Saturday, October 11, 2025

Test - Rencana Pembangunan sebagai Kebijakan Publik

Latihan Soal Pilihan Ganda

Soal 1

1. Definisi kebijakan publik menurut Thomas R. Dye adalah:
A. Rencana teknis yang dibuat oleh birokrat.
B. Pilihan yang diambil pemerintah untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.
C. Program pembangunan yang didanai APBN.
D. Semua undang-undang yang disahkan DPR.
Kunci: B.
Penjelasan: Dye merumuskan kebijakan publik sebagai apa yang dipilih pemerintah untuk dilakukan atau tidak dilakukan — inti pilihan publik.


Soal 2

2. Urutan logis analisis kebijakan yang umum dipakai (seperti pada kisi-kisi) adalah:
A. Implementasi → evaluasi → formulasi → identifikasi masalah.
B. Identifikasi masalah → formulasi alternatif → analisis → implementasi → M&E.
C. Evaluasi → formulasi → alokasi anggaran → implementasi.
D. Penganggaran → studi kelayakan → konsultasi publik → keputusan.
Kunci: B.
Penjelasan: Model analisis kebijakan menekankan mulai dari identifikasi masalah, formulasi alternatif, analisis dan rekomendasi, lalu implementasi dan monitoring & evaluasi.


Soal 3

3. Empat tolok ukur rencana yang baik menurut Deddy Bratakusumah meliputi semua hal berikut kecuali:
A. Efisiensi ekonomi
B. Dapat diterima secara politik
C. Mudah dijual ke investor asing
D. Dapat dilaksanakan administrasi
Kunci: C.
Penjelasan: Empat tolok ukur adalah efisiensi (ekonomi), political acceptability, administrability, dan etika/kesesuaian budaya — bukan khusus “mudah dijual ke investor”.


Soal 4

4. Evaluasi ex-ante biasanya dilakukan untuk tujuan:
A. Menilai dampak jangka panjang setelah proyek selesai.
B. Memilih alternatif terbaik sebelum keputusan diambil.
C. Menghitung realisasi anggaran selama pelaksanaan.
D. Audit akhir oleh BPK.
Kunci: B.
Penjelasan: Evaluasi ex-ante dilakukan sebelum implementasi untuk menilai kelayakan dan memilih alternatif terbaik.


Soal 5

5. Undang-undang yang secara khusus disebut dalam kisi-kisi sebagai dasar sistem perencanaan nasional adalah:
A. UU No. 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
B. UU No. 10/1999 tentang Perencanaan.
C. UU No. 44/2009 tentang Transportasi.
D. UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja.
Kunci: A.
Penjelasan: UU No.25/2004 adalah dasar SPN yang disebut di materi sebagai rujukan perencanaan nasional.


Soal 6

6. Sinkronisasi perencanaan-penganggaran nasional mensyaratkan penurunan arah kebijakan dari (yang paling makro) ke (yang paling operasional) sebagai berikut:
A. Renstra KL → RPJMN → RPJPN → RKP.
B. RPJPN → RPJMN → RKP → Renstra KL → Renja → RKA → APBN.
C. APBN → Renja → RPJMN → RPJPN.
D. Rencana daerah → RPJMN → RPJPN → Renstra KL.
Kunci: B.
Penjelasan: Alur hierarkis dokumen perencanaan nasional turun dari RPJPN → RPJMN → RKP → Renstra/Renja → RKA → APBN sesuai mekanisme sinkronisasi.


Soal 7

7. Mana dari berikut ini adalah kriteria SMART untuk indikator yang baik (ringkasan):
A. Simple, Multiuse, Affordable, Relevant, Timeless
B. Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Timely
C. Strategic, Measurable, Actionable, Reliable, Timeless
D. Specific, Manual, Accurate, Replicable, Tested
Kunci: B.
Penjelasan: Kriteria SMART: Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Timely — cocok untuk indikator kinerja perencanaan.


Soal 8

8. Cost-Benefit Analysis (CBA) utama dipakai untuk:
A. Mengukur kinerja pegawai.
B. Membandingkan manfaat dan biaya proyek publik dalam nilai uang.
C. Mengidentifikasi sumber daya manusia yang dibutuhkan.
D. Menentukan alur kerja internal K/L.
Kunci: B.
Penjelasan: CBA mengonversi manfaat dan biaya menjadi nilai uang untuk menilai kelayakan proyek publik.


