga. Ini adalah ukuran
yang lebih akurat untuk kesejahteraan ekonomi rumah tangga dibandingkan
pendapatan nominal, karena memperhitungkan biaya hidup.
37. Pendekatan "social
entrepreneurship" (kewirausahaan sosial) dalam pembangunan menekankan
pada...
a. Mencari keuntungan finansial semata
b. Menciptakan solusi inovatif untuk masalah sosial dengan pendekatan
bisnis yang berkelanjutan
c. Mengandalkan sepenuhnya pada anggaran pemerintah
d. Menghindari semua bentuk inovasi
e. Hanya bekerja di sektor pertanian tradisional
> Jawaban: b
> Penjelasan: Kewirausahaan sosial
memadukan semangat kewirausahaan dengan tujuan sosial. Pelakunya menciptakan
model bisnis yang inovatif untuk mengatasi masalah sosial seperti kemiskinan,
pengangguran, atau akses pendidikan, dengan prinsip keberlanjutan finansial.
38. Program "desa inklusif" yang
baik ditandai dengan...
a. Hanya melayani warga yang produktif secara ekonomi
b. Memastikan akses dan partisipasi penuh bagi semua warga, termasuk
penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok rentan lainnya
c. Membangun pagar tinggi untuk mengisolasi desa
d. Melarang perbedaan pendapat
e. Hanya fokus pada pembangunan infrastruktur tanpa memperkuat SDM
> Jawaban: b
> Penjelasan: Desa inklusif adalah desa
yang memastikan tidak ada warganya yang tertinggal. Segala kebijakan, program,
dan fasilitas dirancang agar dapat diakses dan dimanfaatkan oleh seluruh warga,
terlepas dari kondisi fisik, ekonomi, sosial, atau latar belakangnya.
39. Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas
menekankan prinsip "nothing about us without us" yang berarti...
a. Kebijakan tentang disabilitas dapat dibuat
tanpa melibatkan penyandang disabilitas
b. Penyandang disabilitas harus dilibatkan secara penuh dan efektif
dalam proses pengambilan keputusan yang berdampak pada mereka
c. Pemerintah tahu yang terbaik untuk penyandang disabilitas
d. Isu disabilitas hanya penting di tingkat internasional
e. Keluarga penyandang disabilitas yang harus memutuskan segala
sesuatunya
> Jawaban: b
> Penjelasan: Prinsip ini menegaskan
bahwa penyandang disabilitas adalah subjek, bukan objek pembangunan. Mereka
adalah ahli atas pengalaman hidupnya sendiri, sehingga partisipasi mereka
mutlak diperlukan untuk merancang kebijakan dan program yang tepat dan efektif.
40. Dalam konteks pengurangan risiko
bencana, pendekatan "build back better" bertujuan untuk...
a. Membangun kembali dengan cara yang sama seperti sebelum bencana
b. Memindahkan seluruh populasi ke daerah yang bebas bencana
c. Membangun kembali masyarakat dan infrastruktur yang lebih tangguh
terhadap ancaman bencana di masa depan
d. Mengandalkan bantuan luar negeri secara permanen
e. Hanya memulihkan sektor ekonomi tanpa memperbaiki kondisi sosial
> Jawaban: c
> Penjelasan: "Build Back
Better" adalah filosofi rekonstruksi pasca-bencana yang tidak hanya
memulihkan, tetapi juga meningkatkan ketangguhan sistem dengan memperbaiki
kelemahan-kelemahan yang ada sebelum bencana, sehingga mengurangi kerentanan di
masa depan.
41. Konsep "perlindungan sosial
adaptif" (adaptive social protection) dirancang untuk...
a. Hanya merespons kemiskinan kronis
b. Memberikan bantuan secara kaku tanpa mempertimbangkan perubahan
kondisi
c. Menanggapi guncangan yang timbul, seperti bencana alam atau krisis
ekonomi, dengan cepat dan fleksibel
d. Menggantikan semua program pembangunan lainnya
e. Hanya menargetkan penduduk perkotaan
> Jawaban: c
> Penjelasan: Perlindungan sosial
adaptif adalah sistem yang dapat dengan cepat menyesuaikan cakupan, manfaat,
dan target pasarnya untuk merespons guncangan besar yang mempengaruhi penduduk,
seperti pandemi, badai, atau gagal panen.
42. Faktor kunci keberhasilan program
pemberdayaan ekonomi perempuan adalah...
a. Memberikan pinjaman tanpa pelatihan dan pendampingan
b. Akses terhadap permodalan, pelatihan kewirausahaan, dan dukungan
untuk mendobrak norma gender yang membatasi
c. Melarang perempuan untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi
d. Hanya fokus pada perempuan di perkotaan
e. Menyamakan semua kebutuhan perempuan tanpa melihat konteks
> Jawaban: b
> Penjelasan: Keberhasilan memerlukan
pendekatan holistik: modal memungkinkan aksi, pelatihan membangun kapasitas,
dan pendampingan serta advokasi terhadap norma gender membantu menciptakan
lingkungan yang mendukung bagi perempuan untuk berusaha.
