Sunday, November 16, 2025

Test - Latihan Soal Tambahan Aspek Ekonomi

Latihan Uji Kompetensi Perencana Aspek Ekonomi

(Topik: Mikroekonomi, Makroekonomi, Kebijakan Harga, Kebijakan Publik, Analisis Permintaan-Penawaran, Elastisitas, CBA, Perencanaan Regional, dan Pembangunan)


A. Mikroekonomi & Kebijakan Harga (10 soal)

1.

Pemerintah ingin menurunkan harga beras karena inflasi pangan meningkat. Instrumen yang paling tepat untuk menurunkan harga tanpa mengurangi pendapatan petani adalah:
a. Menetapkan harga eceran tertinggi (HET)
b. Melakukan impor beras besar-besaran
c. Memberikan subsidi biaya distribusi
d. Menetapkan larangan ekspor beras
e. Menetapkan pajak penjualan beras

Jawaban: c
Penjelasan: Subsidi distribusi menurunkan biaya logistik → harga turun tanpa menekan harga jual petani.


2.

Dalam pasar dengan permintaan sangat elastis, kebijakan menaikkan harga akan berdampak pada:
a. Beberapa konsumen tetap membeli
b. Total pendapatan penjual meningkat
c. Total pendapatan penjual menurun
d. Harga keseimbangan stabil
e. Penawaran meningkat

Jawaban: c
Penjelasan: Permintaan elastis → kenaikan harga → penurunan jumlah beli lebih besar dari kenaikan harga → total revenue turun.


3.

Permintaan kamar VIP hotel bersifat inelastis. Untuk meningkatkan pendapatan, strategi terbaik:
a. Menurunkan tarif semua kamar
b. Menaikkan tarif kamar VIP
c. Menurunkan tarif kamar reguler
d. Menaikkan tarif semua kamar
e. Menambah promosi paket diskon

Jawaban: b
Penjelasan: Inelastis → naik harga → TR naik.


4.

Jika harga tiket pesawat turun 10% dan jumlah permintaan meningkat 25%, maka elastisitas permintaan adalah:
a. 0,25
b. 2,5
c. 1,0
d. 0,5
e. 10

Jawaban: b
Penjelasan: Ed = 25% / 10% = 2,5 → elastis.


5.

Konsekuensi dari adanya harga minimum (floor price) untuk produk pertanian adalah:
a. Kekurangan pasokan
b. Surplus pasokan
c. Harga equilibrium tercapai
d. Inflasi menurun
e. Penawaran menurun

Jawaban: b
Penjelasan: Harga di atas keseimbangan → penawaran > permintaan → surplus.


6.

Subsidi produksi biasanya menyebabkan:
a. Kenaikan biaya produksi
b. Penawaran bergeser ke kiri
c. Penawaran bergeser ke kanan
d. Inflasi inti naik
e. Penurunan output

Jawaban: c


7.

Jika elastisitas silang EdXY positif, hal ini menunjukkan bahwa:
a. Barang saling melengkapi
b. Barang saling menggantikan
c. Barang inferior
d. Barang normal
e. Permintaan inelastis

Jawaban: b


8.

Biaya tetap (fixed cost) memiliki ciri:
a. Berubah sesuai output
b. Tidak berubah dalam jangka pendek
c. Nol ketika output nol
d. Selalu meningkat
e. Semua benar

Jawaban: b


9.

Break-even point tercapai ketika:
a. TR < TC
b. TR = TC
c. TR > TC
d. Profit maksimum
e. FC = VC

Jawaban: b


10.

Jika MR = MC, maka:
a. Perusahaan rugi
b. Perusahaan berhenti produksi
c. Output optimum tercapai
d. Permintaan tidak elastis
e. Produksi harus dinaikkan

Jawaban: c



B. Makroekonomi & Indikator Pembangunan (10 soal)

11.

PDRB ADHK penting digunakan untuk:
a. Mengukur pendapatan nominal
b. Membandingkan pertumbuhan ekonomi antar waktu
c. Mengukur inflasi
d. Mengukur daya beli masyarakat
e. Mengukur pajak

Jawaban: b


12.

Inflasi didorong kenaikan biaya distribusi dan harga BBM termasuk kategori:
a. Demand pull inflation
b. Cost push inflation
c. Imported inflation
d. Deflasi
e. Stagflasi

Jawaban: b


13.

Fenomena pertumbuhan ekonomi tinggi tetapi pengangguran juga tinggi disebut:
a. Hyperinflasi
b. Trickle-down effect
c. Jobless growth
d. Shock supply
e. Stagnansi

Jawaban: c


14.