Soal 9

9. Perbedaan fokus CBA ex-ante dan ex-post adalah:
A. Ex-ante untuk memilih alternatif; ex-post untuk menilai realisasi manfaat sebenarnya.
B. Ex-ante untuk audit; ex-post untuk hukum.
C. Keduanya sama dan saling pengganti.
D. Ex-ante hanya untuk proyek swasta; ex-post hanya untuk proyek publik.
Kunci: A.
Penjelasan: Ex-ante memperkirakan manfaat sebelum keputusan; ex-post menilai capaian manfaat setelah pelaksanaan.


Soal 10

10. Fungsi Musrenbang dalam proses perencanaan adalah terutama untuk:
A. Menentukan pemenang tender pengadaan.
B. Menyusun RKA-KL secara teknis.
C. Menampung aspirasi dan melibatkan pemangku kepentingan (partisipasi) dalam prioritas program.
D. Menyusun kajian AMDAL.
Kunci: C.
Penjelasan: Musrenbang adalah mekanisme partisipatif untuk mengakomodasi aspirasi dan prioritas publik dalam perencanaan.


Soal 11

11. Paradigma pembangunan yang menekankan pemerataan akan memprioritaskan kebijakan transportasi seperti:
A. Pembangunan jalan tol ekspres antara kota besar saja.
B. Subsidi trayek kapal/perintis dan peningkatan konektivitas daerah tertinggal (tol laut, bandara perintis).
C. Hanya investasi pada moda premium untuk segmen menengah atas.
D. Melarang investasi publik di daerah terpencil.
Kunci: B.
Penjelasan: Paradigma pemerataan mendorong intervensi untuk mengurangi disparitas akses dan biaya antar-wilayah, mis. tol laut/angkutan perintis. fileciteturn5file8


Soal 12

12. Salah satu penyebab utama kegagalan perencanaan yang disebut dalam materi adalah:
A. Tingginya kualitas data.
B. Kelemahan antisipasi terhadap gejolak ekonomi / disrupsi.
C. Kelebihan partisipasi publik.
D. Terlalu banyak evaluasi ex-post.
Kunci: B.
Penjelasan: Materi menyorot kelemahan data, kurang antisipasi gejolak ekonomi, kapasitas kelembagaan, dan political will sebagai penyebab kegagalan.


Soal 13

13. Dalam siklus pengadaan (perencanaan → persiapan → pemilihan → pelaksanaan → serah terima), siapa pelaku yang bertanggung jawab menandatangani kontrak (umumnya)?
A. Pejabat Pembuat Komitmen / Pengguna Anggaran.
B. Pokja Pemilihan.
C. Auditor Internal.
D. Masyarakat setempat.
Kunci: A.
Penjelasan: Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) / Pengguna Anggaran bertanggung jawab pada tahap pelaksanaan kontrak dan penandatanganan.


Soal 14

14. Metode yang dapat menggabungkan kriteria kualitatif dan kuantitatif untuk menentukan prioritas proyek (sering disebut dalam kisi-kisi) adalah:
A. Analytic Hierarchy Process (AHP).
B. Hukum Pasar Terbuka.
C. Teknik Delphi saja.
D. Audit Forensik.
Kunci: A.
Penjelasan: AHP memungkinkan kombinasi kriteria kualitatif dan kuantitatif untuk memberi bobot dan peringkat alternatif.


Soal 15

15. Pernyataan berikut yang tepat terkait “pandangan baru” atas perencanaan adalah:
A. Negara harus mengabaikan mekanisme pasar sepenuhnya.
B. Deregulasi dan peran pasar kadang ditekankan sebagai pelengkap perencanaan untuk efisiensi.
C. Perencanaan tradisional tidak pernah gagal.
D. Perencanaan tidak perlu sinkron dengan anggaran.
Kunci: B.
Penjelasan: Materi menyebut pergeseran sebagian ke deregulasi/privatisasi dan peran mekanisme pasar sebagai complement to planning dalam konteks reform.


Soal 16

16. Indikator berikut yang paling tepat untuk menilai keberhasilan sebuah proyek pelabuhan strategis (ex-post) adalah:
A. Jumlah prosedur administratif di kantor pusat.
B. Utilisasi kapasitas bongkar muat (tonase) dan penurunan biaya logistik.
C. Jumlah rapat koordinasi setiap bulan.
D. Jumlah pegawai kontrak yang direkrut.
Kunci: B.
Penjelasan: Evaluasi pelabuhan mengacu pada indikator sektor logistik seperti tonase bongkar muat dan penurunan biaya transportasi/logistik.


