Sunday, October 5, 2025

Test - Hubungan Unemployment and Inflation (Mankiw)

 📘 Kumpulan Soal Latihan Pilihan Ganda (30 soal)

Bagian A. Konsep Dasar (1–10)

  1. Phillips Curve pada dasarnya menjelaskan hubungan antara…
    A. Inflasi dan pertumbuhan ekonomi
    B. Inflasi dan pengangguran
    C. Pengangguran dan suku bunga
    D. Suku bunga dan kurs
    Jawaban: B
    Penjelasan: Phillips Curve menggambarkan trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran.
  2. Menurut model Sticky-Wage, jika harga aktual lebih tinggi dari harga yang diharapkan, maka…
    A. Real wage meningkat, pengangguran naik
    B. Real wage turun, output naik
    C. Real wage tetap, pengangguran tetap
    D. Real wage turun, output turun
    Jawaban: B
    Karena upah nominal sudah terikat kontrak, kenaikan harga membuat upah riil turun → perusahaan mau mempekerjakan lebih banyak pekerja.
  3. Dalam jangka panjang, Phillips Curve berbentuk…
    A. Negatif miring
    B. Vertikal
    C. Horizontal
    D. Positif miring
    Jawaban: B
    Dalam jangka panjang, tidak ada trade-off; pengangguran kembali ke tingkat alamiah.
  4. Istilah natural rate of unemployment merujuk pada…
    A. Tingkat pengangguran nol
    B. Tingkat pengangguran akibat siklus
    C. Tingkat pengangguran struktural + friksional
    D. Tingkat pengangguran akibat inflasi
    Jawaban: C
    Natural rate terdiri dari pengangguran struktural & friksional, bukan siklus.
  5. Supply shock negatif biasanya menyebabkan…
    A. Inflasi turun dan output naik
    B. Inflasi naik dan output turun
    C. Inflasi turun dan output turun
    D. Inflasi naik dan output tetap
    Jawaban: B
    Contoh: kenaikan harga minyak menyebabkan biaya produksi naik → stagflasi.
  6. Model imperfect information menekankan pada…
    A. Kekakuan upah
    B. Kekakuan harga
    C. Produsen salah menafsirkan harga relatif
    D. Subsidi pemerintah
    Jawaban: C
    Produsen sering salah mengira kenaikan harga umum sebagai kenaikan harga relatif.
  7. Dalam sticky-price model, semakin besar proporsi perusahaan dengan harga fleksibel, maka…
    A. Output makin sensitif terhadap perubahan harga
    B. Output makin tidak responsif terhadap perubahan harga
    C. Inflasi makin stabil
    D. Pengangguran makin stabil
    Jawaban: A
    Jika banyak perusahaan fleksibel, output lebih cepat merespons permintaan.
  8. Fenomena inflation inertia menunjukkan bahwa…
    A. Inflasi selalu turun dengan sendirinya
    B. Inflasi cenderung bertahan kecuali ada guncangan besar
    C. Inflasi selalu meningkat tiap tahun
    D. Inflasi tidak berhubungan dengan ekspektasi
    Jawaban: B
    Inflasi punya inersia karena ekspektasi menyesuaikan dengan inflasi masa lalu.
  9. Jika pemerintah ingin menurunkan inflasi cepat, berdasarkan sacrifice ratio
    A. Pengangguran harus turun
    B. Output harus naik
    C. Ada kehilangan output jangka pendek
    D. Tidak ada biaya sama sekali
    Jawaban: C
    Sacrifice ratio mengukur berapa persen GDP yang hilang untuk turunkan inflasi.
  10. Konsep painless disinflation berdasarkan…
    A. Sticky-wage model
    B. Rational expectations
    C. Imperfect information model
    D. Okun’s law
    Jawaban: B
    Jika masyarakat percaya kebijakan anti-inflasi kredibel, inflasi bisa turun tanpa pengangguran naik.

