📝 30 Soal Latihan Pilihan Ganda – Sistem Pemantauan Pembangunan
Pendahuluan &
Konsep
- Apa yang dimaksud dengan monitoring
dalam konteks pembangunan?
a. Penilaian objektif program setelah selesai
b. Proses pengumpulan data secara sistematis dan berkelanjutan pada indikator tertentu
c. Analisis kebijakan sebelum program dimulai
d. Perumusan visi dan misi pembangunan
Jawaban: b
Penjelasan: Monitoring adalah proses rutin untuk memantau kemajuan pelaksanaan pembangunan. - Perbedaan utama antara monitoring dan
evaluasi adalah…
a. Monitoring fokus pada dampak, evaluasi fokus pada proses
b. Monitoring fokus pada proses berjalan, evaluasi fokus pada hasil dan dampak
c. Monitoring dilakukan di akhir, evaluasi dilakukan di awal
d. Monitoring berbasis data, evaluasi berbasis opini
Jawaban: b
Penjelasan: Monitoring = proses berjalan; evaluasi = hasil/dampak. - Apa tujuan utama evaluasi pembangunan?
a. Mengawasi pengeluaran keuangan semata
b. Menilai kepatuhan administrasi
c. Menentukan relevansi, efektivitas, efisiensi, dan keberlanjutan kebijakan/program
d. Mengumpulkan data untuk laporan tahunan
Jawaban: c
Penjelasan: Evaluasi menilai keseluruhan kinerja kebijakan/program.
Dasar Hukum &
Kebijakan
- UU yang menjadi dasar Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional (SPPN) adalah…
a. UU No. 17 Tahun 2003
b. UU No. 25 Tahun 2004
c. UU No. 32 Tahun 2009
d. UU No. 23 Tahun 2014
Jawaban: b
Penjelasan: UU 25/2004 mengatur SPPN termasuk monitoring & evaluasi. - Perpres yang mengatur RPJMN 2020–2024
adalah…
a. Perpres No. 39 Tahun 2019
b. Perpres No. 18 Tahun 2020
c. Perpres No. 17 Tahun 2017
d. Perpres No. 59 Tahun 2017
Jawaban: b
Penjelasan: Perpres 18/2020 mengatur RPJMN 2020–2024. - Program Satu Data Indonesia diatur
dalam…
a. Perpres No. 39 Tahun 2019
b. Perpres No. 16 Tahun 2018
c. UU No. 14 Tahun 2008
d. Perpres No. 5 Tahun 2010
Jawaban: a
Penjelasan: Perpres 39/2019 → Satu Data Indonesia untuk integrasi data pembangunan.
Langkah-Langkah
Sistem Monev (Kusek & Rist, 2004)
- Langkah pertama membangun sistem
monitoring & evaluasi adalah…
a. Menentukan indikator
b. Melakukan readiness assessment
c. Menetapkan target
d. Menyusun laporan
Jawaban: b
Penjelasan: Readiness assessment = pondasi sistem MonEv. - Perbedaan antara “goals” dan “outcomes”
adalah…
a. Goals jangka panjang, outcomes jangka menengah
b. Goals jangka menengah, outcomes jangka pendek
c. Goals fokus output, outcomes fokus input
d. Goals bersifat administratif, outcomes teknis
Jawaban: a
Penjelasan: Goals (jangka panjang), outcomes (5–10 tahun). - Indikator yang baik harus memenuhi prinsip
SMART. Huruf “A” dalam SMART berarti…
a. Accurate
b. Achievable
c. Action-oriented
d. Accountable
Jawaban: b
Penjelasan: SMART = Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound.
Indikator &
Data
- Indikator pembangunan yang mengukur
kualitas pendidikan adalah…
a. Tingkat inflasi
b. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
c. Neraca perdagangan
d. Angka konsumsi listrik
Jawaban: b
Penjelasan: IPM terdiri dari kesehatan, pendidikan, dan daya beli. - Data monitoring pembangunan harus memenuhi
prinsip “satu data”. Salah satunya adalah…
a. Berbasis survei saja
b. Sumber data beragam tanpa integrasi
c. Menggunakan standar data nasional
d. Hanya bisa diakses internal pemerintah
Jawaban: c
Penjelasan: Satu Data Indonesia → standar metadata, interoperabilitas. - Contoh indikator outcome pada pembangunan
infrastruktur adalah…
a. Panjang jalan tol dibangun
b. Jumlah proyek selesai
c. Penurunan biaya logistik nasional
d. Jumlah tenaga kerja proyek
Jawaban: c
Penjelasan: Outcome = dampak menengah (efisiensi logistik).