Soal 17

17. Rencana Induk pengembangan kawasan pelabuhan (master plan) berfungsi untuk:
A. Hanya sebagai dokumen promosi investasi tanpa implikasi teknis.
B. Menjadi acuan terintegrasi tata ruang, investasi, monitoring dan penganggaran di kawasan strategis.
C. Menggantikan seluruh peraturan daerah.
D. Menentukan pemenang tender penanganan kargo.
Kunci: B.
Penjelasan: Rencana Induk berfungsi sebagai acuan terpadu pemanfaatan ruang, investasi, dan monitoring pelaksanaan (contoh KPBPB).


Soal 18

18. Dalam konteks ketahanan transportasi, langkah penting yang harus ada menurut draf RUU Sistranas adalah:
A. Menghapus seluruh pelayanan angkutan perintis.
B. Identifikasi risiko, analisis risiko, rencana mitigasi, implementasi mitigasi, dan monitoring.
C. Menyerahkan semua kewenangan ke swasta tanpa aturan.
D. Menutup akses laut pada musim badai.
Kunci: B.
Penjelasan: RUU Sistranas menekankan siklus ketahanan: identifikasi risiko → analisis → mitigasi → implementasi → monitoring.


Soal 19

19. Peran “strategic leadership” dalam pengelolaan pembangunan termasuk semua berikut kecuali:
A. Menyusun target tahunan dan instrument kebijakan.
B. Mengarahkan budaya organisasi agar mendukung strategi.
C. Menggantikan seluruh keputusan teknis dari perencana.
D. Mengalokasikan sumber daya untuk menjalankan strategi.
Kunci: C.
Penjelasan: Strategic leadership membimbing pelaksanaan, pengalokasian, dan budaya organisasi; bukan menggantikan sepenuhnya keputusan teknis.


Soal 20

20. Dokumen mana yang biasanya menjadi jembatan formal antara Renstra K/L dan APBN (mengandung kesepakatan plafon anggaran)?
A. RKA-KL
B. Renja
C. KUA/PPAS
D. RPJPN
Kunci: C.
Penjelasan: KUA/PPAS adalah dokumen perundingan anggaran yang menyelaraskan Renstra/Renja dengan plafon APBN.


Soal 21

21. Tingkatan perencanaan yang membedakan makro, sektoral, dan proyek disebut juga sebagai:
A. Jenis penganggaran.
B. Tahapan legislasi.
C. Tahapan perencanaan (aggregate/sectoral/project).
D. Struktur organisasi K/L.
Kunci: C.
Penjelasan: Materi menjelaskan tahapan perencanaan menurut skala: makro (aggregate), sektoral, dan proyek.


Soal 22

22. Salah satu karakteristik perencanaan adalah “pernyataan pilihan tindakan” — artinya:
A. Perencanaan hanya menggambarkan masa lalu.
B. Perencanaan menetapkan opsi tindakan yang diarahkan untuk mencapai tujuan.
C. Perencanaan menggantikan fungsi legislatif.
D. Perencanaan hanya berfungsi sebagai laporan tahunan.
Kunci: B.
Penjelasan: Perencanaan adalah pernyataan pilihan yang menuntun perubahan dan pencapaian tujuan.


Soal 23

23. Metode kombinasi yang sering dipakai untuk memilih prioritas ketika anggaran terbatas adalah (pilih yang paling tepat):
A. AHP untuk bobot kriteria + CBA untuk nilai ekonomis → integrasi hasil.
B. Hanya voting by majority.
C. Menunda keputusan sampai anggaran bertambah.
D. Membiarkan pasar memutuskan tanpa analisis.
Kunci: A.
Penjelasan: Praktik baik: gunakan AHP untuk bobot multi-kriteria dan CBA untuk analisis manfaat-biaya, lalu gabungkan sebagai dasar pemilihan. fileciteturn5file18


Soal 24

24. Ketika menyusun indikator kinerja bidang transportasi (KPI), pertimbangan penting termasuk semua kecuali:
A. Validitas (indikator mengukur apa yang dimaksud).
B. Ketersediaan data.
C. Biaya pengumpulan data jauh melebihi manfaatnya selalu diterima.
D. Reliabilitas dan keterbandingan antar periode.
Kunci: C.
Penjelasan: Biaya harus dipertimbangkan; jika biaya pengumpulan melebihi manfaat maka indikator perlu dipertimbangkan ulang — bukan diterima.


Soal 25

25. Peran database & sistem informasi (mis. SQL, DBMS) dalam perencanaan adalah terutama untuk:
A. Menggantikan perencana manusia sepenuhnya.
B. Menyimpan, mengelola, dan menyediakan data untuk analisis dan pengambilan keputusan.
C. Hanya untuk keperluan akutansi internal.
D. Menyusun undang-undang otomatis.
Kunci: B.
Penjelasan: Database/DBMS membantu perencana mengelola dan mengolah data sehingga analisis valid dan dapat ditindaklanjuti.