Bagian B. Konteks Indonesia (11–20)

  1. Inflasi Indonesia 1998 yang mencapai lebih dari 70% merupakan contoh…
    A. Demand-pull inflation
    B. Cost-push inflation
    C. Hyperinflation
    D. Disinflasi
    Jawaban: C
    Krisis 1998 memicu hiperinflasi karena depresiasi rupiah ekstrem.
  2. Saat pandemi COVID-19 (2020), inflasi Indonesia rendah karena…
    A. Permintaan masyarakat lemah
    B. Harga minyak dunia naik
    C. Stimulus fiskal terlalu besar
    D. Suku bunga BI terlalu tinggi
    Jawaban: A
    Daya beli turun → permintaan lemah → inflasi rendah, meski pengangguran naik.
  3. Target inflasi Bank Indonesia 2,5% ±1% mencerminkan…
    A. Supply-side policy
    B. Inflation targeting framework
    C. Kebijakan fiskal ekspansif
    D. Phillips Curve jangka panjang
    Jawaban: B
    BI memakai kerangka inflation targeting.
  4. Program subsidi energi (BBM, listrik) utamanya bertujuan…
    A. Menurunkan pengangguran
    B. Menekan inflasi jangka pendek
    C. Meningkatkan ekspor
    D. Mengurangi beban APBN
    Jawaban: B
    Subsidi energi menjaga daya beli & menekan inflasi.
  5. Kenaikan harga beras 2023 di Indonesia adalah contoh…
    A. Demand-pull inflation
    B. Cost-push inflation
    C. Hyperinflation
    D. Disinflasi
    Jawaban: B
    Karena biaya produksi & distribusi naik (pupuk, cuaca buruk).
  6. Jika pemerintah menggenjot proyek IKN, risiko jangka pendeknya adalah…
    A. Inflasi bahan bangunan naik
    B. Pengangguran naik
    C. Pertumbuhan ekonomi turun
    D. Inflasi turun
    Jawaban: A
    Permintaan semen, baja, tenaga kerja konstruksi meningkat.
  7. Inflasi pangan yang seringkali lebih tinggi dari inflasi inti di Indonesia menandakan…
    A. Sektor pangan sangat elastis
    B. Sektor pangan rawan guncangan supply
    C. Pangan tidak mempengaruhi inflasi umum
    D. Pengangguran tidak terkait dengan pangan
    Jawaban: B
    Inflasi pangan sangat rentan pada supply shock (cuaca, distribusi).
  8. Jika BI menaikkan suku bunga, maka…
    A. Inflasi turun, pengangguran bisa naik
    B. Inflasi naik, pengangguran turun
    C. Inflasi stabil tanpa efek pengangguran
    D. Inflasi tidak berubah, pengangguran turun
    Jawaban: A
    Kebijakan moneter kontraktif menurunkan permintaan, tapi risiko pengangguran naik.
  9. Strategi jangka panjang untuk menurunkan natural rate of unemployment di Indonesia adalah…
    A. Menurunkan suku bunga BI
    B. Menambah subsidi BBM
    C. Reformasi pendidikan & peningkatan skill
    D. Mencetak uang baru
    Jawaban: C
    Supply-side reform menurunkan pengangguran struktural.
  10. Ketahanan pangan dan hilirisasi industri ditujukan agar…
    A. Inflasi lebih terkendali jangka panjang
    B. Suku bunga lebih tinggi
    C. Subsidi makin besar
    D. Inflasi tidak ada sama sekali
    Jawaban: A
    Jika supply kuat, inflasi terkendali meskipun permintaan naik.

Bagian C. Analisis Lanjutan (21–30)

