📘 Soal Latihan Pilihan Ganda (30 Butir)
Materi: Indigenous
Development & Kebijakan Pembangunan Nasional
1.
Konsep utama dari Indigenous
Development adalah…
A. Pembangunan berbasis investasi asing
B. Pembangunan bertumpu pada kearifan lokal
C. Pembangunan berorientasi ekspor
D. Pembangunan berbasis teknologi tinggi
Jawaban: B
Penjelasan: Indigenous development menekankan kekuatan budaya dan
ekonomi lokal.
2.
Pengalaman Saemaul
Undong di Korea Selatan mengajarkan pentingnya…
A. Liberalisasi ekonomi
B. Gotong royong dan harmoni sosial
C. Privatisasi aset publik
D. Konsumsi barang impor
Jawaban: B
Penjelasan: Gerakan Saemaul Undong berbasis nilai Konfusianisme, gotong
royong, dan pendidikan.
3.
Salah satu tantangan
mentalitas pembangunan di Indonesia menurut Hempri Suyatna adalah…
A. Budaya produktif
B. Budaya instan
C. Budaya riset
D. Budaya inovatif
Jawaban: B
Penjelasan: Budaya instan melemahkan daya saing pembangunan.
4.
UMKM di Indonesia
menyerap berapa persen tenaga kerja?
A. 76%
B. 86%
C. 96%
D. 66%
Jawaban: C
Penjelasan: UMKM menyerap lebih dari 96% tenaga kerja nasional.
5.
Kelemahan utama UMKM
di Indonesia adalah…
A. Padat karya
B. Ketergantungan bahan baku lokal
C. Lemah dalam akses modal, teknologi, dan pasar
D. Menjadi motor penggerak ekonomi nasional
Jawaban: C
Penjelasan: UMKM masih kesulitan dalam akses pembiayaan, pasar, dan
inovasi.
6.
Kebijakan pemerintah
yang mendorong belanja produk lokal adalah…
A. Gerakan Bangga Buatan Indonesia
B. One Village One Product (OVOP) Jepang
C. Saemaul Undong Korea
D. Belt and Road Initiative
Jawaban: A
Penjelasan: Gerakan ini mendorong masyarakat menggunakan produk lokal
Indonesia.
7.
UU No. 20 Tahun 2008
mengatur tentang…
A. Penataan Ruang
B. UMKM
C. Investasi Asing
D. BUMN
Jawaban: B
Penjelasan: UU ini adalah payung hukum bagi perlindungan dan
pemberdayaan UMKM.
8.
Dana Desa salah
satunya digunakan untuk…
A. Membangun gedung DPR
B. Pemberdayaan masyarakat dan penguatan BUMDes
C. Menutup defisit APBN
D. Mendanai perusahaan swasta
Jawaban: B
Penjelasan: Dana Desa diarahkan untuk pembangunan partisipatif dan
ekonomi lokal.
9.
Salah satu contoh
keberhasilan indigenous development di Indonesia adalah…
A. Desa Wisata Nglanggeran
B. Pembangunan MRT Jakarta
C. Tol Trans Jawa
D. Kilang Balikpapan
Jawaban: A
Penjelasan: Desa Wisata Nglanggeran berbasis potensi lokal dan diakui
internasional.
10.
Dalam RPJMN 2020–2024,
salah satu strategi ekonomi adalah…
A. Ketergantungan impor pangan
B. Transformasi ekonomi berbasis lokal
C. Penutupan UMKM tradisional
D. Privatisasi BUMDes
Jawaban: B
Penjelasan: Transformasi ekonomi berbasis UMKM, koperasi, dan ekonomi
kreatif.
11.
Gerakan Bangga
Buatan Indonesia berfokus pada…
A. Ekspor produk tambang
B. Konsumsi barang impor
C. Peningkatan penggunaan produk lokal
D. Menarik investasi asing langsung
Jawaban: C
Penjelasan: Tujuannya menguatkan permintaan produk UMKM lokal.
12.
Salah satu kelemahan
koperasi di Indonesia adalah…
A. Identik dengan kredit dan pinjaman
B. Menguasai pasar ekspor
C. Dominasi dalam industri besar
D. Mampu bersaing dengan perusahaan multinasional
Jawaban: A
Penjelasan: Koperasi sering hanya berfungsi sebagai lembaga kredit.
13.
Marginalisasi sektor
pertanian ditunjukkan dengan…
A. Nilai Tukar Petani (NTP) di bawah 100
B. NTP di atas 120
C. Kenaikan ekspor hasil pertanian
D. Tingginya investasi agribisnis
Jawaban: A
Penjelasan: NTP Mei 2020 sebesar 99,47 → petani belum sejahtera.
14.
