1
Definisi pengangguran friksional adalah:
a. Pengangguran akibat perubahan struktur ekonomi (skill mismatch).
b. Pengangguran sementara karena pencari kerja berpindah antar pekerjaan atau baru masuk pasar tenaga kerja.
c. Pengangguran musiman (seasonal).
d. Pengangguran akibat resesi ekonomi.
e. Pengangguran tersembunyi (underemployment).
Jawab: b.
Penjelasan: Friksional = waktu singkat pencarian pekerjaan/transition (mis. lulusan baru mencari kerja).
2
Pengangguran struktural biasanya disebabkan oleh:
a. Fluktuasi permintaan agregat.
b. Ketidaksesuaian keterampilan pekerja dengan kebutuhan industri.
c. Pergeseran musim panen.
d. Kebijakan fiskal ekspansif.
e. Kebijakan moneter akomodatif.
Jawab: b.
Penjelasan: Struktural = mismatch keterampilan, lokasi, atau teknologi sehingga pekerja tidak cocok untuk lowongan.
3
Pengangguran siklis (cyclical) berkaitan langsung dengan:
a. Kebijakan pendidikan jangka panjang.
b. Perubahan teknologi.
c. Kondisi permintaan agregat — naik saat resesi.
d. Musim wisata.
e. Kebijakan imigrasi.
Jawab: c.
Penjelasan: Siklis naik ketika ekonomi melemah (permintaan turun) → PHK massal.
4
Jika jumlah angkatan kerja = 100 juta dan yang bekerja 92 juta, tingkat pengangguran adalah:
a. 8%
b. 92%
c. 100%
d. 0,8%
e. 8 juta orang
Jawab: a. 8%
Penjelasan (hitung): Unemployed = 100 − 92 = 8 juta; rate = (8 / 100) × 100% = 8%.
5
Konsep discouraged workers memengaruhi angka pengangguran resmi karena:
a. Mereka dihitung sebagai pengangguran sehingga menaikkan rate.
b. Mereka keluar dari angkatan kerja sehingga dapat menurunkan tingkat pengangguran resmi meski situasi pasar memburuk.
c. Mereka otomatis menerima subsidi.
d. Mereka termasuk dalam employed.
e. Tidak pernah memengaruhi statistik.
Jawab: b.
Penjelasan: Discouraged workers berhenti mencari → bukan bagian dari labour force → unemployment rate bisa turun meski kondisi sebenarnya memburuk.
6
Underemployment (pekerjaan kurang jam atau mismatch kompetensi) menandakan:
a. Penuh employed berkualitas tinggi.
b. Kapasitas tenaga kerja tidak termanfaatkan sepenuhnya meskipun tercatat employed.
c. Definisi pengangguran yang jelas.
d. Selalu positif untuk produktivitas.
e. Hanya terjadi pada sektor formal.
Jawab: b.
Penjelasan: Underemployment = pekerja bekerja di bawah keterampilan atau jam kerja yang diinginkan → produktivitas terbuang.
7
Jika tingkat partisipasi angkatan kerja turun tetapi jumlah orang bekerja tetap, apa yang mungkin terjadi pada tingkat pengangguran?
a. Selalu naik.
b. Selalu turun.
c. Dapat turun karena denominator angkatan kerja mengecil.
d. Tidak mungkin berubah.
e. Selalu menjadi nol.
Jawab: c.
Penjelasan: Penurunan partisipasi (orang meninggalkan pencarian) mengecilkan basis, sehingga unemployment rate bisa turun meski situasi pasar tak lebih baik.
8
Kebijakan pelatihan vokasi yang ditargetkan untuk daerah tertinggal paling tepat mengatasi jenis pengangguran:
a. Friksional
b. Struktural
c. Siklis
d. Musiman
e. Waktu singkat (temporary)
Jawab: b. Struktural
Penjelasan: Pelatihan mengurangi mismatch keterampilan → mengatasi pengangguran struktural.
9
Efisiensi upah (efficiency wages) bisa menyebabkan pengangguran karena:
a. Upah di bawah pasar → tidak ada yang mau bekerja.
b. Perusahaan membayar di atas pasar untuk meningkatkan produktivitas → menciptakan kelebihan pasokan tenaga kerja (pengangguran terselubung).
c. Membuat semua pekerja highly employable.
d. Menurunkan biaya produksi.
e. Menciptakan keseimbangan sempurna.