43. Tujuan dari "community-driven
development" (CDD) adalah...
a. Memberikan kendali dan sumber daya langsung kepada komunitas untuk
mengidentifikasi dan mengimplementasikan proyek yang mereka prioritaskan
b. Memusatkan perencanaan di tangan pemerintah pusat
c. Membuat masyarakat bergantung pada kontraktor luar
d. Mempercepat proses dengan mengabaikan pendapat masyarakat
e. Hanya membangun infrastruktur fisik yang besar
> Jawaban: a
> Penjelasan: CDD adalah pendekatan yang
memberikan wewenang dan sumber daya keputusan kepada komunitas lokal. Ini
mempromosikan kepemilikan lokal, akuntabilitas, dan kesesuaian antara proyek
dengan kebutuhan riil masyarakat.
44. Dalam perencanaan pembangunan,
"analisis kesenjangan gender" (gender gap analysis) digunakan
untuk...
a. Membuktikan bahwa tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan
b. Mengidentifikasi perbedaan akses, partisipasi, dan manfaat
pembangunan antara laki-laki dan perempuan
c. Meningkatkan kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin
d. Menghapuskan semua data terpilah menurut jenis kelamin
e. Hanya fokus pada isu-isu perempuan perkotaan
> Jawaban: b
> Penjelasan: Analisis ini adalah alat
penting untuk memahami di mana dan bagaimana ketidaksetaraan gender terjadi
dalam berbagai bidang (pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik). Hasil analisis
ini menjadi dasar untuk merancang intervensi yang tepat.
45. Program "satu data" dalam
perencanaan pembangunan sosial penting untuk memastikan...
a. Setiap kementerian memiliki versi datanya sendiri-sendiri
b. Ketersediaan data yang akurat, terpercaya, dan konsisten sebagai
dasar perencanaan dan evaluasi yang tepat sasaran
c. Data hanya diakses oleh pejabat tinggi
d. Menggunakan data perkiraan tanpa verifikasi
e. Menghilangkan peran statistik nasional
> Jawaban: b
> Penjelasan: Data yang berkualitas,
konsisten, dan dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan adalah fondasi
dari perencanaan pembangunan yang evidence-based, monitoring yang efektif, dan
evaluasi yang akurat.
46. Konsep "ketahanan pangan"
pada tingkat rumah tangga tercapai ketika...
a. Negara mengekspor beras dalam jumlah besar
b. Semua rumah tangga memiliki akses fisik dan ekonomi terhadap pangan
yang cukup, aman, dan bergizi untuk memenuhi kebutuhan gizinya
c. Harga pangan di pasar internasional stabil
d. Rumah tangga hanya mengkonsumsi makanan instan
e. Pemerintah melarang impor bahan pangan
> Jawaban: b
> Penjelasan: Ketahanan pangan rumah
tangga bukan hanya tentang ketersediaan pangan di tingkat nasional, tetapi
tentang kemampuan setiap rumah tangga untuk memperoleh pangan yang cukup dan
bergizi secara berkelanjutan untuk semua anggotanya.
47. Pendekatan "social forestry"
(perhutanan sosial) bertujuan untuk...
a. Memberikan akses dan kewenangan pengelolaan hutan kepada masyarakat
sekitar hutan untuk meningkatkan kesejahteraannya
b. Menyerahkan pengelolaan hutan sepenuhnya kepada perusahaan swasta
besar
c. Melarang masyarakat masuk ke kawasan hutan
d. Hanya menanam pohon tanpa melibatkan masyarakat
e. Mengkonversi hutan menjadi lahan sawit secara besar-besaran
> Jawaban: a
> Penjelasan: Perhutanan sosial adalah
skelola yang memberikan akses legal kepada masyarakat lokal untuk mengelola
kawasan hutan secara lestari, dengan tujuan menciptakan mata pencaharian
sekaligus menjaga kelestarian hutan.
48. Dalam konteks pembangunan perkotaan,
"city resilience" (ketahanan kota) merujuk pada kemampuan kota
untuk...
a. Hanya menanggapi bencana alam
b. Bertahan, beradaptasi, dan tumbuh dalam menghadapi berbagai guncangan
dan tekanan kronis
c. Memindahkan semua penduduk miskin ke pinggiran kota
d. Membangun gedung-gedung tertinggi
e. Mengisolasi diri dari kota lain
> Jawaban: b
> Penjelasan: Ketahanan kota adalah
kapasitas sistem, institusi, dan komunitas perkotaan untuk bertahan dari dan
beradaptasi dengan guncangan (seperti banjir, gempa, krisis ekonomi) dan
tekanan kronis (seperti kemacetan, pengangguran), serta untuk berkembang di
masa depan.
