📘 30 Soal Latihan Pilihan Ganda: Indikator Penataan Ruang
1.
Salah satu akar
masalah penataan ruang di Indonesia adalah …
A. Tingginya partisipasi masyarakat
B. Sinkronisasi antar-RTRW berjalan baik
C. Sentralisasi kekuasaan dan minimnya pelibatan lokal
D. Pembangunan daerah selalu sesuai karakteristik wilayah
Jawaban: C
👉 Sentralisasi kekuasaan di masa lalu membuat
budaya lokal terabaikan, sehingga ruang tidak sesuai kebutuhan.
2.
Target minimal Ruang
Terbuka Hijau (RTH) di perkotaan menurut UU 26/2007 adalah …
A. 10%
B. 20%
C. 30%
D. 50%
Jawaban: C
👉 UU Penataan Ruang menetapkan 30% RTH di
wilayah perkotaan.
3.
Kebijakan RTRWN
2023–2045 menekankan …
A. Pembangunan Jawa-sentris
B. Perlindungan kawasan strategis nasional
C. Sentralisasi tata ruang di pusat
D. Penghapusan RTRW daerah
Jawaban: B
👉 RTRWN baru menekankan keterpaduan pusat-daerah
dan perlindungan KSN.
4.
Contoh kota yang
menerapkan konsep forest city dalam pembangunan adalah …
A. Jakarta
B. Surabaya
C. IKN Nusantara
D. Bandung
Jawaban: C
👉 IKN Nusantara dirancang sebagai forest city
dengan 60% kawasan hijau.
5.
Yang termasuk
indikator keberhasilan penataan ruang berbasis lingkungan adalah …
A. Jumlah mal yang dibangun
B. Persentase RTH kota
C. Jumlah gedung tinggi
D. Tingkat urbanisasi
Jawaban: B
👉 RTH adalah indikator langsung kualitas tata
ruang perkotaan.
6.
Konsep pembangunan
berkelanjutan dalam penataan ruang mengintegrasikan aspek …
A. Ekonomi, sosial, lingkungan
B. Politik, hukum, militer
C. Budaya, pariwisata, hiburan
D. Infrastruktur, transportasi, pendidikan
Jawaban: A
👉 Pembangunan berkelanjutan menyeimbangkan
ekonomi, sosial, lingkungan.
7.
Penyebab utama banjir
pesisir di Semarang adalah …
A. Urban sprawl
B. Rob dan abrasi pantai
C. Kekurangan waduk
D. Polusi udara
Jawaban: B
👉 Rob akibat kenaikan permukaan laut dan abrasi
pantai.
8.
Indikator spasial
untuk mengukur pemerataan pembangunan antarwilayah adalah …
A. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
B. Persentase investasi di luar Jawa
C. Angka inflasi nasional
D. Tingkat partisipasi pemilu
Jawaban: B
👉 Pemerataan dilihat dari distribusi
investasi/infrastruktur antarwilayah.
9.
Instrumen hukum utama
penataan ruang di Indonesia adalah …
A. UU No. 26 Tahun 2007
B. UU No. 17 Tahun 2003
C. UU No. 25 Tahun 2004
D. UU No. 11 Tahun 2020
Jawaban: A
👉 UU 26/2007 adalah payung hukum penataan ruang
nasional.
10.
Kawasan mangrove
memiliki peran penting karena …
A. Tempat wisata
B. Sumber pasir laut
C. Penahan abrasi dan penyerap karbon
D. Tempat parkir perahu
Jawaban: C
👉 Mangrove penting untuk mitigasi abrasi &
perubahan iklim.
11.
Salah satu masalah
penataan ruang kota besar adalah …
A. Urban decay & permukiman kumuh
B. RTH terlalu luas
C. Transportasi publik berlebih
D. Polusi udara rendah
Jawaban: A
👉 Masalah nyata di kota besar: slum, squatter,
polusi, kemacetan.
12.