Transformasi digital
UMKM diarahkan untuk…
A. Memperkuat pasar online
B. Mengurangi akses masyarakat terhadap UMKM
C. Meningkatkan ketergantungan impor
D. Membatasi inovasi
Jawaban: A
Penjelasan: UMKM Go Digital membantu UMKM masuk marketplace dan
e-catalog.
15.
Salah satu nilai
spiritual dalam wirausaha menurut Panzuri (2011) adalah…
A. Spekulasi ekonomi
B. Norma spiritual sebagai fondasi bisnis
C. Ketergantungan pada pinjaman luar negeri
D. Konsumsi barang mewah
Jawaban: B
Penjelasan: Nilai spiritual (44 norma) menjadi fondasi wirausahawan
tercerahkan.
👉 Sejauh ini saya buat 15 soal dulu
(setengah dari total). Supaya kita bisa cek apakah format, tingkat kesulitan,
dan kedalaman soal sudah sesuai dengan yang Anda bayangkan untuk ujian
kompetensi Bappenas.
Mau saya lanjutkan
buat soal 16–30 dengan format yang sama sekarang, atau kita review dulu
yang 15 ini sebelum saya teruskan?
Sip, mari kita
lanjutkan dari soal nomor 16 sampai 30 dengan format yang sama: soal → opsi
(A–D) → kunci → penjelasan.
📘 Soal Pilihan Ganda (Lanjutan 16–30)
16.
Tujuan utama
pembangunan partisipatif (bottom-up) adalah…
A. Meningkatkan kemandirian masyarakat melalui keterlibatan langsung
B. Mempercepat investasi asing masuk desa
C. Menutup ruang partisipasi masyarakat sipil
D. Menghapus peran pemerintah daerah
Jawaban: A
Penjelasan: Pembangunan partisipatif mengutamakan aspirasi dan kebutuhan
lokal.
17.
Program One Village
One Product (OVOP) diadaptasi di Indonesia untuk…
A. Menyeragamkan produk seluruh desa
B. Mengembangkan produk unggulan berbasis lokal
C. Mengurangi peran UMKM di pasar global
D. Menarik investor asing besar
Jawaban: B
Penjelasan: OVOP menekankan pada pengembangan potensi unggulan tiap
daerah.
18.
Apa peran utama BUMDes
dalam pembangunan lokal?
A. Menjadi offtaker dan pengelola usaha berbasis potensi desa
B. Menggantikan seluruh fungsi pemerintah daerah
C. Menarik modal asing
D. Menjadi pusat distribusi barang impor
Jawaban: A
Penjelasan: BUMDes adalah instrumen penggerak ekonomi desa dengan basis
lokal.
19.
Transformasi ekonomi
dalam RPJMN 2020–2024 terkait indigenous development lebih menekankan pada…
A. Pertumbuhan berbasis SDA ekstraktif
B. Industrialisasi yang mengabaikan UMKM
C. Peningkatan nilai tambah lokal dan pemerataan
D. Eksploitasi tanpa konservasi
Jawaban: C
Penjelasan: RPJMN mengedepankan transformasi ekonomi inklusif dan
berkelanjutan.
20.
Gerakan “Bangga Buatan
Indonesia” sejalan dengan konsep…
A. Konsumerisme global
B. Substitusi impor berbasis produk lokal
C. Perdagangan bebas tanpa proteksi
D. Industrialisasi padat modal asing
Jawaban: B
Penjelasan: Kampanye ini mendorong konsumsi produk dalam negeri untuk
kurangi impor.
21.
Kebijakan pembangunan
desa melalui UU No. 6 Tahun 2014 menekankan…
A. Desa sebagai pusat investasi asing
B. Desa sebagai pusat kearifan lokal dan inovasi
C. Desa hanya sebagai penerima program pusat
D. Desa ditutup dari partisipasi publik
Jawaban: B
Penjelasan: UU Desa memberi ruang bagi desa untuk mengelola potensi
lokalnya.
22.
Kelemahan koperasi di
Indonesia saat ini adalah…
A. Menjadi pusat ekonomi rakyat
B. Mampu bersaing global
C. Banyak yang mati suri dan identik dengan pinjaman
D. Mendominasi sektor modern
Jawaban: C
Penjelasan: Koperasi cenderung stagnan dan lemah daya saing.
23.
Nilai Tukar Petani
(NTP) di bawah 100 menandakan…
A. Petani mengalami surplus kesejahteraan
B. Petani mengalami defisit kesejahteraan
C. Harga produk pertanian stabil
D. Produktivitas meningkat signifikan
Jawaban: B
Penjelasan: NTP < 100 = biaya produksi lebih tinggi daripada
pendapatan.
24.