Soal 26

26. Manakah pernyataan yang benar mengenai AHP (Analytic Hierarchy Process)?
A. AHP hanya menggunakan data kuantitatif dan tidak cocok untuk kriteria kualitatif.
B. AHP memungkinkan perbandingan berpasangan dan mengombinasikan kriteria kualitatif & kuantitatif.
C. AHP tidak dapat digunakan dalam perencanaan publik.
D. AHP tidak menyediakan jejak audit (no audit trail).
Kunci: B.
Penjelasan: AHP dirancang untuk membobot kriteria kualitatif/kuantitatif lewat pairwise comparisons dan memberikan audit trail.


Soal 27

27. Kategori perencanaan teritori yang umum menurut kisi-kisi mencakup:
A. Hanya rencana nasional.
B. Wilayah/spatial, daerah/local, kawasan/region.
C. Hanya perencanaan sektor.
D. Hanya perencanaan fisik.
Kunci: B.
Penjelasan: Materi membedakan perencanaan substantif, teritori (spatial/daerah/kawasan) dan lingkup (nasional/daerah).


Soal 28

28. UU yang disebut menetapkan RPJPN di versi terbaru kisi-kisi adalah nomor berapa (sebagian tertera di materi)?
A. UU No. 17/2007 saja.
B. UU No. 59/2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (sebutan di kisi-kisi).
C. UU No. 5/1999.
D. Tidak ada UU yang mengatur.
Kunci: B.
Penjelasan: Dalam daftar regulasi pada materi disebut UU No.59/2024 tentang RPJPN.


Soal 29

29. Tujuan utama evaluasi proses pelaksanaan (process evaluation) pada proyek transportasi adalah:
A. Menilai ketepatan prosedur pelaksanaan, hambatan, dan kebutuhan koreksi selama pelaksanaan.
B. Menentukan pemenang tender berikutnya.
C. Mengganti indikator kinerja arbitrer.
D. Menjamin profit maksimal untuk investor privat.
Kunci: A.
Penjelasan: Evaluasi proses fokus pada bagaimana pelaksanaan berjalan dan mengidentifikasi kendala serta rekomendasi perbaikan.


Soal 30

30. Integrasi rencana transportasi dengan rencana tata ruang (RTRW) penting karena:
A. RTRW hanya berfungsi sebagai dokumen historis.
B. Ketidaksinkronan dapat menyebabkan pembangunan infrastruktur yang tidak sesuai penggunaan lahan dan berdampak pada keberlanjutan.
C. RTRW tidak relevan untuk proyek pelabuhan atau bandara.
D. Perencana transportasi boleh mengabaikan RTRW jika proyek strategis.
Kunci: B.
Penjelasan: Rencana transportasi harus selaras dengan tata ruang agar penggunaan lahan, aksesibilitas, dan dampak lingkungan terintegrasi dan berkelanjutan.


10 Soal Latihan Esai 


Soal 1.

Jelaskan bagaimana konsep rencana pembangunan sebagai kebijakan publik diterapkan dalam Program Tol Laut, dan sebutkan indikator apa yang tepat untuk mengukur keberhasilannya!

Jawaban & Penjelasan:

  • Konsep: Tol Laut masuk dalam RPJMN 2020–2024 sebagai kebijakan publik → ditetapkan dalam Perpres PSN dan APBN sebagai program reguler.
  • Indikator: penurunan disparitas harga di wilayah timur, frekuensi trayek kapal, volume muatan balik.
  • Penjelasan: Tol Laut adalah contoh rencana teknokratik (analisis logistik) yang menjadi kebijakan publik melalui keputusan politik & dukungan anggaran.

Soal 2.

Dalam kasus pembangunan Pelabuhan Patimban, jelaskan proses politik, teknokratik, dan partisipatif yang terlibat!

Jawaban & Penjelasan:

  • Politik: pemerintah menetapkan Patimban sebagai PSN untuk dukung industri otomotif.
  • Teknokratik: studi kelayakan, proyeksi arus barang, analisis CBA.
  • Partisipatif: konsultasi dengan pemerintah daerah, industri otomotif, masyarakat sekitar.
  • Penjelasan: ketiga proses ini saling melengkapi sehingga proyek mendapat legitimasi politik, dasar teknis yang kuat, dan dukungan stakeholder.

Soal 3.

Berikan analisis penyebab kegagalan sebagian trayek Tol Laut yang underutilized, ditinjau dari sudut pandang kebijakan publik!