Implementasi di
Indonesia
- Target penurunan stunting Indonesia tahun
2024 adalah…
a. 5%
b. 10%
c. 14%
d. 20%
Jawaban: c
Penjelasan: Target RPJMN 2020–2024 = stunting turun jadi 14%. - Monitoring pembangunan infrastruktur PSN
dilakukan melalui…
a. KPPIP dashboard
b. BPS Sensus Penduduk
c. Laporan DPR
d. Laporan BPK
Jawaban: a
Penjelasan: KPPIP memantau PSN secara digital. - Evaluasi pelaksanaan Rencana Pembangunan
Daerah dilakukan melalui…
a. LKPJ Kepala Daerah
b. APBN
c. Nota Keuangan Presiden
d. LHP BPK
Jawaban: a
Penjelasan: LKPJ disampaikan ke DPRD sebagai bentuk evaluasi.
Perbedaan
Monitoring & Evaluasi
- Monitoring lebih menekankan pada…
a. Capaian jangka panjang
b. Proses pelaksanaan kegiatan
c. Analisis kebijakan publik
d. Penilaian akhir program
Jawaban: b
Penjelasan: Monitoring = memotret proses pelaksanaan. - Evaluasi menilai aspek berikut, kecuali…
a. Relevansi
b. Efektivitas
c. Efisiensi
d. Ketaatan individu terhadap atasan
Jawaban: d
Penjelasan: Evaluasi fokus pada kinerja kebijakan, bukan hubungan personal.
Keterkaitan dengan
Fungsi Manajemen
- Monitoring dan evaluasi dalam siklus
manajemen pembangunan berada pada fungsi…
a. Planning
b. Organizing
c. Leading
d. Controlling
Jawaban: d
Penjelasan: MonEv = bagian fungsi controlling. - Dalam manajemen, pemimpin yang
mengoordinasi pekerjaan orang lain agar tujuan tercapai disebut…
a. Administrator
b. Manager
c. Evaluator
d. Auditor
Jawaban: b
Penjelasan: Manager mengawasi agar tujuan tercapai.
Tantangan Monev di
Indonesia
- Salah satu masalah utama dalam pemantauan
pembangunan di Indonesia adalah…
a. Kekurangan SDM analis
b. Data terfragmentasi antar lembaga
c. Tidak ada sistem teknologi
d. Hanya dipantau oleh Bappenas
Jawaban: b
Penjelasan: Data sering terpisah, solusi → Satu Data Indonesia. - Kelemahan jika monitoring hanya fokus pada
output adalah…
a. Program sulit dibiayai
b. Tidak diketahui dampak nyata pada masyarakat
c. Indikator mudah diukur
d. Tidak bisa dilaporkan ke DPR
Jawaban: b
Penjelasan: Output ≠ outcome, misalnya sekolah dibangun tapi mutu belajar tidak meningkat.
Integrasi dengan
SDGs
- Pemantauan pembangunan di Indonesia harus
sejalan dengan…
a. MDGs saja
b. Agenda ASEAN 2025
c. SDGs 2030
d. OECD Guidelines
Jawaban: c
Penjelasan: Indonesia komit capai SDGs 2030. - Contoh indikator SDGs yang dipantau di
Indonesia adalah…
a. Tingkat pengangguran terbuka
b. Neraca perdagangan
c. Surplus fiskal
d. Nilai tukar rupiah
Jawaban: a
Penjelasan: Pengangguran → SDGs 8 (Decent Work & Economic Growth).