Indigenous development
menekankan pada pembangunan yang…
A. Top-down dan seragam
B. Mengabaikan budaya lokal
C. Berakar pada potensi lokal dan kearifan masyarakat
D. Bergantung penuh pada modal asing
Jawaban: C
Penjelasan: Prinsip utama adalah penguatan budaya dan ekonomi lokal.
25.
Contoh konkret
integrasi indigenous development dengan digitalisasi adalah…
A. UMKM Go Digital
B. Ekspor SDA mentah
C. Impor produk konsumsi
D. Pembangunan PLTU batubara
Jawaban: A
Penjelasan: UMKM Go Digital menghubungkan produk lokal ke pasar online.
26.
Pekerjaan yang tumbuh
di masa depan (2017–2030) menurut Hempri Suyatna adalah…
A. Operator mesin pabrik
B. Pengantar surat
C. Analis data dan pengembang perangkat lunak
D. Teller bank
Jawaban: C
Penjelasan: Profesi berbasis teknologi dan data diprediksi tumbuh.
27.
Salah satu faktor
penting agar UMKM naik kelas adalah…
A. Ketergantungan pada pasar lokal saja
B. Dukungan inovasi, desain, dan standarisasi produk
C. Mengurangi akses terhadap permodalan
D. Menghindari sertifikasi
Jawaban: B
Penjelasan: UMKM perlu inovasi desain, sertifikasi, dan standar
kualitas.
28.
Indigenous development
sejalan dengan agenda pembangunan Indonesia dalam bidang…
A. Green economy dan pariwisata berkelanjutan
B. Industrialisasi ekstraktif
C. Konsumsi barang impor
D. Privatisasi layanan publik
Jawaban: A
Penjelasan: Pembangunan berbasis kearifan lokal mendukung green economy.
29.
Pendekatan glokalisasi
dalam perencanaan pembangunan berarti…
A. Menghapuskan kearifan lokal demi globalisasi
B. Menghormati lokalitas dalam era globalisasi
C. Menutup diri dari perdagangan global
D. Mengabaikan budaya nasional
Jawaban: B
Penjelasan: Glokalisasi = globalisasi + local wisdom.
30.
Mengapa indigenous
development penting bagi Indonesia?
A. Karena memperkuat kemandirian bangsa melalui potensi lokal
B. Karena memperbesar ketergantungan impor
C. Karena hanya menguntungkan investor asing
D. Karena mendorong homogenisasi budaya
Jawaban: A
Penjelasan: Indigenous development = jalan pembangunan khas Indonesia berbasis
kekuatan lokal.
📘 Soal Latihan Esai – Indigenous Development &
Pembangunan Indonesia
1.
Soal: Jelaskan bagaimana konsep Indigenous
Development dapat menjadi solusi atas masalah marginalisasi sektor
pertanian di Indonesia, khususnya dengan melihat nilai tukar petani (NTP) yang
masih rendah.
Jawaban:
Indigenous development mendorong penguatan pertanian berbasis lokal melalui
koperasi, BUMDes, dan inovasi teknologi yang sesuai dengan kondisi desa. Dengan
penguatan rantai nilai lokal (produksi–pengolahan–pemasaran), petani dapat
memperoleh harga yang lebih baik dan meningkatkan NTP.
Penjelasan:
NTP < 100 menandakan petani merugi. Dengan strategi berbasis lokal (misalnya
koperasi tani dan e-commerce desa), nilai tambah produk pertanian bisa tinggal
di desa.
2.
Soal: Analisis bagaimana program Bangga Buatan
Indonesia (BBI) sejalan dengan konsep indigenous development dan perannya
dalam memperkuat UMKM nasional.
Jawaban:
BBI mendorong konsumsi produk lokal, sehingga memperluas pasar UMKM. Hal ini
sesuai dengan indigenous development yang mengutamakan potensi lokal. Dengan
digitalisasi (UMKM Go Digital), UMKM tidak hanya bertahan, tetapi bisa naik
kelas dan menembus pasar nasional maupun global.
Penjelasan:
BBI = kampanye substitusi impor berbasis produk lokal → mendukung UMKM sebagai
tulang punggung ekonomi.
3.
Soal: Berikan analisis kritis mengapa banyak
koperasi di Indonesia dianggap “mati suri” dan bagaimana peran perencana dalam
menghidupkan kembali koperasi agar selaras dengan indigenous development.
Jawaban:
Koperasi sering gagal karena manajemen lemah, hanya identik dengan kredit, dan
tidak mengikuti kebutuhan pasar. Perencana dapat merancang revitalisasi
koperasi sebagai agregator produk lokal, pusat sertifikasi, dan distribusi
digital.
Penjelasan:
Indigenous development menuntut lembaga lokal yang kuat. Koperasi bisa menjadi
motor kolektif bila dikelola profesional, transparan, dan berbasis kebutuhan
nyata masyarakat.
4.