49. Program "kampung KB" yang
dicanangkan pemerintah Indonesia pada intinya bertujuan untuk...
a. Meningkatkan kualitas hidup keluarga melalui pendekatan Keluarga
Berencana yang terintegrasi
b. Hanya membagikan alat kontrasepsi
c. Meningkatkan jumlah penduduk secara cepat
d. Melarang keluarga memiliki anak
e. Hanya fokus pada kesehatan ibu hamil
> Jawaban: a
> Penjelasan: Kampung KB adalah upaya
pendekatan pembangunan keluarga secara menyeluruh di tingkat komunitas, yang
tidak hanya mengatur kelahiran, tetapi juga membangun kualitas keluarga yang
mencakup kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan sosial.
50. "Social cohesion" (kohesi
sosial) yang tinggi dalam suatu masyarakat ditandai dengan...
a. Tingkat konflik horizontal yang tinggi
b. Rasa saling percaya, solidaritas, dan keterlibatan warga yang kuat
dalam kehidupan bermasyarakat
c. Pengucilan terhadap kelompok minoritas
d. Ketergantungan penuh pada pemerintah
e. Individualisme yang kuat
> Jawaban: b
> Penjelasan: Kohesi sosial mengacu pada
ikatan yang mempersatukan anggota masyarakat. Masyarakat dengan kohesi sosial
yang tinggi dicirikan oleh tingkat kepercayaan sosial yang tinggi, norma saling
membantu, dan rasa memiliki bersama, yang pada akhirnya mendukung stabilitas
dan pembangunan.
51. Kebijakan "affirmative
action" dalam pembangunan bertujuan untuk...
a. Menguntungkan kelompok mayoritas
b. Mempercepat ketimpangan sosial
c. Meningkatkan akses dan kesempatan bagi kelompok yang secara historis
terdiskriminasi atau termarjinalkan
d. Menghapuskan semua bentuk keberagaman
e. Menciptakan persaingan yang tidak sehat
> Jawaban: c
> Penjelasan: Affirmative action adalah
kebijakan sementara yang dirancang untuk memperbaiki ketidaksetaraan struktural
dengan memberikan perlakuan khusus (seperti kuota) kepada kelompok tertentu
yang telah lama tertinggal agar mereka dapat mengejar ketertinggalannya.
52. Indikator "angka partisipasi
murni" (APM) dalam pendidikan mengukur...
a. Persentase penduduk yang buta huruf
b. Persentase anak pada kelompok usia tertentu yang sedang bersekolah di
jenjang pendidikan yang sesuai dengan usianya
c. Jumlah sekolah yang dibangun setiap tahun
d. Rasio guru terhadap murid
e. Angka putus sekolah di tingkat SMA
> Jawaban: b
> Penjelasan: APM mengukur proporsi anak
yang bersekolah "tepat waktu". Ini adalah indikator yang lebih akurat
untuk menilai efisiensi sistem pendidikan dibandingkan angka partisipasi kasar
(APK), karena APK dapat terdistorsi oleh adanya siswa yang terlambat atau
mengulang kelas.
53. Dalam konteks pembangunan
berkelanjutan, konsep "keadilan antargenerasi" (intergenerational
justice) menekankan bahwa...
a. Generasi sekarang berhak mengeksploitasi semua sumber daya tanpa
memikirkan masa depan
b. Generasi mendatang harus menanggung sendiri konsekuensi dari tindakan
generasi sekarang
c. Generasi sekarang memiliki kewajiban untuk mewariskan lingkungan dan
sumber daya yang layak bagi generasi mendatang
d. Pembangunan hanya untuk kepentingan generasi saat ini
e. Generasi tua harus mengontrol semua sumber daya
> Jawaban: c
> Penjelasan: Keadilan antargenerasi
adalah prinsip etis yang menyatakan bahwa kita harus menggunakan sumber daya
dan lingkungan saat ini dengan cara yang tidak merusak atau mengurangi pilihan
dan kesejahteraan generasi yang akan datang.
54. Pendekatan "tripodal" dalam
pembangunan melibatkan kerjasama antara...
a. Pemerintah, swasta, dan masyarakat madani (civil society)
b. Tiga negara tetangga
c. Tiga kementerian saja
d. Eksekutif, yudikatif, dan legislatif di tingkat pusat
e. Desa, kecamatan, dan kabupaten
> Jawaban: a
> Penjelasan: Kemitraan tripodal
(Pemerintah, Dunia Usaha, dan Masyarakat Madani) dianggap sebagai formula yang
kuat untuk pembangunan karena memadukan sumber daya, inovasi, dan legitimasi
dari ketiga pilar tersebut.