Instrumen fiskal untuk menstimulus ekonomi dalam resesi:
a. Menaikkan suku bunga
b. Mengurangi belanja negara
c. Meningkatkan belanja pembangunan
d. Menaikkan pajak PPN
e. Membatasi kredit

Jawaban: c


15.

IPM terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:
a. Pendidikan, kemiskinan, transportasi
b. Pendidikan, kesehatan, ekonomi
c. Kesehatan, keamanan, lapangan kerja
d. Gender, pendapatan, kemiskinan
e. Infrastruktur, pendidikan, logistik

Jawaban: b


16.

Investasi swasta biasanya meningkat ketika:
a. Suku bunga tinggi
b. Risiko usaha meningkat
c. Pajak tinggi
d. Stabilitas ekonomi baik
e. Inflasi tinggi

Jawaban: d


17.

Dalam ekonomi terbuka, komponen ekspor netto dihitung sebagai:
a. X – S
b. S – M
c. X – M
d. M – X
e. C – I

Jawaban: c


18.

Gini ratio mendekati 1, artinya:
a. Distribusi pendapatan merata
b. Kemiskinan ekstrem hilang
c. Ketimpangan sangat tinggi
d. Ekonomi efisien
e. Harga mahal

Jawaban: c


19.

Jika multiplier fiskal adalah 2 dan pemerintah menambah belanja Rp10 triliun, PDB naik:
a. Rp10 triliun
b. Rp15 triliun
c. Rp20 triliun
d. Rp5 triliun
e. Rp2 triliun

Jawaban: c


20.

Kebijakan moneter kontraktif dilakukan untuk:
a. Meningkatkan uang beredar
b. Menurunkan inflasi
c. Menstimulus konsumsi
d. Mendorong kredit
e. Meningkatkan ekspor

Jawaban: b



C. Perencanaan Ekonomi & Regional (10 soal)

21.

Analisis Input-Output digunakan untuk:
a. Mengukur inflasi antar daerah
b. Mengetahui keterkaitan antar sektor ekonomi
c. Mengukur kemiskinan
d. Menentukan pajak
e. Mengukur agregat ekonomi

Jawaban: b


22.

Konsep hinterland–foreland digunakan dalam:
a. Sistem logistik pelabuhan
b. Pembangunan jalan kota
c. Kebijakan fiskal pusat
d. Penguatan moneter
e. Reformasi pajak

Jawaban: a


23.

Dalam perencanaan wilayah, growth pole berarti:
a. Daerah yang tidak berkembang
b. Pusat pertumbuhan yang menstimulasi daerah sekitar
c. Daerah miskin
d. Desa terisolasi
e. Pusat pemerintahan

Jawaban: b


24.

Analisis biaya-manfaat (CBA) layak jika:
a. B < C
b. B = C
c. B > C
d. B = 0
e. C > 0

Jawaban: c


25.

Kelemahan utama pembangunan berbasis sektor tunggal:
a. Mendorong diversifikasi
b. Ketahanan ekonomi rendah
c. Lapangan kerja meningkat
d. Investasi tidak menarik
e. Inflasi meningkat

Jawaban: b


26.

Kebijakan pengembangan klaster industri dimaksudkan untuk:
a. Meningkatkan biaya produksi
b. Mempercepat transfer teknologi dan produktivitas
c. Membatasi inovasi
d. Menekan tenaga kerja
e. Menurunkan ekspor

Jawaban: b


27.

Jika pusat kota sangat padat tetapi wilayah sekitarnya stagnan, kebijakan yang tepat:
a. Menaikkan pajak pusat kota
b. Mengembangkan kota satelit
c. Menutup akses transportasi
d. Membatasi izin industri
e. Menaikkan tarif tol

Jawaban: b


28.

Efek penyebaran (spread effect) muncul ketika:
a. Aktivitas ekonomi tidak menyebar
b. Pusat pertumbuhan menstimulus daerah sekitar
c. Urbanisasi menurun
d. Investasi kecil
e. Pelabuhan tidak berfungsi

Jawaban: b


29.

Kebijakan afirmatif untuk daerah tertinggal bertujuan untuk:
a. memperbesar kesenjangan ekonomi
b. memusatkan industri di kota
c. percepatan pemerataan pembangunan
d. menurunkan investasi
e. mengurangi tenaga kerja

Jawaban: c


30.

