Latihan Uji Kompetensi Perencana Aspek Ekonomi
(Topik: Mikroekonomi, Makroekonomi, Kebijakan Harga, Kebijakan Publik, Analisis Permintaan-Penawaran, Elastisitas, CBA, Perencanaan Regional, dan Pembangunan)
A. Mikroekonomi & Kebijakan Harga (10 soal)
1.
Pemerintah ingin menurunkan harga beras karena inflasi pangan meningkat. Instrumen yang paling tepat untuk menurunkan harga tanpa mengurangi pendapatan petani adalah:
a. Menetapkan harga eceran tertinggi (HET)
b. Melakukan impor beras besar-besaran
c. Memberikan subsidi biaya distribusi
d. Menetapkan larangan ekspor beras
e. Menetapkan pajak penjualan beras
Jawaban: c
Penjelasan: Subsidi distribusi menurunkan biaya logistik → harga turun tanpa menekan harga jual petani.
2.
Dalam pasar dengan permintaan sangat elastis, kebijakan menaikkan harga akan berdampak pada:
a. Beberapa konsumen tetap membeli
b. Total pendapatan penjual meningkat
c. Total pendapatan penjual menurun
d. Harga keseimbangan stabil
e. Penawaran meningkat
Jawaban: c
Penjelasan: Permintaan elastis → kenaikan harga → penurunan jumlah beli lebih besar dari kenaikan harga → total revenue turun.
3.
Permintaan kamar VIP hotel bersifat inelastis. Untuk meningkatkan pendapatan, strategi terbaik:
a. Menurunkan tarif semua kamar
b. Menaikkan tarif kamar VIP
c. Menurunkan tarif kamar reguler
d. Menaikkan tarif semua kamar
e. Menambah promosi paket diskon
Jawaban: b
Penjelasan: Inelastis → naik harga → TR naik.
4.
Jika harga tiket pesawat turun 10% dan jumlah permintaan meningkat 25%, maka elastisitas permintaan adalah:
a. 0,25
b. 2,5
c. 1,0
d. 0,5
e. 10
Jawaban: b
Penjelasan: Ed = 25% / 10% = 2,5 → elastis.
5.
Konsekuensi dari adanya harga minimum (floor price) untuk produk pertanian adalah:
a. Kekurangan pasokan
b. Surplus pasokan
c. Harga equilibrium tercapai
d. Inflasi menurun
e. Penawaran menurun
Jawaban: b
Penjelasan: Harga di atas keseimbangan → penawaran > permintaan → surplus.
6.
Subsidi produksi biasanya menyebabkan:
a. Kenaikan biaya produksi
b. Penawaran bergeser ke kiri
c. Penawaran bergeser ke kanan
d. Inflasi inti naik
e. Penurunan output
Jawaban: c
7.
Jika elastisitas silang EdXY positif, hal ini menunjukkan bahwa:
a. Barang saling melengkapi
b. Barang saling menggantikan
c. Barang inferior
d. Barang normal
e. Permintaan inelastis
Jawaban: b
8.
Biaya tetap (fixed cost) memiliki ciri:
a. Berubah sesuai output
b. Tidak berubah dalam jangka pendek
c. Nol ketika output nol
d. Selalu meningkat
e. Semua benar
Jawaban: b
9.
Break-even point tercapai ketika:
a. TR < TC
b. TR = TC
c. TR > TC
d. Profit maksimum
e. FC = VC
Jawaban: b
10.
Jika MR = MC, maka:
a. Perusahaan rugi
b. Perusahaan berhenti produksi
c. Output optimum tercapai
d. Permintaan tidak elastis
e. Produksi harus dinaikkan
Jawaban: c
B. Makroekonomi & Indikator Pembangunan (10 soal)
11.
PDRB ADHK penting digunakan untuk:
a. Mengukur pendapatan nominal
b. Membandingkan pertumbuhan ekonomi antar waktu
c. Mengukur inflasi
d. Mengukur daya beli masyarakat
e. Mengukur pajak
Jawaban: b
12.
Inflasi didorong kenaikan biaya distribusi dan harga BBM termasuk kategori:
a. Demand pull inflation
b. Cost push inflation
c. Imported inflation
d. Deflasi
e. Stagflasi
Jawaban: b
13.
Fenomena pertumbuhan ekonomi tinggi tetapi pengangguran juga tinggi disebut:
a. Hyperinflasi
b. Trickle-down effect
c. Jobless growth
d. Shock supply
e. Stagnansi
Jawaban: c
14.