55. Program "smart city" yang
berwawasan sosial seharusnya...
a. Hanya berfokus pada teknologi tinggi tanpa mempertimbangkan inklusi
digital
b. Menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan publik dan
kualitas hidup semua warga, termasuk yang miskin dan rentan
c. Hanya menguntungkan perusahaan teknologi asing
d. Membuat sistem pengawasan yang ketat untuk mengontrol warga
e. Menggantikan semua interaksi sosial dengan interaksi digital
> Jawaban: b
> Penjelasan: Esensi smart city yang
berwawasan sosial adalah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
untuk menciptakan kota yang tidak hanya efisien, tetapi juga inklusif dan
berkeadilan, di mana semua warga dapat menikmati manfaatnya.
56. "Social accounting matrix"
(SAM) dalam perencanaan pembangunan digunakan untuk...
a. Mencatat transaksi keuangan perusahaan swasta
b. Memetakan hubungan dan aliran pendapatan antara berbagai pelaku dan
sektor dalam perekonomian, termasuk kelompok rumah tangga
c. Menghitung gaji pegawai negeri
d. Menentukan kurs valuta asing
e. Mengukur tingkat korupsi
> Jawaban: b
> Penjelasan: SAM adalah representasi
neraca sosial-ekonomi yang menyajikan data transaksi antar pelaku (rumah tangga
dikelompokkan berdasarkan income, perusahaan, pemerintah) dalam suatu
perekonomian. Ini berguna untuk menganalisis distribusi dampak suatu kebijakan
pembangunan.
57. Tantangan utama dalam mereplikasi
program pembangunan yang sukses di satu daerah ke daerah lain adalah...
a. Perbedaan konteks sosial, ekonomi, dan budaya yang memerlukan
adaptasi
b. Program yang sukses pasti dapat diterapkan di mana saja tanpa
perubahan
c. Kurangnya dana dari pemerintah pusat
d. Kesamaan kondisi antar semua daerah
e. Tidak adanya tenaga terampil di daerah lain
> Jawaban: a
> Penjelasan: Keberhasilan sebuah
program sangat dipengaruhi oleh konteks lokal. Apa yang berhasil di satu tempat
belum tentu berhasil di tempat lain. Oleh karena itu, replikasi harus disertai
dengan analisis kontekstual dan adaptasi yang cermat, bukan copy-paste.
58. Pemberian "insentif fiskal"
untuk perusahaan yang membuka lapangan kerja di daerah tertinggal merupakan
contoh kebijakan...
a. Distributif
b. Regulatif
c. Redistributif
d. Ekstraktif
e. Kontraktif
> Jawaban: c
> Penjelasan: Kebijakan redistributif
bertujuan untuk mendistribusikan kembali sumber daya atau kesempatan. Dalam hal
ini, pemerintah "mengambil" potensi pendapatan pajak (dengan memberi
keringanan) untuk "memberikannya" kembali dalam bentuk stimulasi penciptaan
lapangan kerja di daerah yang membutuhkan.
59. Dalam merespons pandemi, pendekatan
"social safety net" (jaring pengaman sosial) berperan untuk...
a. Meningkatkan mobilitas penduduk
b. Melonggarkan protokol kesehatan
c. Melindungi penduduk, terutama kelompok rentan, dari dampak
sosial-ekonomi yang ditimbulkan
d. Menghentikan semua aktivitas ekonomi
e. Hanya memprioritaskan penanganan kesehatan
> Jawaban: c
> Penjelasan: Selama krisis seperti
pandemi, jaring pengaman sosial (seperti bantuan tunai, sembako, atau perluasan
program asuransi) sangat penting untuk mencegah rumah tangga miskin dan rentan
jatuh lebih dalam into kemiskinan akibat kehilangan pendapatan.
60. Evaluasi program pembangunan sosial
yang baik harus mengukur...
a. Hanya keluaran (output) fisik, seperti jumlah bangunan
b. Hanya masukan (input) yang digunakan
c. Dampak (impact) terhadap kesejahteraan masyarakat dan hasil (outcome)
yang dicapai
d. Kepuasan kontraktor proyek
e. Kecepatan penyerapan anggaran saja
> Jawaban: c
> Penjelasan: Evaluasi yang bermakna
harus melampaui output (apa yang dikeluarkan) dan melihat outcome (perubahan
yang terjadi pada penerima manfaat) serta impact (dampak jangka panjang dan
lebih luas terhadap kesejahteraan sosial).
No comments:
Post a Comment