Jawab: b.
Penjelasan: Upah lebih tinggi dari equilibrium → jumlah tenaga kerja yang ingin bekerja melebihi permintaan firm → pengangguran.
10
Instrumen kebijakan aktif pasar tenaga kerja (active labour market policies) meliputi:
a. Subsidi upah tanpa syarat saja.
b. Pelatihan, job matching, bantuan penempatan (placement), dan magang terstruktur.
c. Hanya menaikkan upah minimum.
d. Menutup perbatasan tenaga kerja.
e. Hanya program padat karya.
Jawab: b.
Penjelasan: ALMP bertujuan meningkatkan employability dan efisiensi matching.
11
Okun’s law menghubungkan perubahan pengangguran dengan:
a. Perubahan inflasi.
b. Perubahan output riil (gap output) — penurunan pengangguran terkait kenaikan output di atas potensial.
c. Perubahan upah nominal.
d. Perubahan suku bunga.
e. Perubahan harga ekspor.
Jawab: b.
Penjelasan: Okun: setiap 1% penurunan unemployment ≈ kenaikan output beberapa persen (angka tergantung negara).
12
Beveridge curve menggambarkan hubungan antara:
a. Inflasi dan pengangguran.
b. Tingkat pengangguran dan level lowongan pekerjaan (vacancy rate) — posisi kurva menunjukkan efisiensi pencocokan pasar tenaga kerja.
c. Upah minimum dan pengangguran.
d. Pertumbuhan populasi dan PDB.
e. Tarif impor dan employment.
Jawab: b.
Penjelasan: Jika cocok buruk (mismatch), unemployment tinggi bersamaan vacancy tinggi (shift kurva).
13
Jika negara mengalami youth unemployment (pengangguran pemuda) tinggi, kebijakan prioritas yang tepat termasuk:
a. Menutup semua SMK.
b. Meningkatkan keterkaitan kurikulum dengan industri, magang, dukungan wirausaha muda, dan job matching.
c. Menaikkan usia pensiun.
d. Menghapus semua lembaga pelatihan.
e. Menurunkan investasi teknologi.
Jawab: b.
Penjelasan: Youth unemployment butuh intervensi supply-side (skill, akses kerja) dan demand-side (insentif kerja).
14
Jika tingkat pengangguran turun tetapi partisipasi angkatan kerja naik, interpretasi yang paling positif adalah:
a. Pekerjaan hilang.
b. Lebih banyak orang masuk pasar kerja dan sebagian terserap → perbaikan kondisi pasar tenaga kerja.
c. Pengangguran sebenarnya meningkat.
d. Semua orang menjadi penganggur.
e. Tidak ada hubungan.
Jawab: b.
Penjelasan: Kenaikan partisipasi disertai penurunan unemployment menunjukkan lebih banyak pencari kerja terserap.
15
Unemployment insurance (asuransi pengangguran) bila tidak didesain baik dapat menyebabkan:
a. Tidak ada efek moral hazard.
b. Moral hazard: pencari kerja memperpanjang pencarian karena benefit, sehingga menambah durasi pengangguran.
c. Selalu menurunkan durasi pengangguran.
d. Meningkatkan kecocokan kerja otomatis.
e. Menghilangkan kebutuhan training.
Jawab: b.
Penjelasan: Benefit yang terlalu tinggi/tidak terikat syarat pencarian dapat mengurangi insentif cepat bekerja.
16
Analisis yang tepat untuk membedakan pengangguran terbuka dan tersembunyi (hidden unemployment) adalah:
a. Hanya melihat angka pengangguran resmi.
b. Mengukur underemployment, jam kerja kurang, discouraged workers, dan aktivitas informal untuk menangkap hidden unemployment.
c. Mengabaikan sektor informal.
d. Mengandalkan ekspor.
e. Melihat inflasi saja.
Jawab: b.
Penjelasan: Official unemployment underestimates masalah bila banyak pekerja underutilized atau berhenti mencari.