“Vicious circle” dalam
penataan ruang merujuk pada …
A. Lingkaran pembangunan ekonomi tinggi
B. Rantai masalah kemiskinan, gizi buruk, pendidikan rendah
C. Pertumbuhan kota modern berkelanjutan
D. Infrastruktur yang terkoneksi baik
Jawaban: B
👉 Vicious circle menggambarkan siklus kemiskinan
& kerentanan.
13.
Kebijakan pemindahan
IKN Nusantara bertujuan salah satunya …
A. Memusatkan pembangunan di Jawa
B. Mengurangi beban Jakarta dan pemerataan pembangunan
C. Menambah polusi di Kalimantan
D. Meningkatkan urbanisasi di Jawa
Jawaban: B
👉 IKN adalah strategi pemerataan pembangunan dan
tata ruang nasional.
14.
Konsep “daya dukung
lingkungan” berarti …
A. Jumlah orang yang bisa tinggal di kota
B. Kemampuan lingkungan menopang kehidupan manusia & ekosistem
C. Kapasitas transportasi publik
D. Kemampuan ekonomi menyediakan pangan
Jawaban: B
👉 Daya dukung adalah kemampuan lingkungan
menopang perikehidupan.
15.
Indikator pengendalian
alih fungsi lahan pertanian adalah …
A. Laju deforestasi
B. Luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B)
C. Jumlah pabrik baru
D. Luas area perkotaan
Jawaban: B
👉 LP2B diatur agar sawah tidak beralih fungsi ke
non-pertanian.
16.
Salah satu dampak
lemahnya tata ruang adalah …
A. Transaction cost tinggi karena penolakan masyarakat
B. Turunnya tingkat urbanisasi
C. Naiknya partisipasi publik
D. Menurunnya polusi udara
Jawaban: A
👉 Penolakan masyarakat meningkatkan biaya sosial
& ekonomi.
17.
RTRWN 2023–2045
diharapkan selaras dengan …
A. RPJMN & RPJPN
B. APBN & APBD
C. RKP & RKA
D. LKPP & BPK
Jawaban: A
👉 RTRWN harus sinkron dengan dokumen pembangunan
nasional.
18.
Indikator transportasi
rendah emisi dalam tata ruang adalah …
A. Jumlah jalan tol baru
B. Jumlah kendaraan listrik & transportasi publik
C. Panjang jalur sepeda
D. Banyaknya SPBU BBM
Jawaban: B
👉 Transportasi rendah emisi jadi indikator kota
berkelanjutan.
19.
Partisipasi masyarakat
dalam tata ruang mencakup …
A. Penyusunan, pemanfaatan, pengendalian ruang
B. Hanya saat revisi RTRW
C. Hanya saat pemilu
D. Hanya pada proyek pemerintah pusat
Jawaban: A
👉 UU 26/2007 mengatur pelibatan masyarakat di
semua tahap.
20.
Program rehabilitasi
mangrove nasional 2020–2024 menargetkan …
A. 100 ribu ha
B. 300 ribu ha
C. 600 ribu ha
D. 1 juta ha
Jawaban: C
👉 Target nasional adalah 600 ribu hektar.
21.
Indikator keterpaduan
tata ruang dapat diukur melalui …
A. Tingkat harmonisasi RTRW pusat & daerah
B. Jumlah mal yang dibangun
C. Jumlah hotel berbintang
D. Jumlah kendaraan pribadi
Jawaban: A
👉 Sinkronisasi RTRW antar level adalah indikator
kunci.
22.
Salah satu masalah
tata ruang Jabodetabek adalah …
A. Kelebihan RTH
B. Pengurangan ruang terbuka hijau & waduk
C. Kurangnya perumahan kumuh
D. Tidak ada polusi udara
Jawaban: B
👉 Jabodetabek mengalami penurunan RTH &
penyusutan waduk.
23.
Kebijakan geoportal
tata ruang bertujuan …
A. Membatasi akses publik
B. Transparansi & keterbukaan data tata ruang
C. Meningkatkan pajak daerah
D. Mengurangi transportasi publik
Jawaban: B
👉 Geoportal membuka akses publik ke data tata
ruang.
24.