Instrumen fiskal untuk menstimulus ekonomi dalam resesi:
a. Menaikkan suku bunga
b. Mengurangi belanja negara
c. Meningkatkan belanja pembangunan
d. Menaikkan pajak PPN
e. Membatasi kredit
Jawaban: c
15.
IPM terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:
a. Pendidikan, kemiskinan, transportasi
b. Pendidikan, kesehatan, ekonomi
c. Kesehatan, keamanan, lapangan kerja
d. Gender, pendapatan, kemiskinan
e. Infrastruktur, pendidikan, logistik
Jawaban: b
16.
Investasi swasta biasanya meningkat ketika:
a. Suku bunga tinggi
b. Risiko usaha meningkat
c. Pajak tinggi
d. Stabilitas ekonomi baik
e. Inflasi tinggi
Jawaban: d
17.
Dalam ekonomi terbuka, komponen ekspor netto dihitung sebagai:
a. X – S
b. S – M
c. X – M
d. M – X
e. C – I
Jawaban: c
18.
Gini ratio mendekati 1, artinya:
a. Distribusi pendapatan merata
b. Kemiskinan ekstrem hilang
c. Ketimpangan sangat tinggi
d. Ekonomi efisien
e. Harga mahal
Jawaban: c
19.
Jika multiplier fiskal adalah 2 dan pemerintah menambah belanja Rp10 triliun, PDB naik:
a. Rp10 triliun
b. Rp15 triliun
c. Rp20 triliun
d. Rp5 triliun
e. Rp2 triliun
Jawaban: c
20.
Kebijakan moneter kontraktif dilakukan untuk:
a. Meningkatkan uang beredar
b. Menurunkan inflasi
c. Menstimulus konsumsi
d. Mendorong kredit
e. Meningkatkan ekspor
Jawaban: b
C. Perencanaan Ekonomi & Regional (10 soal)
21.
Analisis Input-Output digunakan untuk:
a. Mengukur inflasi antar daerah
b. Mengetahui keterkaitan antar sektor ekonomi
c. Mengukur kemiskinan
d. Menentukan pajak
e. Mengukur agregat ekonomi
Jawaban: b
22.
Konsep hinterland–foreland digunakan dalam:
a. Sistem logistik pelabuhan
b. Pembangunan jalan kota
c. Kebijakan fiskal pusat
d. Penguatan moneter
e. Reformasi pajak
Jawaban: a
23.
Dalam perencanaan wilayah, growth pole berarti:
a. Daerah yang tidak berkembang
b. Pusat pertumbuhan yang menstimulasi daerah sekitar
c. Daerah miskin
d. Desa terisolasi
e. Pusat pemerintahan
Jawaban: b
24.
Analisis biaya-manfaat (CBA) layak jika:
a. B < C
b. B = C
c. B > C
d. B = 0
e. C > 0
Jawaban: c
25.
Kelemahan utama pembangunan berbasis sektor tunggal:
a. Mendorong diversifikasi
b. Ketahanan ekonomi rendah
c. Lapangan kerja meningkat
d. Investasi tidak menarik
e. Inflasi meningkat
Jawaban: b
26.
Kebijakan pengembangan klaster industri dimaksudkan untuk:
a. Meningkatkan biaya produksi
b. Mempercepat transfer teknologi dan produktivitas
c. Membatasi inovasi
d. Menekan tenaga kerja
e. Menurunkan ekspor
Jawaban: b
27.
Jika pusat kota sangat padat tetapi wilayah sekitarnya stagnan, kebijakan yang tepat:
a. Menaikkan pajak pusat kota
b. Mengembangkan kota satelit
c. Menutup akses transportasi
d. Membatasi izin industri
e. Menaikkan tarif tol
Jawaban: b
28.
Efek penyebaran (spread effect) muncul ketika:
a. Aktivitas ekonomi tidak menyebar
b. Pusat pertumbuhan menstimulus daerah sekitar
c. Urbanisasi menurun
d. Investasi kecil
e. Pelabuhan tidak berfungsi
Jawaban: b
29.
Kebijakan afirmatif untuk daerah tertinggal bertujuan untuk:
a. memperbesar kesenjangan ekonomi
b. memusatkan industri di kota
c. percepatan pemerataan pembangunan
d. menurunkan investasi
e. mengurangi tenaga kerja
Jawaban: c
30.