Praktis
- Sistem e-Monev Bappenas digunakan untuk…
a. Menghitung defisit APBN
b. Memantau kinerja program K/L
c. Mengevaluasi pengadaan barang
d. Mengatur tata ruang wilayah
Jawaban: b
Penjelasan: e-Monev untuk monitoring kinerja kementerian/lembaga. - Jika sebuah bendungan dibangun, indikator
outcome yang tepat adalah…
a. Jumlah bendungan selesai
b. Volume air tampung
c. Penurunan banjir & peningkatan irigasi
d. Jumlah pekerja proyek
Jawaban: c
Penjelasan: Outcome terkait manfaat jangka menengah/masyarakat. - Evaluasi keberhasilan program subsidi
pupuk dilihat dari…
a. Jumlah pupuk disalurkan
b. Anggaran terserap
c. Produktivitas pertanian meningkat
d. Jumlah distributor pupuk
Jawaban: c
Penjelasan: Outcome nyata = produktivitas naik.
Level Daerah
- RPJMD daerah harus dipantau agar…
a. Serapan anggaran maksimal
b. Konsisten dengan RPJMN dan RPJPN
c. Mengikuti arahan kepala daerah saja
d. Selalu menghasilkan PAD tinggi
Jawaban: b
Penjelasan: RPJMD → harus sinkron dengan RPJMN/SPPN. - Salah satu instrumen evaluasi pembangunan
daerah adalah…
a. LKPJ Kepala Daerah
b. APBD
c. Perda RTRW
d. Nota Keuangan
Jawaban: a
Penjelasan: LKPJ wajib dilaporkan ke DPRD setiap tahun.
Outcome &
Dampak
- Jika pemerintah membangun RS baru,
indikator outcome adalah…
a. Jumlah rumah sakit dibangun
b. Jumlah tenaga kesehatan direkrut
c. Penurunan angka kematian ibu & bayi
d. Panjang jalan menuju RS
Jawaban: c
Penjelasan: Outcome → dampak pelayanan kesehatan. - Monitoring yang hanya fokus pada dana
terserap disebut…
a. Monitoring keuangan
b. Monitoring output
c. Monitoring outcome
d. Monitoring keberlanjutan
Jawaban: a
Penjelasan: Hanya fokus pada serapan dana = monitoring keuangan.
📝 10 Soal Latihan Esai Analisis Kasus – Sistem
Pemantauan Pembangunan
1. Kasus Stunting
Soal:
Program percepatan penurunan stunting ditargetkan menjadi 14% tahun 2024.
Jelaskan bagaimana sistem pemantauan pembangunan dapat memastikan target ini
tercapai!
Jawaban:
Pemantauan dilakukan lewat integrasi data posyandu (monitoring rutin),
aplikasi e-PPGBM (input real-time), dan evaluasi tahunan BPS (SSGI).
Data digunakan untuk memetakan daerah prioritas, mengidentifikasi intervensi
yang kurang efektif (misalnya sanitasi atau gizi), lalu kebijakan bisa
diarahkan ulang.
Penjelasan:
Monitoring = “tracking data” bulanan, evaluasi = “menilai hasil tahunan”.
Dengan sistem MonEv yang baik, kebijakan berbasis evidence bisa
dijalankan.
2. Kasus
Infrastruktur Strategis
Soal:
Bagaimana monitoring & evaluasi dapat memastikan Proyek Strategis Nasional
(PSN) benar-benar menurunkan biaya logistik?
Jawaban:
Monitoring → progres fisik & keuangan proyek lewat dashboard KPPIP.
Evaluasi → mengukur biaya logistik nasional (misalnya dari 23% PDB →
target 17% PDB) setelah proyek berjalan.
Penjelasan:
Tanpa evaluasi dampak, pembangunan PSN hanya menghasilkan “output fisik”
(jalan, pelabuhan) tapi tidak menjawab tujuan efisiensi logistik.
3. Kasus Satu Data
Indonesia
Soal:
Mengapa kebijakan Satu Data Indonesia penting dalam sistem pemantauan pembangunan
nasional?
Jawaban:
Karena data pembangunan sering terfragmentasi antar-K/L. Satu Data Indonesia
memastikan standar metadata, kode referensi tunggal, interoperabilitas sistem.
Hasilnya, indikator pembangunan lebih reliabel untuk monitoring.
Penjelasan:
Tanpa integrasi data, laporan monitoring bisa bias dan sulit jadi dasar
evaluasi.