Indikator tata ruang
yang terkait SDGs Tujuan 11 adalah …
A. Pertumbuhan ekonomi tinggi
B. Kota dan permukiman inklusif, aman, berkelanjutan
C. Ekspor barang meningkat
D. Anggaran negara surplus
Jawaban: B
👉 SDGs 11 fokus pada tata kota & ruang yang
berkelanjutan.
25.
Salah satu strategi
mengatasi kemacetan kota adalah …
A. Do nothing
B. Investasi jalan + transportasi publik + kebijakan harga jalan
C. Menambah kendaraan pribadi
D. Membatasi transportasi publik
Jawaban: B
👉 Strategi tata ruang kota: kombinasi manajemen
lalu lintas & transportasi publik.
26.
Dalam paradigma baru,
pemerintah berperan sebagai …
A. Pengendali penuh tata ruang
B. Fasilitator bagi masyarakat
C. Pemilik tunggal ruang
D. Operator swasta
Jawaban: B
👉 Pemerintah sebagai fasilitator, masyarakat
sebagai aktor.
27.
Indikator
keberlanjutan pembangunan wilayah pesisir adalah …
A. Luas reklamasi pantai
B. Luas mangrove & terumbu karang terlindungi
C. Jumlah kapal besar
D. Panjang jalan tol pesisir
Jawaban: B
👉 Mangrove & terumbu karang jadi indikator
ekologi penting.
28.
Alasan utama relokasi
IKN adalah …
A. Jakarta terlalu luas
B. Jakarta rawan banjir, penurunan tanah, beban penduduk berlebih
C. Kalimantan kosong penduduk
D. Untuk membangun lebih banyak gedung tinggi
Jawaban: B
👉 Jakarta menghadapi krisis ekologis &
kepadatan.
29.
Salah satu indikator
tata ruang berbasis mitigasi bencana adalah …
A. Peta risiko bencana masuk dalam RTRW
B. Jumlah apartemen baru
C. Panjang jalan tol
D. Jumlah kawasan industri
Jawaban: A
👉 Mitigasi bencana diintegrasikan dalam RTRW.
30.
Indikator tata ruang
yang mendukung pembangunan rendah karbon adalah …
A. Penggunaan energi terbarukan dalam RTRW
B. Banyaknya pabrik batubara
C. Ekspansi perkebunan tanpa batas
D. Pertumbuhan kendaraan pribadi
Jawaban: A
👉 Tata ruang harus mendukung energi terbarukan
& emisi rendah.
📘 10 Soal Latiham Esai Analisis Kasus: Indikator
Penataan Ruang
1.
Kasus: Jakarta mengalami penurunan tanah rata-rata
7–10 cm/tahun, sementara permukaan laut naik akibat perubahan iklim. Apa
strategi penataan ruang yang bisa diterapkan untuk mengatasi risiko banjir
besar di Jakarta?
Jawaban &
Penjelasan:
- Relokasi fungsi ibu kota ke IKN Nusantara
untuk mengurangi beban Jakarta.
- Pembangunan giant sea wall (tanggul
laut raksasa) dan revitalisasi waduk.
- Pengendalian ekstraksi air tanah melalui
penyediaan SPAM (sistem penyediaan air minum).
👉 Penataan ruang harus berbasis mitigasi bencana dan daya dukung lingkungan.
2.
Kasus: Pemerintah menargetkan rehabilitasi 600 ribu
hektar mangrove sampai 2024. Bagaimana indikator penataan ruang dapat digunakan
untuk memonitor keberhasilan target ini?
Jawaban &
Penjelasan:
- Indikator luas kawasan lindung (ha).
- Indeks perubahan tutupan lahan (remote
sensing).
- Indeks penyerapan karbon dari mangrove.
👉 Monitoring dapat dilakukan dengan citra satelit + geoportal tata ruang.
3.
Kasus: Pembangunan jalan tol Trans-Sumatera
mempercepat konektivitas. Namun, terjadi alih fungsi lahan pertanian pangan
produktif. Bagaimana seharusnya RTRW mengatur hal ini?
Jawaban &
Penjelasan:
- RTRW harus mengintegrasikan LP2B (Lahan
Pertanian Pangan Berkelanjutan).
