Sunday, November 16, 2025

Latihan Soal - Topik: Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi

Topik: Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi


1.

Barang publik seperti penerangan jalan umum sulit disediakan oleh swasta karena:
a. Biaya produksi terlalu besar untuk perusahaan swasta
b. Keuntungan yang diperoleh tidak dapat dipungut dari konsumennya
c. Swasta tidak memiliki akses permodalan
d. Pemerintah melarang swasta ikut menyediakan infrastruktur
e. Permintaan masyarakat terhadap penerangan jalan rendah

Jawab: b


2.

Ketimpangan pembangunan antar wilayah dapat terjadi karena:
a. Pemerintah memberikan subsidi kepada UMKM
b. Pemerintah menurunkan tarif pajak daerah
c. Konsentrasi investasi dan infrastruktur hanya di kota-kota besar
d. Tingginya angka konsumsi masyarakat
e. Tingginya partisipasi swasta dalam perekonomian

Jawab: c


3.

Ekonomi daerah yang hanya bergantung pada satu komoditas (mono-industri) berisiko karena:
a. Meningkatkan daya tahan ekonomi
b. Harga komoditas tersebut selalu stabil
c. Rentan terhadap fluktuasi harga global
d. Investasi asing menjadi terbatas
e. Pertumbuhan wilayah menjadi cepat

Jawab: c


4.

Peran pemerintah dalam pembangunan ekonomi diperlukan karena:
a. Swasta mampu menyediakan semua barang dan jasa
b. Semua pasar berjalan tanpa kegagalan
c. Terdapat ketidakadilan dalam distribusi sumber daya
d. Pemerintah harus mengambil alih semua sektor ekonomi
e. Konsumen memiliki informasi sempurna

Jawab: c


5.

Pembangunan berkelanjutan menuntut perencanaan yang:
a. Hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi
b. Mengabaikan aspek lingkungan demi percepatan pembangunan
c. Memperhatikan keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan
d. Memfokuskan pada industrialisasi tanpa batas
e. Mengutamakan kepentingan investor asing

Jawab: c


6.

Eksternalitas negatif terjadi ketika:
a. Dampak kegiatan ekonomi memberikan manfaat pada pihak ketiga
b. Produksi barang memberikan manfaat jangka panjang
c. Kegiatan ekonomi menimbulkan kerugian bagi pihak lain
d. Pemerintah memberikan subsidi pada industri tertentu
e. Permintaan pasar meningkat

Jawab: c


7.

Untuk mengatasi eksternalitas negatif, kebijakan pemerintah yang tepat adalah:
a. Memberikan subsidi
b. Memberikan insentif
c. Menetapkan pajak atau denda lingkungan
d. Membiarkan proses pasar bekerja sendiri
e. Menghapus semua regulasi

Jawab: c


8.

Kebijakan fiskal dalam pembangunan ekonomi adalah:
a. Pengaturan jumlah uang beredar oleh bank sentral
b. Pengaturan suku bunga untuk kendalikan inflasi
c. Kebijakan belanja pemerintah dan pajak
d. Pengaturan ekspor dan impor
e. Pengendalian nilai tukar mata uang

Jawab: c


9.

Kesenjangan ekonomi dapat diminimalkan melalui:
a. Pajak progresif dan program jaminan sosial
b. Peningkatan harga dasar produk pertanian
c. Penutupan akses investasi asing
d. Mengurangi belanja infrastruktur
e. Penurunan kualitas layanan publik

Jawab: a


10.

Contoh eksternalitas positif adalah:
a. Pabrik tekstil mencemari sungai
b. Kebisingan bandara mengganggu warga
c. Seseorang memperbaiki halaman rumah sehingga nilai rumah tetangga meningkat
d. Pemilik rumah menimbun barang untuk spekulasi harga
e. Pembangunan mal menutup usaha rakyat

Jawab: c


11.

Swasta tidak tertarik membangun infrastruktur dasar di wilayah terpencil karena:
a. Permintaan masyarakat sangat tinggi
b. Biaya investasi rendah
c. Tingkat keuntungan tidak menarik secara komersial
d. Risiko ekonomi sangat rendah
e. Pemerintah memberikan subsidi penuh

Jawab: c


12.

Peran utama perencanaan pembangunan nasional adalah:
a. Menjamin pertumbuhan ekonomi tanpa batas
b. Mengarahkan penggunaan sumber daya agar efektif dan berkeadilan
c. Menghapus kewenangan pemerintah daerah
d. Memperbanyak proyek fisik
e. Menghilangkan peran swasta

Jawab: b


13.

Pembangunan ekonomi yang hanya mengutamakan pertumbuhan dapat menyebabkan:
a. Pemerataan pendapatan
b. Kualitas hidup meningkat merata
c. Ketimpangan sosial semakin besar
d. Pengangguran tidak ada
e. Kemiskinan menurun otomatis

Jawab: c


14.

Indikator keberhasilan pembangunan ekonomi jangka panjang adalah:
a. Kenaikan pajak
b. Peningkatan konsumsi masyarakat
c. Meningkatnya kualitas hidup dan kesejahteraan
d. Stabilitas harga barang impor
e. Penambahan jumlah pegawai pemerintah

Jawab: c


15.