Soal: Desa Wisata Nglanggeran (DIY) dianggap contoh
sukses indigenous development. Jelaskan faktor keberhasilannya dan bagaimana
replikasi model ini bisa masuk ke kebijakan RPJMN.
Jawaban:
Keberhasilan Nglanggeran karena: (1) basis partisipasi masyarakat, (2)
pelestarian budaya dan alam, (3) inovasi digital (promosi daring), (4) dukungan
kelembagaan lokal. Replikasi dapat dilakukan dengan memasukkan desa wisata
berbasis kearifan lokal ke dalam prioritas RPJMN sebagai bagian dari
pembangunan ekonomi kreatif dan pariwisata berkelanjutan.
Penjelasan:
Nglanggeran adalah “best practice” integrasi budaya, ekonomi, dan inovasi. Ini
sejalan dengan agenda ekonomi kreatif nasional.
5.
Soal: Indonesia sedang mendorong green economy.
Bagaimana indigenous development dapat menjadi bagian dari strategi pembangunan
hijau ini?
Jawaban:
Indigenous development mengedepankan konservasi, pemanfaatan sumber daya lokal
berkelanjutan, serta praktik tradisional ramah lingkungan. Contohnya, pemanfaatan
pewarna alami dalam industri tenun/batik, atau agroforestry tradisional.
Penjelasan:
Green economy dalam RPJMN 2020–2024 bisa diperkuat dengan kearifan lokal yang
sudah selaras dengan prinsip keberlanjutan.
6.
Soal: Mengapa mentalitas pembangunan “instan” dan
“konsumtif” menjadi hambatan dalam indigenous development? Bagaimana peran
perencana untuk mengubah kondisi ini?
Jawaban:
Mentalitas instan dan konsumtif melemahkan produktivitas lokal karena lebih
memilih barang impor dan jalan pintas. Perencana berperan melalui program
pendidikan karakter, pelatihan wirausaha berbasis lokal, serta kampanye
perubahan perilaku masyarakat.
Penjelasan:
Pembangunan tidak cukup infrastruktur fisik → harus ada transformasi budaya
masyarakat agar lebih produktif.
7.
Soal: Bagaimana konsep glokalisasi bisa
menjadi strategi pembangunan Indonesia dalam menghadapi globalisasi?
Jawaban:
Glokalisasi berarti mengadopsi manfaat globalisasi sambil menjaga kearifan
lokal. Misalnya, produk tenun ikat dipasarkan global melalui e-commerce dengan
tetap menjaga motif asli daerah.
Penjelasan:
Dengan glokalisasi, Indonesia tidak kehilangan identitas, tetapi justru
memperkuat daya saing melalui diferensiasi produk lokal.
8.
Soal: Analisis peran digitalisasi dalam memperkuat
indigenous development, khususnya bagi UMKM di era Society 5.0.
Jawaban:
Digitalisasi memberi akses pasar lebih luas bagi UMKM, memungkinkan pencatatan
keuangan yang lebih baik, serta mempertemukan produsen lokal dengan konsumen
global. Hal ini membantu UMKM naik kelas dan memperkuat ekonomi lokal.
Penjelasan:
Indigenous development tetap relevan di era digital bila UMKM bertransformasi
menjadi bagian dari ekonomi digital nasional.
9.
Soal: Apa implikasi nilai spiritual (norma bisnis
Islami, Kristen, Hindu, Budha) dalam indigenous development, dan bagaimana hal
ini mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan?
Jawaban:
Nilai spiritual memberi fondasi etika bagi pelaku usaha lokal: kejujuran,
amanah, keadilan. Ini mendorong usaha lebih berkelanjutan, inklusif, dan
berorientasi kemaslahatan, sehingga mendukung SDGs dan RPJMN.
Penjelasan:
Menurut Panzuri (2011), ada 44 norma spiritual yang bisa memperkuat etika
bisnis lokal.
10.
Soal: Sebagai perencana ahli madya, bagaimana Anda
merumuskan strategi integrasi indigenous development dalam RPJMD provinsi untuk
mendorong ketahanan pangan dan ekonomi daerah?
Jawaban:
Strateginya meliputi: (1) Identifikasi produk lokal unggulan (misalnya sagu di
Papua, rumput laut di NTB), (2) penguatan kelembagaan lokal (BUMDes/koperasi),
(3) fasilitasi sertifikasi & inovasi, (4) digitalisasi rantai pasok, (5)
pengembangan desa wisata pangan & budaya, serta (6) monitoring berbasis
indikator lokal (NTP, omzet UMKM).
Penjelasan:
Dengan integrasi ini, RPJMD dapat mendorong pembangunan daerah yang inklusif,
berakar lokal, sekaligus mendukung agenda nasional.
No comments:
Post a Comment