17
Kebijakan “minimum wage” yang dinaikkan drastis di area dengan produktivitas rendah dapat berisiko:
a. Menurunkan standar hidup.
b. Meningkatkan pengangguran formal karena firm memotong tenaga kerja atau menggantikan dengan teknologi.
c. Menyelesaikan semua masalah ketenagakerjaan.
d. Tidak berdampak pada firm kecil.
e. Selalu menimbulkan inflasi tinggi.
Jawab: b.
Penjelasan: Kenaikan upah di atas produktivitas pekerja dapat mengurangi permintaan tenaga kerja (terutama di sektor usaha mikro).
18
Jika ekonomi mengalami resesi, strategi fiskal yang paling cepat membantu mengurangi pengangguran siklis adalah:
a. Pengurangan belanja pemerintah.
b. Ekspansi belanja publik pada program padat karya yang cepat diimplementasikan (short-term public works).
c. Menaikkan pajak korporasi.
d. Menutup sekolah.
e. Menurunkan belanja subsidi.
Jawab: b.
Penjelasan: Program padat karya menyerap tenaga kerja segera → pendapatan rumah tangga naik → permintaan pulih.
19
Metode survei ketenagakerjaan yang hanya mengandalkan data formal seringkali gagal mengukur pengangguran di negara berkembang karena:
a. Sektor informal besar, kerja sendiri dan usaha mikro sering tidak tercatat → undercount.
b. Semua pekerja tercatat sempurna.
c. Formal sector selalu dominan.
d. Data informal selalu melebihkan kondisi.
e. Survei formal lebih murah.
Jawab: a.
Penjelasan: Banyak pekerja di usaha mikro/rumahan sehingga perlu pendekatan survei berbeda.
20
Jika perencana ingin menurunkan pengangguran struktural di sektor manufaktur karena otomatisasi, solusi jangka menengah yang tepat adalah:
a. Menolak otomatisasi sepenuhnya.
b. Investasi dalam retraining pekerja, dukungan transisi (reskilling), dan insentif untuk industri menyerap pekerja terlatih.
c. Hanya memberikan subsidi pengusaha.
d. Menghapus semua lembaga pelatihan.
e. Menambah impor barang jadi.
Jawab: b.
Penjelasan: Reskilling & kebijakan transisi mengurangi mismatch akibat perubahan teknologi.
21
Indikator yang menunjukkan peningkatan kualitas pasar tenaga kerja adalah:
a. Tingkat pengangguran turun tetapi partisipasi turun tajam.
b. Tingkat part-time involuntary (kerja paruh waktu tapi ingin full-time) menurun; underemployment turun; kenaikan upah riil.
c. Hanya PDB naik tanpa indikator ketenagakerjaan.
d. Lowongan dan pengangguran naik bersamaan tanpa perubahan matching.
e. Jam kerja rata-rata menurun drastis tanpa peningkatan pendapatan.
Jawab: b.
Penjelasan: Penurunan underemployment & kenaikan upah riil menandakan perbaikan kualitas pekerjaan.
22
Jika lowongan pekerjaan (vacancy) tinggi simultan dengan pengangguran tinggi, apa indikasinya?
a. Pasar tenaga kerja bekerja sempurna.
b. Ada mismatch: lowongan tersedia tetapi pencari tidak cocok (geografis/skill) — masalah matching/struktur.
c. Semua pekerja mendapatkan pekerjaan cepat.
d. Demand dan supply seimbang.
e. Ini hanya fenomena sementara tanpa implikasi kebijakan.
Jawab: b.
Penjelasan: High vacancies + high unemployment = inefficiency in matching (Beveridge curve shift).
23
Kebijakan subsidi upah (wage subsidy) kepada pengusaha untuk mempekerjakan pencari kerja muda bertujuan:
a. Meningkatkan biaya firm.
b. Mengurangi biaya tenaga kerja bagi firm sehingga membuka peluang rekrutmen dan mengurangi pengangguran pemuda.
c. Menurunkan produktivitas.
d. Hanya membantu pekerja senior.
e. Mengganti program pelatihan.
Jawab: b.
Penjelasan: Wage subsidy menurunkan biaya marginal pekerja baru sehingga meningkatkan permintaan tenaga kerja.