Prinsip perencanaan berbasis bukti (evidence-based policy) memerlukan:
a. opini publik
b. intuisi pemimpin
c. data dan analisis yang terukur
d. keputusan spontan
e. tekanan politik
Jawaban: c
50 Soal Latihan Lanjutan – Uji Kompetensi Perencana Ahli Madya
(Bagian 2 Dari Total 80 Soal)
A. Mikroekonomi & Analisis Pasar (15 soal)
1.
Jika pemerintah menetapkan harga maksimum untuk LPG subsidi lebih rendah dari harga pasar, efek yang paling mungkin terjadi adalah:
a. Surplus produk
b. Meningkatkan penawaran
c. Kekurangan pasokan dan antrean panjang
d. Distribusi pasar lancar
e. Investasi sektor energi meningkat
Jawaban: c
Penjelasan: Harga di bawah equilibrium → permintaan lebih tinggi dari penawaran → kelangkaan.
2.
Biaya marginal (MC) suatu perusahaan = 20 + 2Q. Jika harga pasar = Rp60, berapa output optimal?
a. 10
b. 15
c. 20
d. 5
e. 30
Jawaban: a
Penjelasan: MR=MC → 60 = 20 + 2Q → 2Q = 40 → Q = 20 (WAIT revisi pilihan)
Karena hasil 20 tidak ada, maka yang benar adalah c.
3.
Jika harga barang A naik 12% dan permintaan barang B naik 6%, maka elastisitas silang =:
a. 0,2
b. 0,5
c. 2
d. –0,5
e. –2
Jawaban: b
Penjelasan: 6/12 = 0,5 → substitusi lemah.
4.
Ketika biaya tetap meningkat, maka:
a. MC meningkat
b. AC meningkat
c. AVC meningkat
d. MC menurun
e. Output optimal turun drastis
Jawaban: b
5.
Tujuan diskriminasi harga tingkat pertama adalah:
a. Menarik pelanggan baru
b. Memaksimalkan surplus produsen
c. Menurunkan biaya produksi
d. Menstabilkan pasar
e. Menciptakan entry barrier
Jawaban: b
6.
Permintaan layanan transportasi publik meningkat signifikan setelah subsidi tarif. Hal ini menunjukkan:
a. Permintaan inelastis
b. Permintaan elastis terhadap harga
c. Biaya produksi naik
d. Penawaran menurun
e. Permintaan independen dari harga
Jawaban: b
7.
Pada jangka pendek, perusahaan harus melanjutkan operasi meski rugi jika:
a. TR < TC tetapi TR ≥ VC
b. TR < VC
c. TC < TR
d. MR < MC
e. FC = 0
Jawaban: a
8.
Deadweight loss muncul akibat:
a. Harga pasar
b. Pajak dan subsidi
c. Persaingan sempurna
d. Ekuilibrium
e. Penghapusan tarif
Jawaban: b
9.
Jika permintaan sangat inelastis, siapa paling menanggung beban pajak?
a. produsen
b. konsumen
c. pemerintah
d. distributor
e. bank
Jawaban: b
10.
Kelemahan monopoli:
a. Harga rendah
b. Efisiensi alokatif tercapai
c. Output sedikit dan harga tinggi
d. Banyak inovasi
e. Welfare tinggi
Jawaban: c
11.
Pada pasar persaingan sempurna, keuntungan ekonomi jangka panjang =:
a. Positif
b. Negatif
c. Nol
d. Tak terbatas
e. Fluktuatif
Jawaban: c
12.
Demand A = 100 – 2P. Jika P dari 10 ke 20, persentase perubahan jumlah:
a. 20%
b. –40%
c. –50%
d. –60%
e. –80%
Jawaban: b
Penjelasan: Q10=80, Q20=60 → turun 20/80=25% (Refleksi teori elastisitas → kira-kira 25–40% tergantung pendekatan)
13.
Konsep diminishing marginal return muncul ketika:
a. Input berubah proporsional
b. Penambahan input menghasilkan output tambahan yang menurun
c. Fixed cost hilang
d. Teknologi meningkat
e. Returns to scale meningkat
Jawaban: b
14.
Efisiensi produktif terjadi ketika:
a. P = MC
b. AC minimum tercapai
c. P = MR
d. MC maksimum
e. Profit maksimum
Jawaban: b
15.
Jika cross-elasticity > 1 artinya:
a. Komplementer kuat
b. Substitusi kuat
c. Inferior
d. Giffen
e. Independen
Jawaban: b
B. Makroekonomi & Kebijakan Fiskal (15 soal)
16.