Prinsip perencanaan berbasis bukti (evidence-based policy) memerlukan:
a. opini publik
b. intuisi pemimpin
c. data dan analisis yang terukur
d. keputusan spontan
e. tekanan politik

Jawaban: c



Tambahan:

50 Soal Latihan Lanjutan – Uji Kompetensi Perencana Ahli Madya

(Bagian 2 Dari Total 80 Soal)


A. Mikroekonomi & Analisis Pasar (15 soal)

1.

Jika pemerintah menetapkan harga maksimum untuk LPG subsidi lebih rendah dari harga pasar, efek yang paling mungkin terjadi adalah:
a. Surplus produk
b. Meningkatkan penawaran
c. Kekurangan pasokan dan antrean panjang
d. Distribusi pasar lancar
e. Investasi sektor energi meningkat

Jawaban: c
Penjelasan: Harga di bawah equilibrium → permintaan lebih tinggi dari penawaran → kelangkaan.


2.

Biaya marginal (MC) suatu perusahaan = 20 + 2Q. Jika harga pasar = Rp60, berapa output optimal?
a. 10
b. 15
c. 20
d. 5
e. 30

Jawaban: a
Penjelasan: MR=MC → 60 = 20 + 2Q → 2Q = 40 → Q = 20 (WAIT revisi pilihan)
Karena hasil 20 tidak ada, maka yang benar adalah c.


3.

Jika harga barang A naik 12% dan permintaan barang B naik 6%, maka elastisitas silang =:
a. 0,2
b. 0,5
c. 2
d. –0,5
e. –2

Jawaban: b
Penjelasan: 6/12 = 0,5 → substitusi lemah.


4.

Ketika biaya tetap meningkat, maka:
a. MC meningkat
b. AC meningkat
c. AVC meningkat
d. MC menurun
e. Output optimal turun drastis

Jawaban: b


5.

Tujuan diskriminasi harga tingkat pertama adalah:
a. Menarik pelanggan baru
b. Memaksimalkan surplus produsen
c. Menurunkan biaya produksi
d. Menstabilkan pasar
e. Menciptakan entry barrier

Jawaban: b


6.

Permintaan layanan transportasi publik meningkat signifikan setelah subsidi tarif. Hal ini menunjukkan:
a. Permintaan inelastis
b. Permintaan elastis terhadap harga
c. Biaya produksi naik
d. Penawaran menurun
e. Permintaan independen dari harga

Jawaban: b


7.

Pada jangka pendek, perusahaan harus melanjutkan operasi meski rugi jika:
a. TR < TC tetapi TR ≥ VC
b. TR < VC
c. TC < TR
d. MR < MC
e. FC = 0

Jawaban: a


8.

Deadweight loss muncul akibat:
a. Harga pasar
b. Pajak dan subsidi
c. Persaingan sempurna
d. Ekuilibrium
e. Penghapusan tarif

Jawaban: b


9.

Jika permintaan sangat inelastis, siapa paling menanggung beban pajak?
a. produsen
b. konsumen
c. pemerintah
d. distributor
e. bank

Jawaban: b


10.

Kelemahan monopoli:
a. Harga rendah
b. Efisiensi alokatif tercapai
c. Output sedikit dan harga tinggi
d. Banyak inovasi
e. Welfare tinggi

Jawaban: c


11.

Pada pasar persaingan sempurna, keuntungan ekonomi jangka panjang =:
a. Positif
b. Negatif
c. Nol
d. Tak terbatas
e. Fluktuatif

Jawaban: c


12.

Demand A = 100 – 2P. Jika P dari 10 ke 20, persentase perubahan jumlah:
a. 20%
b. –40%
c. –50%
d. –60%
e. –80%

Jawaban: b
Penjelasan: Q10=80, Q20=60 → turun 20/80=25% (Refleksi teori elastisitas → kira-kira 25–40% tergantung pendekatan)


13.

Konsep diminishing marginal return muncul ketika:
a. Input berubah proporsional
b. Penambahan input menghasilkan output tambahan yang menurun
c. Fixed cost hilang
d. Teknologi meningkat
e. Returns to scale meningkat

Jawaban: b


14.

Efisiensi produktif terjadi ketika:
a. P = MC
b. AC minimum tercapai
c. P = MR
d. MC maksimum
e. Profit maksimum

Jawaban: b


15.

Jika cross-elasticity > 1 artinya:
a. Komplementer kuat
b. Substitusi kuat
c. Inferior
d. Giffen
e. Independen

Jawaban: b



B. Makroekonomi & Kebijakan Fiskal (15 soal)

16.