24
Dalam konteks keputusan investasi publik untuk menciptakan lapangan kerja, indikator yang sering digunakan untuk mengevaluasi efektivitas adalah:
a. NPV proyek saja tanpa menghitung employment multiplier.
b. Employment multiplier (berapa lapangan kerja tercipta per unit pengeluaran) dan cost per job created.
c. Hanya opini publik.
d. Jumlah proyek tanpa outcome.
e. Hanya rasio pajak.
Jawab: b.
Penjelasan: Menghitung cost per job dan multiplier membantu menilai efisiensi pengeluaran untuk lapangan kerja.
25
Usaha mengurangi long-term unemployment (pengangguran panjang) lebih efektif bila kebijakan difokuskan pada:
a. Program instan tanpa monitoring.
b. Intervensi aktif: training intensif, subsidi penempatan, dukungan psikososial, dan program reintegrasi kerja.
c. Hanya menaikkan upah minimum.
d. Menurunkan akses pendidikan.
e. Membatasi mobilitas tenaga kerja.
Jawab: b.
Penjelasan: Long-term unemployed butuh intervensi komprehensif untuk mengatasi skill erosion dan stigma.
26
Jika perencana ingin menilai efektivitas program padat karya pada pengurangan pengangguran, evaluasi yang relevan adalah:
a. Hanya output fisik (jumlah jalan dibangun).
b. Penilaian dampak (how many jobs created, duration of employment, multiplier effects, dan cost per job) serta follow-up post-program.
c. Hanya kepopuleran program.
d. Hanya biaya total program.
e. Mengabaikan outcome lapangan kerja.
Jawab: b.
Penjelasan: Evaluasi harus mengukur kualitas dan kelangsungan kerja yang dibuat bukan sekadar output fisik.
27
Pengaruh urbanisasi cepat terhadap pasar tenaga kerja cenderung:
a. Menyerap semua pekerja tanpa masalah.
b. Meningkatkan jumlah pencari kerja kota sehingga memicu pengangguran urban jika pertumbuhan lapangan kerja formal tidak mengikuti.
c. Mengurangi underemployment di desa tanpa konsekuensi.
d. Memperbaiki seluruh sektor informal otomatis.
e. Menghapus kebutuhan pelatihan.
Jawab: b.
Penjelasan: Urbanisasi meningkatkan tekanan pada pasar tenaga kerja urban; tanpa penyerapan, pengangguran dan informalitas meningkat.
28
Jika pengangguran turun namun banyak pekerja pindah dari pekerjaan formal ke informal karena upah riil menurun, apa interpretasinya?
a. Kondisi pasar tenaga kerja membaik kualitasnya.
b. Penurunan pengangguran bisa menutupi penurunan kualitas pekerjaan → indikator employment saja tidak cukup.
c. Selalu positif untuk kesejahteraan.
d. Menunjukkan semua pekerja mendapatkan pekerjaan lebih baik.
e. Mengindikasikan surplus skill.
Jawab: b.
Penjelasan: Perlu analisis kualitas pekerjaan (upah, perlindungan sosial) untuk memahami kesejahteraan riil.
29
Pengukuran long-term unemployment rate (% pengangguran >12 bulan) berguna karena:
a. Tidak relevan untuk kebijakan.
b. Mengidentifikasi kelompok yang paling berisiko marginalisasi ekonomi sehingga butuh intervensi khusus.
c. Selalu rendah di semua negara.
d. Sama dengan pengangguran total.
e. Hanya penting untuk statistik internasional.
Jawab: b.
Penjelasan: Long-term unemployed menghadapi de-skilling dan stigma; perlu program target.
30
Strategi komprehensif untuk mengurangi pengangguran jangka panjang dan meningkatkan ketenagakerjaan inklusif meliputi kombinasi:
a. Hanya program padat karya sekali jalan.
b. Pendidikan/skill development, infrastruktur untuk akses pasar, reformasi regulasi pasar tenaga kerja, insentif untuk penyerapan (wage subsidy), dan dukungan kewirausahaan.
c. Hanya penurunan upah minimum.
d. Hanya imigrasi tenaga kerja.
e. Menutup sektor informal.
Jawab: b.
Penjelasan: Pendekatan multi-dimensi (supply & demand side, enabling environment) lebih efektif untuk solusi berkelanjutan.
No comments:
Post a Comment