4. Kasus Kemiskinan
Ekstrem
Soal:
Indonesia menargetkan nol kemiskinan ekstrem pada 2024. Bagaimana monitoring
& evaluasi berperan dalam pencapaian target ini?
Jawaban:
Monitoring → integrasi data DTKS (Kemensos) dengan Data Registrasi Sosial
Ekonomi (Regsosek).
Evaluasi → menilai apakah bantuan sosial (PKH, BPNT, BLT) benar-benar
menurunkan kemiskinan ekstrem di tiap wilayah.
Penjelasan:
MonEv mencegah salah sasaran penerima bansos, sekaligus mengukur efektivitas
kebijakan.
5. Kasus Pendidikan
Soal:
Pemerintah membangun ribuan sekolah baru. Namun, kualitas belajar siswa masih
rendah. Bagaimana evaluasi bisa menjelaskan fenomena ini?
Jawaban:
Evaluasi menunjukkan bahwa output (jumlah sekolah) tidak otomatis meningkatkan
outcome (mutu belajar). Faktor kualitas guru, kurikulum, dan akses teknologi
juga memengaruhi.
Penjelasan:
Evaluasi membedakan antara capaian output dan outcome → kunci perencanaan
berbasis kinerja.
6. Kasus SDGs
Soal:
Indonesia berkomitmen pada SDGs 2030. Bagaimana pemantauan pembangunan
diselaraskan dengan target SDGs?
Jawaban:
Indikator RPJMN harus dipetakan dengan indikator SDGs. Pemantauan dilakukan
lewat SDGs Dashboard Indonesia dan dilaporkan secara periodik ke PBB.
Penjelasan:
Pemantauan nasional yang tidak sinkron dengan SDGs bisa membuat capaian global
tidak tercatat dengan baik.
7. Kasus Pandemi
COVID-19
Soal:
Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) diluncurkan saat pandemi. Bagaimana
sistem monitoring bisa memastikan efektivitas program?
Jawaban:
Monitoring → realisasi anggaran bansos, subsidi gaji, dukungan UMKM (dilaporkan
mingguan ke Presiden).
Evaluasi → menilai dampaknya pada konsumsi rumah tangga, daya beli, dan pertumbuhan
ekonomi.
Penjelasan:
MonEv memastikan program PEN bukan hanya “tersalur”, tapi benar-benar menolong
pemulihan ekonomi.
8. Kasus
Infrastruktur Daerah
Soal:
Sebuah bendungan selesai dibangun di daerah, tetapi masyarakat masih sering
kekeringan. Apa peran evaluasi dalam kasus ini?
Jawaban:
Evaluasi menilai apakah bendungan dimanfaatkan sesuai desain (misalnya
distribusi irigasi), atau ada masalah lain (jaringan irigasi rusak, tata kelola
air lemah).
Penjelasan:
Evaluasi menjawab “mengapa output tidak berujung pada outcome”.
9. Kasus
Digitalisasi Monitoring
Soal:
Mengapa penggunaan sistem digital (e-Monev Bappenas, dashboard KPPIP) penting
dalam pemantauan pembangunan?
Jawaban:
Karena memungkinkan pemantauan real-time, transparan, dan akuntabel. Data bisa
segera dianalisis untuk pengambilan keputusan cepat.
Penjelasan:
Tanpa digitalisasi, laporan sering terlambat, tidak akurat, dan sulit untuk
pengendalian pembangunan.
10. Kasus RKP 2025
& RPJPN 2045
Soal:
RKP 2025 akan menjadi langkah awal implementasi RPJPN 2025–2045. Bagaimana
sistem pemantauan pembangunan harus disiapkan untuk menghadapi ini?
Jawaban:
- Menyusun indikator outcome jangka
menengah-panjang yang konsisten dengan RPJPN.
- Integrasi pemantauan dengan big data
dan teknologi digital.
- Memastikan evaluasi berbasis evidence
untuk mengawal visi Indonesia Emas 2045.
Penjelasan:
MonEv harus evolutif → dari sekadar administratif menuju berbasis data real-time
dan outcome oriented.
No comments:
Post a Comment