Jawaban & Penjelasan:

  • Penyebab: mismatch supply-demand (data muatan tidak akurat), kurang koordinasi K/L, keterbatasan infrastruktur darat, political will daerah lemah.
  • Penjelasan: kegagalan mencerminkan kelemahan ex-ante analysis (forecasting permintaan), lemahnya kapasitas kelembagaan, dan masalah implementasi.

Soal 4.

Bagaimana penerapan evaluasi ex-ante, on-going, dan ex-post pada proyek MRT Jakarta?

Jawaban & Penjelasan:

  • Ex-ante: studi kelayakan (CBA), proyeksi penumpang, dampak ekonomi.
  • On-going: monitoring progres konstruksi, serapan anggaran, kualitas pekerjaan.
  • Ex-post: menilai efektivitas (ridership aktual), efisiensi biaya operasi, dampak terhadap kemacetan dan emisi.
  • Penjelasan: tiga tahap evaluasi diperlukan agar proyek berjalan sesuai tujuan awal dan dapat diperbaiki jika ada deviasi.

Soal 5.

Diskusikan keterkaitan antara RPJPN 2025–2045 dengan kebijakan pembangunan transportasi berkelanjutan di Indonesia!

Jawaban & Penjelasan:

  • RPJPN 2025–2045 menekankan transformasi hijau, ketahanan pangan, dan daya saing global.
  • Kebijakan transportasi harus mendukung: elektrifikasi transportasi, digitalisasi logistik, pembangunan pelabuhan ramah lingkungan.
  • Penjelasan: rencana transportasi sebagai kebijakan publik harus mengaitkan tujuan jangka panjang (visi 2045) dengan proyek strategis sektor transportasi saat ini.

Soal 6.

Analisis kebijakan pengembangan angkutan massal perkotaan (BRT, LRT, MRT) di Indonesia: apa tantangan utamanya dalam proses perencanaan sebagai kebijakan publik?

Jawaban & Penjelasan:

  • Tantangan: keterpaduan antar moda, koordinasi pusat-daerah, keterbatasan pembiayaan, resistensi masyarakat, sinkronisasi tata ruang.
  • Penjelasan: meski ada dasar teknokratik (CBA, proyeksi penumpang), faktor politik (dukungan kepala daerah), dan partisipasi publik sangat menentukan keberhasilan.

Soal 7.

Berikan contoh bagaimana sinkronisasi perencanaan dan penganggaran dijalankan dalam pembangunan jalan tol Trans-Sumatera!

Jawaban & Penjelasan:

  • Proyek masuk RPJMN → Renstra Kementerian PUPR/Kemenhub → RKP → RKA-KL → APBN, ditambah skema KPBU.
  • Penjelasan: ini menunjukkan perencanaan teknis akan efektif jika disinkronkan ke dokumen anggaran, sehingga proyek bisa dieksekusi dan didanai.

Soal 8.

Apa peran Analytic Hierarchy Process (AHP) dalam memilih prioritas proyek transportasi strategis di Indonesia? Beri contoh!

Jawaban & Penjelasan:

  • AHP digunakan untuk memberi bobot pada kriteria (mis. manfaat ekonomi, pemerataan, lingkungan, risiko).
  • Contoh: pemilihan prioritas antara pembangunan pelabuhan di Sulawesi vs Kalimantan berdasarkan bobot kriteria.
  • Penjelasan: AHP membantu perencana membuat rekomendasi berbasis multi-kriteria yang transparan.

Soal 9.

Analisis kebijakan publik yang tepat untuk menghadapi masalah kemacetan logistik di Tanjung Priok!

Jawaban & Penjelasan:

  • Identifikasi masalah: overcapacity, dwelling time tinggi.
  • Alternatif: (a) perluasan Tanjung Priok, (b) bangun pelabuhan baru (Patimban), (c) digitalisasi logistik.
  • Analisis: CBA & risk analysis → alternatif b+c dipilih.
  • Penjelasan: contoh bagaimana analisis kebijakan menghasilkan kombinasi solusi teknokratik yang jadi kebijakan publik (PSN Pelabuhan Patimban).

Soal 10.

Diskusikan bagaimana konsep partisipasi masyarakat (musrenbang) bisa memperkuat kebijakan pembangunan transportasi di daerah!

Jawaban & Penjelasan:

  • Musrenbang memberi ruang aspirasi lokal: misalnya usulan dermaga rakyat, jalan penghubung desa ke pelabuhan.
  • Penjelasan: partisipasi memperkuat legitimasi kebijakan, memastikan proyek transportasi sesuai kebutuhan lokal, dan mencegah konflik sosial.

No comments:

Post a Comment