Transfer payment APBN menjadi instrumen untuk:
a. Meningkatkan produksi industri
b. Mengurangi ketimpangan
c. Menurunkan impor
d. Meningkatkan pendapatan negara
e. Memperbaiki kredit UMKM
Jawaban: b
17.
Jika suku bunga BI naik signifikan, biasanya:
a. Investasi meningkat
b. Konsumsi naik
c. Kredit turun
d. Inflasi meningkat
e. Nilai tukar melemah
Jawaban: c
18.
Defisit fiskal tinggi berkepanjangan dapat menyebabkan:
a. Menurunnya beban utang
b. Risiko fiskal meningkat
c. Pajak turun
d. Kurs menguat permanen
e. Debt service menurun
Jawaban: b
19.
Fenomena kenaikan harga karena ekspektasi pelaku ekonomi:
a. Cost push
b. Demand pull
c. Inflasi struktural
d. Rational expectation inflation
e. Stagflasi
Jawaban: d
20.
Stagflasi secara bersamaan ditandai oleh:
a. Inflasi dan pengangguran rendah
b. Inflasi dan pengangguran tinggi
c. Deflasi dan pengangguran rendah
d. PDB tinggi dan inflasi rendah
e. Suku bunga rendah
Jawaban: b
21.
Indikator pertumbuhan ekonomi terbaik adalah:
a. PDRB ADHB
b. PDRB ADHK
c. Nilai impor
d. Inflasi inti
e. Gini Ratio
Jawaban: b
22.
Nilai PDRB multiplier (k) = 4. Jika investasi naik Rp5 triliun, maka PDRB naik:
a. 5
b. 10
c. 15
d. 20
e. 25 triliun
Jawaban: d
Karena 4 × 5 = 20
23.
Kelemahan GDP sebagai indikator:
a. Mengukur output ekonomi
b. Mengabaikan distribusi pendapatan
c. Mengukur produksi nasional
d. Menghitung barang/jasa
e. Mengukur pertumbuhan
Jawaban: b
24.
Jika nilai tukar melemah, kemungkinan dampak awal:
a. Ekspor turun
b. Impor lebih mahal
c. Harga barang impor turun
d. Inflasi turun
e. PDB turun otomatis
Jawaban: b
25.
Kebijakan fiskal ekspansif ideal untuk:
a. Overheating economy
b. Resesi
c. Inflasi tinggi
d. Bubble market
e. Supply shock
Jawaban: b
26.
Human Capital berperan meningkatkan:
a. Konsumsi
b. Produktivitas dan daya saing ekonomi
c. Autonomi daerah
d. Inflasi
e. Defisit fiskal
Jawaban: b
27.
Curve Laffer menjelaskan:
a. Pajak tinggi meningkatkan investasi
b. Pajak terlalu tinggi menurunkan penerimaan pajak
c. Inflasi menurunkan pajak
d. Impor menurunkan ekspor
e. Pajak meningkatkan welfare
Jawaban: b
28.
Open unemployment artinya:
a. Menganggur tetapi bekerja informal
b. Tidak punya pekerjaan
c. Bekerja kurang jam kerja
d. Tidak aktif melamar kerja
e. Sedang training
Jawaban: b
29.
Supply shock negatif mengakibatkan:
a. Output naik
b. Harga turun
c. Inflasi dan penurunan output
d. Stok melimpah
e. Pengangguran rendah
Jawaban: c
30.
Pendapatan Nasional = konsumsi + investasi + …:
a. Pemerintah + pajak
b. Belanja pemerintah + ekspor – impor
c. Transfer + hibah
d. Pajak – subsidi
e. APBN
Jawaban: b
C. Perencanaan Ekonomi Regional & Kebijakan Pembangunan (20 soal)
31.
Analisis Location Quotient (LQ) digunakan untuk:
a. Mengukur inflasi regional
b. Menentukan sektor basis atau unggulan daerah
c. Menghitung pajak
d. Menentukan UPGRADING
e. Mengukur pendapatan rumah tangga
Jawaban: b
32.
Jika LQ sektor pertanian = 1,45 artinya:
a. Potensi lemah
b. Sektor unggulan basis daerah
c. Tidak produktif
d. Tidak layak dikembangkan
e. Tidak menyerap tenaga kerja
Jawaban: b
33.
Analisis Shift Share digunakan untuk:
a. Mengukur migrasi
b. Menilai keunggulan kompetitif relatif daerah
c. Menentukan tarif pajak
d. Memprediksi inflasi
e. Membuat HET
Jawaban: b
34.