Desentralisasi fiskal bertujuan untuk:
a. Mengurangi peran pemerintah daerah
b. Memusatkan seluruh keputusan di pusat
c. Memberikan kewenangan kepada daerah mengelola sumber daya dan anggaran
d. Mengendalikan harga pasar
e. Menghapus pajak daerah

Jawab: c


16.

Kegagalan pasar dapat terjadi ketika:
a. Pasar dalam kondisi kompetitif
b. Pemerintah menetapkan program subsidi
c. Informasi dimiliki secara tidak seimbang antara penjual dan pembeli
d. Banyak produsen dan konsumen bebas bertransaksi
e. Harga dipengaruhi permintaan dan penawaran

Jawab: c


17.

Salah satu tujuan intervensi pemerintah dalam perekonomian adalah:
a. Menjamin tidak ada peran swasta
b. Menghapus pasar bebas
c. Mengoreksi distribusi kekayaan dan kesempatan
d. Menjamin monopoli berkembang
e. Menutup perdagangan internasional

Jawab: c


18.

Strategi pembangunan wilayah yang efektif harus mempertimbangkan:
a. Pembangunan hanya di kota besar
b. Potensi unggulan daerah dan konektivitas antar wilayah
c. Mengurangi peran masyarakat
d. Pembangunan fisik tanpa pengembangan SDM
e. Pengurangan peran swasta

Jawab: b


19.

Contoh kebijakan afirmatif dalam pembangunan adalah:
a. Menurunkan subsidi pendidikan
b. Membangun sekolah gratis di daerah 3T
c. Memberikan insentif bagi perusahaan besar
d. Meningkatkan tarif pajak UMKM
e. Membatasi akses transportasi publik

Jawab: b


20.

Kemiskinan struktural terjadi karena:
a. Gaya hidup konsumtif masyarakat
b. Tidak adanya akses terhadap pendidikan, modal, dan kesempatan kerja
c. Inflasi tinggi sementara pendapatan stabil
d. Harga komoditas pertanian menurun
e. Konsumsi rumah tangga meningkat

Jawab: b


21.

Multiplier effect terjadi ketika:
a. Konsumen menahan pengeluaran
b. Belanja pemerintah menimbulkan dampak ekonomi berantai pada sektor lain
c. Ekspor turun drastis
d. Inflasi mencapai titik tertinggi
e. Pemerintah mengurangi belanja publik

Jawab: b


22.

Pembangunan ekonomi inklusif berorientasi pada:
a. Pertumbuhan untuk kelompok tertentu
b. Pemusatan industri di kota besar
c. Partisipasi luas masyarakat dalam memanfaatkan manfaat pembangunan
d. Peningkatan produksi tanpa memperhatikan lingkungan
e. Monopoli industri strategis

Jawab: c


23.

Penyebab utama tingginya biaya logistik nasional adalah:
a. Infrastruktur transportasi dan konektivitas wilayah belum optimal
b. Harga BBM internasional turun
c. Produktivitas pelabuhan meningkat
d. Sistem distribusi efisien
e. Teknologi informasi berkembang pesat

Jawab: a


24.

Contoh peran swasta dalam pembangunan ekonomi adalah:
a. Menentukan kebijakan fiskal
b. Menyediakan jasa pendidikan dan kesehatan melalui investasi
c. Menetapkan regulasi usaha
d. Mengontrol suku bunga
e. Menentukan struktur pajak

Jawab: b


25.

Industri strategis sering mendapat dukungan pemerintah karena:
a. Tidak pernah memberikan keuntungan
b. Tidak membutuhkan modal besar
c. Memiliki efek berganda terhadap ekonomi nasional
d. Tidak memiliki risiko
e. Hanya melayani pasar lokal

Jawab: c


26.

Perencanaan pembangunan memerlukan data yang akurat karena:
a. Mengurangi transparansi publik
b. Keputusan dibuat berdasarkan asumsi subjektif
c. Menjamin perumusan kebijakan berbasis bukti (evidence based policy)
d. Mengurangi tanggung jawab pemerintah
e. Menambah ketidakpastian kebijakan

Jawab: c


27.

Indikator pemerataan hasil pembangunan adalah:
a. Indeks Gini yang menurun
b. Nilai ekspor meningkat
c. Inflasi menurun
d. Cadangan devisa meningkat
e. Ekspor migas naik

Jawab: a


28.

Sumber pembiayaan pembangunan nasional dapat berasal dari:
a. APBN, APBD, investasi swasta, dan kemitraan pemerintah-swasta
b. Hanya dana pemerintah pusat
c. Hanya pajak daerah
d. Penerimaan hibah saja
e. Peminjaman luar negeri saja

Jawab: a


29.

Perencanaan pembangunan jangka panjang (RPJP) memiliki fungsi:
a. Menetapkan arah pembangunan nasional dalam periode ±20 tahun
b. Mengatur belanja tahunan pemerintah pusat
c. Mengatur teknis pelaksanaan proyek daerah
d. Menetapkan tarif pajak
e. Mengalokasikan dana desa

Jawab: a


30.

Instrumen pengurangan ketimpangan wilayah melalui kebijakan fiskal adalah:
a. Peniadaan investasi pemerintah
b. Transfer dana ke daerah dan Dana Alokasi Khusus (DAK)
c. Pengurangan APBD
d. Penghentian proyek infrastruktur
e. Penghapusan otonomi daerah

Jawab: b



No comments:

Post a Comment