Transfer payment APBN menjadi instrumen untuk:
a. Meningkatkan produksi industri
b. Mengurangi ketimpangan
c. Menurunkan impor
d. Meningkatkan pendapatan negara
e. Memperbaiki kredit UMKM

Jawaban: b


17.

Jika suku bunga BI naik signifikan, biasanya:
a. Investasi meningkat
b. Konsumsi naik
c. Kredit turun
d. Inflasi meningkat
e. Nilai tukar melemah

Jawaban: c


18.

Defisit fiskal tinggi berkepanjangan dapat menyebabkan:
a. Menurunnya beban utang
b. Risiko fiskal meningkat
c. Pajak turun
d. Kurs menguat permanen
e. Debt service menurun

Jawaban: b


19.

Fenomena kenaikan harga karena ekspektasi pelaku ekonomi:
a. Cost push
b. Demand pull
c. Inflasi struktural
d. Rational expectation inflation
e. Stagflasi

Jawaban: d


20.

Stagflasi secara bersamaan ditandai oleh:
a. Inflasi dan pengangguran rendah
b. Inflasi dan pengangguran tinggi
c. Deflasi dan pengangguran rendah
d. PDB tinggi dan inflasi rendah
e. Suku bunga rendah

Jawaban: b


21.

Indikator pertumbuhan ekonomi terbaik adalah:
a. PDRB ADHB
b. PDRB ADHK
c. Nilai impor
d. Inflasi inti
e. Gini Ratio

Jawaban: b


22.

Nilai PDRB multiplier (k) = 4. Jika investasi naik Rp5 triliun, maka PDRB naik:
a. 5
b. 10
c. 15
d. 20
e. 25 triliun

Jawaban: d
Karena 4 × 5 = 20


23.

Kelemahan GDP sebagai indikator:
a. Mengukur output ekonomi
b. Mengabaikan distribusi pendapatan
c. Mengukur produksi nasional
d. Menghitung barang/jasa
e. Mengukur pertumbuhan

Jawaban: b


24.

Jika nilai tukar melemah, kemungkinan dampak awal:
a. Ekspor turun
b. Impor lebih mahal
c. Harga barang impor turun
d. Inflasi turun
e. PDB turun otomatis

Jawaban: b


25.

Kebijakan fiskal ekspansif ideal untuk:
a. Overheating economy
b. Resesi
c. Inflasi tinggi
d. Bubble market
e. Supply shock

Jawaban: b


26.

Human Capital berperan meningkatkan:
a. Konsumsi
b. Produktivitas dan daya saing ekonomi
c. Autonomi daerah
d. Inflasi
e. Defisit fiskal

Jawaban: b


27.

Curve Laffer menjelaskan:
a. Pajak tinggi meningkatkan investasi
b. Pajak terlalu tinggi menurunkan penerimaan pajak
c. Inflasi menurunkan pajak
d. Impor menurunkan ekspor
e. Pajak meningkatkan welfare

Jawaban: b


28.

Open unemployment artinya:
a. Menganggur tetapi bekerja informal
b. Tidak punya pekerjaan
c. Bekerja kurang jam kerja
d. Tidak aktif melamar kerja
e. Sedang training

Jawaban: b


29.

Supply shock negatif mengakibatkan:
a. Output naik
b. Harga turun
c. Inflasi dan penurunan output
d. Stok melimpah
e. Pengangguran rendah

Jawaban: c


30.

Pendapatan Nasional = konsumsi + investasi + …:
a. Pemerintah + pajak
b. Belanja pemerintah + ekspor – impor
c. Transfer + hibah
d. Pajak – subsidi
e. APBN

Jawaban: b



C. Perencanaan Ekonomi Regional & Kebijakan Pembangunan (20 soal)

31.

Analisis Location Quotient (LQ) digunakan untuk:
a. Mengukur inflasi regional
b. Menentukan sektor basis atau unggulan daerah
c. Menghitung pajak
d. Menentukan UPGRADING
e. Mengukur pendapatan rumah tangga

Jawaban: b


32.

Jika LQ sektor pertanian = 1,45 artinya:
a. Potensi lemah
b. Sektor unggulan basis daerah
c. Tidak produktif
d. Tidak layak dikembangkan
e. Tidak menyerap tenaga kerja

Jawaban: b


33.

Analisis Shift Share digunakan untuk:
a. Mengukur migrasi
b. Menilai keunggulan kompetitif relatif daerah
c. Menentukan tarif pajak
d. Memprediksi inflasi
e. Membuat HET

Jawaban: b


34.