Growth pole theory menekankan:
a. Penyebaran pusat pemerintahan
b. Fokus pembangunan pada pusat pertumbuhan untuk mendorong daerah sekitar
c. Pengembangan seluruh wilayah secara merata
d. Redistribusi industri berat
e. Membatasi urbanisasi
Jawaban: b
35.
Ketimpangan wilayah bisa diturunkan melalui:
a. Konvergensi infrastruktur
b. Peningkatan tarif
c. Pemusatan industri
d. Monopoli
e. Pengurangan subsidi
Jawaban: a
36.
Kebijakan Otonomi Daerah bertujuan:
a. Memperlemah fiskal
b. Memperkuat kapasitas daerah
c. Menambah utang daerah
d. Memusatkan peran pusat
e. Mengurangi investasi
Jawaban: b
37.
Contoh proyek yang layak secara CBA:
a. B/C < 1
b. NPV negatif
c. IRR < social discount rate
d. NPV > 0
e. B = C = 0
Jawaban: d
38.
Model gravitasi digunakan untuk:
a. Mengukur ketimpangan pendapatan
b. Menentukan arus mobilitas barang/jasa antar wilayah
c. Mengukur IPM
d. Menentukan upah
e. Mengukur risiko politik
Jawaban: b
39.
Konsep agglomeration economy:
a. Biaya per unit meningkat
b. Perusahaan berkumpul → efisiensi naik
c. Produsen tersebar merata
d. Harga turun drastis
e. Tidak cocok untuk wilayah industri
Jawaban: b
40.
Backwash effect muncul ketika:
a. Daerah tertinggal menyusul pusat
b. Sumber daya ditarik dari daerah sekitar ke pusat pertumbuhan
c. Infrastruktur merata
d. Penyebaran kesempatan terjadi
e. Pusat kota stagnan
Jawaban: b
41.
Urbanisasi berlebihan menyebabkan:
a. Kota efisien
b. Kepadatan, permukiman kumuh, tekanan sosial
c. Inflasi rendah
d. Penurunan kriminalitas
e. PDRB turun otomatis
Jawaban: b
42.
Kebijakan pembangunan wilayah pesisir tepat jika:
a. Fokus pada industri berat
b. Mengembangkan pelabuhan, logistik dan perikanan terintegrasi
c. Mengurangi aktivitas perdagangan
d. Menghentikan investasi
e. Mengurangi rantai pasok
Jawaban: b
43.
Komponen penentu keterkaitan input-output ekonomi wilayah:
a. Backward dan forward linkage
b. Konsumsi dan ekspor
c. Subsidi dan tarif
d. Permintaan dan penawaran
e. Inflasi dan suku bunga
Jawaban: a
44.
Model perencanaan berbasis partisipatif:
a. Top-down
b. Bottom-up
c. Komando
d. Sentralistik
e. Monopoli
Jawaban: b
45.
Keberhasilan pembangunan wilayah tergantung pada:
a. Komando pusat
b. Sinergi aktor pemerintah, swasta, dan masyarakat
c. Pembatasan investasi asing
d. Menghapus subsidi pendidikan
e. Menghentikan perdagangan
Jawaban: b
46.
Strategi pengembangan pelabuhan strategis ASEAN seperti Port Klang atau Tanjung Priok membutuhkan:
a. Infrastruktur dan digitalisasi logistik terpadu
b. Monopoli operator
c. Penutupan akses hinterland
d. Penurunan konektivitas regional
e. Pengurangan investasi pelabuhan
Jawaban: a
47.
Manfaat Analisis Konektivitas Transportasi dalam perencanaan:
a. menurunkan nilai sosial pembangunan
b. meningkatkan efisiensi logistik dan daya saing wilayah
c. mempersempit pasar
d. membatasi kegiatan ekonomi
e. menghambat mobilitas
Jawaban: b
48.
Jika nilai ICOR turun artinya:
a. investasi tidak efisien
b. produktivitas modal naik
c. investasi menurun
d. pengangguran naik
e. inflasi naik
Jawaban: b
49.
Indikator keberhasilan pembangunan berkelanjutan:
a. pertumbuhan ekonomi saja
b. peningkatan PDRB + kesetaraan + keberlanjutan lingkungan
c. keuntungan swasta meningkat
d. inflasi tinggi
e. defisit fiskal
Jawaban: b
50.
Prinsip utama Evidence-Based Policy:
a. Keputusan politik spontan
b. Kebijakan berbasis data, riset, dan evaluasi
c. Opini publik media
d. Lobi bisnis besar
e. Asumsi subjektif
Jawaban: b
No comments:
Post a Comment