  1. Menurut Okun’s Law, kenaikan pengangguran 1% akan menurunkan output sekitar…
    A. 1%
    B. 2%
    C. 3%
    D. 5%
    Jawaban: B
    Aturan Okun: 1% pengangguran ≈ 2% kehilangan output.
  2. Jika sacrifice ratio = 5, maka menurunkan inflasi 2% butuh kehilangan output…
    A. 2%
    B. 5%
    C. 10%
    D. 15%
    Jawaban: C
    2 × 5 = 10% GDP hilang.
  3. Fenomena “stagflasi” muncul ketika…
    A. Inflasi tinggi, pengangguran rendah
    B. Inflasi tinggi, pengangguran tinggi
    C. Inflasi rendah, pengangguran rendah
    D. Inflasi rendah, pengangguran tinggi
    Jawaban: B
    Stagflasi = inflasi tinggi + output rendah → pengangguran naik.
  4. Jika masyarakat percaya penuh pada komitmen pemerintah menurunkan inflasi, maka…
    A. Sacrifice ratio besar
    B. Sacrifice ratio kecil
    C. Phillips Curve jangka pendek stabil
    D. Inflasi tidak dapat dikendalikan
    Jawaban: B
    Dengan ekspektasi rasional, disinflasi bisa painless.
  5. Dalam jangka pendek, trade-off inflasi–pengangguran dapat dimanfaatkan melalui…
    A. Kebijakan moneter & fiskal
    B. Kebijakan demografi
    C. Kebijakan pendidikan
    D. Kebijakan perdagangan luar negeri saja
    Jawaban: A
    Instrumen moneter-fiskal memengaruhi permintaan agregat.
  6. Penyebab utama inflasi di Indonesia dalam 10 tahun terakhir lebih banyak berasal dari…
    A. Demand-pull
    B. Cost-push (pangan & energi)
    C. Hyperinflasi
    D. Inflasi struktural
    Jawaban: B
    Inflasi Indonesia sering didorong harga pangan & energi.
  7. Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia naik di atas 6% secara berkelanjutan tanpa reformasi supply, risiko utamanya…
    A. Deflasi
    B. Inflasi melonjak
    C. Pengangguran stagnan
    D. Inflasi tetap stabil
    Jawaban: B
    Overheating economy memicu inflasi tinggi.
  8. Salah satu strategi pemerintah agar pertumbuhan tinggi tidak memicu inflasi adalah…
    A. Memperkuat produktivitas & efisiensi logistik
    B. Menambah uang beredar
    C. Menaikkan tarif impor pangan
    D. Mengurangi investasi
    Jawaban: A
    Supply-side strengthening mengurangi tekanan inflasi.
  9. Jika inflasi Indonesia stabil di 3% tapi pengangguran tetap 6%, artinya…
    A. Ekonomi ada di natural rate
    B. Ada pengangguran struktural tinggi
    C. Phillips Curve tidak berlaku
    D. BI terlalu longgar
    Jawaban: B
    Inflasi stabil, tapi pengangguran tinggi → masalah struktural, bukan siklus.
  10. Keselarasan kebijakan fiskal (Bappenas) dan moneter (BI) diperlukan agar…
    A. Inflasi tidak naik tanpa sebab
    B. Pertumbuhan ekonomi & stabilitas harga berjalan seimbang
    C. Defisit APBN selalu nol
    D. Pengangguran bisa dihapus total
    Jawaban: B
    Koordinasi kebijakan menjaga keseimbangan antara stabilitas harga & pertumbuhan.

📘 Soal Latihan Esai Analisis Kasus (10 soal)

1. Inflasi pangan 2023 di Indonesia

Soal: Inflasi beras mencapai 11% pada 2023, sementara inflasi inti tetap rendah (3%). Analisislah fenomena ini dengan menggunakan konsep cost-push inflation dan implikasinya bagi perencanaan pembangunan nasional.
Jawaban: Inflasi beras berasal dari faktor supply (cuaca, distribusi, impor lambat). Ini adalah cost-push inflation. Bagi perencana nasional, fokus kebijakan bukan hanya stabilisasi moneter, tapi penguatan supply pangan (irigasi, logistik, diversifikasi pangan).
Penjelasan: Perencana harus melihat bahwa inflasi Indonesia sering bersifat supply-side, sehingga intervensi harus struktural, bukan hanya jangka pendek.


2. Subsidi BBM dan inflasi

Soal: Pada 2022, pemerintah menambah subsidi BBM untuk menahan inflasi energi. Analisislah kebijakan ini dalam kerangka Phillips Curve dan biaya fiskal jangka panjang.
Jawaban: Subsidi menekan inflasi jangka pendek (menggeser Phillips Curve ke bawah), menjaga daya beli, tapi beban APBN besar. Dalam jangka panjang, tanpa reformasi energi, subsidi menciptakan ketergantungan dan mengurangi ruang pembangunan.
Penjelasan: Perencana perlu menimbang trade-off: stabilitas harga vs keberlanjutan fiskal.