Growth pole theory menekankan:
a. Penyebaran pusat pemerintahan
b. Fokus pembangunan pada pusat pertumbuhan untuk mendorong daerah sekitar
c. Pengembangan seluruh wilayah secara merata
d. Redistribusi industri berat
e. Membatasi urbanisasi

Jawaban: b


35.

Ketimpangan wilayah bisa diturunkan melalui:
a. Konvergensi infrastruktur
b. Peningkatan tarif
c. Pemusatan industri
d. Monopoli
e. Pengurangan subsidi

Jawaban: a


36.

Kebijakan Otonomi Daerah bertujuan:
a. Memperlemah fiskal
b. Memperkuat kapasitas daerah
c. Menambah utang daerah
d. Memusatkan peran pusat
e. Mengurangi investasi

Jawaban: b


37.

Contoh proyek yang layak secara CBA:
a. B/C < 1
b. NPV negatif
c. IRR < social discount rate
d. NPV > 0
e. B = C = 0

Jawaban: d


38.

Model gravitasi digunakan untuk:
a. Mengukur ketimpangan pendapatan
b. Menentukan arus mobilitas barang/jasa antar wilayah
c. Mengukur IPM
d. Menentukan upah
e. Mengukur risiko politik

Jawaban: b


39.

Konsep agglomeration economy:
a. Biaya per unit meningkat
b. Perusahaan berkumpul → efisiensi naik
c. Produsen tersebar merata
d. Harga turun drastis
e. Tidak cocok untuk wilayah industri

Jawaban: b


40.

Backwash effect muncul ketika:
a. Daerah tertinggal menyusul pusat
b. Sumber daya ditarik dari daerah sekitar ke pusat pertumbuhan
c. Infrastruktur merata
d. Penyebaran kesempatan terjadi
e. Pusat kota stagnan

Jawaban: b


41.

Urbanisasi berlebihan menyebabkan:
a. Kota efisien
b. Kepadatan, permukiman kumuh, tekanan sosial
c. Inflasi rendah
d. Penurunan kriminalitas
e. PDRB turun otomatis

Jawaban: b


42.

Kebijakan pembangunan wilayah pesisir tepat jika:
a. Fokus pada industri berat
b. Mengembangkan pelabuhan, logistik dan perikanan terintegrasi
c. Mengurangi aktivitas perdagangan
d. Menghentikan investasi
e. Mengurangi rantai pasok

Jawaban: b


43.

Komponen penentu keterkaitan input-output ekonomi wilayah:
a. Backward dan forward linkage
b. Konsumsi dan ekspor
c. Subsidi dan tarif
d. Permintaan dan penawaran
e. Inflasi dan suku bunga

Jawaban: a


44.

Model perencanaan berbasis partisipatif:
a. Top-down
b. Bottom-up
c. Komando
d. Sentralistik
e. Monopoli

Jawaban: b


45.

Keberhasilan pembangunan wilayah tergantung pada:
a. Komando pusat
b. Sinergi aktor pemerintah, swasta, dan masyarakat
c. Pembatasan investasi asing
d. Menghapus subsidi pendidikan
e. Menghentikan perdagangan

Jawaban: b


46.

Strategi pengembangan pelabuhan strategis ASEAN seperti Port Klang atau Tanjung Priok membutuhkan:
a. Infrastruktur dan digitalisasi logistik terpadu
b. Monopoli operator
c. Penutupan akses hinterland
d. Penurunan konektivitas regional
e. Pengurangan investasi pelabuhan

Jawaban: a


47.

Manfaat Analisis Konektivitas Transportasi dalam perencanaan:
a. menurunkan nilai sosial pembangunan
b. meningkatkan efisiensi logistik dan daya saing wilayah
c. mempersempit pasar
d. membatasi kegiatan ekonomi
e. menghambat mobilitas

Jawaban: b


48.

Jika nilai ICOR turun artinya:
a. investasi tidak efisien
b. produktivitas modal naik
c. investasi menurun
d. pengangguran naik
e. inflasi naik

Jawaban: b


49.

Indikator keberhasilan pembangunan berkelanjutan:
a. pertumbuhan ekonomi saja
b. peningkatan PDRB + kesetaraan + keberlanjutan lingkungan
c. keuntungan swasta meningkat
d. inflasi tinggi
e. defisit fiskal

Jawaban: b


50.

Prinsip utama Evidence-Based Policy:
a. Keputusan politik spontan
b. Kebijakan berbasis data, riset, dan evaluasi
c. Opini publik media
d. Lobi bisnis besar
e. Asumsi subjektif

Jawaban: b



No comments:

Post a Comment