- Analisis dampak ruang sebelum alih fungsi
lahan.
- Kompensasi atau konversi lahan pertanian
setara di lokasi lain.
👉 Penataan ruang memastikan pembangunan infrastruktur tidak mengorbankan ketahanan pangan.
4.
Kasus: Semarang dan Demak rutin dilanda banjir rob.
Sebagai perencana nasional, strategi apa yang bisa diusulkan dalam dokumen
RTRW/RPJMN?
Jawaban & Penjelasan:
- Restorasi ekosistem pesisir (mangrove,
sabuk pantai hijau).
- Pembangunan tanggul laut terpadu.
- Relokasi bertahap permukiman di zona
rawan.
👉 Indikator tata ruang: luas kawasan lindung pesisir, indeks risiko bencana.
5.
Kasus: Di Jabodetabek, ruang terbuka hijau (RTH)
hanya sekitar 12–15%. Apa kebijakan tata ruang yang bisa diambil untuk mencapai
target 30% RTH?
Jawaban &
Penjelasan:
- Rehabilitasi waduk & bantaran sungai
sebagai RTH publik.
- Insentif bagi swasta untuk menyediakan green
building.
- Integrasi program kota hijau (green city).
👉 Indikator capaian: persentase RTH kota, kualitas udara (PM10, Pb).
6.
Kasus: Urban sprawl di Bandung Raya menyebabkan
kemacetan, polusi, dan permukiman liar. Bagaimana penataan ruang dapat
mengendalikan urban sprawl ini?
Jawaban &
Penjelasan:
- Penetapan urban growth boundary
(batas pertumbuhan kota).
- Penerapan transit oriented development
(TOD).
- Pengendalian izin alih fungsi lahan.
👉 Indikator: kepadatan penduduk per km², jarak rata-rata komuter, persentase penggunaan transportasi publik.
7.
Kasus: Sebuah provinsi memiliki RTRW yang tidak
sinkron dengan RTRWN 2023–2045. Apa langkah kebijakan yang harus dilakukan
pemerintah pusat?
Jawaban &
Penjelasan:
- Review dan revisi RTRW provinsi agar
selaras dengan RTRWN.
- Memperkuat peran Kementerian ATR/BPN dalam
verifikasi RTRW.
- Mendorong digitalisasi RTRW melalui
geoportal tata ruang.
👉 Indikator: persentase RTRW daerah yang harmonis dengan RTRWN.
8.
Kasus: Sebuah kawasan industri di Sulawesi
menimbulkan pencemaran sungai dan konflik dengan masyarakat adat. Bagaimana
indikator penataan ruang dapat digunakan untuk mengevaluasi kasus ini?
Jawaban &
Penjelasan:
- Indikator daya dukung & daya tampung
lingkungan.
- Indeks konflik sosial (jumlah kasus
penolakan masyarakat).
- Tingkat kepatuhan AMDAL.
👉 Tata ruang harus berbasis kearifan lokal & partisipasi masyarakat.
9.
Kasus: Pemerintah menargetkan 10 kota besar menjadi smart
& low-carbon city pada 2024. Apa indikator yang bisa dipakai untuk
menilai keberhasilan program ini?
Jawaban & Penjelasan:
- Jumlah transportasi publik rendah emisi
(EV, BRT listrik).
- Persentase energi terbarukan dalam kota.
- Indeks kualitas udara (PM2.5, CO2).
👉 Indikator modern tata ruang menggabungkan aspek ekologi & teknologi.
10.
Kasus: Penataan ruang di daerah rawan gempa (contoh:
Lombok, Aceh) sering tidak mempertimbangkan mitigasi bencana. Bagaimana hal ini
seharusnya diintegrasikan dalam RTRW?
Jawaban &
Penjelasan:
- Peta risiko bencana harus masuk dalam
RTRW.
- Penetapan zona rawan (no-build zone).
- Relokasi penduduk di kawasan berisiko
tinggi.
👉 Indikator: IRB (Indeks Risiko Bencana) spasial dalam tata ruang.
No comments:
Post a Comment