3. Inflasi rendah pasca-COVID (2020–2021)

Soal: Pada masa pandemi, inflasi Indonesia turun hingga di bawah 2%, tetapi pengangguran naik. Jelaskan dengan model AS-AD.
Jawaban: AD bergeser ke kiri (konsumsi & investasi lemah). Inflasi rendah tapi output turun → pengangguran naik.
Penjelasan: Contoh nyata trade-off: pengangguran meningkat walau inflasi terkendali, menunjukkan resesi.


4. Sacrifice Ratio dalam konteks Indonesia

Soal: Jika pemerintah ingin menurunkan inflasi dari 5% ke 3%, dan sacrifice ratio = 5, berapa output hilang? Apa artinya bagi kebijakan pembangunan?
Jawaban: Penurunan inflasi 2% × 5 = 10% GDP hilang (dalam setahun atau dibagi ke beberapa tahun). Artinya, kebijakan anti-inflasi harus hati-hati agar tidak mengorbankan pertumbuhan dan penciptaan kerja.
Penjelasan: Perencana harus menilai biaya sosial disinflasi.


5. Hilirisasi industri dan pengangguran struktural

Soal: Program hilirisasi nikel bertujuan menyerap tenaga kerja lokal. Jelaskan bagaimana kebijakan ini bisa menurunkan natural rate of unemployment.
Jawaban: Hilirisasi meningkatkan skill, teknologi, dan lapangan kerja formal → mengurangi pengangguran struktural. Dengan supply-side reform, ekonomi bisa tumbuh tanpa inflasi tinggi.
Penjelasan: Natural rate bisa turun jika kebijakan mengatasi mismatch tenaga kerja.


6. Stagflasi potensial akibat krisis global

Soal: Bagaimana jika Indonesia menghadapi kenaikan harga minyak dunia sekaligus pelemahan permintaan ekspor? Analisislah dengan konsep stagflasi.
Jawaban: Supply shock energi → inflasi naik; pelemahan permintaan → output turun. Kombinasi ini = stagflasi. Kebijakan harus kombinasi: stabilisasi harga + perlindungan daya beli + diversifikasi energi.
Penjelasan: Perencana harus siap menghadapi kondisi inflasi tinggi + pengangguran tinggi.


7. Inflasi pangan vs inflasi inti

Soal: Mengapa inflasi pangan lebih sulit dikendalikan dibanding inflasi inti di Indonesia, dan bagaimana perencana harus merespons?
Jawaban: Inflasi pangan dipengaruhi cuaca, distribusi, impor, bukan hanya kebijakan moneter. Respon: investasi irigasi, logistik pangan, digitalisasi distribusi, diversifikasi pangan.
Penjelasan: Perencana harus mengutamakan supply-side intervention.


8. Kenaikan suku bunga BI (2022–2023)

Soal: BI menaikkan suku bunga untuk menjaga stabilitas rupiah & inflasi. Analisis trade-off kebijakan ini terhadap pengangguran & investasi.
Jawaban: Kenaikan bunga → inflasi terkendali, rupiah stabil, tapi investasi & konsumsi melambat → risiko pengangguran naik.
Penjelasan: Perencana harus memastikan stimulus fiskal tetap berjalan untuk menjaga penciptaan kerja.


9. IKN Nusantara dan risiko inflasi lokal

Soal: Proyek besar IKN dapat menyerap tenaga kerja, tetapi juga menimbulkan kenaikan harga bahan bangunan. Bagaimana perencana harus mengantisipasi?
Jawaban: Dalam jangka pendek, terjadi demand-pull inflation di sektor konstruksi. Perencana perlu rencana pengadaan material, logistik, dan distribusi agar tidak menimbulkan inflasi berlebihan.
Penjelasan: Kebijakan pembangunan harus memperhitungkan inflasi sektoral.


10. Ketahanan pangan sebagai strategi anti-inflasi jangka panjang

Soal: Mengapa ketahanan pangan merupakan instrumen penting dalam mengendalikan trade-off inflasi–pengangguran di Indonesia?
Jawaban: Karena pangan menyumbang >40% inflasi. Jika supply pangan stabil, inflasi lebih terkendali meski pengangguran turun. Ini menurunkan risiko trade-off ala Phillips Curve.
Penjelasan: Perencana harus memandang ketahanan pangan sebagai kebijakan makro, bukan hanya sektor pertanian.

No comments:

Post a Comment